NovelToon NovelToon
Aversion To You

Aversion To You

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Dark Romance / Cintapertama
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Pernikahan Aurora dengan Jonathan Carser—menjadi neraka saat ia menjadi korban pengkhianatan dan manipulasi.

Puncaknya, ia dipaksa menghadapi keraguan sang suami atas bayi laki-laki nya yang terlahir dengan paras begitu mirip dengan mantan kekasih masa lalunya, Braxley Valerio-Desmon.

Ketika kebenaran mulai terkuak dan Jonathan semakin brutal meluapkan amarahnya, Siapkah Aurora menghadapi kenyataan pahit, menerima kebenaran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

013

Sinar matahari pagi menembus tirai kaca tebal di ruang perawatan VIP St. Jude Private Medical Center, membias menjadi garis-garis emas yang hangat di atas lantai marmer.

Bau medis yang tajam perlahan tersamarkan oleh aroma kelopak bunga mawar putih segar yang baru saja dikirimkan oleh staf kepresidenan rumah sakit—sebuah gestur penghormatan mutlak bagi ruangan tempat beristirahatnya calon pewaris utama dinasti Desmon.

Di atas ranjang utama, Aurora duduk bersandar pada tumpukan bantal empuk. Wajahnya yang semula pucat pasi kini mulai memancarkan rona kehidupan.

Di dalam pangkuannya, Draco tertidur pulas setelah menghabiskan satu botol susu formula khusus. Napas bayi itu terdengar halus dan teratur, tanda bahwa demam tinggi yang semalam mengancam jiwanya telah sepenuhnya padam.

Sementara itu, di sudut ruangan dekat meja kerja mahoni, Braxley berdiri tegak.

Pria itu telah membasuh diri dan mengenakan setelan kemeja putih bersih buatan penjahit terbaik Milan, lengkap dengan rompi hitam yang melekat sempurna di tubuh tegapnya. Luka gores di sudut bibirnya akibat pukulan sang ayah masih berjejak kemerahan, namun alih-alih mengurangi ketampanannya, jejak itu justru makin mempertegas aura maskulin yang intimidatif.

Di hadapan Braxley, Clark berdiri dengan posisi membungkuk hormat, memegang sebuah tablet tipis bertutup kulit hitam yang terus menerus menyala menerima rentetan pemberitahuan.

"Bagaimana pergerakan di lantai bursa pagi ini, Clark?" suara Braxley meluncur dingin dan datar, tanpa ada lagi sisa kekonyolan atau godaan tengil yang tadi malam ia tunjukkan pada Aurora.

Pria di hadapan Clark saat ini adalah Braxley sang penguasa bisnis—sosok tanpa ampun yang siap meratakan siapa pun yang mengusik garis kehidupannya.

"Semua berjalan sesuai perintah Anda, Tuan Desmon," jawab Clark dengan nada profesional yang tenang. "Tepat pukul delapan pagi saat bursa saham dibuka, divisi hukum Desmon Group bersama konsorsium perbankan internasional secara resmi menarik seluruh dukungan likuiditas untuk Carser Corporation. Saham mereka merosot tajam sebesar empat puluh delapan persen hanya dalam waktu dua puluh menit pertama."

Braxley menerima tablet dari tangan Clark, mengusap layarnya sekilas untuk melihat grafik berwarna merah menukik tajam yang menandakan kehancuran total kekayaan keluarga Carser.

"Bagaimana dengan Jonathan?" tanya Braxley, matanya menyempit berbahaya.

"Tuan Jonathan Carser saat ini sedang tertahan di kantor pusatnya," Clark melaporkan dengan detail. "Tim auditor independen bersama aparat kepolisian dari divisi kejahatan finansial telah memasuki gedungnya lima belas menit yang lalu. Dokumen mengenai penggelapan dana investasi dan rekayasa laporan keuangan yang Anda kirimkan semalam telah diverifikasi secara penuh. Surat perintah penangkapan sudah diterbitkan."

Sebuah senyuman dingin yang sangat tipis terukir di bibir Braxley. Pria itu mengembalikan tablet kepada asistennya, lalu merapikan manset kemeja di pergelangan tangannya.

"Pastikan tidak ada jaminan penangguhan penahanan untuknya," bisik Braxley, suaranya mengandung janji eksekusi yang tak terbantahkan. "Aku ingin pria itu menyadari bahwa setiap detik penderitaan yang ia berikan pada Aurora dan Draco di mansion itu akan dibayar dengan kehancuran seluruh nama baik dan kebebasannya."

"Baik, Tuan Desmon. Semua pengacara terbaik kita sudah mengunci seluruh celah hukum," sahut Clark mantap.

Aurora yang mendengarkan percakapan itu dari atas ranjang hanya bisa menarik napas panjang.

Ada rasa dingin yang menyergap tengkuknya melihat bagaimana Braxley menghancurkan sebuah dinasti bisnis keluarga Carser hanya dalam hitungan jam, tanpa perlu mengotori tangannya sendiri dengan kekerasan fisik. Kekuasaan yang dimiliki pria ini benar-benar tanpa batas dan menakutkan.

