NovelToon NovelToon
Papaku Tabib Dari Gunung Merapi

Papaku Tabib Dari Gunung Merapi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Mahardika yang harus menanggung penyakit kusta selama 3 tahun, setelah berobat di berbagai macam caranya, dari obat alternatif, hingga rumah sakit besar, tapi penyakitnya tak kunjung sembuh.

Hingga akhirnya, uang tabungan habis untuk berobat dan hanya tinggal sebidang tanah dan sebuah rumah yang tersisa. Dan itu tidak mungkin ia jual karena hanya itu satu-satunya peninggalan untuk anak dan istrinya.

Hingga akhirnya ia bermimpi ada seorang kakek datang dan memintanya untuk datang ke gunung Merapi jika ia mau sembuh.

Mahardika pun meminta izin dengan istrinya, dan berharap bisa sembuh jika ia berobat dengan kakek tersebut.

Hari berganti bulan, hingga akhirnya dia tahun berlalu. Kini Mahardika sudah sembuh total dan sehat kembali dan mendapatkan wasiat menjadi tabib.

Tapi saat ia pulang, alangkah terkejutnya dia. Karena rumah dan tanah itu sudah terjual, dan lebih sakitnya, anaknya ternyata di titipkan ke panti, sementara istrinya sudah menikah lagi.

Akhirnya ia membangun keh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8

Tak lama kemudian. Mereka akhirnya sampai di rumah lama mereka, rumah sederhana yang telah ditinggalkan selama hampir dua tahun sejak Mahardika pergi bertapa dan berobat ke Gunung Merapi.

Mahardika melihat ke sekeliling. Beberapa bagian dinding kayu rumah itu tampak sudah lapuk.

Sepetak tanah di samping rumah yang dulu ada Tanaman kopi dan cabai yang dulu rajin ia rawat dan tinggalkan untuk kebutuhan hidup anak dan istrinya sudah tak ada sisa lagi, berganti dengan semak belukar yang tumbuh liar dan tinggi.

"Tanah ini nanti akan kubersihkan dan kutanami dengan tanaman obat herbal," kata Mahardika dalam hati.

Mahardika berjalan mendekati pintu depan yang terkunci oleh sebuah gembok besi besar yang sudah berkarat.

"Selamat datang di rumah lama kita, Sayang," kata Mahardika penuh kehangatan.

Mahardika menggenggam gembok berkarat itu. Hanya dengan sekali, gembok besi itu terlepas dan hancur di tangannya.

Krek!

Mahardika mendorong pintu kayu yang berderit kasar itu dengan pelan.

 Begitu pintu terbuka, debi berterbangan.

Kondisi bagian dalam rumah itu sungguh mengenaskan.

Suasananya terlihat sangat lusuh, lemari baju kayu di sudut ruangan sudah miring dan hampir roboh.

Dan beberapa serta peralatan rumah tangga milik mereka tampaknya telah dicuri orang.

Mahardika mendudukkan Amel dengan perlahan di atas sebuah bangku kayu, lalu ia berjongkok di depan putri kecilnya itu.

"Sayang, enggak apa-apa, kan, kita tinggal di rumah ini? Hidup sederhana bersama Papa?" tanya Mahardika dengan lembut.

Amel mengangguk kepala pelan. "Iya, Pa... Amel enggak apa-apa kok, asal bisa terus sama Papa. Rumah ini banyak kenangan kita sama Papa," kata Amel mantap, kedua tangannya yang kecil menggenggam erat jari ayahnya.

Hati Mahardika tersentuh hangat mendengarnya.

 Ia berdiri tegak, menyingsingkan lengan bajunya seraya tersenyum lebar.

"Pintar anak Papa! Jadi hari ini, mari kita mulai membetulkan dan membersihkan rumah kita kembali agar layak dihuni!" seru Mahardika penuh semangat.

"Ayo, Pa! Amel mau bantu!" jawab Amel sambil tertawa gembira, melompat kecil dari bangkunya dengan wajah ceria yang sudah lama tak terlihat.

Dengan semangat baru, Mahardika langsung bergerak cepat.

