NovelToon NovelToon
From Korea With Love

From Korea With Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: AMaeera

Aiu Himmler harus menanggung semua atas apa yang dia lakukan di masa lampau. Tak punya belas kasih dan sombong waktu duduk di bangku sekolah berimbas pada kehidupannya setelah dia mulai bekerja.

Dulu ada seorang murid laki laki pindahan dari korea, penampilannya bisa di bilang di bawah rata rata. Gemuk sipit dan semua yang berbau bau aneh melekat pada dirinya. Kang Joong Woo, dia laki laki yang tak pernah mengenal rasa benci kepada sesama, penuh dengan belas kasih dan kebaikan.

Namun semua itu berubah karena perlakuan Aiu terhadapnya.
Dia di buly habis habisan setelah berani menyatakan perasaannya kepada Aiu.

Di situlah Joong Woo yang selalu menebar senyum, seketika tak pernah terlihat sama sekali.

Beberapa tahun kemudian Aiu di pertemukan kembali dengan Joong Woo yang sudah berubah.

Tetapi Aiu di tuntut untuk merubah penampilannya di depan Joong Woo.

"Kau pasti akan menyesal ketika tahu siapa perempuan ini sebenarnya"

Apa yang sebenarnya terjadi?
Baca kisah mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMaeera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertatap Muka

"Ya! aku menunggu kedatangan presdir Joong Woo."

"Aneh, kau bekerja di perusahaan ini tapi kau tidak mengenal presdir Joong?? laki-laki yang baru saja berjalan menuju ke lift itu adalah presdirmu, pemilik perusahaan ini" ucap perempuan itu dengan nada meremehkan kemudian dia lebih memilih pergi meninggalkan mereka berdua.

Aiu sangat terkejut bahkan mulutnya menganga lebar kedua bola matanya membulat seolah dia tak percaya.

"Tidak mungkin! itu, itu benar Joong Woo? si gendut itu?" Aiu terbata, dia masih tak percaya bahwa laki-laki yang sempat membuatnya terpana adalah Joong Woo.

Sementara Cindy yang berdiri disampingnya pun terlihat melamun.

Tak lama kemudian dia langsung berlari menuju lift meninggalkan Aiu.

"Presdiiiiirr... tunggu aku, ini aku teman SMPmu dulu" teriak Cindy sambil berlari menuju lift.

"Apa dia sudah gila!" Aiu kemudian mempercepat langkahnya menyusul Cindy.

***

Angin di atas gedung berhembus dengan sangat kencang, Aiu dan Cindy lebih merasa nyaman ketika membicarakan masalah mereka berdua dengan mencari tempat tempat sepi.

"Gilaaa!! aku tidak percaya kalau itu Joong Woo!" Aiu terus menyangkalnya dia tak terima kalau ternyata Joong Woo sudah berubah drastis.

Sementara Cindy masih terdiam terpaku dia pun juga tak percaya akan tetapi Cindy lebih menerima kenyataan.

"Aku tidak menyangka kalau Joong Woo akan berubah menjadi tampan, kalau saja dia dulu menembakku mungkin aku akan menerimanya" ucap Cindy.

Aiu kemudian mendorong kepalanya.

"Bodoh! apa yang sedang kau pikirkan.

Bagaimana pun juga dia adalah musuhku!" ucap Aiu, dia sebenarnya sangat jengkel dan marah tapi di sisi lain dia tak menyangkal bahwa perubahan Joong Woo benar-benar membuatnya sangat terkejut.

Aiu bahkan mengakui kalau laki laki itu saat ini kelihatan tampan dan sangat menarik.

***

Aiu dan Cindy berjalan beriringan kembali menuju ruang kerja mereka, namun di tengah jalan dia bertemu dengan Min Joon.

Aiu dan Cindy menghentilan langkah kakinya kemudian dengan hormat menundukkan sedikit kepalanya.

"Siapa diantara kalian yang bernama Aiu?"

Cindy menunjuk ke arah Aiu.

"Dia" ucapnya singkat.

Sekilas Aiu memperlihatkan wajah juteknya namun ketika dia mengingat bahwa dia sedang tidak menjadi Aiu Himmler dengan cepat Aiu kemudian merubah ekspresi wajahnya lugu.

"Saya? ada yang bisa saya bantu?" ucap Aiu sambil menundukkan kepala.

"Silakan ikut dengan saya, Presdir Joong memanggil Anda" ucapnya.

Seketika jantung Aiu serasa mau meledak, berdebar dengan sangat kencang dia tak bisa membayangkan kalau sebentar lagi dia akan berhadap-hadapan dengan Joong Woo.

Di satu sisi Aiu takut kalau Joong Woo akan mengenalinya tapi di sisi lain entah kenapa Aiu merasa senang.