Namun, di saat yang sama, timbul rasa lega yang teramat sangat di dalam dada Aurora. Beban berat, ketakutan, dan ancaman yang selama bertahun-tahun menghantuinya bagaikan rantai besi kini meleleh habis. Neraka di Mansion Carser telah resmi berakhir.

"Clark," panggil Braxley lagi sebelum asistennya itu melangkah mundur. "Bagaimana dengan berkas pembatalan pernikahan?"

"Sudah selesai diproses oleh Pengadilan Agama dan Sipil, Tuan," Clark menyerahkan sebuah map tipis berwarna biru tua. "Atas dasar bukti pemaksaan, intimidasi fisik, serta pemalsuan dokumen status, pernikahan antara Nona Aurora Borealis dan Tuan Jonathan Carser secara resmi telah dibatalkan oleh negara. Secara hukum, Nona Aurora kini sepenuhnya bebas dan tidak lagi memiliki keterikatan apa pun dengan keluarga Carser."

Braxley menerima map tersebut, mengangguk pelan, lalu memberi isyarat tangan agar Clark meninggalkan ruangan.

Begitu pintu ganda ruang VIP tertutup rapat, aura dingin dan intimidatif yang memancar dari tubuh Braxley seketika melunak. Pria itu memutar tubuhnya, berjalan menghampiri ranjang tempat Aurora dan Draco berada.

Langkah kakinya pelan, pandangan matanya berubah menjadi begitu hangat dan penuh pemujaan saat menatap wanita yang kini sudah sepenuhnya terbebas dari ikatan pria lain.

Braxley duduk di tepi ranjang, meletakkan map biru tua itu di atas pangkuan Aurora.

"Ini kebebasanmu, Sayang," bisik Braxley lembut, tangannya terangkat mengusap rambut panjang Aurora yang terurai indah. "Tidak ada lagi nama Carser yang menempel padamu. Tidak ada lagi ancaman tentang panti asuhan atau perampasan hak asuh Draco. Kau bebas."

Aurora menyentuh permukaan map berwarna biru tua itu dengan jemarinya yang gemetar. Air mata bening menetes tanpa bisa ditahan, jatuh tepat di atas logo segel pengadilan.

Kebebasan yang selama ini terasa begitu jauh dan mustahil untuk diraih, kini berada tepat di dalam genggaman tangannya berkat pria gila yang berada di depannya ini.

"Axley..." bisik Aurora dengan suara parau bercampur isak keharuan. "Aku... aku tidak tahu harus mengatakan apa lagi..."

"Kau tidak perlu mengatakan apa pun," pangkas Braxley, mengusap air mata di pipi Aurora dengan jemarinya yang hangat. "Cukup tatap aku, dan berjanjilah bahwa kau tidak akan pernah meragukan posisimu di sisiku lagi."

Aurora menatap manik mata cokelat gelap milik Braxley. Di dalam binar mata pria itu, ia tidak lagi melihat bayangan monster pembius atau taipan dingin yang angkuh; yang ada hanyalah seorang pria yang rela menembus neraka dan meratakan gunung demi mengembalikan senyumannya.

Tiba-tiba, pintu ruangan kembali terbuka perlahan.

Dua orang pengawal pribadi berjas hitam masuk terlebih dahulu, berdiri di sisi pintu untuk menyambut kedatangan matriark dinasti Desmon.

Zephyr Desmon melangkah masuk dengan anggun, mengenakan gaun terusan berwarna putih gading yang melapisi tubuhnya yang masih tampak sangat menawan.

Di belakangnya, dua orang pelayan membawa beberapa koper kain eksklusif berisi pakaian bayi dan gaun-gaun wanita kelas atas.

"Mommy..." panggil Braxley sembari berdiri dari tepi ranjang.

Zephyr mengabaikan panggilan putranya, melangkah cepat menghampiri Aurora dengan wajah yang dipenuhi senyuman hangat seorang ibu.

"Selamat pagi, Sayangku," sapa Zephyr lembut, membungkukkan tubuhnya untuk mengecup kedua pipi Aurora dengan penuh kasih sayang. "Bagaimana tidurmu semalam? Apakah si brengsek ini mengganggumu lagi?"

Aurora tertawa kecil, rasa canggungnya perlahan luntur oleh kehangatan ibu dari Braxley itu. "Tidak, Mommy... Aku tidur sangat nyenyak. Draco juga sudah jauh lebih baik."

Zephyr melirik ke arah Draco yang terlelap di pangkuan Aurora, lalu jemari lentiknya usil membelai pipi gembul cucunya itu. "Tentu saja dia lebih baik. Darah Desmon di dalam tubuhnya sangat kuat. Dia adalah cucu pertamaku yang paling berharga."

Zephyr kemudian berdiri tegak, memutar tubuhnya dan melemparkan tatapan penuh otoritas kepada Braxley.

"Braxley, apakah iring-iringan mobil di bawah sudah siap?" tanya Zephyr dengan nada memerintah.

"Sudah siap sejak setengah jam yang lalu, Mom," jawab Braxley patuh. "Tim medis pengawal juga sudah siap memindahkan Draco dengan ambulans udara khusus jika diperlukan."

