NovelToon NovelToon
Nak, Ayo Kita Pergi, Tinggalkan Papa.

Nak, Ayo Kita Pergi, Tinggalkan Papa.

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Cintapertama
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Isti arisandi

Hari ini adalah ulang tahun Prastyo Bharata Utama. Mikhaila ingin membuat malam ulang tahun Pras berbeda dari biasanya. Ia telah menyiapkan kejutan yang selama ini mereka nantikan: sebuah test pack dengan dua garis merah. Di bungkus hadiah itu dengan rapi, lalu ia mengantarkannya ke kantor karena tak sabar menunggu Pras pulang.

Namun, kenyataan justru menghancurkan kebahagiaannya. Sore itu, Mikha mendapati seorang wanita tengah bermanja-manja di ruang kerja bersama suaminya. Hatinya remuk, bahkan ia tak sanggup mendorong pintu untuk meminta penjelasan. Mikha memilih pergi dan mengubah rencananya. Kali ini, ia ingin membuat Pras jatuh miskin dan hidup dalam penyesalan.



Ayo kita dukung rencana Mikhaila, biar lelaki tukang selingkuh itu jera.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isti arisandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab8

Sejak pagi, Pras tampak lebih sibuk dari biasanya. Beberapa kali ia menerima panggilan telepon, lalu menjauh ketika Mikha berada di dekatnya. Bahkan, saat sarapan bersama, Pras sempat tersenyum kecil ketika membaca sebuah pesan di ponselnya.

Senyum yang belakangan ini jarang sekali diberikan kepada Mikha.

Perempuan itu tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya mengamati, menyimpan setiap kejanggalan dalam ingatannya, dan menunggu kesempatan untuk mengetahui apa yang sebenarnya disembunyikan suaminya.

Menjelang pukul enam, kesempatan itu akhirnya datang.

Pras yang sedang bersiap berangkat ke kantor tiba-tiba menerima telepon. Setelah berbicara beberapa menit, ia kembali memasukkan ponselnya ke saku celana.

"Aku pergi dulu, ya," katanya kepada Mikha yang sedang berdiri di dekat tangga.

"Mau ke kantor sepagi ini, Mas?"

"Iya. Ada urusan yang harus Mas selesaikan."

Mikha mengangguk. "Pulangnya sore?"

"Mungkin sedikit terlambat. Kamu tidak perlu menunggu."

Pras mengecup singkat kening istrinya sebelum melangkah keluar.

Mikha berdiri diam sampai suara mobil suaminya terdengar menjauh dari halaman rumah.

Namun, bukannya kembali melakukan aktivitas seperti biasa, ia justru bergegas mengambil tas dan kunci mobilnya sendiri.

Entah mengapa, firasatnya mengatakan bahwa kali ini ia tidak boleh membiarkan Pras pergi begitu saja tanpa mengetahui ke mana lelaki itu akan menuju.

Beberapa menit kemudian, Mikha menyusul.

Ia menjaga jarak ketika mobil Pras terlihat di jalan raya. Jantungnya berdebar semakin kencang setiap kali mobil itu berbelok memasuki jalan yang tidak mengarah ke kantor suaminya.

Pras ternyata menuju sebuah restoran mewah di pusat kota.

Mikha mengernyit.

Ada urusan apa suaminya datang ke tempat seperti itu pada siang hari?

Ia memarkir mobil agak jauh, lalu turun dengan langkah tergesa. Dari balik kaca restoran, ia melihat Pras sudah duduk di salah satu meja yang berada di sudut ruangan.

Lelaki itu tidak datang sendirian.

Ada seorang perempuan yang duduk di hadapannya.

Perempuan berambut panjang itu mengenakan blus putih dan rok berwarna krem. Penampilannya begitu anggun, sementara wajahnya tampak cantik dengan riasan tipis.

Mikha sempat merasa asing ketika melihatnya dari kejauhan.

Namun, saat perempuan itu menoleh dan memperlihatkan wajahnya dengan jelas, langkah Mikha mendadak terhenti.

Napasnya seolah tersangkut di tenggorokan.

Tidak mungkin.

Mikha mengedipkan mata beberapa kali, berharap dirinya salah melihat.

