NovelToon NovelToon
Genius Yang Disembunyikan

Genius Yang Disembunyikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dwinanda

Yun Luofeng dikenal sebagai sampah Klan Yun—tak bisa berkultivasi, tergila-gila pada Putra Mahkota, bahkan menjadi bahan tertawaan seluruh Kota Kekaisaran.

Namun setelah sebuah percobaan bunuh diri, Yun Luofeng yang lama telah tiada.

Kini, di dalam tubuhnya hidup seorang genius medis dari dunia lain, membawa Kitab Dewa Medis dan rahasia yang mampu mengguncang Benua Longxiao.

Mereka bilang dia sampah? Dia akan menjadi kultivator yang membuat para genius menundukkan kepala.

Mereka menghina keluarganya? Dia akan membuat mereka membayar.

Dan Putra Mahkota yang membuangnya?

Maaf, bahkan untuk menjadi pelayannya pun belum tentu memenuhi syarat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwinanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 — HUTANG KLAN MU HARUS DIBAYAR

Gao Ling menatap Mu Wushuang dengan hati terasa diremas.

“Wushuang, tenang saja. Penghinaan yang kita terima hari ini akan kubalas seratus kali lipat kepadanya.”

Mu Wushuang tersenyum getir. Kesedihan yang terpancar di wajahnya membuat kebencian Gao Ling terhadap Yun Luofeng semakin dalam.

Akhirnya, tangan Gao Ling terangkat.

Plak!

Telapak tangannya menyentuh pipi Mu Wushuang begitu ringan hingga lebih menyerupai usapan daripada tamparan.

Yun Luofeng mengangkat alis.

“Kalau kekuatannya hanya sebesar itu, mungkin sampai besok pagi pun kita belum selesai.”

Wajah Gao Ling menegang.

“Yang Mulia,” ujar Mu Wushuang lembut, “tidak perlu mengasihaniku. Aku tidak takut sakit ataupun dipermalukan.”

Gao Ling memejamkan mata sejenak.

“Maafkan aku, Wushuang.”

Plak!

Tamparan kedua jauh lebih keras.

Pipi kiri Mu Wushuang langsung memerah dan membengkak. Air mata menggenang di matanya, tetapi dia menahannya dengan keras kepala.

Sejak kecil, Mu Wushuang dibesarkan sebagai permata Klan Mu. Jangankan ditampar, hampir tidak pernah ada orang yang berani memperlakukannya dengan kasar.

Namun malam ini, di hadapan begitu banyak keturunan bangsawan, dia harus menerima penghinaan tersebut.

Plak! Plak! Plak!

Tamparan demi tamparan menyusul.

Setiap kali tangan Gao Ling jatuh ke wajahnya, kebencian Mu Wushuang kepada Yun Luofeng semakin besar.

Meski demikian, jauh di dalam hatinya justru muncul sedikit kepuasan.

Dia sedang berjudi.

Kemampuan medis yang diperlihatkan Yun Luofeng malam ini pasti mengubah pandangan Gao Ling terhadap mantan tunangannya. Mu Wushuang tidak akan membiarkan ketertarikan sekecil apa pun tumbuh di hati Putra Mahkota.

Dengan menerima tamparan ini, dia membuat rasa bersalah Gao Ling kepadanya semakin dalam sekaligus memperbesar kebenciannya terhadap Yun Luofeng.

Baginya, rasa sakit ini masih sepadan.

“Pertunjukan malam ini benar-benar menarik.”

Gao Shaochen membuka kipasnya sambil tersenyum.

“Luofeng, kalau suatu hari aku berada dalam keadaan seperti dia, aku lebih memilih mengingkari janji daripada memukulmu.”

Yun Luofeng meliriknya.

“Kita sedekat itu?”

Gao Shaochen sama sekali tidak tersinggung.

“Kalau sekarang belum dekat, kita bisa menjadi dekat. Bagaimana kalau besok kau datang ke Kediaman Pangeran Keempat dan kita menghabiskan waktu berdua?”

“Keluar dari kediamanmu, belok kanan, lalu masuk gang pertama.”

Yun Luofeng menjawab tanpa mengubah ekspresi.

“Di sana ada rumah hiburan paling terkenal di Longyuan. Kau bisa mencari teman sebanyak yang kau inginkan.”

Senyum Gao Shaochen melebar.

“Perempuan yang terlalu mudah didapat justru membosankan. Aku lebih menyukai seseorang yang sulit ditaklukkan.”

“Begitu?”

Yun Luofeng mengangguk pelan.

“Kalau begitu kau memang cocok pergi ke sana. Barangkali mereka punya pelanggan yang sama sulitnya denganmu.”

Senyum Gao Shaochen akhirnya menegang.

