NovelToon NovelToon
Suami Instanku Ternyata CEO Yang Ku Benci

Suami Instanku Ternyata CEO Yang Ku Benci

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: fikafiky

Pernikahan impian yang dibayangkan Naya berubah menjadi takdir nekad saat ia terpaksa naik ke pelaminan, menggantikan sang kakak yang kabur tepat sehari sebelum akad. demi menyelamatkan kehormatan keluarganya, Naya pasrah mengikat janji suci dengan pria asing yang bahkan tak pernah ia bayangkan.

Namun, kejutan sebenarnya baru dimulai saat tirai malam pertama tersingkap. Pria yang kini sah menjadi suaminya adalah Raka Mahendra—CEO dingin dan arogan yang pernah memanjatkan penderitaan di hidup Naya dengan memecatnya secara sesepihak di depan umum. Pernikahan atas dasar kesepakatan enam bulan pun dimulai dengan kebencian yang masih membakar dada.

Di tengah perang dingin satu atap, benteng pertahanan Raka perlahan runtuh. Sikap ketusnya berganti perhatian samar yang membuat hati Naya berdesir.
Bagaimana keseruan rumah tangga instan yang mereka jalani ??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fikafiky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tuduhan dimalam Pertama .

Raka tertawa dingin. Tawa yang sanggup membuat siapa pun yang mendengarnya merinding. "Oh ya? Bagus kalau begitu. Karena rasa benci kita sama. Aku pun sama sekali tidak sudi memiliki istri seorang wanita ceroboh, lancang, dan penipu seperti kamu."

Raka mencondongkan tubuhnya lebih dekat lagi, hingga jarak hidung mereka hanya terpisah beberapa sentimeter. Naya bisa melihat pantulan dirinya di sepasang manik mata hitam milik Raka yang berkilat tajam.

"Tahu apa konsekuensi dari tindakan konyol keluargamu ini?" bisik Raka lambat-lambat. "Aku bisa membatalkan pernikahan ini sekarang juga. Aku bisa menyuruh pengacaraku menyeret ibumu dan ayahmu yang sakit-sakitan itu ke jalur hukum malam ini juga atas tuduhan penipuan materiil dan imateriil. Kamu tahu berapa kerugian yang harus keluargamu ganti? Milyaran, Naya. Milyaran rupiah yang tidak akan pernah bisa kamu lunasi bahkan jika kamu menjual seluruh organ tubuhmu!"

Ancaman itu menghantam Naya bagaikan hantaman gada besi. Kata 'milyaran' dan ancaman hukuman untuk orang tuanya membuat seluruh keberanian Naya runtuh seketika. Tubuhnya bergetar hebat. Air mata yang tadinya ditahan kini menetes membasahi pipinya, meninggalkan jejak hangat di kulitnya yang pucat.

"T-tolong ... jangan Ayah saya ..." suara Naya menciut, berubah menjadi bisikan memohon yang menyedihkan. "Ayah saya tidak tahu apa-apa, Pak Raka. Ayah saya sedang terbaring di rumah sakit ... Tolong, jangan seret Ayah ..."

Melihat air mata Naya yang jatuh dan mendengar nada suaranya yang memelas, ada sesuatu yang berdesir aneh di dalam dada Raka. Kilatan amarah di matanya mendadak tertahan sejenak. Pria itu menatap bulu mata Naya yang basah dan bibirnya yang bergetar menahan tangis. Namun dengan cepat, Raka menepis perasaan asing itu dan mengembalikan topeng dinginnya.

Raka menarik tubuhnya menjauh, mengakhiri kurungan intim di antara mereka. Pria itu berjalan menuju sofa kulit panjang di dekat jendela kaca besar yang menampilkan pemandangan gemerlap lampu kota di malam hari. Ia mendudukkan dirinya di sana, menyilangkan kaki dengan gaya angkuh seorang penguasa.

"Aku tidak suka membuang waktu untuk drama menyedihkan seperti ini," ujar Raka dingin seraya melirik jam tangan mewahnya. "Membatalkan pernikahan ini malam ini hanya akan membuat berita skandal besar di media massa dan merusak saham Mahendra Group besok pagi. Nenekku yang sedang berlibur di luar negeri juga baru saja menelepon dan mengucapkan selamat. Aku tidak bisa membuat kondisinya memburuk karena berita penipuan ini."

Naya menyapu air matanya dengan punggung tangan, menatap Raka dengan sisa-sisa harapannya. "Maksud Pak Raka?"

Raka menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa, memandang Naya dengan tatapan kalkulatif seorang pengusaha.

"Kita jalani pernikahan palsu ini," kata Raka tegas. "Tapi hanya untuk enam bulan."

"Enam bulan?" ulang Naya kebingungan.

"Ya. Enam bulan," tegas Raka. "Dalam enam bulan ini, kamu harus berakting sempurna sebagai istriku di depan publik, media, dan terutama keluarga besarku. Tidak boleh ada satu orang pun yang tahu bahwa pengantin wanita ini telah ditukar, apalagi fakta bahwa kamu adalah mantan stafku yang aku pecat."

