NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Ruang Ajaib
Popularitas:195.3k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26

Namun, di tengah kemarahannya, Ji Yu menangkap kode dari sudut mata gurunya. Li Zie yang sedang sekarat itu memberikan satu kedipan kecil yang sangat cepat.

Glek. Ji Yu langsung teringat perannya.

Dalam sepersekian detik, aura membunuhnya lenyap. Wajahnya yang garang berubah drastis menjadi melas dan ketakutan. Ji Yu langsung menjatuhkan diri, bersimpuh sambil memegang kakinya yang memang benar-benar sakit.

"A-ampun Tuan Pengawal! Saya hanya pelayan kecil yang lemah! Jangan sakiti Nona saya yang malang ini, dia sudah hampir mati!" rengek Ji Yu dengan suara yang dibuat-buat gemetar, meski dalam hati ia mengumpat habis-habisan pada si pengawal itu, dan juga pada gurunya yang menendangnya tanpa ampun.

Si pengawal kembali jumawa. "Cih, ternyata cuma pelayan bodoh. Dengar! Nona Li Mei melapor kalau kalian sengaja menyiramnya dengan air kotor! kalian sudah bosan hidup atau ingin aku ratakan istana kalian ini!"

Li Zie, di balik aktingnya, mulai merasa terganggu. 'Berisik sekali anjing penjaga ini,' batinnya. Tangannya di balik selimut mulai meraba sebuah jarum perak kecil dari ruang dimensinya.

Li Zie menarik napas pendek yang sengaja dibuat tersengal, sementara matanya sedikit terbuka, menampakkan binar yang terlihat redup namun sebenarnya sedang mengunci target.

'Oh, jadi kau ingin meratakan tempat ini? Mari kita lihat apakah kakimu masih bisa berdiri tegak setelah ini,' batin Li Zie sinis.

Teringat bagaimana ia melumpuhkan tangan Cui Ma tempo hari hanya dengan sekali tusuk, Li Zie kali ini ingin sesuatu yang lebih halus namun menyiksa.

 Li Zie menjentikkan jarum perak dari balik selimut rami tipisnya. Menggunakan teknik Arus Langit, jarum itu melesat secepat kilat, menembus udara tanpa suara, dan bersarang tepat di titik Huantiao di pinggul si pengawal.

"Aaakh!"

Tiba-tiba, si pengawal besar itu berteriak. Kakinya yang baru saja menendang ranjang Li Zie mendadak lemas seperti jelly. Ia kehilangan keseimbangan dan jatuh berdebam dengan posisi yang sangat tidak terhormat, terduduk di atas tanah di hadapan Li Zie.

"Kakiku! Ada apa dengan kakiku?!" pekiknya panik. Ia mencoba bangkit, tapi kaki kanannya mati rasa total, sementara kaki kirinya mulai bergetar hebat.

Ji Yu, yang masih bersimpuh, hampir saja kelepasan tertawa. Ia tahu persis itu adalah ulah gurunya. Namun, dengan cepat ia memasang wajah horor, seolah-olah melihat hantu di siang bolong.

"T-tuan Pengawal! Itu dia! Gejalanya sama seperti Cui Ma!" seru Ji Yu sambil merangkak mundur ketakutan.

"Nona Li Zie sedang di ambang maut, energinya menjadi tidak stabil! Siapa pun yang menyakiti putri yang sekarat di paviliun ini akan terkena kutukan!" ujar Ji Yu meringkuk di pojokan dengan ketakutan hingga tubuhnya sedikit bergetar.

Li Zie terbatuk keras, mengeluarkan sedikit darah yang sebenarnya hanya air buah bit dari ruang dimensinya agar suasana makin dramatis.

"Per... pergi..." rintih Li Zie dengan suara parau yang dibuat-buat.

Li Zie kembali bersuara, suara yang sangat lirih dan terputus-putus, terdengar sangat menyeramkan, "Jangan... bawa aura negatif ke sini... atau kau akan... selamanya merangkak..."

Si pengawal itu pucat pasi. Ia teringat cerita tentang Cui Ma yang tangannya kini layu tak berguna setelah membentak Li Zie. Di matanya, Li Zie yang pucat itu kini tampak seperti hantu kematian yang sedang menjemput ajal.

"S-setan! Paviliun ini dikutuk!" teriak si pengawal. Dengan sisa tenaga di tangannya, ia menyeret tubuhnya keluar dari pintu, merangkak di atas tanah seperti kura-kura yang malang, diikuti oleh dua rekannya yang membantu menarik pengawal yang lumpuh kaki itu dengan kasar terbirit-birit karena ketakutan kutukan tersebut.

