Di Benua Sembilan Provinsi, kekuatan adalah satu-satunya hukum yang diakui. Lin Xuan, pewaris muda Klan Lin yang lahir dengan Tulang Kaisar Kuno, dikhianati pada malam upacara kedewasaannya. Tetua Agung klan bekerja sama dengan sepupunya, Lin Haotian, dan tunangannya dari Sekte Pedang Bulan, Su Qingxue, untuk merobek Tulang Kaisar dari tubuhnya secara hidup-hidup. Dengan meridian yang hancur dan tubuh yang dibuang ke Jurang Tulang Iblis, Lin Xuan seharusnya mati menjadi santapan binatang buas.
Namun, darah pantang menyerah dan kebencian yang membakar jiwanya memicu bangkitnya artefak misterius dari era sebelum penciptaan langit: Sistem Penakluk Takdir (Fate Conqueror System). Sistem ini memiliki satu hukum mutlak: rampas takdir musuh untuk membangun tahta sendiri. Setiap musuh yang dibunuh dan setiap faksi yang dihancurkan oleh Lin Xuan akan diekstrak menjadi Esensi Kultivasi Murni, Bakat Spiritual, dan Fragmen Hukum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8: Malam Sebelum Perjamuan & Hancurnya Tambang Batu Spiritual
Malam keenam sejak kebangkitan Lin Xuan—satu malam sebelum pesta pertunangan megah Lin Haotian dan Su Qingxue.
Di Tambang Batu Spiritual Awan Merah, sepuluh mil di sebelah timur kota, suasana tampak sangat tegang. Ratusan obor menyala menerangi mulut lembah tambang yang merupakan urat nadi ekonomi terbesar Klan Lin.
Namun malam ini, para penambang telah dikosongkan. Sebagai gantinya, lima puluh penjaga elit Klan Lin dan Klan Wang bersembunyi di balik formasi penyergapan di sekeliling lembah.
Di atas menara pengawas tambang, berdiri dua sosok dengan aura yang sangat kuat.
Sosok pertama adalah Tetua Kedua Klan Lin, Lin Kuan, seorang praktisi Pembukaan Meridian Tingkat 7. Sosok kedua adalah seorang pemuda berwajah angkuh dengan jubah putih bersulam bulan sabit di dadanya—Zhou Yan, murid inti Sekte Pedang Bulan yang berada di Ranah Pembukaan Meridian Tingkat 8!
"Tetua Lin, apakah kau yakin bocah bernama Lin Xuan itu akan berani menyerang tambang ini malam ini?" tanya Zhou Yan sambil membersihkan bilah pedang peraknya dengan ekspresi meremehkan. "Adik seperguruanku Qingxue terlalu berlebihan. Hanya untuk membereskan mantan tunangannya dari klan kecil seperti ini, dia sampai memintaku turun tangan."
Lin Kuan tersenyum pahit sambil membungkuk hormat. "Tuan Muda Zhou tidak tahu betapa licik dan kejamnya bocah itu. Dalam empat hari terakhir, dia telah membunuh Tetua Keempat kami, menguras gudang obat, dan tadi malam dia bahkan membantai Tuan Muda Klan Wang di pasar gelap! Kakak Pertama sengaja menyebarkan kabar bahwa besok seluruh penjaga tambang akan ditarik ke kota untuk pesta pertunangan, agar Lin Xuan terpancing datang merampok tambang ini malam ini!"
"Hmph, seekor tikus got yang kebetulan mendapatkan sedikit keberuntungan di dasar jurang," dengus Zhou Yan dingin. "Begitu dia menginjakkan kaki di lembah ini, aku akan memotong keempat anggota tubuhnya dan membawanya sebagai hadiah pernikahan untuk Haotian dan Qingxue besok pagi!"
"Benarkah? Aku khawatir tangan dan kakimu sendiri yang tidak akan utuh sampai besok pagi."
Sebuah suara dingin yang tenang tiba-tiba bergema dari puncak tebing di atas menara pengawas!
Zhou Yan dan Lin Kuan tersentak kaget. Belum sempat mereka mendongak, dari balik bayangan gelap di kedua sisi lembah tambang, sesosok bayangan hitam berkecepatan mengerikan—Mo Wuji—telah terjun ke tengah-tengah lima puluh penjaga elit yang bersembunyi!
BOOM! SRAAAK!
