NovelToon NovelToon
Fake Lines

Fake Lines

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Penyesalan Suami / Angst
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah pendar lampu Los Angeles, hidup Lux Victoria hancur dalam semalam. Maksud hati hanya memeriksa kesehatan, hasil tes justru menyatakan dirinya hamil. Padahal, Lux bersumpah belum pernah tersentuh pria mana pun.

Demi membuktikan kebenarannya, Lux Nekat membeli tes Kehamilan di larut malam.

Takdir konyol justru mempertemukannya dengan Braxton Valerio Desmon, putra kedua dari pengusaha kaya keluarga Desmon.

Demi memenangkan taruhan konyol bersama teman-temannya, Braxton nekat mencium Lux di depan apotek.

Sial bagi mereka, keluarga Lux yang menguntitnya mendapati situasi tersebut dan salah paham.

Kejadian beruntun itu menyeret Lux dan Braxton ke dalam jerat kesalahpahaman, di mana pernikahan paksa menjadi satu-satunya jalan keluar yang disiapkan kedua orang tua Lux.

Happy reading 🌷🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

##14

Suasana Penthouse mewah di kawasan Downtown Los Angeles—kediaman megah berdesain kontemporer yang diberikan oleh Marcus Victoria sebagai hadiah atas pernikahan rahasia putri tunggalnya—terasa begitu tenang.

Tiga puluh menit telah berlalu sejak deru mesin mobil sport milik Braxton menghilang di balik keramaian jalanan kota.

Lux masih duduk bersandar di sofa empuk ruang keluarga. Jemari lentiknya perlahan mengusap bibir dan pipinya sendiri. Rasa hangat dari sentuhan, bisikan lembut, serta empat kali ungkapan “I love you” yang terlontar jujur dari mulut Braxton seolah-olah masih tertinggal, melekat erat di kulitnya.

Untuk pertama kalinya dalam sembilan belas tahun hidupnya, ketakutan mendalam Lux akan ikatan pernikahan dan romansa meluruh. Hatinya yang dulu dipenuhi kecurigaan kini berganti menjadi rasa percaya yang utuh pada sosok suaminya.

Namun, di tengah lamunan manis yang langka itu—

TING-TONG. TING-TONG.

Dentang bel pintu utama Penthouse bergema halus, memecah keheningan ruangan.

Lux tersentak pelan. Alisnya berkerut halus. Braxton? Tidak mungkin. Pria itu baru saja pergi ke rumah sakit tiga puluh menit yang lalu dan ia memiliki akses kode pintu sendiri.

Lux bangkit berdiri dari sofa, merapikan gaun sutra marunnya yang menjuntai rapi, lalu melangkah santai menyusuri lorong marmer menuju pintu depan. Ia menduga mungkin petugas pengantar barang atau pihak pengelola gedung yang datang. Namun, ketika layar intercom digital di samping pintu menyala, mata abu-abu Lux membelalak kecil karena terkejut.

Empat orang berpenampilan amat elegan sedang berdiri di depan pintu luar.

Tanpa membuang waktu, Lux menekan tombol pembuka kunci. Pintu ganda berpanel kayu mahoni itu perlahan terbuka lebar.

Pemandangan di hadapan Lux seketika membuat lidahnya kelak. Dua pasang suami istri dari dinasti paling berpengaruh di pantai barat berdiri di sana.

Di sebelah kiri, berdiri orang tuanya sendiri—Marcus Victoria yang tampak gagah dengan setelan jas abu-abu gelap, dan Eleanor Victoria yang anggun memegang tas designer bernilai fantastis. Sementara di sebelah kanan, berdiri pasangan yang tak kalah memancarkan aura wibawa dan kemewahan murni: Austin Jaxon Desmon—pria paruh baya karismatik yang akrab disapa AJ—serta istrinya, Zephyr-Desmon.

Sebelum Lux sempat menyapa atau sekadar mencerna kehadiran tamu-tamu terhormat ini, sosok wanita bergaun putih gading di hadapannya sudah bergerak lebih dulu.

