NovelToon NovelToon
Cinta Kontrak 2 Bos Dominan

Cinta Kontrak 2 Bos Dominan

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jifa Flora Dewi

Demi kompensasi bernilai fantastis, Azahra Aletta nekat melakukan sandiwara berbahaya: menandatangani dua kontrak pacar pura-pura secara bersamaan. Kontrak pertama datang dari Ethan Austin, pria dingin yang ia temui di ajang pencarian jodoh demi memenuhi syarat warisan keluarga. Namun, baru satu minggu berjalan, James Daniel—CEO otoriter sekaligus bos besar di tempat kerjanya—turut menuntut Azahra menjadi kekasih palsunya untuk menghindari perjodohan bisnis. Tergiur bayaran ganda, Azahra nekat bermain kucing-kucingan di balik layar.


Rencana sempurnanya hancur berantakan ketika rahasia tersebut akhirnya terbongkar di hadapan kedua pria itu. Alih-alih melayangkan gugatan atau memecatnya, rahasia yang terkuak justru membakar gengsi dan obsesi Ethan maupun James. Kedua bos dominan itu membuang aturan formal dan bersaing secara terbuka untuk memenangkan hati Azahra secara nyata. Kini, Azahra terjebak di antara dua pria berkuasa yang posesif dalam permainan cinta berbahaya yang ia ciptakan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jifa Flora Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8: JEJAK DARAH DAN PENYESALAN ABADI

Hujannya turun seolah langit Jakarta ikut meratapi kehancuran malam itu. Hawa dingin merasuk hingga ke tulang, tetapi Azahra Aletta tak lagi merasakannya. Dengan tubuh gemetar dan gaun sutra yang basah kuyup berlumur lumpur, ia melangkah masuk ke dalam kamar kosnya yang sempit.

Kamar sepuluh meter persegi ini terasa asing. Di sudut meja, tergeletak gaun-gaun desainer, perhiasan mahal, dan sisa uang tunai pemberian Ethan dan James. Azahra menatap barang-barang mewah itu dengan rasa mual yang mendalam. Semua kemewahan itu bukanlah jalan keluar, melainkan sangkar emas yang membunuhnya perlahan.

Tanpa membuang waktu, Azahra melepas gaun mewahnya. Ia mengenakan kembali kemeja flanel lusuh dan celana jeans lamanya—pakaian yang mengingatkannya pada dirinya yang sebenarnya. Ia mengambil satu tas ransel kecil, memasukkan beberapa lembar pakaian biasa dan sisa tabungan murninya dari hasil kerja keras sebagai staf biasa.

"Selesai," bisik Azahra pada cermin kecil yang retak. matanya sembab, tetapi ada keteguhan murni di sana. "Aku tidak akan pernah menjadi barang tawar-menawar siapa pun lagi."

Pukul tiga dini hari. Azahra mengunci pintu kamar kosnya untuk terakhir kali. Ia berencana berjalan kaki menuju stasiun bus antar-kota di ujung jalan utama, mengambil tiket pertama ke luar Jawa, dan menghilang selamanya dari kehidupan Ethan Austin dan James Daniel.

Sementara itu, dua buah mobil mewah melaju membelah kemacetan dini hari dengan kecepatan membahayakan.

Di dalam mobil pertamanya, James Daniel mencengkeram kemudi hingga buku-buku jarinya memutih. Amarah dan rasa takut yang belum pernah ia rasakan seumur hidup bergolak di dadanya. Pengakuannya di depan umum, penolakan Azahra yang menyayat hati, dan bayangan gadis itu berlari menembus hujan terus menghantuinya.

‘Saya tidak akan pernah lagi menjadi boneka di dalam permainan ego kalian!’

Kata-kata Azahra terus bergaung di telinganya. James mengepalkan tangan pada kemudi. "Tidak, Azahra... aku tidak membiarkanmu pergi. Aku akan meminta maaf. Aku akan membuang semua aturan gila itu, asal kau kembali..." bisik James dengan suara serak, menyadari betapa dalamnya gadis biasa itu telah meretas masuk ke dalam hatinya yang beku.

Di jalur sebelahnya, mobil sport hitam milik Ethan Austin meraung keras. Ethan menatap lurus ke jalanan yang basah dengan mata kelabu yang tak lagi memancarkan ketenangan dingin. Untuk pertama kalinya dalam hidup seorang Ethan Austin, ia merasa kehilangan kendali total.

Asisten pribadinya baru saja melaporkan bahwa Azahra telah menguras barang-barangnya dari kamar kos. Ethan meremas ponselnya hingga retak. Pria yang biasa membeli apa saja dengan uang itu kini sadar, uang sepuluh miliar rupiah pun tak sanggup membeli kembali tatapan menghargai dari mata Azahra.

