Ketika Jiang Chen terbangun di dunia kultivasi, ia mendapati dirinya mewarisi takhta Ketua Sekte Pedang Bintang—sebuah sekte yang dulunya agung namun kini berada di ambang kehancuran absolut. Pilar utama sekte, sang guru, telah tewas terbunuh. Para tetua berkhianat dan membawa lari seluruh harta benda, sementara musuh bebuyutan telah mendobrak gerbang depan untuk merampas wilayah mereka.
Dengan tingkat kultivasi dasar yang sangat lemah dan hanya ditemani oleh satu adik seperguruan yang masih setia bertahan, ajal seolah sudah menanti Jiang Chen di depan mata.
Namun, di saat maut dan keputusasaan memuncak, sebuah suara mekanis yang dingin bergema di benaknya: [Sistem Pembangunan Sekte Abadi berhasil diikat!]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8: Tungku Naga Berkobar dan Pil Tingkat Bumi
Matahari mulai condong ke barat saat Jiang Chen dan kedua muridnya menaiki ribuan anak tangga kembali ke Puncak Bintang Jatuh. Berkat formasi Tirai Bintang Pembantai yang terus menyerap energi langit dan bumi, energi spiritual di sekitar sekte kini terasa semakin padat bak kabut tipis yang menyegarkan paru-paru.
Setibanya di halaman depan, Jiang Chen menoleh ke arah Su Yue dan Lin Mo.
"Su Yue, bawa Lin Mo ke Paviliun Kitab Suci. Biarkan dia memilih teknik bela diri Tingkat Bumi yang sesuai dengan Tubuh Pedang Kuno-nya. Setelah itu, kalian berdua bermeditasilah di Aula Leluhur. Jangan ganggu aku sampai matahari terbenam."
"Baik, Guru/Ketua Sekte!" jawab keduanya serempak sambil menangkupkan tangan dengan hormat.
Setelah kedua muridnya pergi, Jiang Chen berjalan menuju reruntuhan Paviliun Alkimia di sayap barat sekte. Tempat ini telah dijarah habis-habisan oleh para tetua pengkhianat, hanya menyisakan rak-rak kayu yang patah dan lantai berdebu.
Jiang Chen mengibaskan lengan jubahnya, menggunakan hembusan Qi untuk menyapu debu dan puing-puing hingga ruangan menjadi bersih.
"Sistem, keluarkan Tungku Naga Berkobar," perintah Jiang Chen di dalam hatinya.
[DING!]
[Mengeluarkan Tungku Alkimia Tingkat Bumi: Tungku Naga Berkobar...]
WUUUSH!
Sebuah cahaya merah menyala melesat dari ketiadaan dan mendarat di tengah ruangan dengan bunyi dentuman tumpul. Lantai batu di bawahnya seketika retak karena beban yang luar biasa berat.
Tungku itu setinggi dada manusia dewasa, terbuat dari logam merah gelap yang tidak diketahui jenisnya. Di permukaan luarnya, terukir relief sembilan ekor naga api yang tampak begitu hidup, seolah-olah siap melompat keluar dan menelan langit. Hawa panas yang murni langsung menguar, membuat suhu di dalam ruangan melonjak drastis.
Jiang Chen mengangguk puas. Dia kemudian mengeluarkan herbal yang dibelinya di Paviliun Bulan Perak: Daun Bintang Jatuh, Akar Roh Api, dan Bunga Es Seribu Tahun.
Meski dia memiliki pengetahuan instan yang disuntikkan sistem tentang resep Pil Kondensasi Qi Tingkat Bumi, ini adalah pertama kalinya dia benar-benar melakukan alkimia.
"Mari kita mulai."
Jiang Chen duduk bersila di depan tungku. Dia mengulurkan telapak tangannya, dan energi spiritual Pembentukan Fondasi miliknya menyembur keluar, menyulut formasi api di dasar Tungku Naga Berkobar.
BLaaaar!
Api merah keemasan berkobar di dalam tungku. Sembilan naga yang terukir di bagian luar tampak menyala terang.
