NovelToon NovelToon
The Twentieth Concubine Wants To Survive

The Twentieth Concubine Wants To Survive

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Timur
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Fresh Tea

Ye Xinyue, mahasiswa hukum tingkat akhir, meninggal karena kelelahan mengerjakan skripsi. Namun, bukannya masuk surga, ia justru terbangun sebagai Selir ke-20 Kaisar Tianyu dalam webtoon *** yang sering dibacanya. Mengetahui bahwa tokoh ini akan mati di tengah perebutan kekuasaan, Xinyue bertekad mengubah takdir. Ia memilih hidup tenang, menjauhi kaisar, politik istana, dan para selir. Sayangnya, rencananya gagal ketika Kaisar Tianyu mulai memperhatikannya. Lebih buruk lagi, alur cerita perlahan berubah: tokoh yang seharusnya mati masih hidup dan kejadian baru bermunculan. Kini Xinyue harus bertahan hidup sambil mencari alasan mengapa kedatangannya telah mengubah seluruh takdir Tianyu dan rahasia besar di balik semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

I Am No Longer a Side Character

Lorong bawah tanah Paviliun Bayangan Salju terasa lembap dan dingin. Bebauan tanah basah bercampur dengan lumut tua menguar menusuk hidung, mengiringi langkah cepat Xinyue yang menembus kegelapan. Di tangannya, sebatang obor kecil menyalakan pendar jingga remang-remang, memantulkan bayangan tubuhnya yang bergerak lincah di dinding batu kasar.

Suara dentuman keras dan eriang teriakan para pengawal bayangan Matahari Hitam yang tertahan asap beracun di perpustakaan perlahan mengecil di belakangnya.

"Nona!" panggil Mingzhu yang sudah menunggu di persimpangan lorong rahasia bersama sebuah peti obat portabel dan beberapa gulungan berkas penting. Wajah pelayan itu pucat pasi saat mendengar kekacauan di atas. "Nona selamat! Apa yang terjadi pada Yang Mulia?"

"Pria itu sudah sepenuhnya membuang topengnya," ujar Xinyue tanpa menghentikan langkah. Ia menyambar peti obat dari tangan Mingzhu seraya mengencangkan ikatan gaun ungu tuanya. "Zhao Fengting bukan lagi sekadar sekutuku atau Kaisar kekaisaran ini. Dia adalah puncak dari seluruh rantai kejahatan yang membusuk di istana."

"Lalu... apa yang harus kita lakukan sekarang, Nona? Jika kita keluar dari jalur rahasia ini, seluruh Istana Dalam pasti sudah dikepung oleh pengawal bayangan!"

Xinyue menghentikan langkahnya tepat di bawah tangga batu yang menuju ke gerbang belakang kompleks istana. Ia berbalik menatap Mingzhu. Tidak ada sedikit pun riak ketakutan atau keraguan di mata jelaganya—hanya ada pendar determinasi yang dingin dan berkilat bagaikan baja tempaan.

"Di dunia webtoon ini, Ye Xinyue hanyalah karakter sampingan seorang selir ke-20 yang ditakdirkan mati sia-sia di bab awal hanya untuk menjadi pemicu simpati pembaca," tutur Xinyue, suaranya tenang namun bergema penuh wibawa di lorong sempit tersebut. "Selir Lin pasrah pada alur itu dan hancur. Tiga transmigrator lain mencoba menjadi protagonis baru dan berakhir di dalam kubur."

Xinyue mengangkat tangan kirinya, memperlihatkan Segel Pengawas Hukum Kerajaan yang tergenggam erat di jemarinya. Giok hijau murni itu berkilau dingin di bawah pendar obor.

"Tapi aku bukan mereka," lanjut Xinyue, bibirnya melengkung membentuk senyum tipis yang sarat akan tantangan. "Aku tidak peduli siapa yang menulis alur cerita ini, atau berapa kali Zhao Fengting mengulang kehidupannya. Di dalam kamus hukum dan ilmu forensikku, tidak ada istilah protagonis atau karakter figuran. Yang ada hanyalah pelaku kejahatan dan pemburu keadilan. Malam ini... aku resmi berhenti menjadi karakter sampingan."

Xinyue mendorong pintu batu rahasia yang terhubung dengan halaman belakang kediaman Ibu Suri Agung di kompleks Istana Peredupan Barat.

Hujan gerimis masih membasahi dedaunan bambu saat Xinyue dan Mingzhu keluar ke alam terbuka. Suara lonceng peringatan Istana Dalam mendadak bergema nyaring menembus malam tanda bahwa Paviliun Bayangan Salju sedang diserang oleh 'pemberontak' atau bahwa sang Pengawas Hukum telah melarikan diri.

