NovelToon NovelToon
Reven & Ratu Perang

Reven & Ratu Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia / Romansa
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

RAVEN KRISHNAWARDHANA (18 tahun ) adalah putra tunggal dari keluarga pengusaha kaya yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis. Namun sosoknya yang angkuh, susah diatur, dan sering menghabiskan waktu untuk nongkrong bareng geng motornya.

Membuat kedua orang tua Ravan langsung menyetujui usulan perjodohan yang di usulkan rekan bisnisnya, mereka berharap dengan menikah Raven bisa berubah. Namun bukan Raven namanya jika tak menolaknya mentah-mentah, ia tidak mau terikat perasaan sama wanita manapun, ia hanya ingin menikmati masa mudanya bersama geng motornya.

Sampai suatu hari, ia bertemu Sara, murid baru yang misterius yang baru pindah dari luar negeri.

Gadis itu bernama SAVIRA AURELIA alias Sara 17 tahun. Sara, cantik pintar, ceria tapi misterius. Karena kecantikan alaminya, ia tak jarang jadi rebutan para remaja laki-laki di sekolah barunya dan itu membuat seorang Raven Krishnawardhana terpaksa menarik kata-katanya, karena kini perasaannya yang terjebak dalam pesona murid baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8

Pintu terbuka lebar, dan aroma tak sedap seketika menyergap hidung Raven. Di sana, Sara berdiri mematung di tengah bilik, tubuhnya basah kuyup, rambutnya meneteskan air keruh yang membasahi lantai, dan matanya memancarkan amarah yang belum mereda.

Raven tertegun sejenak, baju Sara yang basah menempel lekat di kulitnya memperlihatkan lekuk tubuh ideal Sara. Namun ia tak lama melamun. Dengan cepat ia melepas jaket kulit yang ia kenakan, lalu menyodorkannya pada gadis di hadapannya.

"Pakai ini. Tutupi tubuhmu," ucap Raven singkat, suaranya terdengar lebih rendah dan lembut dari biasanya.

Sara menatapnya sejenak, keterkejutannya menutupi rasa marah yang tadi meluap. Tanpa banyak bicara, ia segera menyambar jaket itu dan dengan gerakan cepat membungkus tubuhnya yang kini mulai menggigil, setidaknya menghalangi rasa dingin dan rasa jijik yang menyelimutinya.

"Mereka..." mulut Sara bergetar, matanya menatap pintu yang rusak itu.

"Aku tahu siapa pelakunya," potong Raven tegas, rahangnya mengeras menahan amarah. "Kau tenang dulu. Aku pastikan mereka tak akan berani melakukannya lagi." janjinya mantap.

Ia melangkah masuk sedikit, lalu menoleh ke arah lorong. "Kau tunggu di sini sebentar. Jangan ke mana-mana."

Tanpa menunggu jawaban, Raven berlari cepat meninggalkan tempat itu. Tak sampai lima menit, ia kembali membawa handuk tebal dan satu set seragam ganti yang baru saja ia beli dari koperasi sekolah.

Sara menerima barang-barang itu dengan senyum tipis yang sulit diartikan. "Terima kasih," ucapnya lirih.

Raven hanya mengangguk pelan, lalu berbalik memunggungi pintu. "Aku tunggu di luar. Cepat bersihkan tubuhmu."

Sesaat kemudian, pintu terbuka kembali. Sara sudah tampak lebih rapi, meski rambutnya masih sedikit lembap. Ia menyodorkan kembali jaket Raven.

"Terima kasih sudah menolongku tadi," ucapnya tulus, menatap lekat mata Raven.

Tak sempat Raven menjawab, Dewi datang dengan napas memburu seolah habis lari maraton.

"Sara! Kau baik-baik saja?" tanyanya cemas sambil meneliti seluruh tubuh sahabat barunya itu, tanpa sadar di dekatnya berdiri sosok Raven—kapten basket sekaligus ketua Geng Phoenix yang sangat disegani di sekolah ini.

"Aku baik-baik saja. Kamu kenapa lari-lari seperti itu?" tanya Sara heran.

