Setelah 5 tahun bersusah payah melupakan Aby dan menjalin kisah cinta baru dengan Alfi, hati Aresha kembali di guncang dengan kedatangan Aby kembali.
Aby, orang pertama yang membuat Aresha jatuh cinta dan orang pertama juga yang membuat Aresha merasakan sakitnya ditinggalkan.
Alfi, orang yang selalu ada untuk Aresha dan telah membuat Aresha "lupa" akan masa lalu tentang Aby.
Akankah Aresha mempertahankan kisah cintanya dengan Alfi atau memilih mengulang kisah lama dengan cinta peramanya, Aby ?
A romantic comedy novel, enjoy!❣️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SecretW, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persiapan festival karya (1)
Dua minggu lagi, kampus tempat Aresha berkuliah akan mengadakan festival yang akan menampilkan hasil karya-karya mahasiswa yang terpilih. Maka, seluruh siswa berlomba-lomba mempersembahkan yang terbaik agar mereka dipilih untuk menunjukkan hasil karya mereka di festival tersebut termasuk juga Aresha.
Disinilah Aresha, di taman kampus ia sedang fokus memainkan laptopnya mencari inspirasi untuk mendesign busana yang indah untuk dikumpulkan kepada tim penanggung jawab acara festival.
“Lagi ngapain ?” Alfi baru saja datang menghampiri Aresha yang masih tidak berkutik dari laptopnya.
“Sha ?”
Aresha masih tetap diam dan tidak menyadari keberadaan Alfi hingga Alfi menempelkan minuman dingin yang dibawanya ke pipi Aresha.
“Awww” Aresha meringis kedinginan
“Dingin tauukk!” Oceh Aresha kesal sambil mengelap bekas air di pipinya
“Lagi ngapain sih ? gue ajak ngomong dari tadi tapi lo cuekin” Alfi memasang muka cemberut yang dibuat-buat
“Lagi cari-cari inspirasi design busana buat acara festival nanti, ngapain kesini ? emangnya lagi gak ada kelas ?” Tanya Aresha kembali
“Iya lagi gak ada, tadinya mau pulang tapi gue liat lo sendirian jadi gue mau temenin”
“Ohh, gue gapapa kok, lo pulang aja”
“Biarin ntar aja. Cari inspirasi sambil jalan-jalan mau gak ? kita keliling. Kalo cuma liat tanaman disini mah gak nemu inspirasinya” Tawar Alfi
“Kemana ?”
“Ikut aja” Alfi langsung menutup laptop yang dipegang Aresha dan menggenggam tangan Aresha menuju mobilnya yang berada di parkiran.
Aresha tersenyum dan berjalan mengikuti Alfi.
***
Alfi dan Aresha memutuskan untuk mendatangi beberapa butik terlebih dahulu agar setidaknya Aresha memiliki gambaran tentang busana seperti apa yang akan dia buat.
“Tema festivalnya apa sha ?”
“Lo beneran gak tau ?” Tanya Aresha heran dan dibalas cengiran oleh Alfi
“gue gak ngikutin acara-acara kayak gitu”
“Ya seenggaknya kan lo kuliah disana, masa kampus lo ngadain acara lo gak tau temanya apa”
“Bawel” Alfi mencubit pipi Aresha
“Buruan kasih tau” Tambah Alfi
Aresha terdiam beberapa saat, kenapa sikap Alfi selalu bisa menghangatkan hatinya.
“Temanya kain Tenun khas Indonesia” Jawab Aresha
“Kita ke pasar tradisional mau ? disana banyak motif kain tenun yang bagus, siapa tau bisa jadi inspirasi buat lo”
“Boleh”
Mendengar persetujuan dari Aresha, Alfi segera melajukan mobilnya menuju pasar tradisional tersebut.
“Lo tau dari mana soal pasar tradisional itu ?” Tanya Aresha penasaran, karena dilihat dari segi manapun seorang Alfi rasanya mustahil bisa main ke pasar.
“Hahaha”
“Kok malah ketawa ? Lo mau ngerjain gue ya ?” Aresha menatap Alfi penuh curiga
“Dulu, gue sering nemenin Bibi yang bantu-bantu dirumah gue ke pasar, gue sering diajak keliling disana sama dia makanya gue tau kalo di pasar itu banyak yang jualan kain tenun” Jelas Alfi
“Ohhhhhhhhh” Aresha akhirnya paham bagaimana seorang Alfi bisa tau tentang isi di dalam pasar.
Setelah sampai di pasar, Aresha berjalan mengikuti Alfi dari belakang. Alfi tampak tahu betul jalan di pasar itu dilihat dari caranya berjalan tidak menunjukkan kebingungan sama sekali.
Tak lama sampailah mereka di sebuah lorong tempat menjual berbagai macam jenis kain.
“Jalannya pelan aja, sambil liat-liat kainnya” Ujar Alfi membisikkan Aresha dan dijawab anggukan oleh Aresha.
Mata Aresha berbinar ketika melihat berbagai macam kain yang telah terpampang didepannya, ia selalu suka menghabiskan waktu untuk memandangi motif kain apapun karena dari sana ia bisa mendapatkan inspirasi design.