Dengan gerakan lincah, Jiang Chen melemparkan Akar Roh Api ke dalam. Api menyambar akar tersebut, mencairkannya menjadi cairan spiritual berwarna merah pekat dalam hitungan detik. Kekuatan tungku Tingkat Bumi benar-benar mempercepat proses pemurnian hingga puluhan kali lipat!
Selanjutnya, dia melemparkan Bunga Es Seribu Tahun.
Cisssss!
Begitu bunga es bertemu dengan cairan api, ledakan uap ekstrem terjadi di dalam tungku. Jika ini adalah tungku biasa, benturan elemen es dan api akan langsung meledakkannya berkeping-keping. Namun, di bawah kendali Qi Jiang Chen yang kuat dan kualitas Tungku Naga Berkobar, kedua elemen itu dipaksa bergabung.
Terakhir, Jiang Chen memasukkan Daun Bintang Jatuh sebagai penstabil. Daun itu memancarkan cahaya perak, membungkus elemen es dan api, lalu memadatkannya menjadi bola-bola kecil.
Keringat mulai bermunculan di dahi Jiang Chen. Konsentrasi yang dibutuhkan untuk menyatukan tiga herbal ekstrem ini tidak main-main. Dia terus menyuntikkan Qi miliknya tanpa henti selama satu jam penuh.
WUUUU...
Tiba-tiba, suara dengungan yang mirip dengan auman naga terdengar dari dalam tungku. Aroma obat yang sangat pekat dan harum menyeruak keluar, menyebar hingga ke seluruh Puncak Bintang Jatuh. Burung-burung spiritual di hutan sekitar sekte bahkan mulai berkicau riuh, tertarik oleh aroma tersebut.
"Selesai!"
Jiang Chen menarik energi Qi-nya dan menepuk tutup tungku.
CLANG!
Tutup tungku terlempar ke udara, dan lima garis cahaya keemasan melesat keluar. Jiang Chen dengan sigap menangkap kelimanya menggunakan jaring energi Qi dan membawanya ke telapak tangannya.
Lima butir pil seukuran kelereng berbaring dengan tenang di tangannya. Pil-pil itu berwarna merah kebiruan, memancarkan cahaya redup, dan yang paling mengejutkan... di permukaan setiap pil terdapat garis-garis emas halus yang menyerupai pembuluh darah.
[DING!]
[Selamat! Tuan Rumah berhasil menyuling Pil Kondensasi Qi (Tingkat Bumi Kelas Atas)!]
[Evaluasi: Memiliki Urat Pil. Kualitas Kesempurnaan 99%.]
"Urat Pil..." Jiang Chen tersenyum lebar.
Di dunia kultivasi, sebuah pil yang memiliki "Urat Pil" menandakan bahwa pil tersebut tidak memiliki sisa racun atau ampas sedikit pun. Efeknya seratus persen murni! Pil semacam ini bahkan akan membuat para kultivator Ranah Inti Emas saling membunuh untuk memperebutkannya.
Tanpa membuang waktu, Jiang Chen menyimpan tungkunya dan melangkah keluar menuju Aula Leluhur.
Di dalam Aula Leluhur, Su Yue dan Lin Mo sedang duduk bersila, berkeringat deras sambil mencoba menyerap energi spiritual. Ketika pintu terbuka dan Jiang Chen masuk, aroma obat yang luar biasa wangi langsung membuat pori-pori mereka terbuka lebar.
Hanya dengan menghirup aromanya saja, kemacetan di meridian Su Yue terasa longgar!
"Guru!" Lin Mo segera membuka mata dan memberi hormat.
Jiang Chen berjalan ke arah mereka dan mengayunkan tangannya. Dua butir pil berurat emas melayang dan berhenti tepat di depan wajah Su Yue dan Lin Mo.
"Ini adalah Pil Kondensasi Qi Tingkat Bumi," kata Jiang Chen santai, seolah dia baru saja memberikan dua buah permen. "Telan dan serap energinya sekarang. Aku akan menjaga kalian."
Mata Su Yue nyaris melompat keluar dari rongganya. "T-Tingkat Bumi?! Dan ada... Urat Emas di atasnya?! K-Ketua Sekte, ini adalah Pil Berurat! Di seluruh Kota Awan Mengambang, bahkan tidak ada satu pun Alkemis yang bisa membuatnya!"
