NovelToon NovelToon
Kekasihku Seorang Intel Dan COO

Kekasihku Seorang Intel Dan COO

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Lusia Irene seorang dokter yang sedang sekolah spesialis onkologi di salah satu rumah sakit polisi. Karena dokter pembinanya adalah seorang polisi. Di usianya yang sudah dua puluh tujuh tahun Lusia belum perna membuka hatinya buat hadirnya seorang laki - laki. Karena traumanya atas rumah tangga orangtuanya yang berpisah karena adanya orang ketiga. Papanya berselingkuh di usianya sudah enam belas tahun. Apakah Lusia Irene bisa merasakan cinta hadir di kehidupannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Jahat

Urusan wisuda spesialisnya sudah rampung. Bulan depan dia akan resmi menjadi dokter spesialis onkologi. Sekarang ini, Lusi hanya membantu dokter Agustinus Wiratman di poli onkologi rumah sakit Bhayangkari. Dan Gio dan Lusi sudah satu bulan masa pacarannya. Lusi sangat diratukan oleh Gio. Hubungan Gio dan Lusi sudah satu bulan. Dan dokter Lydia mengetahui kalau Gio laki - laki yang dia cintai pacaran dengan dokter Lusi Irene.

Besok pernikahan dokter Agustinus dan dokter Desy. Kain yang diberi mereka untuk Lusi menjadi pagar ayu, sudah jadi baju yang cantik. Gio dan Lusi sudah dari butik mengambil bajunya Lusi juga jas yang akan digunakan oleh Gio sebagai saksi nikah Agustinus dan Desy sahabatnya. Gio mewakili Agus sedangkan yang menjadi saksi mewakili Desy, Gio tidak tahu. Latihan gladi resik sudah dilakukan. Ternyata dokter Lydia yang menjadi saksi bagi pernikahan Desy sahabatnya.

Lusi menemani Gio pacarnya hadir di acara pemberkatan. Sebenarnya tugas sebagai pagar ayu akan dilakukan jam tujuh malam. Namun pagi ini di gereja Gio mau Lusi menemaninya. Lusi mengunakan dress putih gading pendek diatas lutut. Waktu masuk gereja Gio mengandeng tangan kekasihnya duduk di kursi paling depan. Sudah ada dokter Lydia dengan menggunakan dress berwarna pink.

Pemberkatan terjadi dan saatnya nikah catatan sipil dimana Gio dan Lydia harus menjadi saksi pernikahan dua sahabat mereka. Tiba sesi foto. Lydia dan Gio foto bersama pengantin. Kemudian atas permintaan Gio dan Agus, Lusi pun foto bersama Gio dan pengantin.

"Kamu cantik Lus."

"Terima kasih dokter."

"Biasa aja. Matamu des gangguan." Lusi mendengar, namun dia masa bodoh.

Acara dilanjutkan di hotel. Gio sudah menyewa satu kamar khusus buat Lusi. Agar dia tidak terlambat menjalankan tugas sebagai pagar ayu. Make up hanya di poles sedikit, Lusi sudah menggunakan dress pinknya. Begitu juga dengan Gio menggunakan jas pinknya. Di pihak laki - laki ada Nico juga. Sesuai gladi resik Gio dan Lydia akan lebih dahulu masuk. Baru pagar - pagar pengantin lainnya. Lusi kebagian pasangan dengan Niko. Namun oleh Gio, nanti Niko akan masuk bersama Lydia dan Gio terakhir bersama Lusi kekasihnya. Bertukar posisi pada acara resepsi ini.

"Bucin amat sampai takut kehilangan." Lydia menggerutu. Harapan bisa diperkenalkan pagar - pagar ayunya berpasangan dengan Gio kandas, dia harus berpasangan dengan Niko sahabat mereka.

Memang terlihat Gio sangat bucin dan posesif kepada Lusi. Gio dikenal tidak perna kasar kepada perempuan. Waktu tahu, Lydia putus dengan Gio, karena Zero semua teman - teman mereka menyayangkan perbuatan Lydia.