Zephyr Valerio-Desmon—ibu kandung Braxton yang terkenal akan kecantikan abadi dan kehangatan jiwanya—melangkah cepat memangkas jarak. Tanpa ada canggung, tanpa ada jarak formality khas kalangan high-society, Zacheriyya langsung merengkuh tubuh Lux ke dalam pelukan hangat yang begitu erat dan protektif.

Aroma lembut bunga jasmine dan vanila langsung menyeruak menyelimuti indera penciuman Lux.

"Ooh, Lux... my sweetheart," bisik Zephyr dengan nada suara yang bergetar penuh keharuan. Tangan Zephyr mengusap lembut punggung Lux, mengunci menantunya dalam pelukan yang hangat dan tulus.

Lux terpaku kaku di tempatnya selama beberapa detik. Reaksi refleks dari tubuhnya yang biasanya selalu menolak sentuhan fisik dari orang luar mendadak melumer.

Ada kehangatan ibu yang begitu murni dan jujur memancar dari dekapan Zephyr—sesuatu yang sangat jarang, atau bahkan tak pernah Lux dapatkan dari ibunya sendiri, Eleanor, yang selalu bersikap kaku dan formal demi menjaga reputasi.

Perlahan, kedua tangan Lux terangkat, membalas pelukan Zephyr dengan canggung namun hangat.

"M-Mommy Zephyr...?" bisik Lux pelan.

Zephyr merenggangkan pelukannya sedikit, memegang kedua bahu Lux. Sepasang mata cokelat Zephyr—yang amat mirip dengan mata Braxton—menatap Lux dengan binar kasih sayang yang membuncah.

Ibu mertuanya itu mengamati wajah Lux, lalu melirik lembut pada tato artistik yang melilit di bahu dan leher menantunya tanpa sedikit pun raut menilai atau keberatan.

"Maafkan Mommy yang baru sempat berkunjung secara mendadak seperti ini, Sayang," ujar Zephyr dengan senyum hangat yang amat menawan. Ia mengusap pipi mulus Lux dengan ibu jarinya. "Bagaimana kabarmu? Kau terlihat sedikit lebih kurus... Apakah anak nakal itu memperlakukanmu dengan baik selama dua bulan ini?"

Lux menelan ludah, merona tipis mendengar perhatian tulus tersebut. "K-Kabar saya baik, Mommy. Dan... Braxton memperlakukan saya dengan sangat baik."

Mendengar kata-kata itu meluncur dari bibir Lux, Zephyr mendesah lega, mengelus dada. Di belakangnya, AJ Desmon menyunggingkan senyum bangga dan ramah pada menantunya.

"Sudah Kubilang, Sayang," sahut AJ dengan suara berat dan karismatiknya, melangkah masuk seraya merangkul pinggang istrinya. "Braxton itu putraku. Meski dia narsis dan suka berbuat sesukanya, dia tahu betul cara menjaga wanitanya."

Marcus Victoria Berdehem pelan, merapikan lengan jasnya seraya melangkah masuk bersama Eleanor. "Rumah ini tampak terawat dengan baik, Lux. Ayah senang kau dan Braxton bisa beradaptasi di Penthouse ini."

"Tentu saja terawat, Marcus," potong Zephyr cepat seraya berbalik menatap Marcus dan Eleanor dengan senyum manis namun tegas. "Anak-anak kita sudah dewasa. Mereka tahu cara membangun rumah tangga mereka sendiri tanpa perlu campur tangan kaku dari kita."

Zephyr kembali berpaling pada Lux, merangkul lengan menantunya secara akrab dan membawanya melangkah menuju ruang keluarga yang luas.

Momen itu menjadi pertemuan intim pertama bagi kedua keluarga besar tersebut setelah rentetan peristiwa dramatis dua bulan lalu—mulai dari diagnosis medis palsu, pernikahan kilat yang tertutup, hingga keputusan bersama untuk merahasiakan status Lux dan Braxton dari publik kampus.

Mereka berlima duduk di sofa kulit hitam yang luas. AJ duduk di samping Zephyr, sementara Marcus dan Eleanor duduk berhadapan dengan mereka. Lux duduk di antara Zephyr dan AJ, dikelilingi oleh kehangatan mertuanya yang membuat suasana kaku terasa jauh lebih mencair.