Akan tetapi, perempuan itu tetap sama.

Wajah yang begitu dikenalnya. Senyum yang berkali-kali dilihatnya dalam foto keluarga. Bahkan, ada tahi lalat kecil di dekat sudut bibir yang tidak mungkin membuatnya keliru.

"Alena?"

Nama itu lolos begitu saja dari bibir Mikha.

Alena adalah sepupunya sendiri, anak dari adik perempuan ibunya. Perempuan yang sejak kecil sering bermain bersamanya, meskipun hubungan mereka sempat renggang setelah Alena melanjutkan kuliah ke luar negeri beberapa tahun lalu.

Mikha bahkan baru mengetahui kepulangannya beberapa waktu terakhir.

Ia sempat berniat menghubungi Alena, tetapi urusan rumah tangganya sendiri membuat rencana itu tertunda.

Siapa sangka, kepulangan sepupunya justru membawa kenyataan yang sama sekali tidak pernah terbayangkan olehnya.

Di dalam restoran, Alena sedang berbicara serius dengan Pras.

"Aku sudah menunggu cukup lama, Mas," ujar Alena dengan nada tertahan. "Kamu bilang akan menikahiku setelah aku menyelesaikan kuliah. Sekarang aku sudah pulang, tapi kamu masih saja meminta aku bersabar."

Pras mengusap wajahnya.

"Alena, kita sudah membicarakan ini."

"Kita memang sudah membicarakannya berkali-kali. Tapi sampai sekarang tidak ada yang berubah!"

Alena mencondongkan tubuhnya ke depan.

"Aku sudah menepati janjiku. Aku menyelesaikan kuliah, pulang ke Indonesia, dan menunggu kamu. Sekarang giliran kamu yang menepati janji."

"Jangan bicara terlalu keras."

"Kenapa? Takut ada yang mendengar?"

Pras langsung menatapnya tajam.

Alena tertawa hambar.

"Kamu takut Mikha tahu, ya?"

Nama itu membuat tubuh Mikha yang berdiri di luar restoran terasa membeku.

Ia mencengkeram tali tasnya erat-erat.

Jadi, mereka sedang membicarakan dirinya?

"Jangan membawa-bawa Mikha," ujar Pras dengan suara rendah.

"Kenapa tidak? Dia istrimu, memangnya? Aku tahu!" Alena membalas dengan mata berkaca-kaca. "Justru karena dia istrimu, aku ingin tahu sampai kapan kamu akan membiarkan aku seperti ini."

Pras terdiam.

Alena mengusap sudut matanya, lalu melanjutkan dengan suara yang semakin bergetar.

"Dulu, kamu sendiri yang bilang akan menikahiku. Kamu bilang hanya masalah waktu sebelum kita bisa bersama. Kamu bahkan berjanji akan menjelaskan semuanya kepada keluargamu."

"Aku tahu."

"Lalu kenapa kamu masih bertahan dengan Mikha?"

Pras mengembuskan napas panjang.

"Karena Ibu, ibu sakit, kamu harus ngerti itu, kamu paham!."

Alena terdiam.

Pras melanjutkan, "Kamu tahu sendiri bagaimana Ibu menyukai Mikha. Sejak awal, Ibu menganggap Mikha perempuan yang paling cocok untuk menjadi istriku. Kalau aku tiba-tiba menceraikannya, Ibu pasti akan menentangku."

"Jadi, kamu akan terus bersembunyi di balik alasan itu?"

"Bukan begitu."

"Lantas bagaimana? Sampai kapan aku harus menjadi perempuan yang kamu temui diam-diam? Atau kamu sebenarnya juga suka sama Mikha"

Alena menggelengkan kepala. Kali ini, air matanya benar-benar jatuh.

"Aku tidak mau seperti ini lagi, Pras. Aku ingin dinikahi. Aku ingin hubungan kita diakui. Aku tidak mau selamanya menjadi orang yang harus menunggu kamu selesai berpura-pura menjadi suami yang baik bagi sepupuku sendiri."

Setiap kalimat itu menghantam Mikha tanpa ampun.

Sepupunya.

Suaminya.

Janji pernikahan.

Semuanya bercampur menjadi satu, membuat kepala Mikha terasa berputar.