Dua raja yang biasanya bersaing di ruang rapat kini berpacu dengan waktu menuju satu titik lokasi yang sama: gang sempit di depan rumah kos Azahra.

Hujan makin deras mengguyur gang sepi yang remang-remang itu. Azahra membetulkan letak tali ranselnya, melangkah cepat menyusuri lorong sempit yang diapit dinding-dinding bata tinggi. Hanya ada suara genangan air yang terinjak dan desis angin malam.

Tiba-tiba, langkah kaki Azahra terhenti.

Sesosok tubuh tinggi berbalut jas hujan hitam berdiri tepat di ujung gang, menghalangi jalan keluar. Di bawah remang lampu jalan yang berkedip-kedip, bayangan pria asing itu memancarkan aura membahayakan.

Azahra mundur satu langkah, jantungnya berdegup kencang. "Siapa kau?"

Pria itu tidak menjawab. Dari balik saku jas hujannya, kilatan perak muncul. Sebuah pisau berburu berukuran panjang memantulkan cahaya lampu jalan yang redup.

Seketika, sebuah mobil sedan merah meluncur pelan dan berhenti di mulut gang. Kaca mobil diturunkan sedikit. Di dalam sana, Clarissa Vance duduk dengan anggun, memegang cangkir kopi hangatnya. Wajah cantiknya terhias senyuman iblis yang begitu dingin.

"Aku sudah bilang padamu, bukan?" suara Clarissa bergaung pelan, nyaris tenggelam oleh suara hujan. "Kau tidak akan pernah bisa kembali lagi ke kota ini. Jika James dan Ethan tidak bisa memilikiku karena keberadaanmu... maka tidak ada satu orang pun yang boleh memilikimu."

Darah Azahra membeku. "Clarissa... kau gila!"

"Habisi dia," perintah Clarissa datar pada pria berjas hujan di depannya. Kaca mobil kembali terangkat, dan sedan merah itu melaju pergi meninggalkan kegelapan.

Pria itu melangkah maju dengan cepat. Kepanikan hebat melanda Azahra. Ia membalikkan badan dan berlari sekuat tenaga kembali ke dalam gang gelap. Namun, jalanan licin dan rasa lelah membuat fisiknya tak sepadan dengan sang pembunuh bayaran.

Greb!

Tangan kekar pria itu menyambar tali ransel Azahra dari belakang, menariknya kasar hingga Azahra jatuh tersungkur di atas aspal yang basah. Ranselnya terlepas. Azahra memutar tubuhnya, mencoba merangkak mundur sambil memukul kaki pria itu dengan sisa tenaganya.

"Tolong! Siapa saja, tolong!" jerit Azahra penuh keputusasaan.

Pria itu tidak memberi ruang. Dengan dingin dan tanpa ragu, ia menundukkan tubuhnya dan menancapkan pisau tajam itu tepat ke dada Azahra.

BLES!

Rasa sakit yang luar biasa menusuk jantung Azahra. Napasnya tersengal seketika, matanya membelalak menatap langit malam yang kelam. Pria itu menarik pisaunya, membiarkan darah merah pekat mengalir deras membasahi kemeja flanel lusuh Azahra, menyatu dengan air hujan yang menggenang di aspal.

Tanpa sepatah kata pun, pria itu membalikkan badan dan menghilang di balik kegelapan gang, meninggalkan Azahra yang terbaring kaku, berusaha menghirup sisa-sisa udara malam yang kian menjauh.

Dua suara derit rem mobil beradu keras di ujung gang, hanya berselang tiga puluh detik setelah sang pembunuh menghilang.

Mobil James dan mobil Ethan berhenti secara bersamaan. Kedua pintu mobil terbuka dengan kasar. James dan Ethan melompat keluar, mengabaikan hujan deras yang langsung membasahi tubuh mereka. Mereka saling tatap sejenak dengan kilat permusuhan yang masih menyala, sebelum akhirnya sama-sama berlari menembus kegelapan gang sempit tersebut.

"Azahra!" teriak James, suaranya bergetar memanggil nama bawahannya.

"Azahra! Keluar! Kita perlu bicara!" panggil Ethan, matanya menyapu setiap sudut bayangan gang.

Namun, tidak ada sahutan. Hanya suara derasnya air hujan yang menghantam atap seng rumah warga.

Langkah James mendadak melambat saat matanya menangkap sebuah tas ransel kecil yang tergeletak berantakan di tengah genangan air merah.

Genangan air itu... berwarna merah pekat.

"Tidak..." bisik James, suaranya mendadak hilang.

Ethan melangkah melewati James, matanya terkunci pada sesosok tubuh yang terbaring kaku beberapa meter di hadapan mereka di bawah remang lampu jalan.

"Azahra!"

