NovelToon NovelToon
Rahasia Suamiku.

Rahasia Suamiku.

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Romansa
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Deche

Ani Almira mendapatkan kabar dari pihak kepolisian bahwa Fardan suaminya mengalami kecelakaan tunggal. Namun, ketika kecelakaan itu terjadi Fardan tidak sendirian. Ani terkejut ketika polisi mengatakan penyebab kecelakaan suaminya. Ani tidak menyangka Fardan begitu tega kepadanya.
Ardi Akram seorang perwira menengah di kepolisian. Ia merasa kecewa dengan apa dilakukan oleh Nadira istrinya. Ia mengajak Ani untuk balas dendam atas perbuatan Fardan dan Nadira. Ani menolak untuk melakukan balas dendam. Namun, berkat bantuan Ardi rahasia masa lalu Fardan terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hasil Penyelidikan.

Beberapa menit kemudian Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jawa Barat AKBP Kusnadi masuk ke dalam ruangan. Beliau didampingi oleh dua orang polisi. Mereka duduk di kursi depan menghadap ke Ani dan Ardi.

      “Assalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh. Selamat siang semuanya. Saya AKBP Kusnadi selaku Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jawa Barat akan membacakan hasil penyelidikan kecelakaan yang menimpa Saudara Ahmad Fardan dan Saudari Nadira Naviza,” ucap Kusnadi.

      Kusnadi pun membacakan hasil penyelidikan. Semua orang yang berada di ruangan tersebut diam dan mendengarkan hasil yang dibacakan. Hasil penyelidikan yang dibacakan cukup banyak sehingga memakan waktu lama. Hingga akhirnya keluarlah kesimpulan dari hasil penyelidikan.

      “Setelah melihat bukti-bukti yang ada\, kami menyimpulkan kecelakaan yang menimpa Saudara Ahmad Fardan dan Saudari Nadira Naviza terjadi karena o*** s*** yang dilakukan saat mobil melaju\,” ujar Kusnadi.

      Ani terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Kusnadi, tubuhnya seketika menjadi lemas. Ia tidak percaya suami yang dicintainya melakukan hal itu dengan wanita lain di mobil milik mereka. Ardi merapatkan mulutnya mendengar apa yang dikatakan Kusnadi. Wajahnya menjadi merah dan kedua telapak tangan mengepal di atas kakinya. Lelaki itu seperti memendam amarah.

      Kusnadi melanjutkan membaca hasil penyelidikan. “Semua itu dibuktikan dengan ditemukannya cairan s***** di c***** d**** dan celana panjang milik Saudara Ahmad Fardan\, kursi tempat duduk pengemudi serta pada mulut\, lidah dan kulit wajah serta rambut Saudari Nadira Naviza.” Ani memejamkan mata\, ia tidak sanggup lagi mendengarkan hasil penyelidikan. Air matanya mengalir di pipi\, ia sedih mendengar apa yang sudah dilakukan suaminya.

      “Tidak. Itu bohong! Putriku tidak mungkin melakukan tindakan tidak terpuji seperti itu dengan laki-laki lain. Ia sudah menikah!” Terdengar suara teriakan seorang wanita di ruangan tersebut. Semua orang menoleh ke arah suara. Seorang wanita lanjut usia yang duduk di sebelah Ardi berdiri dengan wajah yang memerah dan kedua tangannya mengepal di samping tubuhnya. Wanita itu bernama Nurhayati ibu Nadira.

      “Dia pasti diculik oleh Fardan ketika pergi reuni,” lanjut Nurhayati. “Hei, kamu!” Nurhayati menunjuk ke Nita dengan wajah yang memerah dan tatapan mata yang tajam.

      “Sudah berulang kali aku katakan, anakmu jangan mendekati putriku! Tapi kamu membiarkan anakmu mendekati dan merayu putriku. Dan sekarang Fardan menculik Nadira!” seru Nurhayati. Ani memejam matanya, hatinya tercabik-cabik mendengar seruan Nurhayati. Ternyata Fardan dan Nadira pernah memiliki hubungan. Namun, hubungan mereka tidak disetujui oleh ibu Nadira.

      Maman ayah Nadira berdiri, ia mencoba menenangkan Nurhayati. “Ma, sudah. Malu di dengar orang,” ujar Maman dengan sabar.

