Chang Sheng adalah anak kecil berumur 10 tahun yang dianggap sampah oleh semua orang di desanya. Dia selalu ditertawakan dan ditindas oleh anak-anak seumurnya. Sampai suatu hari kecelakaan yang membawa keberuntungan, mengubah nasib Chang Sheng. Ikut pertualangan Chang Sheng menuju puncak ilmu bela diri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HankQ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8. Kecelakaan Yang Membawa Keberuntungan
Chang Sheng terus berlari menghindari kejaran roh suci Kilin Suci Api. Sesekali Chang Sheng melihat ke belakang untuk memastikan jaraknya sudah jauh dari roh suci Kilin Api Suci.
Tetapi roh suci Kilin Suci Api masih berada tepat di belakangnya. Mengetahui keadaan tersebut, Chang Sheng berusaha makin mempercepat berlari dengan sekuat tenaga.
Chang Sheng kemudian melihat di depannya ada sekelompok murid luar yang sedang latihan bertarung dengan menggunakan pedang kayu.
Melihat murid luar yang sebaya dengannya, Chang Sheng berteriak berusaha memberitahu mereka kalau ada bahaya.
" Awas... Cepat lari... Ada Kilin Suci Api... " Teriak Chang Sheng dengan suara keras.
Mendengar teriakan Chang Sheng, pandangan murid-murid luar mengarah padanya. Mereka heran mengapa Chang Sheng seperti dikejar hantu. Larinya seperti sedang menghindar dari bahaya. Tetapi mereka tidak melihat ada sosok yang mengejar Chang Sheng.
" Ayo... Cepat lari... Selamatkan diri kalian!!! " Teriak Chang Sheng lagi ketika mulai melewati teman-teman seperguruannya. Murid-murid luar menjadi penasaran dengan tingkah Chang Sheng. Bagi mereka, mungkin Chang Sheng menjadi frustasi karena tidak bisa membuka titik Dan Tiannya.
Chang Sheng melihat ke belakang lagi untuk memastikan teman-teman seperguruannya tidak dalam bahaya. Ternyata murid yang lainnya memang tidak dalam bahaya, karena roh suci Kilin Suci Api masih terus mengejar Chang Sheng.
" Wah... ternyata Kilin Suci Api memang hanya mengincar aku saja. " Batin Chang Sheng yang masih terus berlari.
Sampai di Tebing Bambu, Chang Sheng mencoba menghentikan langkahnya. Beruntung Chang Sheng masih sempat menghentikan langkahnya, sehingga tidak sampai jatuh ke jurang Tebing Bambu. Jarak antara Chang Sheng dan Tebing Bambu hanya terpaut satu langkah lagi.
Tiba-tiba dari belakang, Chang Sheng ditabrak oleh roh suci Kilin Suci Api yang sedang mengejarnya. Sehingga membuat Chang Sheng jatuh ke dalam jurang. Roh suci yang menabraknya, ternyata menembus masuk ke dalam tubuh Chang Sheng.
Saat meluncur masuk ke dalam kegelapan jurang Tebing Bambu, Chang Sheng merasakan aliran kekuatan tenaga dalam yang sangat kuat meluap keluar dari dalam tubuhnya.
Masuknya roh suci Kilin Suci Api ke dalam tubuh, telah membuka titik Dan Tian milik Chang Sheng yang selama ini tidak bisa dibuka. Seluruh tubuh Chang Sheng diselimuti api, namun Chang Sheng tidak merasakan panas yang membakar tubuhnya. Malahan Chang Sheng merasakan kekuatan yang amat besar, yang tidak pernah Chang Sheng rasakan sebelumnya.
Chang Sheng merasa sangat bahagia sekaligus bercampur rasa sedih. Bahagia karena bisa membuka titik Dan Tiannya, sedih karena sebentar lagi dia akan menghadapi kematian karena jatuh ke dalam jurang Tebing Bambu.
Chang Sheng masih bisa merasakan bahwa dirinya terjun bebas meluncur ke dalam jurang yang tidak tahu berapa dalam dasarnya itu.
Semua ingatan masa lalu muncul di benak Chang Sheng. Balas dendam kematian kedua orang tuanya yang belum sempat Chang Sheng lakukan, pertemuan dengan Tetua Bai Lao, saat pertemanan dengan Yang San, serta janji bertarung dengan Yang San di ujian masuk murid dalam.
Chang Sheng berharap bisa sekali saja bertarung dengan Yang San. Tapi semua itu sepertinya tidak mungkin terwujud karena sebentar lagi maut akan menjemputnya.
" Kraak... " Terdengar suara tulang remuk yang menimbulkan rasa sakit yang amat menyiksa. Samar-samar Chang Sheng merasa pandangannya menjadi gelap.