Ethan berlari dan berlutut pertama kali di samping tubuh gadis itu. Tangannya yang gemetar hebat meraih bahu Azahra, membalikkan tubuh ramping yang kini terasa begitu dingin dan tak berbobot.

Dada kemeja flanel Azahra telah koyak, berlumur darah segar yang terus terbilas oleh air hujan. Matanya yang indah terpejam rapat, bibirnya yang biasa menyuarakan kejujuran kini memucat hampa. Tidak ada lagi denyut nadi di lehernya. Tidak ada lagi helaan napas yang biasa membuat dada mereka berdesir.

Azahra Aletta telah pergi. Selamanya.

James menyusul berlutut di sisi lain tubuh Azahra. Jemarinya yang biasanya memegang kendali atas ribuan karyawan kini gemetar menangkup wajah Azahra yang dingin.

"Azahra... bangun," rintih James, air mata Murni meluncur menembus pipinya, menyatu dengan tetesan hujan. "Bangun, Azahra... ini tidak lucu! Aku maafkan semua kebohonganmu! Ambil semua uangku, ambil perusahaanku, tapi tolong... buka matamu!"

James meraung, menarik tubuh kaku Azahra ke dalam pelukannya, mendekapnya erat-erat di atas aspal yang kotor. CEO yang terkenal berdarah dingin dan tak pernah tunduk pada siapa pun itu kini menangis histeris seperti seorang pria yang telah kehilangan seluruh dunianya.

Di sampingnya, Ethan Austin membeku total.

Tangan Ethan yang berlumur darah Azahra gemetar di udara. Mata kelabunya menatap kosong pada wajah tenang gadis yang baru saja ia beri denda dan ancaman hukum beberapa jam lalu. Keangkuhannya, ego keturunan Austin, dan kekuasaan finansial yang selalu ia banggakan hancur berkeping-keping menjadi debu yang tak berguna.

‘Kalian berdua adalah racun... saya tidak akan pernah lagi menjadi boneka di dalam permainan ego kalian!’

Suara Azahra kembali bergaung di dalam kepala Ethan, menghantam dadanya seperti godam raksasa.

Ethan berlutut di dalam lumpur, menundukkan kepalanya dalam-dalam di samping tubuh Azahra. Pria dingin yang tak pernah meneteskan air mata itu kini tersedu-sedu dalam keheningan yang menyiksa. Rasa bersalah yang teramat sangat menyusup ke dalam jiwanya—sebuah kesadaran tragis bahwa obsesi, kegilaan gengsi, dan perang ego merekalah yang telah mendorong gadis polos ini ke pintu kematian.

Mereka ingin memilikinya. Mereka ingin mengendalikannya. Dan pada akhirnya, mereka hanya berhasil menghancurkannya.

Beberapa hari kemudian, hujan masih mengiringi pemakaman sederhana Azahra Aletta di pinggir kota.

Polisi telah menangkap Clarissa Vance dan eksekutor sewanya setelah rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian berhasil mengungkap mobil merah miliknya. Skandal itu menghancurkan nama Vance Enterprise dalam semalam, namun hal itu tak lagi berarti apa-apa.

Di bawah payung hitam mereka, Ethan Austin dan James Daniel berdiri berdampingan di depan gundukan tanah yang masih basah.

Tidak ada lagi persaingan bisnis di antara mereka. Tidak ada lagi perebutan takhta atau status siapa yang lebih dominan. Yang tersisa hanyalah dua pria berkuasa yang jiwanya telah mati bersama dengan gugurnya bunga-bunga di atas makam Azahra.

James meletakkan seikat bunga mawar putih di atas batu nisan Azahra, jemarinya mengusap ukiran nama gadis itu dengan kelembutan yang terlambat.

"Kau menang, Azahra," bisik James lirih dengan mata yang masih menyisa duka mendalam. "Kau berhasil bebas dari kami."

Ethan menatap batu nisan itu, mengusap leher kemejanya yang kini terasa begitu longgar dan hampa. Senyum angkuhnya telah hilang selamanya, berganti dengan penyesalan abadi yang akan terus membakarnya di setiap sisa jalannya kehidupan.

"Maafkan kami..." gumam Ethan pelan saat angin malam berhembus lembut, membawa pergi kisah cinta kontrak berbahaya yang pada akhirnya hanya menyisakan sunyi, penyesalan, dan jejak darah yang tak akan pernah bisa terhapus.

1
Nisasaidatus
kaaa kenapa g lanjutt
Jifa Flora Dewi: terima kasih sudah menyukai cerita ini saya akan segera mengupdate bab selanjutnya terima kasih atas dukungannya 🥰
total 1 replies
Nisasaidatus
kaa Azahra ga beneran mati kan🥺
Nisasaidatus
kaaa kenapa Azahra meninggal 🥲
Nisasaidatus
lanjuttt kaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!