Dia baru menyadari dirinya justru menjadi sasaran permainan kata Yun Luofeng.

Beberapa orang menahan tawa.

Sementara itu, wajah Mu Wushuang sudah membengkak parah. Gao Ling sendiri mulai kehilangan rasa pada telapak tangannya.

Yun Luofeng akhirnya mengangkat tangan.

“Cukup.”

Gao Ling langsung berhenti.

Dia buru-buru menopang Mu Wushuang yang tampak rapuh, sementara tatapannya kepada Yun Luofeng dipenuhi kebencian.

Yun Luofeng tidak memedulikannya.

Tatapannya justru jatuh pada Mu Wushuang.

“Pulanglah dan sampaikan kepada Mu Xingchou.”

Senyum di wajahnya menghilang, digantikan ketegasan yang membuat suasana kapal kembali sunyi.

“Semua yang Klan Mu hutangkan kepada Klan Yun selama bertahun-tahun akan kubayar kembali satu demi satu.”

Mata Mu Wushuang bergetar.

Permusuhan antara Klan Yun dan Klan Mu bukan rahasia. Namun selama ini Yun Luo masih menjaga batas tertentu karena kedudukannya di pemerintahan.

Yun Luofeng berbeda.

Dia mengucapkan ancaman itu di hadapan semua orang tanpa sedikit pun rasa takut.

“Nona Yun.”

Ning Xin bergegas menghampirinya.

“Kau sudah menyelamatkan kakekku. Bolehkah aku mengundangmu makan sebagai ucapan terima kasih?”

Yun Luofeng menggeleng.

“Aku harus pulang. Kalau terlalu lama, kakekku mungkin datang sendiri untuk menyeretku kembali.”

“Kalau besok?”

Yun Luofeng berpikir sejenak.

“Tunggu aku di penginapan tempat kalian tinggal. Aku akan mencarimu.”

Ning Xin langsung tersenyum.

“Baik!”

Yun Luofeng melambaikan tangan dan meninggalkan kapal.

Gao Shaochen berdiri di belakang, menatap sosok putih yang perlahan menghilang ke dalam kegelapan malam.

Senyum penuh ketertarikan kembali menghiasi wajahnya.

“Semakin sulit didekati, semakin membuat orang penasaran.”

***

Pada saat yang sama, di Kediaman Yun, Yun Xiao berdiri seorang diri di bawah langit malam.

Angin menggerakkan rambut hitamnya.

Di tangannya terdapat sebuah buku tipis yang tadi dibawakan Lin Qiong.

Buku tentang hubungan pria dan wanita.

Alis Yun Xiao berkerut.

Lin Qiong mengatakan bahwa kalau dia benar-benar ingin memahami isi buku tersebut, sebaiknya mempelajarinya bersama Yun Luofeng.

Masalahnya, Yun Xiao bahkan belum membuka halaman pertama.

Dia menatap sampul buku itu cukup lama, seolah sedang menghadapi teknik kultivasi paling rumit yang pernah ditemuinya.

Tiba-tiba, suara Qingyan terdengar dari kejauhan.

“Jenderal! Nona sudah kembali!”

Yun Xiao mengangkat kepala.

Cahaya samar melintas di mata hitamnya.

Dia sudah pulang.

***

Di aula utama, Yun Luo memeriksa cucunya dari kepala sampai kaki.

Setelah memastikan tidak ada luka sedikit pun, barulah wajahnya mengendur.

“Gadis sialan! Sudah kubilang jangan pergi sendirian. Kalau sesuatu terjadi padamu, besok pagi aku sendiri yang akan mendatangi Kediaman Putra Mahkota!”

Nada bicaranya terdengar marah, tetapi Yun Luofeng jelas merasakan kekhawatiran di baliknya.

“Kakek, aku sudah mengatakan bahwa aku tidak akan membiarkan diriku dirugikan.”

Dia tersenyum.

“Justru malam ini Gao Ling sendiri yang menampar Mu Wushuang.”

“Apa?”

Mata Yun Luo membesar.

“Gao Ling memukul Mu Wushuang? Bagaimana mungkin?”

Yun Luofeng kemudian menceritakan kejadian di Sungai Qin, mulai dari penyakit Tetua Ning, taruhan mereka, hingga Gao Ling terpaksa memenuhi syarat kedua.

Beberapa saat Yun Luo hanya menatapnya.

Kemudian—

“Hahaha!”

Tawanya mengguncang aula.

“Bagus! Bagus sekali! Cucu Yun Luo memang seharusnya seperti ini!”

Dia tertawa sampai matanya hampir berair.

