NovelToon NovelToon
Alencio

Alencio

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: ikesweetdevil

Bagi Amanda, Farel adalah sahabat sekaligus cinta pertamanya. Meskipun lelaki itu tidak pernah menganggapnya lebih dari seorang teman, namun Amanda tidak pernah memiliki rasa lelah terlebih lagi menyerah. Ia akan selalu berusaha membuat Farel melihat ketulusan cintanya, meskipun Amanda sendiri tidak bisa mengungkapkannya secara langsung.

Namun sebuah rasa itu seolah menghilang secara perlahan saat Amanda bertemu dengan lelaki bernama Cio, lelaki aneh yang selalu menggodanya dengan sikap konyolnya. Seperti pada lelaki lainnya, Amanda selalu bersikap tak peduli, namun seiring berjalannya waktu, hatinya justru tersentuh dengan kisah kehidupannya dan perasaan tulusnya.

Di balik tawa konyolnya, Cio memiliki kisah rapuh yang tidak ingin lelaki itu ingat. Meski pada akhirnya air matanya jatuh juga kala mengingat masa kelamnya, dan semua itu hanya Cio tunjukkan di hadapan Amanda, gadis cantik yang disukainya.

Saat semua berubah sedikit demi sedikit termasuk hati Amanda, Cio justru pergi den

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikesweetdevil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 31

Part 31

"Rel, lebih baik kita pergi saja dari sini. Percuma kita di sini, cuma buang-buang tenaga apalagi hanya untuk wanita murahan seperti dia," ujar Dio sembari melirik tak suka ke arah Vanessa yang juga terlihat begitu marah dan kesal dengan ucapannya.

"Aku tidak pernah menyangka kamu serendah ini, Vanessa." Farel berujar penuh kekecewaan, namun Vanessa justru terlihat biasa-biasa saja dan bahkan terlihat begitu angkuh.

"Aku tidak peduli," jawabnya sinis lalu duduk kembali di bangkunya, diikuti lelaki yang berada di sampingnya.

Suasana di sana sempat membuat orang-orang tertegun dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya sedang terjadi. Pertengkaran mereka begitu tiba-tiba, hingga orang-orang yang berada di sana sampai tidak menyangkanya. Namun Farel tak lagi peduli, hatinya begitu kecewa dan pasrah saat teman-temannya menggiringnya menjauh dari keberadaan Vanessa.

"Sabar, Sob." Setidaknya hanya kata-kata seperti itu yang bisa teman-temannya katakan, begitupun dengan Dio yang merengkuh pundaknya begitu setia.

"Gila ya, ternyata aku menjalin hubungan dengan gadis murahan seperti Vanessa? Aku bahkan menjauhi Amanda agar bisa dekat dengan dia, dan karena dia juga aku selalu bersikap buruk ke Amanda, teman baikku sendiri." Farel bergumam tak percaya, merasa sudah cukup bodoh telah memperlakukan Amanda begitu rendah hanya untuk seorang Vanessa, seorang gadis yang bahkan tidak pernah mau menghargai perasaannya.

"Sudahlah, kamu kan masih bisa memperbaiki hubungan kamu dengan Amanda. Aku yakin, Amanda pasti mau memaafkan kamu, karena dia gadis yang baik." Dio menjawab bijak yang diam-diam Farel setujui untuk meminta maaf ke teman baiknya itu dan memperbaiki hubungan mereka yang sempat memburuk.

***

Malamnya, Farel keluar rumah lalu berjalan ke arah rumah Amanda yang berada tepat di samping rumahnya, yang hanya dibatasi taman luas milik keluarganya. Tatapan bersalahnya itu tertuju ke arah rumah Amanda yang sepi, yang kemungkinan besarnya Amanda berada di kamarnya tengah belajar sekarang.