"Tadi di kantin aku tak sengaja mendengar pembicaraan Chelsea dan teman-temannya! Mereka bangga sekali sudah memberimu pelajaran di kamar mandi," ujar Dewi apa adanya.

"Hm, iya mereka memang berhasil kali ini," jawab Sara tenang sambil menoleh ke arah Raven. "Tapi syukurlah ada yang datang menolongku tepat waktu."

Dewi segera berbalik, matanya membelalak tak percaya melihat siapa yang berdiri di sana. Biasanya cowok ini tak pernah ikut campur urusan orang lain.

"Raven?" serunya pelan. "Kau yakin dia yang menolongmu, Sara? Rasanya kok aku susah percaya ya!"

Raven yang mendengar keraguannya merasa tak terima. "Kenapa tidak mungkin?" tanyanya penuh selidik.

"Biasanya kau tak peduli dengan sekitar. Kejadian seperti ini bukan baru sekali terjadi di sekolah ini, tapi selama ini kau diam saja seolah tak melihat," jelas Dewi.

"Tapi kali ini aku peduli!" tegas Raven cepat.

"Kenapa tiba-tiba begini? Lagian ini pasti ada hubungannya denganmu kan?" tuduh Dewi curiga.

"Kenapa kau malah menuduhku?" balas Raven tak kalah heran.

"Ya karena si Chelsea itu sudah mengumumkan ke mana-mana kalau kau pacarnya!"

"Tapi aku sama sekali tak merasa begitu! Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya!" tekan Raven tak terima, seolah ingin menegaskan dengan jelas bahwa ia masih sendiri.

Sara yang melihat perdebatan ini tak kunjung selesai akhirnya menarik tangan Dewi menjauh. "Sudah, kenapa malah jadi berantem begini? Ayo kita ke kantin, aku lapar!" ajaknya mengalihkan topik.

Raven hanya menggeleng pelan sambil meraih kembali jaket kulitnya.

*

*

Bel pulang berbunyi. Leon berangkat pulang lebih dulu dengan mobilnya; mereka sudah sepakat menjaga jarak agar misi mereka tak dicurigai siapa pun. Sara memacu motor sportnya dengan kecepatan sedang, namun tak berniat langsung pulang ke apartemen. Ia ingin berkeliling sebentar menikmati udara sore, hingga tanpa sadar ia memasuki jalan di pinggir perkampungan.

Tiba-tiba langit berubah gelap dan hujan turun dengan sangat lebat. Sara segera menepikan motornya di bawah gubuk kayu tua yang tak jauh dari sana. Jalanan itu sepi, mungkin karena hujan deras ini.

"Sial banget nasibku hari ini! Tadi disiram air kotor, sekarang kena hujan deras juga. Pasti besok aku masuk angin," gumamnya pelan sambil memeluk lutut untuk menahan dingin. Kelelahan perlahan menyergap, dan tak lama kemudian ia terlelap di sudut gubuk itu.

Tak lama kemudian, Raven yang kebetulan lewat jalan itu juga ikut memarkirkan motornya di sisi lain gubuk lalu masuk ke gubuk yang sama untuk berteduh dari hujan dan petir yang menyambar-nyambar. Begitu masuk, ia tertegun sejenak, di sana ternyata sudah ada Sara yang terlelap damai sambil memeluk lututnya.

Sebuah senyum tipis menghiasi bibirnya. Entah kenapa, setiap berdekatan dengan gadis ini ada rasa aneh yang menyelimuti hatinya. Tanpa sadar ia melangkah mendekat, menatap wajah polos Sara yang tampak sangat menggemaskan saat tidur.

"Apa yang kalian lakukan di sini! Mau berbuat mesum ya di kampung kami!"

Teriakan keras itu memecah keheningan. Seorang ibu-ibu berdiri di mulut gubuk sambil menenteng belanjaan, di belakangnya ada dua ibu lain yang menatap tajam curiga.

Sara tersentak kaget dan segera bangun. "Ada apa ini?" tanyanya bingung, lalu matanya beralih tepat ke manik mata Raven yang juga sedang menatapnya.

"Kau? Kenapa ada di sini?" tanyanya heran. Ia yakin tadi dirinya sendirian.