Aiu kemudian berjalan terlebih dulu meninggalkan Min Joon yang masih berdiri di tempat semula.

Tak lama Min joon bermaksud untuk mengikuti Aiu tetapi langkahnya terhenti dia menoleh ke arah Cindy kemudian.

"Kau?" ucapnya kepada Cindy.

Perempuan itu kemudian menundukkan kepalanya dengan hormat.

"Iya tuan" ucap Cindy.

"Kau pegawai senior pindahan dari kantor pusat, bukan?"

"Ya Tuan" ucap Cindy.

"Kalau kau kesulitan dan membutuhkan bantuan, kau bisa mencariku" ucap Min Joon dengan lembut membuat Cindy tersipu.

"Ya Tuan, terima kasih" ucapnya kemudian.

***

Aiu terlihat sangat ragu dia bahkan berdiri di depan pintu kaca yang masih tertutup gorden dari arah dalam sehingga dia tak bisa melihat keberadaan Joong Woo dari arah luar.

Aiu sempat mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu tapi dia terlihat ragu.

Aiu memejamkan mata sesaat kemudian membukanya dengan perlahan lalu mengetuk pintunya.

Tok tok tok!

Pintu kaca itu terbuka dengan sendirinya secara otomatis. Setelah terbuka lebar pandangan Aiu lurus ke depan yang langsung dipertemukan dengan Joong Woo yang berada jauh di depan sana.

Laki-laki itu terlihat sedang berdiri memandang ke arah luar dari balik kaca jendela.

Aiu menelan ludahnya dengan susah payah perlahan dia melangkah masuk ke dalam mendekat dan terus mendekat.

Langkah kakinya terhenti ketika jaraknya tak jauh dari meja berbentuk setengah lingkaran yang ada di depannya.

"Presdir?" ucap Aiu, dia menunduk menyembunyikan wajahnya.

Joong Woo menoleh matanya langsung tertuju ke arah Aiu.

Pandangannya nampak menyelidik ke arah perempuan itu dari kaki hingga ujung kepalanya kemudian dia lebih melangkah menuju kursinya.

Laki-laki itu duduk mendorong tubuhnya ke belakang dan bersandar di sandaran kursi dengan menyilangkan salah satu kaki diatas kaki lainnya membuat dirinya senyaman mungkin di kursi itu.

"Namamu?" ucap Joong Woo.

Perempuan itu justru melamun karena terpana dengan penampilan Joong Woo.

Joong Woo berdehem sengaja membuat Aiu terkejut sehingga perempuan itu mengerjapkan matanya menyadarkan diri.

"Apa?" pertanyaan Aiu terdengar tidak sopan membuat Joong Woo melihat ke arahnya dengan tatapan tajam.

"Maaf presdir" ucap Aiu.

"Siapa namamu?" ucap Joong Woo mengulangi pertanyaannya.

"Aiu."

Joong Woo menghela nafas panjang seakan bukan jawaban itu yang diharapkan.

"Nama panjang!" ucap Joong Woo kemudian. Aiu sempat terdiam karena dia tak mungkin menyebutkan nama panjangnya.

"Aiu, Presdir. Hanya Aiu."

Joong Woo menggerakkan bola matanya ke atas menatap ke arah Aiu dengan lekat seolah dia tak percaya bahwa perempuan yang berdiri di depannya tak memiliki Marga di namanya.

Joong Woo mengalihkan pandangannya ke sebuah map, dia mengambilnya meletakkan di atas meja dan membukanya.

"Jadi... Ibuku yang mengirimmu ke sini?"

Aiu menganggukkan kepala.

Dengan nada berat dan tenang Joong Woo kembali berucap.

"Kelebihan apa yang kau miliki, sampai Ibuku memilihmu secara khusus untuk membantuku di sini?" pertanyaan Joong Woo membuat Aiu kebingungan.

Dari ujung matanya Joong Woo hanya bisa melihat bayangan Aiu tengah meremas kedua tangannya.

Perempuan itu terlihat gugup dan kebingungan.

Joong Woo kembali mengarahkan pandangannya ke Aiu. Dia bahkan mengangkat kedua alisnya seolah menunggu jawaban.

"Kenapa kepercayaan diriku dan keberanianku tiba-tiba menghilang ketika aku berhadapan dengan laki-laki ini! bahkan aku terlihat seperti perempuan bodo**h" gumamnya dalam hati.

"Saya tidak perlu menjabarkan satu-persatu apa kelebihan saya di sini Presdir, karena hanya akan membuang-buang waktu. Akan lebih baik kalau saat ini saya kembali bekerja dan Presdir bisa memanggil saya kembali jika membutuhkan bantuan saya" Aiu membutuhkan keberanian yang sangat besar untuk mengatakan hal itu.

