NovelToon NovelToon
Bulan Merah Dari Timur

Bulan Merah Dari Timur

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Epik Petualangan
Popularitas:446
Nilai: 5
Nama Author: Biruwarna

Ketika bulan merah muncul di langit Timur, dua saudara kembar terlahir kembali membawa kekuatan yang seharusnya tidak pernah kembali ke dunia.

Yang satu dingin dan lebih suka diam. Yang satunya galak, mageran, sombong seenaknya, dan paling malas menunjukkan kekuatannya—sampai-sampai orang di sekitarnya sering dibuat tepok jidat. Namun di balik sikap mereka yang menyebalkan, keduanya menyimpan hati yang jauh lebih baik daripada yang terlihat.

Di tengah kerajaan yang dipenuhi keindahan, sihir, dan makhluk-makhluk gaib, kemunculan mereka perlahan membangunkan sesuatu yang telah lama tertidur.

Sebab kelahiran kembali mereka bukanlah kebetulan.

Dan ketika bulan merah kembali bersinar, kekacauan dari masa lalu mulai menagih sesuatu yang pernah hilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biruwarna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29 : Drum Cuma Basi

"Hei, Kakek Iblis Jelek bermata tiga!" suara cempreng Yui tiba-tiba memecah keheningan koridor penjara bawah tanah yang baru saja reda.

Ba Mofeng yang baru saja hendak melangkah pergi langsung menghentikan langkahnya. Tiga mata merahnya berkedip-kedip menahan urat sabar yang nyaris putus menjadi serpihan. Ia berbalik perlahan dengan gerakan kaku, menatap tajam ke arah sel Yui sambil menggertakkan giginya.

"Apa lagi, Bocah Setan?! Mau minta saus sambal ekstra, hah?!"

"Bukan soal saus!" Yui menunjuk ke arah sel di sebelahnya dengan ekspresi jijik yang dibuat-buat, bibirnya mengerucut.

"Bisa tidak, tolong pindahkan tiga ekor babi hutan bau kotoran kuda ini ke kandang lain? Oksigen di sel mewahku ini jadi tercemar berat! Aku hampir keracunan amonia! Kepala mereka bertiga itu bentuknya mirip pantat panci gosong, sungguh merusak estetika tempat tinggalku!"

Wang Jian langsung mendengus murka, melompat dari tumpukan jerami dan mencengkeram jeruji besi dengan erat.

"Kurang ajar! Kau yang mirip panci gosong, Shen Rui! Kapan rasanya aku ingin merobek mulut lancangmu itu sampai menjadi serpihan kain!"

"Coba saja kalau tanganmu sampai, Tuan Muda Cacing!" balas Yui tanpa rasa takut sedikit pun, menjulurkan lidahnya panjang-panjang. "Dasar pengikut setia yang tidak tahu diuntung! Sudah kubilang jangan ikut-ikutan merangkak masuk penjara, malah menangis-nangis minta sebungkus selimut di sebelahku!"

"Siapa yang menangis, hah?!" Li Mo ikut berteriak tak terima, wajahnya memerah padam menahan malu yang luar biasa di hadapan musuh bebuyutannya. "Kau yang dari tadi pagi merengek minta pulang sambil memanggil-manggil ibumu!"

"Eh, enak saja! Aku itu sedang akting mendalami peran sebagai tahanan tertindas agar Kakek Jelek ini iba!" kilah Yui membela diri dengan wajah tanpa dosa.

Ba Mofeng memijat pelipisnya yang berdenyut hebat, merasa kepalanya mau meledak seketika. Ia menatap tajam ke arah Wang Jian, Li Mo, dan Zhao Qi dengan tatapan penuh ancaman maut.

"Dan kalian bertiga! Berisik sekali! Kalau kalian masih membantah atau ribut sedetik saja, aku tidak jadi memanggang kalian sekarang..."

Mata Wang Jian berbinar penuh harap, melupakan sejenak rasa sakit di sekujur tubuhnya.