Sampai saat ini, Lusi tidak perna tahu siapa itu Lydia sebenarnya, kenapa dia selalu jutek kepadanya, yang dia tahu Lydia itu adalah sahabatnya dokter Desy dan teman sekolah Gio kekasihnya, Niko dan mentornya dokter Agus.

Hubungan Gio dan Lusi berjalan baik - baik saja. Lusi bahkan sudah di ajak jalan - jalan dengan kakaknya Gio, Kak Rahel Abraham belanja. Sering Lusi mendapat rembesan juga dari jalan - jalannya. Sepatu baru, tas baru, bahkan bisa juga baju baru. Lusi juga sudah dikenalkan kepada suaminya yang juga seorang dokter bedah saraf dan anaknya kak Rahel, Kellen Andreas Lemo.

Gio baru pulang menjalankan misinya. Selama Gio di luar kota, Lusi sering diajak Kak Rahel. Bahkan perna nginap dirumah. Lusi sangat disayangi mami Hany. Kalau bermalam di rumah keluarga Abraham, Lusi selalu tidur bersama maminya Gio.

Hari ini, Gio mendapat informasi bahwa orangtua Lydia, papanya Lydia meninggal. Lydia itu anak kesayangan papanya. Dan saat ini Gio meminta ijin kepada Lusi untuk melayat ke Bogor ke rumah orangtua Lydia. Bukan Gio sendiri ada Agus, Desy dan juga Niko. Mereka berangkat berempat kesana. Lusy tidak bisa ikut karena dia ada sibuk urusan wisuda spesialisnya dua hari lagi.

Sayang diwisuda kali ini mamanya tidak bisa datang karena ada orangtua mama meninggal di kampung. Otomatis mama dan adik - adiknya harus pulang kampung. Lusi juga sudah diberitahu. Dan rencana waktu itu Lusi hanya wisuda nama saja. Orangnya tidak ada. Namun mama dan tante - tantenya menjelaskan akhirnya Lusi tetap di Jakarta untuk wisuda strata duanya atau spesialisnya.

Di Bogor, selesai pemakaman, Lydia masih manja kepada Gio. Sebenarnya Gio melakukan ini karena menganggap Lydia temannya. Dia tidak punya perasaan apa pun. Namun tingkah Lydia menurut Agus dan Niko juga Desy terlalu berlebihan.

"Untung Lusi tidak ikut."

"Iya lagi sibuk dengan urusan wisudanya lusa."

Wisuda dokter Lusia Irene, Sp.B(K) Onk. Lusi ditemani oleh Gio Abraham kekasihnya. Hasil pembicaraan Gio dan Lusi meminta Lusi untuk bekerja di Jakarta. Namun Lusi masih belum memutuskan dia masih mau pulang ke Papua atau liburan dulu sebelum bekerja. Dia sudah memasukan lamaran ke rumah sakit Siloam dan rumah sakit Bhayangkari.

Lusi sementara liburan ke Korea. Ini sudah menjadi keinginannya sebelum dia bekerja di rumah - rumah sakit yang dia lamar, yang mana yang menerima keahliannya. Sudah pasti direktur rumah sakit Siloam, dokter Hany Juliana menerima lamaran dokter Lusia Irene seorang spesialis bedah onkologi. Bukan karena pacar anaknya Gio Abraham, namun memang rumah sakit membutuhkan tenaga spesialis itu untuk pelayanan.

Satu minggu liburan Lusi ke Korea, di manfaatkan Lydia untuk merusak hubungan Gio dan Lusi. Dia yang kehilangan kembali memanfaatkan kesempatan ini. Karena dia tahu, watak Gio. Dia itu perhatian dan peduli dengan temannya yang sakit atau sedih.