"Bagus," Zephyr mengangguk puas. Ia lalu kembali menatap Aurora dengan binar mata protektif. "Hari ini kau dan Draco akan pulang ke Mansion Utama Desmon. Dokter keluarga sudah menyiapkan fasilitas terbaik di sana untuk masa pemulihan. Kau tidak boleh menolak, Aurora. Ini adalah perintah langsung dari Daddy dan Mommy."

Aurora menatap Zephyr, lalu beralih melirik Braxley yang hanya menyunggingkan senyum tipis seolah berkata 'sudah kubilang kau tidak punya pilihan'.

"Terima kasih banyak, Mommy... Aku sangat menghargai semua kebaikan ini," ucap Aurora tulus dari dalam hatinya.

"Ini bukan kebaikan, Sayang. Ini adalah kewajiban kami untuk membayar masa-masa sulit yang harus kau lalui karena kebodohan putraku," ujar Zephyr tegas, sembari memberikan tatapan sindiran tajam ke arah Braxley.

Braxley hanya berdehem pelan, mengusap leher belakangnya dengan canggung menghadapi omelan sang ibu yang tak kunjung usai.

Lima belas menit kemudian, proses pemindahan dilakukan dengan tingkat pengamanan tertinggi.

Seluruh koridor lantai VIP rumah sakit steril dari pasien umum. Puluhan pengawal berjas hitam mengawal setiap langkah mereka menuju helipad di puncak gedung rumah sakit.

Sebuah helikopter eksklusif berlogo dinasti Desmon sudah menyalakan baling-balingnya, siap menerbangkan mereka menuju kediaman utama.

Saat Braxley membimbing Aurora melangkah menaiki tangga helikopter—dengan tangan tegapnya yang tak pernah lepas melindungi pinggang Aurora dan menjaga Draco dalam dekapan hangat—Aurora menyempatkan diri melirik ke bawah melalui jendela kaca.

Di atas sana, dari ketinggian langit Los Angeles, Aurora menyaksikan secara langsung bagaimana takdirnya diputarbalikkan secara dramatis.

Braxley duduk di samping Aurora di dalam kabin helikopter yang kedap suara dan sangat mewah. Pria itu menarik tubuh Aurora mendekat, merangkulkan lengannya yang kokoh untuk menyandarkan kepala wanita itu di dada bidangnya.

"Lihat ke depan, Aurora," bisik Braxley tepat di telinganya, suara perkasanya terdengar begitu menenangkan di tengah deru mesin helikopter. "Jangan pernah melirik ke belakang lagi. Masa lalumu yang kelam sudah terbakar habis di bawah sana."

Aurora memejamkan matanya, menghirup aroma sandalwood yang menjadi candu barunya. Ia menggenggam erat tangan Braxley yang bertaut di atas selimut Draco.

"Terima kasih, Axley..." bisik Aurora lembut.

"Sama-sama, Mine," balas Braxley mantap, mendaratkan sebuah kecupan hangat dan lama di puncak kepala Aurora.

Helikopter itu melaju membelah langit pagi yang cerah, membawa Aurora, Draco, dan Braxley menuju benteng kekuasaan dinasti Desmon—sebuah tempat di mana tidak akan ada lagi air mata, ketakutan, atau penderitaan, melainkan kisah cinta baru yang dilindungi oleh kekuasaan tanpa batas.

1
Astrid Kucrit
lyn,cuma kamu yang draco inginkan
Rosdianah 🌷: ma'aciww komentar nya kak🙏🏻
total 1 replies
Siti Kamisah Hasnul
Linzy ternyata anak Jonathan...wahhhhh...kacau ini
Rosdianah 🌷: jangan kacau dulu kak🤭
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
gak nyangka udah di tahap baca ceritanya anaknya AJ brarti si braxley ini cucunya vexana sama landon 🤣
Rosdianah 🌷: hehe iya kak, kembarannya Braxton disebelah kak🤭
total 1 replies
Mia Camelia
jonathan harus di kasih pelajaran tambahan nih 🤣🤣🤣tuh orang gak ada takut nya
😔
Rosdianah 🌷: Wajib digoyeng 🤣🤭
total 1 replies
Ainun Mahya
nggk up nih kak?
Rosdianah 🌷: huhu besok author Double Up 🫶🙏🏻
total 1 replies
Ainun Mahya
vote meluncur🤭🤭
Rosdianah 🌷: uhuy ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Mia Camelia
widieww....braxley tipe2 blackflag banget gak sih🤔🤣😂
Rosdianah 🌷: wkwkw🤭
total 1 replies
Mia Camelia
selamat thor udah meluncur karya baru lagi🥳🥳🥳
makin prokdutif banget thor bulan ini udh baru lgi muncul🥳
Rosdianah 🌷: Huhu🫶 Ma'aciww kak, Dan ma'aciww juga asas setiap Jejak Nya selama ini. semoga cerita nya. happy reading 🥰
total 1 replies
Hennyy exo
wow karya mu emang bagus thor
Rosdianah 🌷: ma'aciw kak🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!