Bahkan jantungnya hampir saja berhenti berdetak.

Joong Woo menganggukkan kepala, ujung bibirnya terangkat ke atas laki-laki itu tersenyum tipis.

"Aku percaya dengan pilihan Ibuku... apa ingatanmu cukup baik?"

"Iya presdir."

"Kalau begitu apa yang akan aku katakan setelah ini kau harus mengingatnya dengan baik."

Keheningan sejenak membentang di ruangan itu, tatapan mata mereka saling bertemu namun tak lama kemudian Aiu mengalihkan pandangannya karena gugup.

"Setiap pagi kau harus datang lebih awal, siapkan semua berkas dan laporan harian. Aku ingin melihat berkas itu ada di atas meja setiap pagi, laporan meeting hari itu harus selesai di pagi harinya. Dan yang terakhir... aku ingin melihat ada secangkir kopi di meja setiap kali aku datang ke ruanganku."

Seketika hening kembali, Aiu berusaha keras mencerna dan mengingat apa yang baru saja Joong Woo katakan.

"Apa kau paham dengan apa yang aku katakan barusan" Joong Woo berucap dengan tenang, namun nada bicaranya terdengar sangat berat.

"Iya Presdir" Aiu menganggukkan kepala.

"Itu berlaku untuk besok, jika kau melakukan kesalahan dua kali dalam sebulan aku akan memberikan penilaian buruk terhadapmu" ucap Joong Woo memberi perintah.

Laki laki itu memang belum pernah terjun ke dalam dunia bisnis tetapi dia cukup pandai untuk mempelajari hal yang bahkan dianggap rumit oleh semua orang, namun Joong Woo bisa memahaminya dalam hitungan menit, Itu memang karena sejak dari dulu Joobg Woo memang pandai.

Joong Woo kembali menatap ke arah map yang ada di depannya.

"Apa masih ada hal lain yang ingin presdir sampaikan?"

Sesaat Joong Woo terdiam kemudian.

"Aku membutuhkan bantuanmu" ucapnya tanpa menatap Aiu.

Aiu menundukkan kepala dengan hormat sebelum dia memutar tubuhnya melangkah menuju ke pintu.

Setelah perempuan itu menghilang di balik pintu Joong Woo langsung mengarahkan pandangannya lurus ke depan.

Laki-laki itu hanya memperlihatkan ekspresi wajah tak terbaca.

1
Sekar Sekar
aiu yg terkenal pintar knp jdi Oneng😁😁
upiknira
Luar biasa
Cicih Sophiana
Sayang buat kak thor💋💋❤❤❤
Semangat dan sehat sllu..
amaeera: baca lagi kak novelku yg baru, judulnya hamil anak presdir😍😍😍😘
total 1 replies
Cicih Sophiana
ko END sih kak... kaya belum puas deh... makasih karya kakak 👍👍😍😍😍
Cicih Sophiana
ahh akhirnya aq bahagia Joong woo... ohh salah maksud nya Aiu yg bahagia...🥰😍😍😍😍
Cicih Sophiana
gimana coba sakitnya Aiu dan Joong woo...udah berharap mereka yg akan menikah
Cicih Sophiana
jujur aja dulu Joong woo dgn ibu mu... klo kalian mau menikah
Cicih Sophiana
Joong woo kalah cepat...ayo Joong Woo kejar duluin mereka...
Cicih Sophiana
ko bisa sambil ngorol yah... 😂padahak kan mereka lagi sibuk...
Cicih Sophiana
kenapa harus bertanya Joong woo... lakukanlah🤭panaasssss ahhh
Cicih Sophiana
hajar Joong woo Aiu... 😁bikin enak enak sampai lemas...🤭
Cicih Sophiana
Il sung kakak yg baik😍😍
dia berkorban lagi untuk Joong woo
Cicih Sophiana
aq sedih jikalau Joong woo pisah dgn Aiu 😭😭😭😭😭
Cicih Sophiana
Il Sung😔😪😪
Cicih Sophiana
semangat Presdir Joong... aq akan mendorong mu dari belakang 😁😆😆
Cicih Sophiana
kakak yg super baik Il Sung... 🥰🥰🥰dia sll mengalah untuk Joong woo..
Cicih Sophiana
semangat Joong woo ada penghalang di antara kalian... padahal Oh nari udah mengalah...
Cicih Sophiana
aq jadi bingung thor mau pilih yg mana yahhh...
Cicih Sophiana
Joong woo fighting... cepat datang debelum di duluin kakamu...
Cicih Sophiana
😪😭😭😭😭😭😭 sedih untuk cinta Joong woo dan Aiu...
ayo Joong woo kejar Aiu ke jakarta...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!