"A-apa tuan mau melepaskan kami?!"

"Bukan!" sambung Ba Mofeng dengan seringai mengerikan yang memperlihatkan gading asimetrisnya.

"Kalian bertiga itu terlalu kurus, alot, dan bau kotoran kuda! Daging kalian sama sekali tidak layak dikonsumsi oleh Raja! Tapi jangan khawatir, aku sudah memerintahkan koki dapur untuk merendam kalian di dalam drum cuka basi dan merokok kalian selama tiga minggu penuh sampai badan kalian gendut, empuk, dan bebas bau kotoran! Setelah itu baru kita sate bersama-sama!"

Wajah Wang Jian, Li Mo, dan Zhao Qi seketika pucat pasi bagaikan mayat hidup yang baru saja disambar petir.

"DIRENDAM CUKA DAN DIASAP SELAMA TIGA MINGGU?! TIDAK MAU! KAMI BELUM MAU JADI IKAN ASIN, TUAN IBLIS!" jerit Zhao Qi histeris, langsung pingsan di tempat dan mencium lantai jerami.

Tawa Yui meledak sejadi-jadinya, berguling-guling di atas tumpukan jerami saking lucunya pemandangan menyedihkan itu.

"Hahaha! Mampus kalian! Rasakan tuh jadi menu kuliner rendaman cuka siluman! Jangan lupa titip salam sama cacing tanah di dalam drum ya!"

"Diam kau, Setan Kecil!" bentak Ba Mofeng kesal setengah mati, lalu melenggang pergi meninggalkan ruangan bawah tanah karena sudah tidak tahan lagi menghadapi kegilaan mereka berempat.

Tepat saat Ba Mofeng menghilang di tikungan koridor yang gelap, suara langkah kaki pelan dan ragu-ragu terdengar mendekat. Dua sosok dayang istana berjalan pelan membawa nampan besar berisi makanan hangat.

"Makanan tahanan datang," bisik suara yang sangat akrab di telinga Yui.

Yui yang tadinya masih nyengir mengejek langsung tertegun. Ia mendongak cepat. Di balik kerudung kain dayang itu, sepasang mata tajam milik Shen Yuan menatapnya dengan penuh kejengkelan yang amat sangat. Di sebelah Yuan, Lin Yue membuka sedikit kerudungnya dan tersenyum lega.

"Kak... Kak Yuan?!" seru Yui tanpa sadar, suaranya melengking tinggi memenuhi penjara bawah tanah. "Kok bisa ada di sini?! Kau mau ikut jadi sate juga?!"

Mendengar nama 'Kak Yuan' disebut dengan jelas, Wang Jian, Li Mo, dan Zhao Qi yang tadinya nyaris pingsan langsung tersentak bangkit dari lantai.

"Shen Yuan?! Anak desa itu juga tertangkap?!" pekik Li Mo kaget, menempelkan wajahnya di jeruji besi. "Wah, keluarga kalian memang keluarga paling bodoh di dunia! Datang ke sarang iblis sengaja minta diantar ke tukang jagal! Aku pikir kau sudah dimakan siluman kuda"

"Tutup mulut kalian, tiga ekor babi!" desis Yuan dingin, melotot tajam ke arah sel sebelah hingga Wang Jian langsung ciut merinding. Yuan beralih menatap adiknya dengan tatapan membunuh.

"Kau ya... sengaja bikin aku jantungan setengah mati di luar, eh pas sampai di sini kau malah pesta paha kalkun dan mengejek Raja Iblis?!"

Yui nyengir tanpa dosa, menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. "Hehe... maaf, Kak. Aku kan cuma mengetes mental si Kakek Jelek itu. Tapi baguslah kalian datang! Cepat buka kuncinya, aku sudah bosan dengerin ketiga orang stres di sebelahku ini merengek bau tai kuda!"