"Serangan yang sangat cepat," gumam Xinyue seraya menatap ke arah Menara Bintang Terlarang yang menjulang tinggi di kejauhan. "Dia langsung membalikkan tuduhan dan mengumumkan aku sebagai pengkhianat."

"Nona, jika Yang Mulia telah menguasai seluruh Istana Dalam dan memegang pengawal bayangan, ke mana kita harus berlindung?" tanya Mingzhu panik, matanya liar memindai kegelapan taman.

"Kita tidak sedang berlindung, Mingzhu. Kita sedang mendatangi faksi penyeimbang terakhir," sahut Xinyue seraya melangkah mantap menuju gerbang utama Istana Peredupan Barat. "Zhao Fengting sangat ingin memalsukan bukti untuk menjatuhkan Ibu Suri Agung karena beliau memegang komando atas lima puluh ribu tentara elit Faksi Utara di perbatasan. Kaisar itu takut pada kekuatan nyata yang tidak bisa dia manipulasi dengan trik racun istana."

Ketika mereka tiba di depan gerbang merah Istana Peredupan Barat, puluhan prajurit berzirah besi berat dengan lambang Serigala Utara langsung mencabut pedang mereka, menghadang langkah Xinyue.

"Siapa yang berani menerobos kediaman Ibu Suri Agung di tengah malam?!" gertak komandan pengawal dengan suara bagaikan guruh.

Xinyue tidak mundur sepatah langkah pun. Ia melangkah maju ke bawah sinar bulan yang menyeruak dari balik awan, merentangkan tangannya lebar-lebar seraya menunjukkan Segel Pengawas Hukum dan botol sampel racun ekstrak Hemlock yang berhasil ia amankan dari berkas medis lama.

"Aku adalah Ye Xinyue, Pengawas Hukum Kerajaan!" seru Xinyue dengan suara jernih, menggelegar menembus deru angin malam. "Sampaikan pada Ibu Suri Agung... bahwa Selir ke-20 datang membawa bukti pembunuhan Kaisar Terdahulu dan rencana pengkhianatan dari Kaisar yang sedang duduk di atas takhta emas!"

Para prajurit Zirah Serigala saling pandang dengan riak terkejut yang luar biasa. Komandan pengawal memicingkan mata, menatap ketenangan tajam dan aura ketakberadaan takut di wajah Xinyue.

Pintu gerbang kayu cendana yang raksasa itu perlahan terdorong terbuka dari dalam.

Seorang wanita tua bergaun kebesaran sulaman benang perak dengan rambut menyanggul anggun melangkah keluar diiringi puluhan dayang berpakaian perang. Meski usianya telah senja, mata Ibu Suri Agung berkilat bagaikan mata rajawali yang telah menembus ratusan pertempuran.

Ibu Suri Agung menghentikan langkahnya di puncak tangga batu, menatap Xinyue yang berdiri anggun di bawah guyuran gerimis.

"Kau adalah selir muda yang menghancurkan Faksi Selatan di Balai Agung pagi tadi," ujar Ibu Suri Agung dengan suara dingin dan berbobot. "Dan sekarang kau berdiri di gerbangku, menuduh putra kandungku sendiri sebagai penjahat kekaisaran?"

Xinyue meletakkan Segel Pengawas Hukum di atas telapak tangannya, lalu mengangkat wajahnya menatap langsung ke dalam mata penguasa tertinggi Faksi Utara tersebut.

"Putra Anda bukan lagi manusia yang Anda lahirkan, Ibu Suri," sahut Xinyue tegas, tanpa ada sedikit pun kepalsuan. "Dia adalah sosok yang telah meminum racun kekuasaan dan mengulang garis waktu ini demi menjadi penguasa tunggal yang menumpahkan darah seluruh faksi. Jika Anda menginginkan bukti fisik yang tak terbantahkan dari analisis forensik hukum... izinkan hamba membeberkan rantai kejahatannya di hadapan Anda malam ini."

Ibu Suri Agung menatap Xinyue selama beberapa detik yang sangat hening. Keberanian, ketajaman argumen, dan ketiadaan kebohongan di wajah Xinyue membuat sang pahlawan perang tua itu menyunggingkan senyum tipis.

"Masuklah, Pengawas Ye," perintah Ibu Suri Agung seraya membalikkan badannya. "Mari kita lihat seberapa tajam pisau hukum yang kau pegang untuk memotong kegelapan di istana ini."

Xinyue mengangguk pelan, merapikan gaun ungu tuanya, lalu melangkah masuk melintasi ambang pintu Istana Peredupan Barat.

Ia telah meninggalkan panggung figurannya. Papan catur baru telah terbentang, dan kali ini, sang spesialis forensik siap menskakmat sang Kaisar dengan hukumnya sendiri.

1
Raizel_0511
crazy up kk,semangat,sehat selalu💪💪💪😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!