Raka menegakkan duduknya, menatap Naya dengan pandangan penuh syarat. "Setelah enam bulan berlalu, kita akan mengumumkan perceraian secara diam-diam dengan alasan 'tidak ada kecocokan'. Setelah itu, kamu bebas pergi dari hidupku, dan aku akan menganggap seluruh utang biaya perawatan ayahmu lulus secara cuma-cuma. Anggap saja itu honorarium atas aktingmu selama enam bulan."

Naya mencerna setiap kata yang keluar dari mulut bosnya itu. Pernikahan kontrak selama enam bulan demi menyelamatkan keluarganya dari kehancuran finansial dan hukum. Itu adalah penawaran yang teramat sangat mahal, namun Naya tahu ia tidak memiliki kartu lain untuk tawar-menawar.

"Dan ada beberapa aturan main yang harus kamu patuhi selama menjadi istri kontrakku," lanjut Raka dengan nada dingin tanpa kompromi. "Pertama, jangan pernah campuri urusan pribadiku. Kedua, jangan pernah berharap hubungan suami-istri yang sebenarnya di antara kita. Dan yang paling penting ... poin ketiga ..."

Raka bangkit dari sofa, berjalan melangkah mendekati Naya yang masih berdiri gemetar di samping tempat tidur. Pria itu menundukkan sedikit kepalanya, menatap lurus ke dalam mata Naya dengan pandangan yang sarat akan peringatan keras.

"...jangan pernah sekali-kali bermimpi untuk jatuh cinta padaku. Karena sampai kapan pun, kamu hanyalah wanita penipu yang terpaksa aku tampung di rumahku."

Kata-kata itu terucap begitu tajam, menancap tepat di hati Naya. Namun rasa sakit itu justru membangkitkan kembali harga diri Naya yang sempat terinjak-injak. Naya mengusap sisa air mata di pipinya, lalu mendongak menatap Raka dengan tatapan yang tak kalah dingin.

"Anda tidak perlu khawatir, Pak Raka Mahendra yang terhormat," sahut Naya dengan nada ketus dan tajam. "Saya lebih sudi jatuh cinta pada batu jalanan daripada harus menyukai pria arogan dan tidak berhati seperti Anda. Enam bulan. Saya terima kesepakatan konyol ini."

Raka mengangkat sebelah alisnya, sedikit terkejut dengan keberanian dan ketegasan wanita di hadapannya. Sebuah sunggingan senyum tipis yang sarat akan keangkuhan muncul di sudut bibir pria itu.

"Bagus," kata Raka singkat. Pria itu kemudian meraih bantal dan selimut ekstra dari atas almari besar, lalu melemparkannya begitu saja ke arah sofa kulit di dekat jendela.

"Malam ini kamu tidur di sofa," ucap Raka santai tanpa rasa bersalah sedikit pun sambil berjalan menuju tempat tidur berukuran king size yang empuk dan luas.

"Tempat tidur ini terlalu sempit untuk dibagi dengan seorang penipu."

Naya melotot tidak percaya. "Apa?! Anda menyuruh saya tidur di sofa dengan gaun pengantin seberat ini?!"

Raka sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, membelakangi Naya dan menarik selimut tebalnya hingga ke dada. "Bukan urusanku. Buka sendiri gaunmu kalau merasa berat. Jangan coba-coba naik ke tempat tidur ini kalau kamu tidak mau aku membatalkan perjanjian kita detik ini juga."

Naya mengepalkan kedua tangannya, memaki pria itu setengah mati dalam hatinya. Pria iblis! Pria paling tidak sopan dan menyebalkan di seluruh muka bumi!

Dengan bersungut-sungut dan amarah yang meluap-luap, Naya berjalan menghampiri sofa kulit yang dingin itu. Ia melepas sepatu hak tingginya secara kasar dan melemparnya ke lantai. Dengan bersusah payah karena ritsleting belakang gaunnya yang sulit dijangkau, Naya meratapi nasibnya yang harus meringkuk di atas sofa dengan gaun pengantin yang kaku.

Malam pertama yang seharusnya penuh dengan bunga-bunga kebahagiaan justru berubah menjadi medan perang dingin yang penuh dengan dendam dan kebencian. Naya menatap langit-langit kamar dengan mata yang membara, bersumpah dalam hati bahwa ia akan melewati enam bulan neraka ini dan segera keluar dari kehidupan Raka Mahendra selamanya.

Namun di balik kegelapan kamar, Raka yang berbaring membelakanginya justru memikirkan hal lain. Pria itu membuka matanya, menatap bayangan pantulan Naya di kaca jendela. Ada sesuatu tentang keberanian dan tatapan mata wanita itu yang diam-diam menyisakan teka-teki aneh di pikiran sang CEO.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!