"Huaaaaaa kenapa kepala suami ku hilang? "
Jeritan melengking di sebuah rumah karena ia telah kehilangan sosok suami tercinta, kapan itu terjadi diri nya sama sekali tidak tau
Kampung menjadi heboh karena mereka sama sekali tidak menyangka bahwa kepala manusia bisa hilang dari tubuh nya dan tidak tau kemana.
Siapa pelaku itu?
kenapa ia mencuri kepala di setiap malam bulan purnama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32. Masih saja debat
Pak RT yang mendengar itu semua tentu saja menjadi kaget ketika Iis datang mendatangi rumah ini dan mengatakan bahwa sesuatu telah menimpa dia dan juga Akbar, sedikit tidak menyangka karena ini bukan malam bulan purnama seperti tragedi sebelumnya yang telah menimpa Taufik dan juga Auzar, ini adalah malam biasa dan kenapa mendadak saja ada tragedi seperti itu.
Ada rasa tidak percaya di dalam hati ini namun tetap saja Pak RT melangkah untuk mendatangi tempat yang telah Iis katakan tersebut, Bahkan dia juga langsung menghubungi pak lurah untuk datang agar bisa melihat bagaimana tragedi yang telah menimpa warga mereka saat ini.
Sampai di sana mereka semua menjadi menahan nafas ketika melihat keadaan Akbar yang sudah tidak memiliki kepala tersebut, bahkan rumput yang tumbuh di sekitar sana juga terkena percikan darah sehingga bau amis itu menyebar kemana-mana sehingga membuat mereka merasa mual dan timbul juga perasaan takut yang sangat mencekam di dalam hati ini.
Iis sendiri sudah tidak bisa bergerak karena dia tidak menyangka bahwa akan menyaksikan secara langsung apa yang telah terjadi kepada Akbar saat ini, Sebelumnya dia adalah orang yang paling keras menyangkal tentang masalah tersebut karena dia justru beranggapan bahwa Purnama yang menyebabkan kekacauan ini dan nanti akan muncul sebagai pahlawan baru.
"Ha dari kemarin dia terus saja mengatakan tidak ada pembunuhan dan sekarang mengalami sendiri seperti itu.'' Salsa masih sempat julid juga.
''Kau tahan sedikit mulut itu.'' Intan menoleh kepada Salsa.
''Ya dia dengan lantang mengatakan kalau Purnama adalah penyebab dari ini semua, sekarang rasakan sendiri.'' ketus Salsa kepada Iis.
''Sudah lah, jangan bertengkar terus seperti itu karena ini sedang suasana duka.'' Davin menghentikan istri dia.
''Kenapa ada tragedi seperti ini lagi? sedangkan saat ini bukan malam bulan purnama.'' Yanto menatap Pak RT dengan pandangan yang sangat bingung sekali.
''Entah apa yang sudah terjadi namun memang ini terasa sangat aneh.'' Pak RT juga merasa kebingungan.
Jelas mereka semua merasa kebingungan karena ini memang bukan malam bulan purnama tapi malah jatuh korban pula, tapi untuk bertanya lebih lanjut Tentu saja tidak bisa karena saat ini orang yang menangani kasus tersebut sedang tidak ada di tempat sehingga mereka hanya bisa diam dengan sejuta pertanyaan.
''Harus nya Purnama itu stay di sini sehingga tidak mungkin ada korban yang jatuh!'' Iis berteriak keras.
''Ya tidak bisa juga begitu karena dia juga punya keluarga dan kemungkinan masih mengurus keluarga dia.'' Pak RT berkata dengan sangat bijak.
''Atau jangan-jangan ini semua memang ulah dia sendiri dan kita telah tertipu.'' Iis menatap dengan mata merah.
''Maksud kamu ini apa?'' Lutfi jadi tambah tidak senang.
''Aku yakin sekali kalau Purnama itu sengaja menciptakan kekacauan ini semua dan agar kita meminta tolong kepada dia.'' Iis telah memiliki prasangka tersendiri.
''Lalu untung nya Purnama atas itu semua apa?'' Davin bertanya kepada Iis.kembali
''Ya tentu saja dia nanti akan mendapat pamor dan terlihat sekarang semua warga justru menyanjung dia.'' jelas Iis kembali.
