Shen Yu dikenal sebagai tuan muda paling bermasalah di Kota Qinghe. Ia gemar menghamburkan uang, membuat keributan, dan menghabiskan waktunya di rumah hiburan. Anehnya, setiap kali ia membuat masalah, sang nenek selalu berada di belakangnya.
Nyonya Lin bukanlah wanita tua biasa. Ia adalah legenda dunia persilatan, pendiri Aliansi Seratus Perguruan, dan sosok yang pernah menjaga kedamaian Dunia.
Namun ketika bayang-bayang perang kembali muncul dan musuh-musuh lama mulai bergerak, Shen Yu harus menghadapi kenyataan bahwa perlindungan neneknya tidak akan ada selamanya. Demi menjaga warisan orang yang paling ia cintai, ia perlahan berubah dari seorang tuan muda manja menjadi pendekar yang akan menentukan masa depan Kekaisaran dan dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirage Ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Suasana Aula Naga kembali tenang.
Tak seorang pun pejabat berani memandang rendah Shen Yu lagi. Tatapannya Long Zhenyi tetap tertuju kepada Shen Yu.
"Shen Yu. Awalnya aku memanggilmu karena aura yang muncul di Kota Qinghe. Setelah melihat kemampuanmu aku ingin kau mendedikasikan dirimu untuk kekaisaran Long"
Shen Yu sedikit mengangkat alis.
Long Zhenyi mengangkat tangannya.
"Pelayan!"
Seorang pelayan membawa sebuah kotak giok berwarna putih. Kotak itu diletakkan di hadapan Shen Yu.
"Bukalah."
Shen Yu membuka tutup kotak itu perlahan.
Di dalamnya terdapat sebuah lencana emas bergambar naga yang melingkar mengelilingi matahari.
Beberapa menteri langsung membelalakkan mata.
"Itu..."
"Lencana Naga Emas..."
"Yang Mulia!"
Salah seorang menteri tua buru-buru maju.
"Yang Mulia, bukankah benda itu hanya diberikan kepada orang yang mendapat kepercayaan penuh dari keluarga kekaisaran?"
Long Zhenyi menjawab dengan tenang.
"Benar."
"Lalu mengapa Yang Mulia memberikannya kepada orang luar?"
Long Zhenyi tersenyum tipis.
"Sekarang Shen Yu bukan lagi orang luar. Dia sudah menjadi bagian dari kekaisaran Long"
Ucapan itu membuat seluruh aula kembali sunyi.
Long Zhenyi menatap Shen Yu.
"Mulai hari ini kau adalah tamu kehormatan Kekaisaran Long. Lencana itu memberimu hak memasuki istana kapan saja tanpa perlu diperiksa." Di seluruh wilayah kekaisaran, para pejabat juga wajib memberikan bantuan kepadamu selama tidak bertentangan dengan hukum."
Shen Yu melihat lencana itu beberapa saat. Kemudian tersenyum lalu memberi hormat pada kaisar.
"Wah! Hadiahnya bagus juga. Terimakasih yang mulia, hamba terima hadiahnya."
Shen Yu memasukkan lencana itu ke dalam lengan bajunya. Kemudian ia melambaikan tangannya.
Para menteri segera memahami maksudnya.
Rapat pun selesai, para menteri satu per satu meninggalkan Aula Naga.
Tak lama kemudian...
Aula yang luas itu hanya menyisakan Long Zhenyi dan Shen Yu.
Long Zhenyi turun dari singgasananya.
Ia berjalan perlahan hingga berdiri beberapa langkah di depan Shen Yu.
"Aku ingin bertanya sesuatu soal kekuatanmu."
"Silakan, Yang Mulia."
Jawab Shen Yu.
"Siapa gurumu?"
Shen Yu tersenyum.
"Nenekku."
Long Zhenyi sedikit terdiam.
"Nenekmu?"
"Iya yang mulia. Beliau mengajariku sejak kecil banyak hal."
Long Zhenyi memandang wajah Shen Yu cukup lama. Dalam hati ia bergumam.
"Orang yang mampu mengajar murid seperti ini. Siapa sebenarnya neneknya?"
Belum sempat ia bertanya lebih jauh...
Seorang penjaga berlari memasuki aula.
"Yang Mulia! Ada laporan darurat!"
Long Zhenyi langsung kembali memasang wajah dingin.
"Bicaralah."
Penjaga itu berlutut.