      Nurhayati menoleh ke Maman. “Tidak bisa, Pa! Mama tidak terima nama baik Nadira dicemarkan. Ini semua terjadi gara-gara Si brengsek Fardan. Pasti dia yang sudah menculik Nadira dan memaksa Nadira melakukan hal itu,” kata Nurhayati.

      Nita bersemu merah mendengar hinaan dari Nurhayati. Ia berdiri dari tempat duduk dan menatap tajam ke arah Nurhayati. “Jangan kamu salahkan anakku! Anakmu yang kegatelan terus saja mendekati anakku! Padahal anakku sudah memiliki istri,” seru Nita.

      Nurhayati tersenyum mengejek mendengar seruan Nita. “Perempuan sebodoh ini kamu sebut menantu.” Nurhayati menunjuk ke Ani. “Gara-gara dia tidak bisa melayani anakmu\, jadi ia melampiaskan n**** kepada putriku!”

      Ani sudah tidak tahan lagi mendengar ocehan, cemohan dan hinaan dari Nurhayati. Ia berdiri dari tempat duduk menghadap ke depan. “Mohon maaf, Pak AKBP Kusnadi. Saya sudah tidak tahan lagi mendengar semua ini. Tanpa mengurangi rasa hormat, saya ijin keluar dari ruangan ini.” Ani pun berjalan meninggalkan ruangan rapat.

      Di depan ruang rapat banyak wartawan dari berbagai media masa dan televisi yang sudah menunggu. Ketika melihat Ani mereka langsung mendekati Ani. “Ibu, apa hasil dari penyelidikan kecelakaan yang menimpa suami Ibu?” Beberapa wartawan mendekatkan telepon seluler, microphone, alat perekam suara kepada Ani. Mereka mengikuti Ani berjalan.

      “Maaf, saya tidak bisa menjawab. Saya sedang sakit,” jawab Ani sambil terus berjalan.

      “Hei! Ibu itu sedang sakit. Kasih dia jalan! Kita dengar dari keterangan polisi dan orang tuanya aja.” Terdengar teriakan dari salah satu wartawan yang mengikuti Ani.

      Akhirnya mereka pun membiarkan Ani pergi. Ani terus berjalan mencari jalan keluar. Namun, karena dia dalam keadaan tidak baik-baik saja, ia kesulitan mencari jalan keluar. Ia putar-putar di dalam gedung Direktorat Lalu Lintas. Bahkan ia tidak menemukan seorang pun di sana.

      Ketika ia sedang berusaha mencari pintu keluar, ia bertemu dengan Ardi. Ia bernapas lega melihat Ardi. Ardi terkejut melihat wajah Ani yang terlihat senang ketika bertemu dengannya. “Pintu keluarnya sebelah mana, Pak?” tanya Ani. “Dari tadi saya putar-putar mencari pintu keluar, tetapi tidak ketemu”

      “Sebelah sini.” Ardi memimpin jalan menuju ke pintu keluar. Ani mengikuti Ardi dari belakang.

      Akhirnya mereka sampai di pintu keluar. “Alhamdulillah,” ucap Ani ketika melihat pintu keluar.

      “Terima kasih, Pak Ardi,” ucap Ani setelah berhasil keluar dari gedung. Ardi mengangguk lalu berjalan meninggalkan Ani.

      Ani menengok ke kanan dan ke kiri. Ia tidak tau mau ke mana. Ia butuh tempat untuk menenangkan diri sebelum pulang. Ani berjalan mencari tempat yang tenang. Hingga akhirnya ia menemukan mesjid. Ani memutuskan untuk menenangkan diri di depan mesjid.

      Ani duduk di teras mesjid. Ia mengeluarkan botol minum dari dalam tas. Ia meneguk air di dalam botol. Ia merasa sedikit tenang setelah minum. Dari kejauhan Ani melihat Ardi berjalan menuju ke mesjid. Ia membawa sebotol air minum kemasan. Ardi duduk di teras mesjid, ia duduk tidak jauh dari Ani. Ia membuka segel kemasan lalu meminum air tersebut. Mereka saling berdiam diri tidak ada satu kata pun terucap dari mulut mereka.

1
falea sezi
uda di selingkuh in ampe punya anak masih cinta🤣🤣 cwekk ooonnnnn
sunaryati jarum
Baru mampit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!