Selama lima tahun, Bayu telah mengorbankan segalanya untuk merawat Vira dan membesarkan anak dari mantannya, namun ia justru diusir dan dicap sebagai sampah begitu Rama,pria kaya yang dulu mencampakkan Vira,kembali dengan jabatan mentereng sebagai manajer perusahaan besar.
Dihina habis-habisan di depan pintu keluar kantor catatan sipil usai meneken surat perceraian, hidup Bayu berputar 180 derajat saat sebuah Sistem Pengubah Jalur Hidup bangkit di kepalanya dan memberinya kartu-kartu kekayaan mutlak.
Dari seorang pria melarat berhati tulus, Bayu kini melangkah ke dunia para elite kota besar, siap membalas setiap tetes air mata dengan kekuasaan yang membuat orang-orang yang dulu merendahkannya berlutut memohon ampun.
Bantu Cherlly dengan LIKE,KOMENTAR & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Kami selalu balas komentar yang kaka pertanyakan🥰🥰💋
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
Pukul delapan pagi tepat.
Sinar matahari pagi ibu kota memantul terang dari balik kaca jendela raksasa The Crown Penthouse.
Bayu duduk santai di kursi kerjanya sambil menyesap secangkir kopi hitam hangat.
Di hadapannya, tiga layar monitor besar menampilkan grafik pergerakan saham secara real-time.
Kirana berdiri tegap di sebelah kanan meja dengan setelan blazer rapi berwarna hitam legam.
Clara berdiri di sebelah kiri dengan tangan memegang sebuah tablet digital penuh kode pemograman.
"Semua sistem pemantauan sudah siap, Tuan," lapor Kirana dengan suara tegas.
Bayu melirik sekilas ke arah layar monitor utama yang menampilkan data perusahaan induk Syndicate Blackwood.
"Bagus," ucap Bayu tenang.
"Buka sesi perdagangan bursa saham pagi ini."
"Baik, Tuan!" jawab Kirana sigap menekan tombol enter pada papan ketik komputer.
Tik tok tik tok.
Suara ketikan jari Kirana bergemerincing cepat di dalam ruangan kerja yang hening.
Di lantai bursa efek nasional, aktivitas perdagangan pagi dimulai dengan bunyi bel pembukaan.
Ding dong.
Para broker dan analis keuangan langsung sibuk memantau layar monitor masing-masing.
Tidak ada yang menyangka bahwa pagi ini akan menjadi awal bencana besar bagi kelompok mafia berdasi.
"Mulai eksekusi tahap pertama, Kirana," instruksi Bayu tanpa keraguan.
"Laksanakan, Tuan," balas Kirana cepat.
Melalui perusahaan cangkang anonim yang disiapkan sebelumnya, gelontoran dana besar mulai masuk ke bursa.
Puluhan miliar rupiah disuntikkan secara serentak untuk memborong saham perusahaan induk Syndicate Blackwood.
Nilai saham yang tadinya stabil tiba-tiba melonjak naik secara tidak wajar dalam hitungan detik.
Clara memperhatikan grafik tersebut dengan mata membelalak lebar penuh takjub.
"Luar biasa..." gumam Clara pelan.
"Volume pembelian itu langsung mengacaukan sistem antrean pasar."
"Itu baru permulaan, Clara," kata Bayu tersenyum tipis.
"Biarkan mereka terbuai sejenak dengan lonjakan harga saham tersebut."
Kirana melirik layar monitor kedua yang menampilkan respons dari pihak kartel.
"Pihak Syndicate Blackwood mulai mendeteksi adanya pembelian saham masif, Tuan," lapor Kirana cepat.
"Bagaimana reaksi mereka?" tanya Bayu santai.
"Mereka mengira itu adalah investor asing biasa yang ingin menanamkan modal besar," jawab Kirana membaca data analitik.
Clara menggelengkan kepalanya pelan sambil menatap angka-angka digital yang bergerak liar.
"Mereka tidak tahu bahwa itu adalah perangkap yang sengaja kita pasang," ucap Clara kagum.
"Manusia yang serakah selalu mudah tertipu oleh keuntungan semu," ujar Bayu dingin.
Di markas besar Syndicate Blackwood yang terletak di kawasan elit pusat kota, suasana langsung berubah tegang.
Seorang manajer keuangan berlari tergesa-gesa masuk ke ruang kerja utama pimpinan tertinggi.
Brak!
Pintu kayu jati berukir itu terbuka lebar dengan suara keras.
Victor Blackwood, pimpinan tertinggi kartel yang terkenal kejam, mendongak kaget dari meja kerjanya.
"Ada apa kamu masuk tanpa mengetuk pintu?!" bentak Victor dengan suara menggelegar.
Manajer keuangan itu membungkuk ketakutan dengan napas tersengal-sengal.
"T-Tuan Victor! Gawat!" teriak manajer itu terbata-bata.
Victor mengerutkan keningnya kesal, berdiri dari kursi mewahnya.
"Katakan dengan jelas! Apa yang terjadi di lantai bursa?!" desak Victor tajam.
