NovelToon NovelToon
Dibuang Ke Danau, Aku Bangkit Dengan Sistem Memancing

Dibuang Ke Danau, Aku Bangkit Dengan Sistem Memancing

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Amir adalah seorang pemuda yatim piatu yang selama bertahun-tahun hidup menderita sebagai menantu yang sama sekali tidak dianggap oleh keluarga istrinya, meskipun ia sudah bekerja keras banting tulang dari pagi hingga larut malam setiap harinya. Kesabarannya diuji hingga batas maksimal ketika ibu mertua dan adik iparnya dengan kejam menendangnya ke dalam danau saat ia sedang memancing, hanya demi memaksanya menceraikan istrinya yang hendak dijodohkan dengan pria kaya. Namun, di saat Amir tenggelam dan hampir kehilangan nyawanya, ia justru membangkitkan [Sistem Check-in Memancing] yang akan mengubah jalan hidupnya yang menyedihkan menjadi seorang legenda yang bergelimang harta dan kekuatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Amir memutar kemudi yacht SeaFalcon membelah ombak lautan pagi yang cukup tenang.

Mesin ganda kapal pesiar kecil itu menderu halus membawa tuannya menjauhi daratan pelabuhan.

Tujuan Amir hari ini jauh melampaui Zona Merah tempat ia menyelamatkan Pak Surya kemarin.

Ia mengarahkan kapalnya menuju sebuah area yang ditandai dengan warna hitam pekat di peta navigasi kelautan.

Para pelaut lokal menyebutnya sebagai Palung Kematian.

Itu adalah jurang dasar laut terdalam di perairan ini yang belum pernah bisa dipetakan oleh sonar manusia.

Konon, kapal selam militer pun akan hancur tertekan gravitasi air jika berani turun mengeksplorasi ke dasar palung tersebut.

Sementara Amir mencari tantangan ekstrem di alam liar, sebuah badai besar sedang menyapu dunia bisnis di daratan kota.

Di ruang rapat utama lantai lima puluh gedung PT Bangun Persada, ketegangan terasa sangat pekat dan mencekik leher.

Sebastian duduk di kursi kebesaran CEO dengan postur tubuh yang sangat sempurna tanpa cacat.

Setelan jas abu-abu mahalnya memancarkan aura dominasi mutlak khas pelayan biologis ciptaan sistem.

Di hadapan Sebastian, belasan direktur lama dan beberapa bos kontraktor mafia tanah duduk dengan wajah berkeringat dingin.

Mereka mengira CEO baru ini hanyalah anak bawang yang ditunjuk oleh pemilik misterius untuk menjadi pajangan kantor.

"Bapak Sebastian, kami dari Asosiasi Kontraktor Lokal menolak menyerahkan tender superblok itu pada Anda."

Seorang pria bertato berwajah garang bernama Bos Toni memukul meja kaca dengan kasar.

Toni adalah mafia tanah yang sering menggunakan kekerasan untuk memonopoli proyek pembangunan besar di kota ini.

Sebastian menatap Toni dengan sorot mata sedingin mesin pembunuh yang tidak memiliki belas kasihan.

"Bos Toni, perusahaan cangkang Anda telah menggelapkan dana material baja sebesar dua ratus miliar rupiah bulan lalu."

"Anda juga menyuap tiga pejabat daerah yang bukti transfernya baru saja saya kirimkan ke email intelijen kepolisian pusat satu menit yang lalu."

Sebastian berbicara dengan nada datar dan terukur tanpa mengubah ekspresi wajahnya sedikit pun.

Mata Bos Toni terbelalak sangat lebar seolah nyawanya baru saja dicabut paksa dari tenggorokannya.

"Kau... dari mana kau bisa mendapatkan data sangat rahasia itu dasar keparat!"

Toni berdiri dengan cepat dan mencabut sebuah pistol dari balik jasnya, mengarahkannya tepat ke kepala Sebastian.

Para direktur lain menjerit panik dan langsung merunduk ketakutan di bawah meja rapat.