''Bocah ini aku rasa sudah terlalu banyak konchol jadi otak nya agak rusak!'' kesa Salsa.
''Iya, kali ini aku setuju dengan ucapan Salsa.'' Intan juga merasa tentang hal itu.
Sehab menurut mereka berdua ucapan Iis sungguh tidak masuk akal ketika dia mengatakan secara jelas bahwa Purnama sengaja menciptakan kekacauan ini semua, lalu kemudian Purnama mengajukan diri kepada mereka agar para warga merasa percaya dan meminta bantuan kepada Purnama itu sendiri sehingga Purnama mendapat pamor.
Sedangkan selama ini Purnama sudah berjalan dengan sangat lama dan dia memiliki pamor itu bukan hanya untuk saat ini saja, jadi sebenarnya tidak perlu harus membuat korban seperti itu dan tentu saja tuduhan Iis sama sekali tidak berdasar karena dia tidak memiliki bukti sama sekali untuk ucapan yang keluar dari mulut dia sekarang.
''Aku yakin sekali kalau sampai Purnama mendengar maka dia pasti akan kena.'' Ria akhirnya membuka suara Setelah lama terdiam.
''Bukan cuma kena banting saja tapi dia pasti akan kena pijak-pijak!'' ujar Salsa.
''Bocah gila, maka nya hidup itu makan nasi bukan makan air mani.'' hina Intan.
Bahkan semua orang saja sampai menoleh kepada Intan setelah wanita itu mengeluarkan ucapan yang sangat pedas sekali, sebab selama ini Intan terkenal diam dan tidak banyak berbicara walau sudah mendapat hinaan juga tapi dia memilih untuk tetap diam saja dan tidak membalas ucapan yang terlontar untuk dirinya itu di sini.
''Sudah, kita harus mengurus mayat Akbar terlebih dahulu.'' Pak RT menghentikan perdebatan di antara mereka semua.
''Suruh saja Iis yang mengurus kekasih dia itu karena aku yakin dia sangat bersenang-senang tadi sebelum kejadian.'' teriak Salsa.
''Sayang jangan bicara seperti itu.'' Davin berusaha menghentikan istri dia sendiri.
'' Iis itu yang tidak tahu diri karena terus saja mencari masalah dan berbicara buruk tentang Purnama!'' Intan membela Salsa.
Suasana menjadi begitu panas sekali sehingga membuat siapa saja terdiam karena sebenarnya setuju juga dengan ucapan Salsa dan juga Intan, selama ini mereka sudah cukup terganggu dengan kegiatan Iis yang selalu saja mencari kekasih dengan mengambil seluruh uang yang di miliki oleh kekasih dia.
''Kita tidak boleh begitu karena kita juga sudah tahu bahwa keluarga Akbar tidak ada lagi di desa ini.'' Pak RT berusaha menasehati karena Akbar memang anak yatim piatu.
''Kalian semua yang tidak mau membantu Akbar adalah manusia tidak memiliki hati.'' Iis menunjuk mereka semua.
''Astaga Ingin sekali aku menampar wajah dia sekarang.'' Salsa geram bukan main.
''Iis, kau juga tolong jangan semakin membuat suasana semakin keruh.'' Pak RT menoleh kepada gadis itu.
Iis yang mendengar hal itu tentu saja menjadi geram bukan main karena dia merasa tidak ada yang membela dirinya di desa ini, padahal kelakuan dia sendiri yang tidak layak mendapat pembelaan dari semua orang sehingga para wanita yang ada di desa itu merasa setuju bila Iis segera pergi saja dari Desa ini.
''Aku akan membuat kalian semua merasa menyesal karena telah berani menyakiti aku seperti ini.'' Iis menatap mereka semua dengan penuh kebencian.
Sementara tangan Salsa sudah terkepal erat karena dia ingin sekali menampar wajah gadis itu agar dia tahu diri, rasanya dia begitu muak selalu mendengar apa saja yang keluar dari mulut Iis tersebut sehingga terus berusaha untuk mencari cara agar bisa membantai gadis itu tanpa ketahuan oleh para warga.
selamat malam besti, kita up lima bab ya hari ini.
aku menanti si Iis kena banting sm mba pur😏