Sebenarnya Farel ingin sekali menemui Amanda dan meminta maaf langsung. Namun Farel juga tidak mungkin mengganggu Amanda di malam hari, mengingat rajinnya gadis itu. Mengembuskan nafas beratnya, setidaknya hanya itu yang bisa Farel lakukan untuk saat ini. Merasa sudah cukup pasrah dan berharap bila keesokannya ia mampu mengucapkan kalimat maaf di hadapan Amanda langsung.

Setelah beberapa menit di luar rumah, Farel berniat kembali masuk ke dalam untuk pergi ke kamarnya. Namun sebelum itu terjadi, Farel melihat Amanda keluar membawa kantong sampah. Tanpa mau menunggu lebih lama lagi, Farel berlari ke arah Amanda berniat meminta maaf atas segala kesalahannya.

"Amanda," panggilnya membuat empunya menoleh ke asal suara dan mendapati Farel tengah berjalan ke arahnya.

"Farel. Ada apa ya?" Amanda bertanya canggung, karena setelah dari rumah sakit, ia maupun Farel tidak pernah bertegur sapa terlebih lagi berbicara satu sama lain.

"Aku mau minta maaf ke kamu."

"Minta maaf? Tapi untuk apa?" Amanda menundukkan wajahnya sembari mengusap lehernya yang dingin, merasa aneh dengan posisi ini, seolah pernah terjadi namun tak ingin Amanda ingat betapa indahnya kenangan itu, saat di mana ia dan Farel masih akrab dan bersahabat. Entahlah, Amanda hanya merasa bila posisi seperti ini sudah cukup asing untuk ia rasakan bersama Farel.

"Untuk semua sikap burukku ke kamu." Farel menjawab bersalah yang hanya ditanggapi senyum canggung oleh Amanda, yang entah kenapa merasa kian aneh dengan perasaannya. Seharusnya Amanda merasa senang kan, karena Farel meminta maaf dan hubungan mereka akan kembali seperti dulu. Tapi kenapa Amanda justru merasa harus menjaga jarak dengan Farel, seolah ada penghalang yang membuat Amanda enggan menerobosnya.

"Ah masalah itu, aku sudah tidak apa-apa kok. Aku sudah memaafkan kamu, jauh sebelum ini." Amanda menjawab seadanya sembari menatap Farel penuh keraguan, seolah ada hal yang membuat Amanda ingin segera pergi dan meninggalkan Farel sendiri.

"Kamu memang selalu baik. Tapi kita masih berteman kan?" Farel bertanya penuh harap dan itu cukup membuat Amanda terdiam bungkam, merasa terkejut dengan pertanyaan Farel yang baru dilontarkan.

"Eh iya, tentu saja kita masih berteman." Amanda menyunggingkan senyum hangatnya dan ditanggapi sama oleh Farel.

"Terima kasih ya, karena kamu masih mau berteman denganku setelah apa yang sudah aku lakukan ke kamu." Farel berujar sendu, merasa sangat bersalah kembali dengan masalah yang sudah terjadi di antara mereka selama ini.

"Sudahlah. Aku sudah tidak apa-apa kok. Oh iya, aku harus masuk dulu, aku masih ada tugas yang harus selesai besok." Amanda menyunggingkan senyum bersalahnya, namun Farel menanggapinya dengan senyuman manis sembari mengangguk mengerti.

"Iya, kamu masuk saja ke dalam, aku juga harus belajar di kamar. Kapan-kapan kita belajar bersama lagi ya, seperti dulu." Amanda hanya bisa tersenyum dan mengangguk lalu pergi ke arah rumahnya, meninggalkan Farel yang tersenyum hangat di sana.

Sebenarnya Amanda tidak mengerti kenapa Farel tiba-tiba minta maaf, padahal Amanda merasa bila ucapannya yang justru terdengar keterlaluan kemarin di UGD rumah sakit. Namun apapun alasan Farel itu, Amanda merasa sangat bersyukur bila hubungannya dengan teman sejak kecilnya itu bisa membaik.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!