"Dimana Braxton, Lux?" tanya AJ seraya menyandarkan punggungnya di sofa, melirik ke sekeliling Penthouse yang sepi. "Mobilnya tidak ada di area parkir bawah."

Jantung Lux berdesir pelan teringat pada kepergian Braxton tiga puluh menit lalu—serta panggilan telepon misterius dari Hospital Saint Jude yang membuat suaminya pergi terburu-buru. Namun, mengingat pesan Braxton untuk menjaga rahasia dan tidak menimbulkan kepanikan, Lux menyusun jawaban dengan tenang.

"Braxton... ada urusan mendadak di luar, Dad," jawab Lux halus, memilih menggunakan panggilan 'Dad' yang disambut binar bahagia di mata AJ. "Dia bilang akan segera kembali begitu urusannya selesai."

Zephyr mengibaskan tangannya pelan di udara, menyunggingkan senyum hangat seraya memegang jemari Lux.

"Biarkan saja anak itu," kata Zephyr santai. "Justru lebih bagus dia tidak ada di sini sebentar, jadi Mommy bisa puas mengobrol dengan menantu cantik Mommy ini."

Eleanor Victoria, yang duduk anggun di seberang mereka, menyesap air mineral yang disajikan Lux. Matanya memindai interaksi antara Zephyr dan putrinya. Eleanor menghembuskan napas pelan, raut wajahnya yang biasanya kaku dan dingin tampak sedikit melunak melihat bagaimana Lux diperlakukan begitu berharga oleh keluarga Desmon.

"Nyonya Zephyr," panggil Eleanor pelan, suaranya terdengar kaku namun jujur. "Terima kasih... karena telah menerima Lux dengan sangat terbuka. Kau tahu putriku memiliki sifat yang agak liar, pemberani, dan sulit diatur karena... beberapa hal."

Zephyr menatap Eleanor. Sebagai sesama wanita dan ibu, Zephyr tahu betul keretakan dingin yang terjadi di dalam keluarga Victoria. Namun Zephyr tidak menghakimi; ia justru memberikan senyuman penuh kedewasaan.

"Eleanor," sahut Zephyr lembut namun berwibawa. "Lux bukan sulit diatur. Dia hanya memiliki jiwa yang jujur dan berani. Di mata keluarga Valerio-Desmon, Lux adalah permata. Tato-tatonya, gaya pakaiannya, kecerdasannya di Fakultas Seni... itu semua adalah keindahan yang membuat Braxton bertekuk lutut. Kau tidak perlu khawatir, kami mencintainya apa adanya."

Kata-kata Zephyr membuat Lux tertegun. Dada gadis itu bergemuruh oleh rasa haru yang amat dalam. Sepanjang hidupnya, Lux selalu merasa tatonya dan keliarannya adalah bentuk pemberontakan yang dibenci oleh orang tuanya. Namun di depan keluarga suaminya, semua hal yang ia anggap sebagai 'cacat' justru diakui sebagai keindahan.

AJ merangkul bahu Zephyr, lalu menatap Lux dengan pandangan hangat seorang ayah.

"Braxton mungkin terlihat egois di luar sana, Lux," ujar AJ penuh penekanan. "Tapi sejak kecil, jika dia sudah memilih satu hal, dia akan melindunginya sampai mati. Pernikahan kalian memang dimulai dari situasi yang aneh dan serba cepat, tapi Daddy bisa melihat, Anak itu benar-benar jatuh hati padamu."

Lux menundukkan kepalanya, menyembunyikan rona merah yang merebak kembali di pipinya. Binar bahagia yang merayapi hatinya semakin tak terbendung.

Zephyr mendekatkan tubuhnya, mengelus rambut panjang Lux yang halus, memutus sisa-sisa rasa canggung di antara mereka.