Ia mengambil sapu, lalu menyapunya dengan cepat.

Ia mengalirkan energi murni, sehingga ia bisa menyapu dengan cepat.

 Lemari kayu yang hampir roboh ia tegakkan kembali dengan mudah, lalu ia perbaiki bagian engselnya yang rusak.

"Wah! Papa hebat banget! Kayak ada sihirnya!" seru Amel terkagum-kagum dengan mata berbinar lebar sambil bertepuk tangan gembira.

Mahardika tertawa renyah, merasa sangat bahagia melihat keceriaan yang kembali di wajah putrinya.

"Ini bukan sihir, Sayang. Ini hasil latihan Papa waktu berobat dulu. Nah, sekarang giliran Amel bantu Papa, ya!" kata Mahardika tersenyum.

"Siap, Kapt-en!" jawab Amel penuh semangat, memberikan hormat.

"Amel tolong lap meja kayu kecil ini pakai kain basah ya. Jangan yang berat-berat, biar Papa yang bereskan sisanya," ujar Mahardika lembut seraya menyerahkan selembar kain bersih yang sudah dibasahi air.

"Oke, Pa! Amel bakal bikin mejanya bersih kinclong!" dengan riang Amel mulai mengelap meja kecil itu dengan tekun.

Sementara Amel sibuk dengan tugas kecilnya, Mahardika melangkah ke pekarangan rumah.

Ia menatap semak belukar yang menutupi sepetak tanah milik mereka.

Dengan mata tembus pandangannya, ia mengamati struktur tanah yang ternyata masih sangat subur.

1
Wega Luna
asyik kak less punya novel baru 😍
Wega Luna
kok bisa kecolongan sih ,
Wega Luna
malu GK tuh malu dong🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Dewiendahsetiowati
yang bener namanya Lena,Rina atau Ningsih Thor?
less22: Ningsih🤣🤣
total 1 replies
Icha Arlita
ga pp miskin penyakit yg penting kan sehat masih hidup 🤪🤪
less22: kwkwk betul tuh🤣
total 1 replies
Wega Luna
bales gini dik"setidaknya tidak seperti mantan istriku yg rela membuang darah dagingnya sendiri demi menjadi simpanan pria pebinor seperti mu",,bales ka bales jgn lupa sindir tentang tanah ,atau perlu sindir"jangan jangan penyakit ku ini ulahmu yh Ningsih"
less22: nah iya🤣🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
tak sabar nunggu dika tlp baakoro
less22: kwkwkw iya tuh🤣
total 1 replies
Icha Arlita
ayo semangat Thor lagi seru ini 👍
less22: hahah, besok lagi🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
bagus thorr rupa x baskoro orang baik berati ada yg jahat pake nama x untung curang jg ttg tanah panti t4 amel dulu
Wega Luna
Baskoro itu suami kedua nya si Ningsih?
less22: bukan, tapi pemilik perusahaan besar. tapi Siska bekerja sama dengan baskoro, Ningsih dan suami barunya
total 1 replies
Wega Luna
jangan jangan yg membuat dia sakit dan meracuni panti yh Siska dan Ningsih serta keluarga barunya
less22: aamiin, ada buku baru lagi nih, mampir ya kak🥰
total 9 replies
Sarah
makin seru ceritanya
less22: wah Terima kasih, 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰 love you sekenlbon karet e orang
total 3 replies
Icha Arlita
ayo Mahardika di tolong biar tetangga kmu pada tau gimana hebat ny kamu sekarang👍
less22: asekkkk
total 1 replies
less22
okehh
Icha Arlita
ayo lanjut Thor 👍
less22: okehh
total 1 replies
TUAN AMIR
sambung lagi thor
Icha Arlita
seru pokok nya
less22: wahhh Terima kasih
total 1 replies
Icha Arlita
ayo sat set 🤭
Icha Arlita
lagi Thor 👍
less22: okehh
total 1 replies
Icha Arlita
zahen vino letisya itu sapa Thor kok jadi bingung sih 🤦
less22: aduuu, salah pula tadi🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!