Namun Sebastian sama sekali tidak berkedip menatap moncong senjata api yang siap memuntahkan peluru itu.

Dengan gerakan refleks yang jauh melampaui batas kecepatan mata manusia, Sebastian melempar pena besi di tangannya.

Syuut! Krak!

Pena itu melesat cepat dan menancap tepat di pergelangan tangan Toni hingga menembus tulangnya.

Pistol di tangan Toni terjatuh ke lantai diiringi jeritan kesakitan yang sangat memekakkan telinga.

"Keamanan, seret sampah ini keluar dan serahkan pada pihak kepolisian yang sudah menunggu di lobi bawah."

Sebastian memberikan perintah dengan nada yang masih sangat tenang dan profesional.

Dua orang petugas keamanan perusahaan langsung masuk dan menyeret Bos Toni yang berlumuran darah keluar dari ruang rapat.

Kejadian brutal dan efisien itu langsung menghancurkan sisa-sisa perlawanan di hati para direktur lainnya.

Mereka sadar bahwa CEO baru mereka ini bukanlah manusia biasa yang bisa digertak dengan senjata atau disuap dengan uang.

"Mulai hari ini, PT Bangun Persada akan menghancurkan semua pesaing kecil dan mengambil alih seluruh proyek elit kota ini."

"Siapa pun yang berani menghalangi jalan Tuan Besar Amir, akan berakhir membusuk di penjara atau tenggelam di dasar laut."

Sebastian menutup rapat pagi itu dengan deklarasi perang yang membuat nama PT Bangun Persada seketika ditakuti oleh seluruh mafia bisnis.

Kembali ke lautan lepas, yacht Amir perlahan mengurangi kecepatannya hingga mesinnya berada di posisi siaga.

Warna air laut di sekeliling kapalnya kini berubah menjadi sangat gelap, nyaris seperti tumpahan tinta hitam.

Tidak ada burung camar yang terbang di udara, tidak ada ombak yang bergulung, bahkan angin pun seolah enggan berhembus.

Ketenangan di atas Palung Kematian ini terasa jauh lebih mengerikan daripada terjangan badai di Zona Merah.

"Hawa di tempat ini sangat mencekam, seolah ada jutaan pasang mata yang mengawasi perahuku dari dasar jurang kegelapan."

Amir bergumam pelan sambil melangkah keluar dari ruang kemudi menuju geladak depan.

Ia berdiri tegap di pinggir pembatas kapal dan memanggil panel sistemnya.

"Sistem, aku sudah berada tepat di atas Palung Kematian, lakukan Check-in sekarang juga!"

Layar biru transparan langsung muncul berkedip di tengah kegelapan lautan yang sunyi tersebut.

[Proses Check-in sedang berlangsung, menganalisis kualitas lokasi pemancingan zona abyss kegelapan]

[Analisis selesai. Lokasi: Palung Kematian Zona Hitam]

[Selamat, Tuan berhasil melakukan Check-in harian keenam]

[Mendapatkan Hadiah: Umpan Pemanggil Roh Laut Satu Buah dan 2.000 Poin Sistem]

Amir mengerutkan keningnya membaca nama umpan yang sangat berbau mistis tingkat tinggi tersebut.

"Umpan Pemanggil Roh Laut, apakah kali ini aku akan memancing hantu dasar laut."

Amir membuka inventarisnya dan segera mengeluarkan umpan hadiah dari sistem tersebut.

Wush.

Sebuah kristal bulat sebesar bola bekel muncul dengan anggun di telapak tangannya.

Kristal itu memancarkan pendaran cahaya biru pucat yang sangat dingin dan mengeluarkan suara dengungan pelan seperti nyanyian.

"Umpan yang sangat aneh, tapi mari kita lihat makhluk mitologi apa yang akan terpancing oleh benda cantik ini."

Amir merakit joran Poseidon Pro miliknya dan memastikan Tali Senar Baja Vulkanik terpasang dengan sempurna di cincinnya.