Sebagai mantan Jenderal Bayangan di Ranah Fondasi Roh Tingkat 3, kehadiran Mo Wuji di antara para penjaga tingkat Penempaan Tubuh dan Pembukaan Meridian awal ibarat harimau lapar yang masuk ke kandang domba! Hanya dalam satu sapuan gelombang pedang bayangannya, belasan penjaga elit langsung terbelah menjadi dua tanpa sempat mengaktifkan formasi jebakan!
"Apa?! Pakar Ranah Fondasi Roh?!" wajah Lin Kuan berubah sepucat mayat. "Kapan bocah Lin Xuan memiliki bawahan sekuat ini?!"
Pada saat yang sama, Lin Xuan melompat turun dari puncak tebing. Jubah hitamnya berkibar tertiup angin malam, dan ia mendarat tepat di atas atap menara pengawas di hadapan Zhou Yan dan Lin Kuan!
"Lin Xuan!" teriak Lin Kuan dengan suara bergetar. "Tuan Muda Zhou, mari kita serang dia bersama-sama! Bunuh Lin Xuan lebih dulu, baru kita mundur!"
Zhou Yan menyipitkan matanya dengan kilatan ganas. Meski terkejut melihat bawahan Lin Xuan di bawah lembah, ia menyadari bahwa Lin Xuan sendiri masih berada di Ranah Pembukaan Meridian!
"Bocah sombong, berani-beraninya kau memisahkan diri dari pelindungmu! Matilah di bawah Teknik Pedang Bayangan Bulan milikku!"
SWOOSH!
Zhou Yan menerjang maju dari kanan, pedang peraknya membelah udara dan memunculkan tujuh bayangan cahaya bulan yang mengarah ke seluruh titik vital Lin Xuan. Di sisi kiri, Tetua Kedua Lin Kuan mengerahkan seluruh kekuatan Pembukaan Meridian Tingkat 7 miliknya, menghantamkan tombak besi panjang ke arah jantung Lin Xuan!
Menghadapi pengeroyokan dua praktisi tingkat tinggi sekaligus, Lin Xuan berdiri tenang. Tatapan matanya dingin tanpa belas kasihan.
"Satu murid Sekte Pedang Bulan dan satu anjing tua Klan Lin... Kalian berdua sudah cukup untuk mengantarku ke puncak Pembukaan Meridian malam ini!"
DRRRTTT!
Di dalam tubuh Lin Xuan, tujuh puluh dua meridian menyala bersamaan seperti bintang yang meledak! Ia mencabut Pedang Pemutus Karma dari punggungnya!
Tebasan Pemutus Nadi — Tingkat Sempurna!
CLANG!! CRAAACK!!
Garis cahaya hitam kemerahan yang mengandung serangan jiwa menyapu lurus secara horizontal!
Efek khusus Pedang Pemutus Karma langsung bekerja: begitu berbenturan, tujuh bayangan pedang bulan milik Zhou Yan hancur berkeping-keping seperti kaca yang dihantam palu godam, disusul oleh tombak besi di tangan Lin Kuan yang langsung terpotong menjadi dua!
"Apa?! Senjata Roh macam apa itu?!" teriak Lin Kuan ngeri.
Namun Lin Xuan tidak memberi waktu bagi mereka untuk bernapas.
Langkah Bayangan Darah!
Tubuh Lin Xuan berkelebat menembus pecahan cahaya pedang, muncul tepat di depan dada Lin Kuan.
"Paman Kedua, sampaikan salamku pada Lin Shan di neraka!"
SRAAAK!
Pedang Pemutus Karma menebas miring dari bahu kiri hingga pinggang kanan Lin Kuan! Darah menyembur ke udara, namun langsung tersedot habis ke dalam bilah pedang hitam dan telapak tangan kiri Lin Xuan!
[Anda telah membunuh Tetua Kedua Klan Lin, Lin Kuan (Pembukaan Meridian Tingkat 7).] [Merampas Esensi Darah & Kultivasi Murni +1.100! Poin Takdir +350!]
"Gila! Kau benar-benar iblis!"
Zhou Yan yang melihat Lin Kuan tewas dalam satu tebasan langsung kehilangan seluruh keangkuhannya sebagai murid Sekte Pedang Bulan. Dengan wajah pucat pasi, ia mengeluarkan kepingan giok pelindung nyawa dan hendak menghancurkannya untuk melarikan diri.
"Ingin kabur setelah mengarahkan pedangmu padaku?"
