NovelToon NovelToon
Sistem Kasino Realitas

Sistem Kasino Realitas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: ViNZ idk

Jarinya dipotong. Adiknya mati. Tabungannya dirampas.

Dibuang seperti bangkai oleh bos kasino tempatnya mengabdi selama lima tahun, mantan bandar bernama Sora membangkitkan satu-satunya senjata yang tersisa yakni sistem yang memanipulasi probabilitas kenyataan.

Pisau yang harusnya menancap di dada? 0,01% peluang kena. Brankas yang harusnya terkunci rapat? 99,99% terbuka. Sekarang, meja taruhan sudah terbalik. Dan rumah kasino yang selalu menang akan ia beli sendiri.


Peringatan Konten: Cerita ini mengandung kekerasan fisik ekstrem, adegan penyiksaan berdarah, tema kriminalitas (judi, pemerasan, pencucian uang), trauma psikologis gelap, serta bahasa kasar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ViNZ idk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Bau solar basi bercampur sangit elektroda las memenuhi udara lembap di tepian kanal Pesisir Tiram. Di antara dua tongkang karatan yang kandas di lumpur pasang, berdiri gubuk bengkel beratap seng gelombang dengan dinding anyaman bambu yang menghitam oleh jelaga knalpot.

Di dalam bengkel, pijaran api las biru keputihan memercik liar ke lantai tanah yang becek oleh ceceran oli bekas. Suara palu godam menghantam plat besi tebal berdentang keras, menenggelamkan deburan ombak muara di kejauhan.

Sora melangkah masuk melewati deretan blok mesin genset tua yang tergeletak tanpa penutup. Tangan kirinya yang buntung ia benamkan santai ke saku jaket parka, sementara matanya mengamati pria kurus berotot liat yang sedang membungkuk di depan dinamo generator kapal.

Pria itu mengenakan kaus kutang putih yang sudah berubah warna menjadi kelabu berminyak dan celana jins robek di kedua lutut. Sebuah tusuk gigi kayu terselip di sudut bibirnya, bergoyang pelan mengikuti kunyahan tembakau sirih. Kedua tangannya yang tebal oleh kapalan dan noda oli tampak cekatan memutar kunci soket di sela kabel tembaga dinamo.

Gani. Tiga puluh lima tahun. Mantan kepala mekanik pemeliharaan mesin Kasino Ruko Tiga Naga yang dipecat enam bulan lalu tanpa pesangon sepeser pun.

“Bengkel tutup, Bos,” kata Gani tanpa mengangkat kepala dari baut dinamo. “Kalau mau servis pompa alkon, bawa besok pagi. Tangan saya pegal abis bongkar transmisi tongkang.”

“Aku gak bawa pompa air, Bang,” sahut Sora pelan.

Gerakan tangan Gani yang sedang memutar kunci soket mendadak terhenti. Tusuk gigi di bibirnya berhenti bergoyang.

Secara perlahan, pria berkulit legam itu menegakkan punggungnya, lalu berbalik menghadap ke arah pintu masuk. Matanya memicing saat melihat sosok Sora di bawah keremangan lampu pijar bengkel.

Pandangan Gani meluncur dari topi pet lusuh Sora, turun ke bekas jahitan di pelipisnya, lalu berhenti tepat pada lengan kiri pemuda itu yang tersembunyi di saku jaket.

“Sora?” bisik Gani, suaranya parau.

Gani meletakkan kunci soket ke atas drum oli bekas dengan bunyi klang yang gugup. Matanya melirik awas ke arah jalan setapak di luar bengkel, seolah menduga ada rombongan anak buah Rusli yang sedang mengintai di balik tongkang karatan.

“Kamu… kamu beneran masih napas?” tanya Gani seraya melangkah mundur setengah tindak. Tangannya menyambar sebatang pipa besi dari tumpukan rongsokan di samping kakinya. “Orang-orang pasar loak bilang kamu udah dilempar Rusli ke muara bareng karung goni!”

“Kabar di pasar selalu berlebihan, Bang,” kata Sora tenang, melangkah mendekat lalu berhenti di depan meja kerja kayu lapuk yang dipenuhi obeng dan tang jepit. “Rusli cuma potong satu jari.”

Sora menarik tangan kirinya keluar dari saku jaket, memperlihatkan balutan perban hitam Dok Han yang membungkus rapat pangkal kelingkingnya yang hilang.

Napas Gani tercekat pendek. Jakunnya yang menonjol bergerak kaku menatap luka itu.

“Gila…” gumam Gani seraya mengibaskan tangan. “Gila kamu, Sor. Kalau Rusli tahu kamu masih keliaran di pesisir ini, dia bakal datang lagi buat penggal lehermu! Dan siapa pun yang dekat sama kamu bakal diseret ke gudang basah! Pergi, Sor. Jangan bawa sial ke lapak rongsokan saya.”

“Aku butuh keahlianmu, Bang,” potong Sora datar, tidak terpengaruh oleh kepanikan mekanik tua itu. “Kita bongkar regulator magnetik meja rolet nomor tiga di ruko Tiga Naga.”

Mendengar kata “meja rolet nomor tiga”, pipa besi di tangan Gani seketika bergetar pelan.

“Meja nomor tiga?” Gani mendengus, nada suaranya campur aduk antara cemoohan dan rasa gentar. “Kamu mau bunuh diri silakan terjun dari jembatan tol, Sor! Jangan ajak-ajak saya! Regulator itu… dinamo stator di bawah meja itu saya sendiri yang rakit tiga tahun lalu atas suruhan Jerry. Dilapisi plat baja lima milimeter dan kabelnya disolder langsung ke jalur sekring basement. Sekali disentuh serampangan, alarm ruko bakal melolong bikin geger seisi distrik!”

Gani melempar pipa besinya ke tumpukan plat seng dengan bunyi berdentang memekakkan telinga. Ia mencabut tusuk gigi dari bibirnya, lalu menudingkan telunjuknya yang berminyak ke dada Sora.

“Saya cuma tukang las, Sor. Saya punya dua anak kecil yang butuh makan tiap hari di kampung. Jerry itu licik, dan Rusli itu algojo yang gak punya nurani! Saya gak mau leher saya putus cuma gara-gara nekatnya anak muda yang gak tahu diri kayak kamu!”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!