"Jangan ngeles! Kami sudah melihat kalian berduaan saja di sini!" sahut ibu-ibu itu ketus.

"Hah? Emangnya kami melakukan apa?" Sara masih belum paham situasinya.

"Sudah, bawa saja mereka ke balai desa! Panggil warga!"

"Eh tunggu dulu! Kami cuma berteduh karena hujan! Kalian pasti salah paham!" cegah Sara cepat.

"Kami tidak bodoh! Anak muda jaman sekarang memang begitu! Kalian harus dinikahkan! Kami tak mau kampung kami kena sial karena kelakuan kalian!" tegas ibu bertubuh tembun itu. Tak lama beberapa bapak-bapak mendekat dan menarik paksa keduanya.

"Raven! Kenapa kau diam saja hah? Mendadak bisu ya? Kita sedang difitnah ini!" bisik Sara kesal saat berjalan berdampingan.

"Untuk apa membuang tenaga? Mereka takkan dengar penjelasan kita. Di sini yang berkuasa adalah asumsi warga," jawab Raven santai tanpa beban.

"Hah dasar! Setidaknya bela diri sedikit! Lagian kenapa kau harus muncul di sini sih? Aku jadi ikut sial gara-gara kau!" omel Sara tak terima.

Tak lama mereka tiba di balai desa saat hujan mulai reda. Keduanya duduk berdampingan di hadapan seorang pria paruh baya bersarung dan memakai peci hitam yang tak lain adalah Kepala Desa setempat.

Bersambung...

 

1
Munas Tuti
jangan2 Sara dan Chelse ada hubungannya...
Munas Tuti
lanjuuut mbak'e...
Munas Tuti
cepet jelasin Reven ...
riniandara: Raven gensinya masih setinggi langit/Facepalm/
total 1 replies
Munas Tuti
laaah gimana tuh...ternyata unit mereka behadapan, apa emang sengaja yaa ortu mereka, yg sebenernya sdh tauu
riniandara: masih /Casual/ kak/Facepalm/
total 1 replies
arsyila putri
wah keren banget si sara
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sepertinya Raven akan segera jatuh cinta duluan deh/Chuckle/, gimana ya nanti setelah kakeknya Sara tau klau Sara ternyata sudah menikah🙀🙀
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: pastinya kak, selalu ditunggu up nya/Proud/
total 2 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
alhamdulillah revan bisa mengerti
azela
nanti Revan Pasti suka sama sara
abcd
plisss up yg bnyk
riniandara: baik Kak akan author usahakan ya
total 1 replies
Munas Tuti
gimana yaa klo kakek tau yg sebenarnya...
riniandara: lanjut nonton aja Kak he he
total 1 replies
Munas Tuti
keknya bakalan seru ni cerita..
riniandara: Terima kasih kak dah meluangkan waktunya, bantu review juga ya kak jika kakak suka
total 1 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
lanjut kak, seru cerita nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir thor
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sungguh tak beruntung sekali harimu Sara, udah disiram air kotor, terjebak hujan, dan sekarang harus menikah dadakan dengan Raven/Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: sungguh hari yang siap bagi Sara 🤣
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
wahh, apakah dengan Sara? 🙀
Lupa Nama
kak namanya yg bener Raven, Revan atau Reven,,,.???! tapi q seneng kak sara Sekarang manggilnya sudah kak Leon,, sudah cantik,, kaya, pinter dan menghormati yg lebih tua, paket komplit... tetap semangat dalam berkarya ya kak,! ku tunggu bab2 selanjutnya 🙏🙏🙏💪💪💪👍👍
riniandara: Raven kak/Facepalm/ maaf ya author lagi juta g fokus ini, jangan lupa likom ya kak biar tambah semangat up-nya he he.
total 1 replies
azela
Raven gak tahu aja dia jika yang di hadapannya itu, sang ratu perang! kalau cuman Chelsea mah gak ada apa-apanya sama Sara.
azela
Lanjut kak awalnya udah menarik alurnya.
azela
luar biasa semangat kak ceritanya keren.
azela
Karya baru lagi ya, semangat kakak aku suka/Rose//Rose//Rose//Rose/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!