"Nilai saham perusahaan kita melonjak drastis secara tiba-tiba karena serbuan investor misterius," lapor manajer itu ketakutan.
Victor tertegun sejenak mendengar laporan tersebut.
"Lonjakan saham?" tanya Victor tidak percaya. "Bukankah itu berita bagus untuk perusahaan kita?"
Manajer keuangan itu menggelengkan kepalanya panik.
"Bukan itu masalahnya, Tuan," jelas manajer itu berkeringat deras.
"Pembelian itu dilakukan secara tersembunyi untuk menguasai porsi suara mayoritas dari dalam!"
Wajah Victor langsung berubah pucat pasi mendengar penjelasan tersebut.
"Menguasai suara mayoritas dari dalam?!" teriak Victor murka.
"Cepat lacak siapa dalang di balik semua ini!"
"Kami sudah mencoba melacaknya, Tuan... tapi jalur perusahaan cangkang itu ditutupi oleh enkripsi tingkat tinggi," jawab manajer itu lemas.
Victor mengepalkan kedua tangannya hingga buku-buku jarinya berbunyi nyaring.
Krap.
"Sialan... siapa yang berani bermain-main dengan Syndicate Blackwood?!" maki Victor penuh amarah.
Ia segera menyambar telepon meja khusus untuk menghubungi sekutu-sekutunya di dunia hitam.
"Halo! Siapkan seluruh pasukan dan cari tahu siapa yang mencoba merusak bisnis kita hari ini!" perintah Victor dengan nada suara mengancam.
Di tempat terpisah, di dalam The Crown Penthouse, Bayu mendengarkan laporan situasi dari Kirana dengan senyuman puas.
"Mereka mulai panik, Tuan," lapor Kirana membaca pesan dari intelijen.
"Bagus," jawab Bayu tenang.
"Sekarang, aktifkan sistem kecerdasan buatan milik Clara untuk tahap kedua."
Clara mengangguk antusias mendengar instruksi tersebut.
"Baik, Tuan Bayu!" seru Clara bersemangat.
Clara dengan cekatan mengetikkan serangkaian kode khusus di atas papan ketik laptopnya.
Tek tek tek.
Algoritma sistem pendeteksi pencucian uang yang ia kembangkan mulai dilepaskan ke jaringan publik.
Dalam hitungan detik, seluruh data transaksi ilegal dan aliran dana pencucian uang milik Syndicate Blackwood bocor ke Otoritas Jasa Keuangan.
Bzzzt bzzzt.
Notifikasi peringatan berbunyi nyaring di seluruh sistem pengawasan nasional.
Di kantor pusat kartel, layar komputer utama mendadak menyala merah menyala.
Warning! System Alert!
Manajer keuangan membelalakkan matanya melihat layar monitor di hadapannya.
"T-Tuan Victor! Darurat!" teriak manajer itu histeris.
Victor mendatangi meja komputer dengan langkah berat.
"Ada apa lagi?!" bentak Victor frustrasi.
"Seluruh dokumen transaksi ilegal kita bocor ke Otoritas Jasa Keuangan secara serentak!" lapor manajer itu dengan suara bergetar ketakutan.
Deg.
Jantung Victor seolah copot mendengarnya.
"Bocor bagaimana bisa?!" tanya Victor mencengkeram kerah baju manajer tersebut.
"Sistem keamanan kita dibobol oleh algoritma yang tidak dikenal!" jawab manajer itu pasrah.
Prang.
Gelas kopi di atas meja terlepas dari tangan Victor dan pecah berkeping-keping di lantai.
Kehancuran total yang selama ini ia takuti akhirnya datang menghantam tanpa ampun.
[Sistem Pengubah Jalur Hidup: Berhasil melumpuhkan pusat keuangan dan membongkar dokumen ilegal rival utama.]
[Mendapatkan bonus poin dominasi finansial nasional +45.]
Suara dengungan sistem berputar lembut di dalam kepala Bayu.
Bayu berdiri dari kursi kerjanya lalu merapikan jas hitam yang melekat di tubuhnya.
"Permainan ini berjalan jauh lebih cepat dari perkiraan," ucap Bayu tenang.
Kirana tersenyum penuh kemenangan memandang atasannya.
"Ketakutan mereka adalah awal dari keruntuhan mutlak, Tuan," kata Kirana profesional.
Clara mengepalkan kedua tangan kecilnya penuh kepuasan melihat hasil kerja sistem AI miliknya.
"Mereka tidak akan bisa lolos dari jerat hukum kali ini," ucap Clara mantap.
Bayu melangkah mendekati jendela kaca raksasa, menatap hamparan gedung pencakar langit di bawah sana.
"Persiapkan pertemuan darurat dengan para pemegang saham siang ini," instruksi Bayu mutlak.
"Baik, Tuan! Saya laksanakan sekarang juga," jawab Kirana sigap memutar langkah keluar ruangan.
Di luar penthouse, badai kehancuran benar-benar merobohkan benteng terakhir kekuasaan Syndicate Blackwood.
Dan Bayu berdiri di puncak kemenangan sebagai penguasa mutlak perekonomian nasional.
Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