Setelah kurang lebih 30 menit berkeliling di pasar tersebut dan Aresha merasa sudah mengetahui design busana seperti apa yang ingin dia buat, Alfi dan Aresha memutuskan untuk keluar dari sana dan melanjutkan untuk makan bersama.
“Mau makan dimana ?” Tanya Alfi
“Makan mie pangsit aja yuk, gue ada langganan yang enak, tempatnya gak terlalu jauh dari sini kok” Ujar Aresha bersemangat.
“Boleh, tapi kalo ternyata makanannya gak enak sebagai gantinya gue boleh cium lo ya ?” Canda Alfi yang membuat Aresha langsung mencubit lengannya
“Dasar mesum!” Aresha segera menjauh meninggalkan Alfi yang sedang meringis sekaligus tertawa
"Hahahahaha" Tawa Alfi dan segera menyusul Aresha ke mobilnya.
***
“Terus belok kanan apa kiri ?” Tanya Alfi kepada Aresha yang sedari tadi memberikan arahan tempat untuk mereka makan
“Belok kanan fi, terus lurus aja, tempatnya dipinggir jalan sebelah kiri” Jelas Aresha
Alfi lalu melajukan mobilnya sesuai arahan dari Aresha dan setelah melewati begitu banyak belokan yang menurut Aresha "tidak terlalu jauh", akhirnya mereka sudah sampai di tempat makan rekomendasi Aresha tersebut.
“Akhirnyaaaa, gue kangen banget makan disini” Ucap Aresha
Alfi hanya tersenyum, entah kenapa dia ikut bahagia ketika melihat Aresha bahagia walaupun kebahagiaan Aresha kali ini hanya sekedar datang ke tempat mie pangsit.
Aresha mengajak Alfi masuk ke dalam dan duduk di sebuah tempat seperti pondok yang hanya ada meja di dalamnya. Ya, Aresha lebih memilih untuk duduk lesehan karena menurutnya kenikmatan makan akan meningkat ketika duduk secara lesehan.
“Fi mau pesen apa ? disini ada makanan lain juga kok gak cuma mie pangsit doang” Tanya Aresha
“Gue mau mie pangsit rekomen lo deh, siapa tau gak enak di lidah gue kan, jadi gue bisa dapet...” Alfi memonyongkan bibir dan mengedipkan matanya yang membuat Aresha merasa geli lalu memukul Alfi dengan daftar menu yang ada disana
“Hahahaha boongan sayang” Tawa Alfi
Pipi Aresha semakin memanas ketika mendengar Alfi memanggilnya dengan sebutan "sayang"
“Duhh kok gue lemah gini sih” Batin Aresha
“Gue pesen samain aja kaya punya lo ya” Ucap Alfi tanpa menyadari Aresha yang sedari tadi menundukkan kepalanya berpura-pura membaca daftar menu padahal ia sudah tahu apa yang akan ia pesan.
“Ok” Jawab Aresha singkat
Aresha segera memanggil pelayan untuk memesan makanan mereka. Tidak perlu menunggu lama, makanan dan minuman yang mereka pesan sudah tiba di hadapan mereka.
“Hmmmmmmm dari wanginya aja udah kecium nih enaknya gimana” Aresha mengendus mie pangsit favoritnya tersebut
Alfi hanya memandangi tingkah laku Aresha dan tersenyum, “persis kayak anak kecil” Batinnya
***
Setelah menghabiskan makanannya, Aresha dan Alfi memutuskan untuk pulang kerumah, karena berkeliling ke beberapa butik dan pasar ternyata cukup menguras tenaga mereka.
“Pulang ini langsung mandi terus istirahat yaa, biar besok pikirannya fresh buat design busananya” Ucap Alfi kepada Aresha
Aresha merasa tertegun, sudah lama ia tidak diperhatikan dengan cara selembut ini oleh orang lain selain ibunya.
“Iyaaa. Makasih ya fi lo udah capek capek nemenin gue”
“Any time, gue akan selalu ada setiap lo butuhin gue” Alfi memberikan senyumannya kepada Aresha
“Eh satu lagi” Tambah Alfi
“Apa ?”
“Kalo kita ada masalah harus diomongin ya, jangan tiba-tiba ngejauh aja. Apalagi masalahnya menyangkut cemburu, itu malah harus banget diomongin” Jelas Alfi dengan tujuan ingin menggoda Aresha di kalimat terakhirnya
“Ihhhhh apasih gue gak cemburu, dasar ya cowok gila” Aresha tertawa dan mencubit lengan Alfi pelan.
“Hahahahahaha” Tawa Alfi dan segera melajukan mobilnya untuk mengantar Aresha pulang kerumahnya.
Alfi tersenyum kearah Aresha dan mengelus kepala Aresha "Sha, gue udah mulai sayang sama lo" Ucap Alfi dalam hati.
aku suka karyamu, aku jdkan favorite.
aku nyicil baca+like dulu ya
salam dari aku dan mantan kekasih suamiku.
aku tunggu feedback nya
Semangat!!
Yok jangan lupa mampir di ceritaku juga yuk
Judul:Taqdir Cinta Shafa.
🙏
mampir di ceritaku yukk
Curahan hati Mafia
terimahaksi
semangat thor
Kutunggu kedatanganmu.
Terima kasih.
"Dewi Senja" udah mampirr. Semangat terus kakk. Ceritanya bagus banget😍