Di benua Azure, kekuatan adalah segalanya. Namun, ada satu profesi yang paling dihormati dan ditakuti: Alkemis. Mereka yang bisa menciptakan pil roh, obat mujarab, dan racun mematikan.
Raymond adalah cucu dari Alkemis Legendaris yang pernah menyelamatkan dunia, Dewa Alkemis Zhuo Yi. Namun, sejak kakeknya menghilang secara misterius dan klan keluarga mereka dihancurkan oleh aliansi kekuatan jahat, Raymond hidup sebagai orang buangan yang menderita dan dipandang rendah.
Suatu hari, saat hampir dibunuh oleh musuh bebuyutannya, Raymond menemukan sebuah cincin batu giok peninggalan kakeknya. Di dalamnya tersembunyi jiwa sang Dewa Alkemis dan sebuah kitab suci "Formula Penciptaan Semesta".
Dengan warisan ilahi itu, Raymond bangkit dari lumpur. Ia mulai mencium bau bahan-bahan, meramu pil tingkat dewa, dan menumbuhkan kekuatan yang mengguncang langit. Ia berjanji pada dirinya sendiri: Semua yang pernah menginjak-injak martabatnya, semua yang membunuh keluarganya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18: AKADEMI ROH SURGAWI DAN KELOMPOK F
Beberapa jam kemudian, di luar gerbang besar Akademi Roh Surgawi.
Raymond tertegun melihat pemandangan di depannya. Bangunan-bangunan megah terbuat dari marmer putih dan kayu cendana, menara tinggi yang menembus awan, dan lahan latihan yang sangat luas.
Di sana sudah berkumpul ribuan pemuda dan pemudi cantik dari seluruh penjuru benua. Semua mereka adalah orang-orang terpilih yang memiliki bakat luar biasa.
"Ini adalah tempat di mana masa depan benua dibentuk," kata Elder Qing bangga. "Dengar aturannya. Para peserta akan dites bakat dan dibagi menjadi kelas dari Kelas S sampai Kelas F. Kelas S adalah jenius teratas, mendapat perlakuan terbaik dan sumber daya terbanyak. Sedangkan Kelas F... adalah yang terendah, sering dianggap sampah dan sering diintimidasi."
Mata Elder Qing menyala. "Dengan kekuatanmu, kau pasti masuk Kelas S atau A. Ayo ikut aku ke tempat tes khusus."
"Tidak perlu, Elder," Raymond menolak halus. "Aku mau ikut antrean biasa saja. Aku ingin melihat sendiri seberapa kuat mereka."
Elder Qing mengangguk kagum. "Oke, terserah padamu. Tapi ingat, kalau ada yang berani macam-macam, sebut saja namaku."
Raymond masuk ke barisan antrean. Di sebelahnya ada banyak pemuda yang sombong dan pamer kekuatan.
Saat giliran Raymond tes kristal bakat...
Wush!
Cahaya yang keluar hanya cahaya kuning biasa (Grade B). Raymond sengaja menekan kekuatannya agar tidak terlalu mencolok di awal.
Panitia yang memeriksa mendengus. "Grade B rata-rata. Masuk Kelas F. Pergi ke barisan paling kanan."
Orang-orang di sekitar tertawa mengejek.
"Wah, Grade B? Masuk tong sampah lah itu!"
"Kasihan, mukanya ganteng tapi bakatnya biasa saja."
Raymond tidak peduli. Ia berjalan menuju area Kelas F yang jauh, kumuh, dan sepi dibanding area lain.
Di sana, ia bertemu dengan sekelompok pemuda-pemudi yang terlihat murung dan lemah. Ada seorang gadis kecil gemetaran, dan seorang pemuda bertubuh kurus yang sedang dihajar oleh senior dari Kelas A.
"Dengar kalian sampah-sampah F! Minggu depan adalah Pertandingan Antar Kelas! Kalau kalian kalah, kalian akan diusir dari akademi! Hahaha!" teriak senior itu sambil menendang pemuda kurus itu.
Raymond mengepalkan tangannya. Di sini pun ada sistem penginjak-injakkan?
Ia berjalan mendekat.
"Hei, cukup sudah."
Senior itu menoleh. "Hah? Siapa kau? Murid F baru ya? Berani menyuruhku berhenti?"
"Aku bilang... lepaskan dia," suara Raymond rendah dan mengerikan. "Atau aku yang akan melepaskan kepalamu dari badanmu."
Suasana di sudut area Kelas F mendadak hening. Senior dari Kelas A itu bernama Zhang Wei, seorang kultivator di Tahap 9 Dasar pun tertawa ngakak mendengar ancaman Raymond.
"Wah! Ganas sekali mulutnya! Kalian dengar tidak? Si sampah F mau memenggal kepalaku!"
Teman-teman Zhang Wei ikut tertawa. "Bocah gila! Mungkin dia belum tahu rasa sakit itu apa!"