Setelah suasana sunyi dan derap langkah mereka menjauh, Li Zie langsung duduk tegak di ranjangnya. Wajah pucatnya menghilang, berganti dengan seringai tajam.

"Ji Yu, bangun. Berhenti akting, mereka sudah jauh," kata Li Zie sambil meregangkan lehernya hingga berbunyi krek.

Ji Yu langsung berdiri tegak, menepuk-nepuk debu di pakaiannya, lalu berkata, "Guru, tendanganmu ke kursiku tadi benar-benar tulus ya? Sakitnya sampai ke tulang."

Li Zie terkekeh, lalu mengeluarkan sebuah pil energi dari ruang dimensinya dan melemparkannya ke Ji Yu, dan berkata, "Itu upah aktingmu. Cepat obati tanganmu yang luka itu. Aku mau lanjut tidur, tapi sepertinya kita harus pindah rencana. Kalau pengawal tadi lapor ke menteri, paviliun ini akan digeledah total."

Li Zie melirik ke arah pintu yang hancur. Matanya berkilat penuh amarah, dan bergumam," Aku butuh kompensasi atas tidur siangku yang terganggu."

Malam pun tiba. Rembulan tertutup awan mendung, seolah memberi jalan bagi dua bayangan yang bergerak seringan kapas di atas atap kediaman Menteri Li.

Li Zie telah berganti jubah hitam legam, wajah cantiknya tertutup kain cadar sutra. Di sampingnya, Ji Yu bergerak sigap dengan tangan yang sudah sembuh total berkat pil energi tadi siang dan juga air spiritual.

Satu bab lagi nyusul ya, hayu komen, kasih jempol juga boleh kalo males ngetik ya.

1
Atik Kiswati
next....
Pa Muhsid
kalau bisa minta sama otor ibu suri sama anaknya boleh dong dijadikan tikus percobaan senzie
Retno Palupi
oh ternyata musuhnya saudara sendiri tho
Nurhayati Sobana
Shen Zie emang benar2 matre habis. di episode ini baru ketahuan.penjahatnya adalah saudara tiri dan ibu tiri Kaisar. cerita tambah seru
Nurhayati Sobana
Kaisar dan Shen Zie untuk kali ini aku angkat tangan no comment atas tingkah kamu berdua 🙏😄😄
Maria Lina
klo bisa mau minta 1 lgi thor blh hehe.ngelunjak ni thor wkwk
Maria Lina
shen zie ud msk jebakan batman lo wkwk kasian..sll gtu klo ada adik tdi ya gtu maruk kekuasaan wkwk
Pa Muhsid
apakah tren 2026 melamar di kamar mandi????
Biyan Narendra
Panik ga tuh..
🤣🤣🤣🤣
Maria Lina
lgu ya thor pliss ..sama cerita pawang tu di up lgi ya thor
Fitria: Iya kak, ini author masih nulis. Terimakasih sudah mampir di karya baru author.
total 1 replies
sasa adzka
nah loh mulai mau bucin...
Sribundanya Gifran
lanjut
Urwatun Nafisa
bau makanan yang menyelamatkan kaisar,kenapa gak makan apel dulu ya🤭 apa makan kaisar lebih nikmat ya😄😄😄
Osie
ampun ampun dah shen zie..terapi rahang ya🤣🤣🤣🤣🤣
sasa adzka
😂😂😂 akhirnya bab ini yg aku tunggu.. ngerampok gudang harta nya mentri li🤣🤣🤣 nunggu 2 hari lagi marga baru li zie berubah..
Atik Kiswati
nah....kan....🤣🤣🤣🤣
sasa adzka
kagak tanggung tanggung ngambil makanan nya s dapur🤣🤣🤣🤣 kelakuan li zie
sasa adzka
🤣🤣🤣 yan ketipu 1 perak🤭🤭
Yayuk Yuhanah
gawat kalo penyakit lapar bakut itu tidak hilang......
Memyr 67
𝗂𝗇𝗂 𝗇𝗈𝗏𝖾𝗅 𝗍𝖾𝗋𝗃𝖾𝗆𝖺𝗁𝖺𝗇 𝗄𝖺𝗇? 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝗍𝖺𝗆𝖺𝗍 𝗄𝖺𝗇? 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝗇𝗂 𝗇𝗈𝗏𝖾𝗅 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝗍𝖺𝗆𝖺𝗍, 𝗌𝖺𝗒𝖺 𝗍𝗎𝗇𝗀𝗀𝗎𝗂𝗇
Fitria: Oke, kk
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!