"Bertahanlah sebentar, kami sedang menyusun strategi untuk menghancurkan sihir jeruji ini," bisik Lin Yue sambil meletakkan nampan makanan lewat celah bawah pintu sel dengan sangat hati-hati.

"Kalian makanlah dulu untuk memulihkan tenaga kalian."

Sementara itu di luar istana, tepat di tengah pelataran batu hitam yang dikelilingi kabut beracun pekat, Raja Shen Tianyi sedang bergerak sangat lincah. Pria paruh baya itu sudah menanggalkan jubah naganya, kini mengenakan jubah tempur hitam legam tanpa atribut kekaisaran. Di hadapannya, tiga siluman jenderal tingkat tinggi mengaum buas, mengayunkan gada raksasa dan kapak bermata dua dengan kecepatan angin puyuh.

BARRR! PRAGH!

Tianyi melompat ringan di udara menggunakan ilmu meringankan tubuh tingkat dewa, Langkah Bayangan Naga. Pedang pusaka di tangannya berkelebat memancarkan cahaya keemasan murni. Setiap ayunannya menciptakan gelombang Qi yang mampu membelah batu karang menjadi dua bagian dengan mudah.

"Manusia keparat! Berani-beraninya menyusup ke wilayah suci Raja Iblis!" geram siluman jenderal bertanduk domba, mengayunkan gadanya menghantam tanah hingga berlubang.

Tianyi menghindari hantaman itu dengan anggun, lalu melompat memutar di atas udara.

"Kalian yang menantang maut dengan menculik anakku!" teriak Tianyi penuh murka. Dengan satu tebasan horizontal, pendaran pedang emasnya melesat telak, menebas ketiga siluman jenderal itu hingga terpental bersamaan dan ambruk tak bernyawa ke tanah.

Tepat saat Tianyi mendarat dengan napas sedikit terengah, suara tepukan tangan yang elegan terdengar dari balik pilar batu besar di dekatnya.

"Luar biasa... Gerakan pedang yang sangat mematikan, Yang Mulia. Hamba benar-benar terpesona," suara lembut yang sangat feminin menggema memecah sunyi.

Tianyi menoleh dengan cepat, pedangnya siap siaga membunuh. Matanya membelalak melihat Selir Agung Yao keluar dari balik bayangan, mengenakan jubah merah menyala dengan pedang terhunus di tangan, tersenyum manis penuh kemenangan.

"Selir Yao?! Sedang apa kau di sini?! Siapa yang menyuruhmu mengikutiku sampai ke tempat berbahaya ini?!" bentak Tianyi marah.

"Hamba hanya mengkhawatirkan keselamatan Anda, Tuanku," jawab Selir Yao melangkah mendekat dengan gemulai, menatap Tianyi penuh pujaan.

"Anda tahu betul Hutan Kematian ini dipenuhi siluman haus darah. Berdua bersama hamba, kita akan jauh lebih cepat menemukan kedua pangeran."

Tianyi mengetatkan rahangnya. Sebelum ia sempat mengusir wanita itu kembali ke istana, suara raungan gemuruh kembali mengguncang tanah Hutan Kematian, jauh lebih keras dari sebelumnya. Pertarungan yang sebenarnya baru saja akan dimulai, dan rahasia besar kekaisaran kini berada di ambang kehancuran total.

1
Tai
kapan selesai nya pakai sikat gigi😭
Tai
cukup aku tertawa 😭
Tai
yuan tega🤣
Tai
Rui😭😭😭
Tai
bisa bisanya 😭dasar anak nakal
Tai
ngakak membayangkan nya😭
Tai
😭😭😭
Tai
aku membayangkan perannya anak sd😭
Tai
iya es buah emang enak Rui 😭
Tai
ada es buah juga 😭
Biru
🤭
Tai
gara gara lucu,😭
Tai
pink
Tai
suka pertama 😭
Tai
panik sendiri jadinya🤣
Tai
ngakak bagian ini😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!