Lin Xuan mengentakkan kakinya hingga atap menara pengawas hancur lebur. Dengan dorongan energi dari kematian Lin Kuan, meridian ke-73 hingga ke-90 di dalam tubuh Lin Xuan terbuka secara paksa dalam sekejap mata!
Tinju Penghancur Bintang! Tebasan Pemutus Karma!
BOOM!
Kepalan tangan kiri Lin Xuan menghancurkan kepingan giok pelindung di tangan Zhou Yan beserta tulang lengannya, sementara Pedang Pemutus Karma di tangan kanannya langsung menembus dada murid kebanggaan Sekte Pedang Bulan itu!
"Uhuk... Beraninya kau... membunuh murid inti Sekte Pedang Bulan..." Zhou Yan menatap Lin Xuan dengan mata melotot penuh ketidakpercayaan saat darah mengalir dari mulutnya. "Su Qingxue... dan Patriark kami... tidak akan pernah mengampunimu..."
"Kalian semua di Sekte Pedang Bulan memiliki kebiasaan buruk yang sama: terlalu banyak bicara sebelum mati," ucap Lin Xuan dingin sambil memutar gagang pedangnya dan mengaktifkan Kitab Kaisar Penelan Langit.
[Anda telah membunuh Murid Inti Sekte Pedang Bulan, Zhou Yan (Pembukaan Meridian Tingkat 8).] [Merampas Esensi Darah & Kultivasi Murni +1.800! Poin Takdir +600!] [Mengekstrak Seni Pedang: Teknik Pedang Bayangan Bulan (Tingkat玄/Hitam Awal)!] [Selamat! Kultivasi Anda menembus Ranah Pembukaan Meridian Tingkat 9 (Puncak — 108 Meridian Terbuka Sempurna)!]
Seluruh seratus delapan meridian di tubuh Lin Xuan kini terbuka penuh dan terhubung membentuk siklus energi abadi yang bergemuruh hebat! Ia kini berada di puncak mutlak Ranah Pembukaan Meridian—hanya butuh satu pemicu terakhir, yaitu merebut kembali Tulang Kaisar Kuno miliknya besok pagi, untuk langsung menerobos ke Ranah Fondasi Roh!
Di bawah lembah, Mo Wuji telah menyelesaikan pembantaian seluruh penjaga tambang tanpa menyisakan satu pun yang hidup, lalu mengumpulkan ribuan Batu Spiritual dari gudang tambang ke hadapan Lin Xuan.
"Tuan Muda, seluruh penjaga tambang telah dibersihkan," lapor Mo Wuji dengan hormat.
Lin Xuan mencabut Pedang Pemutus Karma dari mayat Zhou Yan yang telah mengering, lalu menatap ke arah timur—tempat fajar hari ketujuh mulai menyingsing di atas Kota Awan Merah.
Dari kejauhan, suara tabuhan genderang dan terompet perayaan pesta pertunangan dari kediaman utama Klan Lin sudah mulai terdengar.
"Bawa kepala Zhou Yan dan Lin Kuan," perintah Lin Xuan dengan suara sedingin es abadi. "Hari ini adalah hari bahagia sepupuku Lin Haotian dan mantan tunanganku Su Qingxue. Mari kita berangkat ke Aula Utama Klan Lin... dan mengantarkan mereka semua ke liang kubur."
Panel Status Lin Xuan.
Nama: Lin Xuan
Gelar: Tuan Muda Terbuang Klan Lin / Penguasa Bayangan Darah
Ranah Kultivasi: Pembukaan Meridian Tingkat 9 (Puncak — 108 Meridian Terbuka Sempurna)
Konstitusi: Tubuh Raja Darah Asura (Tahap Awal — Siap melebur kembali Tulang Kaisar Kuno)
Teknik Kultivasi Induk: Kitab Kaisar Penelan Langit (Tingkat Ilahi)
Seni Bela Diri: Langkah Bayangan Darah (Sempurna), Tebasan Pemutus Nadi (Sempurna), Tinju Penghancur Bintang (Sempurna), Teknik Pedang Bayangan Bulan (Telah diekstrak)
Senjata Utama: Pedang Pemutus Karma (Senjata Roh Tingkat Hitam Puncak — Berevolusi)
Bawahan Setia: Mo Wuji (Ranah Fondasi Roh Tingkat 3 — Kesetiaan 100%)
Poin Takdir: 1.490 Poin
Batu Spiritual di Ruang Sistem: 12.800 Batu Spiritual Tingkat Rendah