Lin Mo, meski tidak tahu banyak tentang alkimia, bisa merasakan energi semesta yang mengerikan berdenyut di dalam pil kecil itu. Tubuh Pedang Kuno-nya seolah kelaparan dan meraung ingin menelannya.
"Berhenti banyak bicara dan makan. Sekte Pedang Bintang kita tidak membesarkan murid yang lemah," perintah Jiang Chen dengan nada tak terbantahkan.
Keduanya tidak berani membantah lagi. Mereka segera menelan pil tersebut.
BOOM!
Begitu pil masuk ke perut, energi spiritual yang murni dan ganas meledak layaknya gunung berapi. Berkat "Urat Pil", energi itu tidak merusak meridian mereka, melainkan dengan lembut namun paksa memperlebar dan memperkuatnya.
Aura Su Yue adalah yang pertama kali meroket.
Pemadatan Qi Tingkat 3... Puncak Tingkat 3... KRAK!
Pemadatan Qi Tingkat 4!
Dia menerobos batasnya hanya dalam hitungan detik, dan energinya masih terus naik sebelum akhirnya stabil di puncak Tingkat 4.
Di sisi lain, reaksi Lin Mo jauh lebih gila. Seni Bintang Nirwana dan Tubuh Pedang Kuno-nya menyerap energi pil itu seperti paus yang menelan lautan.
Cahaya pedang perak meledak dari tubuhnya, mengiris udara di sekitarnya.
Pemadatan Qi Tingkat 6... Puncak Tingkat 6... BAM!
Pemadatan Qi Tingkat 7!
Hanya dalam satu hari, remaja cacat yang dianggap sampah oleh klannya ini telah mencapai tingkat kekuatan yang setara dengan Kapten Pembunuh yang mengejarnya pagi tadi!
Lin Mo membuka matanya, siluet pedang di pupilnya kini memancarkan cahaya emas redup. Dia menatap tangannya yang penuh tenaga, lalu bersujud dalam-dalam di depan Jiang Chen. Rasa hormatnya pada gurunya kini telah menembus batas kewarasan. Di matanya, Jiang Chen adalah dewa tertinggi yang turun ke bumi.
Jiang Chen tersenyum tipis melihat kemajuan kedua muridnya. Dengan kekuatan Lin Mo saat ini, ditambah teknik Tingkat Bumi yang baru dipelajarinya, dia bisa dengan mudah memotong kultivator Pemadatan Qi Tingkat 9.
"Malam ini, istirahatlah dan stabilkan fondasi kalian," kata Jiang Chen tenang. "Karena mulai besok, mungkin akan ada badai kecil yang datang mengunjungi gunung kita."
Sementara itu, di Kediaman Keluarga Wang, Kota Awan Mengambang.
PRANG!!
Sebuah cangkir teh porselen mahal hancur berkeping-keping menghantam dinding.
Wang Teng, Kepala Keluarga Wang, berdiri dengan wajah memerah karena murka. Energi spiritual dari Ranah Pembentukan Fondasi Tingkat 2 meledak dari tubuhnya, membuat meja dan kursi di ruang pertemuan itu bergetar hebat.
Di depannya, Tuan Muda Wang berlutut di lantai sambil menangis, menceritakan kejadian di Paviliun Bulan Perak dengan bumbu hiperbola tentang betapa arogannya Jiang Chen.
"Beraninya dia?!" aum Wang Teng, suaranya menggetarkan genteng atap. "Seekor anjing dari sekte rongsokan berani membunuh Penatua Tamu Keluarga Wang di depan umum, dan mempermalukan putra sulungku?! Jika aku, Wang Teng, tidak menginjak-injak Puncak Bintang Jatuh hingga rata dengan tanah, di mana aku harus menaruh wajahku di kota ini?!"
Wang Teng menatap putranya, matanya menyipit penuh niat membunuh.
"Kumpulkan Tiga Puluh Pengawal Darah Wang! Besok pagi, kita akan mendaki gunung reyot itu. Aku ingin melihat sendiri, apakah bocah ingusan yang baru menembus Pembentukan Fondasi itu punya tiga kepala dan enam lengan untuk melawanku!"