"Mommy akan sering berkunjung kemari nanti, Sayang," bisik Zephyr dengan nada suara manis yang sarat akan rasa kasih sayang murni. "Mommy akan membawakanmu masakan rumah dan kue-kue kesukaanmu. Dan jika anak nakal itu sampai membuatmu kesal atau bertindak menyebalkan... jangan sungkan untuk menelepon Mommy. Mommy sendiri yang akan datang dan memukul Bokongnya."

Lux tak sanggup lagi menahan tawa kecilnya. Sebuah tawa renyah dan tulus meledak halus dari bibirnya—tawa yang membuat Marcus dan Eleanor tertegun karena sudah sangat lama tidak mendengar putri mereka tertawa lepas seperti itu.

"Maafkan putra Mommy yang nakal itu, ya?" lanjut Zephyr lembut, mengepalkan jemari Lux di dalam genggamannya. "Dia mungkin kadang terlalu gengsi atau sok pahlawan, tapi percayalah, Lux... hatinya sepenuhnya milikmu sekarang."

"Terima kasih, Mommy..." bisik Lux tulus, mata abu-abunya berkilau oleh genangan air mata haru. "Mommy tidak perlu minta maaf. Braxton... Braxton adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidup saya."

Pengakuan jujur dari Lux membuat Zephyr tersenyum lebar dan kembali memeluk menantunya dengan hangat. Marcus Victoria di seberang meja menghembuskan napas lega, menatap istrinya, Eleanor, yang perlahan menyunggingkan senyum tipis—sebuah momen langka di mana kedamaian sejati akhirnya menaungi kedua keluarga besar tersebut.

Di dalam penthouse yang megah itu, suasana haru dan kehangatan keluarga menyatu sempurna. Lux merasa tidak lagi berdiri sendirian menghadapi dunia.

Meski bayang-bayang rahasia di rumah sakit dan ancaman masa lalu Braxton masih mengintai di luar sana, Lux tahu ia kini memiliki rumah, perlindungan, dan keluarga sejati yang siap berdiri di sisinya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Maaf ya kak reader, Kalo nama mommy Zephyr Typo 🙏🏻 Happy Reading 🌷

1
Mita Paramita
😍😍😍😍😍
Rosdianah 🌷: ma'aciww komentar nya kak 🥰🥰🥰
total 1 replies
Hennyy exo
pengen deh cowok yg kaya braxton🤭
Rosdianah 🌷: hihi🤭
total 1 replies
Hennyy exo
ihh makin suka thor🤭
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Hennyy exo
wow alurnya menarik dan penulisannya bagus
Hennyy exo
ihh greget banget ama braxton🤭
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
nayla tsaqif
Istri AJ / mommy braxy zephir,, knp jd cherry,, 😌??
Rosdianah 🌷: huhuhu author typo 🙏🏻🙏🏻😭😭
total 2 replies
nayla tsaqif
Emg kak, soalnya daddy mommy braxton dulu king dan queen drama,, 😌
Rosdianah 🌷: wkkwk🤣
total 1 replies
Nita Kurniawati
yampun, part ini bikin AQ mewek 😭
semangat ya bang, buat meluluhkan hati Lux
Rosdianah 🌷: huhu ma'aciww komentar nya kak🫶
total 1 replies
Mia Camelia
batu ketemu batu ini mah🤣sama2 keras kepala🤔
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤣
total 1 replies
Feni sang penulis novel
kakak maaf ya tadi aku salah menyebutin novel judul aku maksud aku seperti ini judulnya adalah jalan menuju masa depan itu yang asli judulku
Feni sang penulis novel
assalamualaikum kak maaf ya aku kurang sopan aku izin berkomentar aku sudah membaca semuanya alurnya Saya suka dan saya ingin memberikan bintang 5 kalau boleh kalau kakak mengizinkan saya ingin sekaligus promosi juga di sini Saya mempunyai novel yang berjudul menuju jalan masa depan semoga kakak suka dan babnya juga ada 9 bab terima kasih
Mita Paramita
king drama nih Braxton 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkwkwk Braxton Sama Braxley anak Daddy AJ ya kak. jangan lupa baca Cerita Braxley dijudul.sebelah🤭
total 1 replies
Mita Paramita
🔥🔥🔥
Rosdianah 🌷: Happy reading kak 🥳
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!