Ia mengaitkan kristal bercahaya itu pada Kail Keberuntungan Tingkat Rendah yang kini hanya tersisa tiga kali pemakaian lagi.

Amir mengaktifkan Kacamata Tembus Pandang Laut dan menatap lurus ke kedalaman air hitam di bawahnya.

Meskipun kacamata itu memiliki kemampuan menembus batas air, pandangan Amir hanya bisa mencapai radius lima ratus meter.

Di luar radius pandangan itu, kegelapan mutlak palung laut benar-benar menelan semua cahaya yang ada di bumi.

Amir mengayunkan jorannya ke belakang dan melempar umpan kristal itu lurus ke bawah lambung kapalnya.

Syuut! Plop.

Kristal itu tenggelam dengan sangat cepat bagaikan bintang jatuh yang menukik membelah jurang malam.

Amir mengulurkan senar baja vulkaniknya terus menerus hingga mencapai kedalaman seribu meter lebih ke bawah sana.

Reel SeaMaster 9000 berputar lincah melepaskan gulungan senar tanpa henti.

"Sangat dalam, bahkan kail perakku sudah keluar dari jarak pandang kacamataku saat ini."

Amir mengunci gulungan reelnya dan membiarkan senarnya menegang kaku di tengah arus lautan hitam.

Ketenangan mematikan kembali menyelimuti suasana di atas geladak yacht tersebut.

Sepuluh menit berlalu tanpa ada tanda-tanda tarikan sedikit pun yang menggoyang ujung jorannya.

Namun Amir tidak berniat mematikan fungsi Mata Spiritual Tingkat Rendah yang terus memindai bahaya di sekitarnya.

Tiba-tiba, Mata Spiritual Amir menangkap sebuah pendaran cahaya biru raksasa yang bergerak naik dari dasar palung yang tak terbatas.

Cahaya itu sangat menyilaukan dan memiliki bentuk memanjang yang tidak beraturan, melesat ke atas dengan kecepatan tidak masuk akal.

"Ada sesuatu yang datang ke arah umpan, energinya terasa sangat masif dan memancarkan aura kuno!"

Blam!

Air laut pekat di sekitar yacht Amir mendadak bergolak hebat dan berputar membentuk pusaran air raksasa.

1
Wega Luna
mir jangan jauh jauh ke segitiga Bermuda,laut selatan menunggumu tuh🤭🤭
💫Penjelajah Novel💫
Thor. kolo bisa jangan 1× mancing 1× dapet langsung balik. kolo bisa banyakin mancingnya
kiyoe: terimakasih atas masukan nya kak
total 1 replies
Author Melda
Gilaak bab 1 nya langsung nyesek kak 😭 Amir yatim piatu jadi menantu gak dianggap, eh dibuang ke danau pula. Tapi pas bangkit sama sistem mancingnya itu keren banget plot twistnya! Semangat terus kak kiyoe, mancing mania mantap! 🎣
kiyoe: heheh terimakasih kak author Selpi atas dukungan nya
total 1 replies
Wega Luna
mir ,mancing ditempat ku ada danau ajaibnya,danau pasir putih yg keluar dari tanah seperti lumpur Lapindo,, dikelilingi bukit ular dan perumahan Citraland Surabaya, pemandangan keren,
kiyoe: wuih keren
total 3 replies
Wega Luna
banyakin saldo mancing nya terus ditukar dengan uang beli Bugatti ,,,direalita Buggati lebih mahal dari Lamborghini🤣🤣🤣🤣kalo perlu beli Ferrari yg konon belinya ribet banget tapi berkelas karena belum tentu setiap pengusaha bisa beli Ferrari,,,🤭🤭🤭🤭
Wega Luna
💪💪💪 semangat para mancing mania,🏃🏃🏃tau GK Thor aku baca novel mu ini sambil mancing di kolam pemancingan😄
kiyoe: nanti kalau udah Mateng kabarin othor yak kak 🤣🤣
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!