NovelToon NovelToon
Cinta Di Bawah Bayangan Tangan Besi

Cinta Di Bawah Bayangan Tangan Besi

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:255
Nilai: 5
Nama Author: aletaia

Aria Utama, seorang arsitek bertangan dingin, mendadak terjebak dalam pusaran konflik dua pria paling dominan di kota. Di satu sisi ada Adrian Mahardika, CEO dingin dari Mahardika Group yang menawarkan perlindungan, kestabilan, dan cinta yang tenang. Di sisi lain ada Dante Vance, pemimpin sindikat kejahatan paling tak tersentuh yang siap menghancurkan dunia demi mendapatkan Aria. Saat rahasia masa lalu terkuak, Aria harus memilih antara kepastian yang aman atau gairah yang mematikan di tengah pertumpahan darah dan perebutan kekuasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aletaia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Pengorbanan Seorang Wanita

Dua penguasa kota itu terpaku saat Aria melangkah maju di tengah sengatan terik matahari Pelabuhan Tanjung Priok. Embusan angin laut yang kencang mengibarkan helai-helai rambut hitamnya yang terurai, mempertegas ketegangan di antara deretan kontainer baja.

"Aria! Apa yang kau lakukan di sini? Tempat ini berbahaya!" bentak Adrian panik. Sang CEO mengabaikan rasa nyeri di bahunya dan mencoba menarik Aria ke belakang tubuhnya.

Namun, Aria melepaskan cengkeraman Adrian dengan lembut namun tegas. Ia melangkah satu detik lebih dekat ke arah batas pabean, menatap lurus ke dalam mata abu-abu Dante Vance yang dingin dan tak tersentuh.

"Kau melakukan semua ini untuk memaksaku kembali, bukan?" tanya Aria dengan suara yang jernih namun sarat akan kepedihan.

Dante menghentikan gerakan tangannya yang tadinya siap memberi sinyal penyitaan. Sudut bibirnya terangkat tipis, memancarkan aura dominasi yang pekat saat memandang wanita di hadapannya.

"Aku melakukan apa yang perlu dilakukan untuk mengambil kembali hak keluargaku... dan merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milikku, Aria," sahut Dante dengan suara berat dan serak.

"Jangan libatkan dia dalam kehancuran bisnismu, Dante!" potong Adrian murka, melangkah maju dengan mata berkilat membunuh. "Masalah dokumen ini adalah perselisihan antara Mahardika Group dan konsorsiummu. Biarkan Aria pergi!"

Dante terkekeh dingin, meremehkan amarah Adrian. "Kau masih ingin berpura-pura menjadi pahlawan, Adrian? Dalam hitungan jam, keputusan hukum pabean ini akan ditandatangani. Perusahaanmu akan hancur, proyek menaramu akan mangkrak, dan kau tidak akan punya apa-apa lagi untuk melindunginya."

Aria menatap Adrian yang tampak begitu lelah, dengan perban bahu yang merembeskan noda darah akibat stres fisik beberapa hari terakhir. Adrian telah mempertaruhkan nyawanya, reputasinya, dan seluruh sisa hidupnya demi membuktikan cintanya. Aria tahu, jika Mahardika Group runtuh hari ini, Adrian tidak hanya kehilangan bisnis, tetapi juga kehormatan dan tujuan hidupnya.

Aria menarik napas panjang, mengepalkan jemarinya rapat-rapat hingga buku-buku jarinya memutih.

"Hentikan penyitaan ini, Dante," ujar Aria. Suaranya tidak lagi bergetar, berganti dengan keteguhan yang memecah keheningan dermaga. "Bebaskan seluruh kargo milik Mahardika Group, cabut gugatan hukummu, dan biarkan proyek menara itu berjalan."

Dante memiringkan kepalanya, menatap Aria dengan kilatan minat yang tajam di balik mata abu-abunya. "Dan apa yang kau tawarkan sebagai gantinya, manis? Kau tahu betul nilai dari kargo dan dokumen ini mencapai triliunan rupiah."

Aria memejamkan mata sejenak, membayangkan wajah Adrian yang terluka dan kenangan masa lalu berdarah yang menghancurkan kedua keluarga ini. Saat matanya kembali terbuka, ia memberikan jawaban yang memotong jalan takdir mereka bertiga.

"Aku akan ikut denganmu secara sukarela," tegas Aria. "Aku akan tinggal di mansionmu, menuruti aturan duniamu, dan memotong seluruh hubunganku dengan Adrian. Tapi kau harus bersumpah untuk tidak pernah lagi menyentuh Mahardika Group atau mengancam nyawa Adrian."

Pernyataan itu meledak bagaikan bom di tengah dermaga.

"Aria, TIDAK!" teriak Adrian histeris. Wajah sang CEO berubah pucat pasi, matanya membelalak horor. Ia meraih bahu Aria, memutar tubuh wanita itu agar menatapnya. "Jangan lakukan ini! Aku lebih baik bangkrut dan kehilangan seluruh kekayaanku daripada harus menyerahkanmu pada monster ini!"

"Adrian, dengarkan aku..." bisik Aria lirih, air mata akhirnya menetas melewati pipinya saat menatap wajah pria yang dicintainya itu. "Kau sudah mempertaruhkan darahmu untukku. Sekarang biarkan aku menyelamatkan sisa hidupmu. Kau tidak boleh hancur karena kesalahan masa lalu yang bukan buatanmu."

"Tidak! Aku tidak akan mengizinkannya!" raung Adrian, mencoba menyeret Aria pergi.

Dante melangkah maju, memotong pergerakan Adrian dengan kehadiran fisik yang mengintimidasi. Tatapan mata abu-abu sang Raja Mafia kini memancar rapat pada Aria—bukan lagi dengan pandangan meremehkan, melainkan dengan intensitas gairah dan kepemilikan yang teramat pekat.

"Penawaran yang sangat manis, Aria..." bisik Dante, suara beratnya beresonansi lembut di tengah riuh angin laut. Namun, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman miring yang berbahaya. "...tapi aku ingin lebih dari sekadar kehadiranmu di mansionku."

Aria menahan napas. "Apa lagi yang kau inginkan?"

Dante mengulurkan tangannya yang besar dan hangat, menangkup lembut rahang Aria di depan mata Adrian yang sedang ditahan oleh anak buah Black Viper.

"Aku tidak ingin kau tinggal sebagai tawanan atau simpanan di duniaku," desis Dante dengan nada suara yang mutlak dan tak terhentikan. "Jika kau ingin aku melepaskan Mahardika Group... kau harus menjadi istriku. Nikahi aku secara resmi, dan pakailah namaku di hadapan seluruh dunia."

Syarat mematikan itu menggantung di udara dermaga, mengunci takdir Aria dalam pengorbanan terbesarnya demi menyelamatkan pria yang ia cintai dari kehancuran total.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!