“Mu Xingchou selalu membanggakan cucunya. Jing Lin juga pernah mengatakan bahwa tanpa pertolongannya kau akan menjadi sampah seumur hidup. Sekarang aku ingin melihat wajah mereka setelah mengetahui kemampuan medismu!”

Yun Luofeng tersenyum tipis.

“Karena kemampuanku sudah terlihat, mulai besok mungkin banyak orang akan datang mencari pengobatan. Aku tidak ingin menemui mereka.”

“Serahkan kepadaku.”

Ekspresi Yun Luofeng kemudian berubah serius.

“Klan Mu baru mulai membayar hutangnya. Apa yang mereka lakukan kepada Ayah, Ibu, dan Paman Kedua akan kubalas sedikit demi sedikit.”

Yun Luo mengangguk.

Dia tidak berniat menghentikannya.

“Tapi bukan hanya Klan Mu.”

Senyum berbahaya muncul di bibir Yun Luofeng.

“Besok, Gao Ling juga akan mendapatkan hadiah kecil.”

Yun Luo tertegun.

“Apa yang kau lakukan?”

“Sebelum pergi ke jamuan, aku sudah menyiapkan Bubuk Penghilang Energi. Saat Gao Ling lengah, aku menaburkannya kepadanya.”

Mata Yun Luo membesar.

Bubuk itu akan membuat seorang kultivator kehilangan kemampuan menggunakan energi spiritual untuk sementara.

Bagi Gao Ling yang selalu membanggakan bakat dan kekuatannya, keadaan tersebut mungkin lebih menyiksa daripada luka fisik.

“Dan untuk sementara,” lanjut Yun Luofeng santai, “selain aku, tidak ada orang lain yang bisa menyembuhkannya.”

Yun Luo memandang cucunya lama sebelum menggeleng sambil tertawa.

“Gadis sialan. Kalau sudah punya rencana seperti itu, kenapa tidak memberitahuku sejak awal? Aku mengkhawatirkanmu sepanjang malam!”

“Mulai sekarang Kakek harus terbiasa.”

Yun Luofeng meregangkan tubuh.

“Aku tidak akan menyerahkan diri hanya untuk dipermalukan orang lain.”

Setelah mengucapkan selamat malam, dia meninggalkan aula dan berjalan menuju pegunungan belakang.

Namun baru beberapa langkah, Yun Luofeng merasa ada sesuatu yang aneh.

Terlalu sepi.

Biasanya, setiap kali dia kembali, Yun Xiao selalu muncul entah dari mana dan berada tidak jauh darinya.

Malam ini pria itu justru belum terlihat sedikit pun.

Yun Luofeng berhenti.

Alisnya perlahan terangkat.

“Ke mana perginya si kayu itu?”

......................

Bersambung...

1
Nonik Anda Swl
next please 🙏hadeh lagi seru-seru nya, tahu- tahu habis
Pelangi Jingga
semangat tor 💪
Pelangi Jingga: siap tor
total 2 replies
Arix Zhufa
up
Murni Dewita
double up thor dan tetap semangat
Dwinanda: Asiiaap🫡.... mksi kak stay tun ya🫶
total 1 replies
Arix Zhufa
up
Pelangi Jingga
kurang bnyk up nya tor 😂😂
Pelangi Jingga: semangat tor💪😍
total 2 replies
Pelangi SUCI
Bacaan yang menarik, semoga tamat sampai akhir 👍
Pelangi SUCI
Mantap Thor, saling dukung yuk karyaku RUANG SAKRAL SANG BELADIRI 💪
Dwinanda: "Terima kasih banyak, Kak! Siap, meluncur ke Ruang Sakral Bela Diri. Sukses terus ya buat karyanya/Pray/🫶
total 1 replies
Quinza Azalea
next
Arix Zhufa
cerita nya bagus,alur nya tidak ber tele tele,bahasa mudah di pahami. Semangat thor 😍
Dwinanda: Terimakasih kak😊.... sehat selalu dan bnyak rezekinya🫶🙏
total 1 replies
Arix Zhufa
Ternyata Yun xiao menyamar
Arix Zhufa
kasihan klan Mu 😄
Arix Zhufa
apakah ini jodoh nya??
Arix Zhufa
wanita dari zaman modern dilawan
Dwinanda
"Halo! Selamat datang di ceritaku. Semoga betah membaca sampai bab akhir ya😊🫶
Arix Zhufa
cerita nya menarik
Dwinanda: Makasih ka😊....stay tun ya🫶
total 1 replies
Arix Zhufa
suka sekali sm kakek jendral
Arix Zhufa
mampir thor
Dwinanda: Makasih udah mampir, Kak! Happy reading, ya! Jangan lupa tambahkan ke rak buku kamu. 🥰
total 1 replies
Murni Dewita
👣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!