Kesedihan yang dia alami, dan kesehatannya yang drop dimanfaatkan untuk mencari perhatian Gio. Dia meminta Gio datang ke kosannya. Gio yang perhatian dan peduli waktu dihubungi Lydia langsung menemuinya. Gio tidak tahu, bahwa ini jebakan yang Lydia buat. Dia merekam semua yang di lakukan oleh Gio di kosan Lydia. Dan rekaman itu di kirim ke Lusi menggunakan nomor rahasia. Bukan hanya itu, foto - foto mesra Lydia dan Gio yang sudah lama juga di kirim.

"Ka Des aku bisa bertanya."

"Soal apa."

"Bisa di jawab jujur kak."

"Oke."

"Apa benar Mas Gio dan dokter Lydia perna pacaran."

"Kamu dapat berita ini dari mana."

"Kak bisa jawab jujur."

"Iya mereka perna pacaran. Tetapi...."

"Terima kasih kak." Lusi sudah memutuskan hubungan telepon. Tanpa mendengar penjelasan lebih lanjut. Ternyata Lusi menghubungi Gio yang masih di kosan Lydia karena menolongnya yang lagi sakit.

"Mas dimana." Begitu mengetahui vidio call dari Lusi kekasihnya, Gio sudah berada di luar kos. Ada di kosan teman dek.

"Kak Niko??" Belum sempat Gio menjawab, Lydia keluar dan tampak pada layar handphonenya dan bersandar pada pundak Gio.

"Ooo mas lagi sibuk ya. Maaf ya." Lusi sudah memutuskan hubungan telepon. Langsung di blokir nomornya Gio.

"Kamu sengaja ya Ly memanfaatkan keadaan."

"Aku itu masih mencintai kamu."

"Biarpun Lusi memutusku, sampai kapan pun aku tetap mencintai dia dan mengusahakannya. Ingat itu. Aku menyesal kenal kamu. Ingat anggap saja kita tidak perna kenal." Gio sudah meninggalkan kosan Lydia, dan dia langsung menghubungi Lusi, namun handphonenya tidak aktif.

Desy memberitahukan tentang Lusi yang menanyakan hubungan kamu dengan Lydia kepada Gio, yang saat ini sedang berada di rumah pasangan suami istri baru ini.

"Berarti ada sesuatu yang Lydia kirim ke Lusi."

"Bisa jadi. Sayang coba kamu telepon Lydia tanyakan. Dia ngak mungkin berbohong."

"Kalau aku telepon pasti dia curiga. Aku kosannya saja."

Lydia memang sakit badannya panas. Yang Desy heran kenapa harus Gio yang dia hubungi bukan dirinya. Namun dari cerita Lydia bahwa dia masih mencintai Gio, dari perhatian Gio waktu papanya meninggal itu, Lydia menilai bahwa Gio masih sayang kepadanya.

"Gio dari dulu, dari jaman sekolah dia orangnya perhatian dan peduli. Bukan buat kamu saja, buat semua teman - temannya."

Akhirnya Desy tahu, bahwa Gio sengaja di jebak olehnya dan dia mengirim vidio kebersamaan Gio dengannya juga foto masa lalunya. Kepada Lusi.

"Kamu jahat Ly."

"Kamu tahu Des, aku sakit hati melihat kebersamaan mereka. Aku masih mencintai Gio."

"Kamu tahu sendiri kenapa sampai Gio memutuskanmu. Kamu yang tidak setia. Padahal Kamu tahukan dulu Gio sangat meratukan kamu."

"Aku mau berubah Des. Sampaikan pada Gio."

"Kamu menyakiti dia Ly. Sekarang dia sedang berjuang agar hati dan perasaan Lusi tidak menghilang kepadanya." Desy langsung meninggalkan kosan Lydia. Dia sangat marah dengan sikap Lydia.

1
r111
lanjut
Ceisye: ok. terima kasih sudah membaca karyaku. kritik dan sarannya silahkan🙏🙏🙏
total 1 replies
serana
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!