Ia nyaris tidak sanggup berdiri tegak.

Selama ini, ketika mendengar perubahan sikap Pras, ia sempat menduga ada perempuan lain. Namun, ia tidak pernah membayangkan perempuan itu adalah Alena.

Seseorang yang memiliki hubungan darah dengannya.

Seseorang yang seharusnya bisa ia percayai.

Dan yang paling menyakitkan, ternyata hubungan mereka bukan sesuatu yang baru dimulai kemarin atau beberapa minggu lalu.

Ada janji yang dibuat sebelum hari ini. Ada masa lalu yang tidak pernah diketahui Mikha. Ada masa depan yang diam-diam telah direncanakan suaminya bersama perempuan lain.

Sementara dirinya?

Selama ini, ia menjalani pernikahan dengan keyakinan bahwa mereka sedang membangun rumah tangga bersama.

Ternyata, mungkin hanya dirinya yang sungguh-sungguh mempercayai pernikahan itu.

Dari tempatnya berdiri, Mikha kembali menatap keduanya.

Pras mengulurkan tangan untuk menyentuh jemari Alena, berusaha menenangkan perempuan itu.

Gerakan sederhana tersebut membuat dada Mikha terasa seperti diremas.

Ia mengenal sentuhan itu.

Dulu, Pras sering menggenggam tangannya dengan cara yang sama ketika dirinya menangis atau merasa takut.

Sekarang, tangan yang sama digunakan untuk menenangkan perempuan lain.

Perempuan yang ternyata menjadi alasan di balik begitu banyak rahasia dalam rumah tangganya.

Mikha ingin masuk ke restoran itu. Ia ingin menampar Pras, menarik rambut Alena, lalu menuntut penjelasan dari keduanya.

Namun, kakinya terasa berat.

Air matanya menggenang, tetapi ia menahannya mati-matian.

Tidak.

Ia tidak akan menangis di hadapan mereka.

Tidak sekarang.

Mikha berbalik dan berjalan menjauh. Begitu tiba di dalam mobil, ia menutup pintu, lalu mencengkeram kemudi dengan kedua tangan.

Dadanya naik turun.

"Kenapa?" bisiknya dengan suara bergetar. "Apa salahku sampai kalian tega melakukan ini?"

.

1
Ma Em
Ayo Mikha jgn sampai pelakor yg menikmati hartanya Pras ambil semua yg Pras punya biar si Alena gigit jari dan Mikha jadi janda kaya .
Sri Widiyarti
kutunggu penyesalanmu Pras...
ArchaBeryl
kak kenapa kemrin gak up
hari ini 4 bab ya kak
penasaran
menanti pembalasan istri sah
dan penyesalan suaminya 🤭🤭
Sari Nilam
mikha terlalu main hati . kelamaan ambil.keputusan
Sari Nilam
saran aja thor, mungkin jangan.terlalu lama kebohongan ditutupi
Sari Nilam
bagus suka gayamu pelakormah dipites aja
Sari Nilam
gaskeun mikhahadapi pelakor dengan elegan
Sari Nilam
bagus setelah itu pergilah janga menunda2 lagi
Sari Nilam
ayo mikha pergi sekarang ...biarkan.pras merasa bebas untuk.menikahi sepupu maut.
Sari Nilam
sepupu maut ini
Sari Nilam
harus pintar n cerdik sana laki2 selingkuh
Sari Nilam
pekakor gak tahu malu
Sari Nilam
kalau tabu suami selingkuh tinggalin aja
Sari Nilam
sedih
Sari Nilam
jadi deg2 an..ada apa ya
sunaryati jarum
Nanti setelah Mikha pergi bawa anakmu dalam kandungannya dan tahu sifat asli Alena baru tahu rasa.Mikha segera pergi saja,Mikha sebelum kandungan kamu terlihat
Sari Nilam: serakah ..pras serakah dan.egois.
total 1 replies
Dinda Putri
lanjut
sunaryati jarum
Mampir
Ma Em
Mikha kamu hebat berani membuat pelakor tdk bisa berkutik buat pelakor iri sama Mikha biar dia tersiksa karena mengharapkan sesuatu dari suami orang .
Sri Widiyarti
lanjut thor ditunggu up-nya 🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!