Zhang Wei melangkah mendekati Raymond dengan wajah bengis. "Dengar sini bocah kampung. Di akademi ini, yang kuat yang berkuasa. Kelas F adalah tempat pembuangan. Kalian tidak pantas menghirup udara yang sama dengan kami. Sekarang, merangkak di bawah kakiku dan minta maaf, mungkin aku bisa membiarkanmu hari ini."
Ia mengangkat kakinya, hendak menginjak wajah Raymond.
Pemuda kurus yang diinjak tadi berteriak, "Lari kak! Dia sangat kuat! Jangan lawan dia!"
Namun Raymond tidak bergerak. Ia hanya menatap kaki Zhang Wei yang turun perlahan.
Saat kaki itu hampir menyentuh tanah tepat di depannya...
DENG!
Raymond mengangkat kakinya sendiri dan menendang ke atas dengan cepat!
BUK!
Tendangan itu tepat mengenai lutut Zhang Wei dari bawah!
KRAAKK!!
Suara patah tulang terdengar sangat jelas dan mengerikan.
"AAAAAAGGHHHH!!" Zhang Wei berteriak histeris. Kakinya bengkok ke arah yang salah. Tubuhnya langsung ambruk ke tanah kesakitan.
Teman-temannya kaget bukan main. "Kau gila ya?! Berani melukai senior?! Kalau tahu dia sepupu dari Ketua OSIS!"
"Ketua OSIS apa?" Raymond melangkah maju, menindih punggung Zhang Wei. "Di sini aku tidak peduli siapa keluargamu. Yang lemah harus tunduk pada yang kuat. Dan kalian... terlalu lemah."
PRAK! PRAK!
Raymond menampar wajah Zhang Wei berkali-kali dengan cepat hingga wajahnya bengkak seperti bakpao dan darah mengalir deras.
"Ingat baik-baik wajahku. Namaku Raymond. Mulai hari ini... aku yang memimpin Kelas F. Kalau ada satu saja dari kalian berani menginjakkan kaki di sini lagi... aku akan patahkan kaki kalian satu per satu. Mengerti?!"
"Meng... mengerti! Kami mengerti!" teriak mereka ketakutan lalu menyeret Zhang Wei yang pincang dan lari secepat mungkin.
Setelah mereka pergi, suasana menjadi tenang kembali. Para murid Kelas F menatap Raymond dengan campuran takut dan kagum.
Gadis kecil yang tadi gemetaran mendekat. "Te... terima kasih, Kak Raymond. Aku Lin Mei. Mereka selalu mengganggu kami karena kami tidak punya perlindungan dan sumber daya."
Pemuda kurus itu juga bangkit. "Aku Da Wei. Kakak sungguh hebat! Tapi bahaya, Kak. Zhang Wei pasti akan melapor dan membawa orang lebih kuat lagi. Bahkan mungkin Ketua OSIS yang akan datang!"
Raymond tersenyum santai lalu duduk bersila di atas batu besar.
"Biarkan mereka datang. Semakin banyak yang datang, semakin seru," ucapnya santai. "Sekarang, ceritakan padaku. Apa itu Pertandingan Antar Kelas? Dan apa hadiahnya?"
Da Wei menjelaskan dengan cepat. "Pertandingan itu diadakan setiap bulan. Kelas yang menang akan mendapat pil roh, kristal energi, dan teknik buku baru. Tapi kalau Kelas F kalah terus, akademi akan membubarkan kelas kita dan mengusir kita semua!"
"Wah, jadi taruhannya nyawa ya?" Raymond mengangguk. "Bagus. Kalau begitu, mulai hari ini aku akan melatih kalian. Dan minggu depan... kita tidak hanya mau menang. Kita akan menghancurkan semua kelas lain!"
Semua murid Kelas F terbelalak. Menghancurkan kelas lain? Itu mimpi yang mustahil! Tapi melihat tatapan mata Raymond yang penuh keyakinan... entah kenapa hati mereka merasa hangat dan percaya.
"Nak, rencanamu apa?" tanya Zhuo Yi. "Kau mau ajari mereka teknik?"
"Bukan hanya teknik, Kakek," batin Raymond tersenyum licik. "Aku punya banyak sisa bahan obat dari kota sebelumnya. Aku akan membuatkan mereka Pil Penguat Dasar massal! Dengan pil itu, level mereka bisa naik drastis dalam semalam!"
"Hahaha! Benar-benar caramu! Oke, ayo kita buat 'pasukan monster' dari kelas sampah ini!"
Malam itu juga, di gubuk reyot Kelas F, cahaya api roh menyala terang. Raymond mulai bekerja meramu pil dalam jumlah besar, sementara yang lain sibuk membantu menyiapkan bahan.
Kisah kebangkitan Kelas F, dan dominasi Raymond di Akademi Roh Surgawi... baru saja dimulai!