"Di Perbatasan Utara puluhan desa tiba-tiba lenyap dalam semalam. Tidak ada satu pun korban yang ditemukan. Hanya bekas aura hitam yang tertinggal. Sepertinya desa itu diserang oleh seseorang mempunyai ilmu hitam yang mulia."
Ekspresi Long Zhenyi langsung berubah serius.
"Apakah...mereka muncul lagi?"
Penjaga itu menundukkan kepala.
"Hamba khawatir demikian, Yang Mulia."
Shen Yu memperhatikan perubahan wajah Long Zhenyi.
Ia bisa merasakan...
Masalah yang dibicarakan penjaga itu jauh lebih besar daripada Penguasa Bayangan yang telah ia bunuh.
Di kejauhan...
Di sebuah kuil kuno yang tertutup kabut hitam. Seorang pria berjubah gelap perlahan membuka matanya. Di hadapannya terdapat sebuah lampu jiwa. Tiba-tiba...
Api lampu itu padam. Pria itu menyipitkan mata.
"Penguasa Bayangan...ternyata mati."
Sudut bibirnya perlahan terangkat.
"Menarik. Sudah lama tidak ada orang yang mampu membunuh salah satu bawahanku."
Ia perlahan berdiri.
Aura hitam yang jauh lebih mengerikan daripada Penguasa Bayangan memenuhi seluruh kuil.
Aula Naga kembali sunyi.
Shen Yu memandang Long Zhenyi yang masih berdiri aula.
"Yang Mulia. Siapa sebenarnya orang itu?"
Long Zhenyi menarik napas panjang.
"Orang itu bukanlah pendekar biasa, dia adalah salah satu Raja Kegelapan."
Shen Yu mengangkat alis.
"Raja Kegelapan?"
Long Zhenyi mengangguk pelan.
"Mereka berada di bawah sebuah organisasi kuno bernama Kuil Kegelapan. Dahulu mereka hampir menghancurkan seluruh Benua Tianxia. Mereka membantai desa, kota, bahkan sekte hanya demi menjalankan teknik terlarang. Ratusan tahun yang lalu, seluruh kekaisaran bersatu untuk memusnahkan mereka. Kami mengira mereka telah lenyap. Ternyata...mereka masih hidup."
Shen Yu membuka kipasnya. Long Zhenyi mengepalkan tangannya.
"Kalau mereka benar-benar bangkit, bukan hanya Dinasti Long. Seluruh rakyat di benua ini akan hidup dalam ketakutan."
Nada suaranya mulai melemah.
Untuk pertama kalinya...
Shen Yu melihat seorang kaisar tidak sedang berbicara sebagai penguasa. Melainkan sebagai seseorang yang mengkhawatirkan rakyatnya.
Long Zhenyi menatap Shen Yu.
"Shen Yu. Aku mempunyai satu permintaan."
Shen Yu tersenyum.
"Silakan."
Long Zhenyi terdiam cukup lama. Seolah sedang menekan harga dirinya. Beberapa saat kemudian...Ia menggenggam kedua tangannya memberi hormat kepada Shen Yu.
"Aku mohon tolong bantu Dinasti Long! Bantu aku melindungi rakyatku."
Shen Yu sedikit terkejut.
Seorang kaisar...
Merendahkan dirinya kepada orang lain.
Long Zhenyi menundukkan kepala sedikit.
"Sebagai balasannya aku akan memenuhi apa pun yang kau inginkan."
Shen Yu menatapnya beberapa saat. Lalu sudut bibirnya perlahan terangkat.
"Benarkah?"
Long Zhenyi mengangguk.
"Selama masih berada dalam kemampuanku."
Shen Yu menutup kipasnya.
"Kalau begitu aku memang punya satu permintaan."
Long Zhenyi mengangkat kepalanya.
"Katakanlah."
Shen Yu menatap langsung ke matanya dengan berani ia mengatakan.
"Aku ingin Yang Mulia menjadi wanitaku."
Begitu kalimat itu keluar. Wajah Long Zhenyi langsung membeku.
Pipi putihnya perlahan memerah.
"A-apa?"
Bahkan napasnya menjadi sedikit tidak teratur. Ia tidak pernah menyangka permintaan seperti itu akan keluar dari mulut Shen Yu.
Shen Yu hanya tersenyum santai.
"Yang Mulia tadi berkata akan memberikan apa pun yang kuinginkan."
Long Zhenyi menggigit bibir bawahnya. Sebagai seorang kaisar...
Tidak pernah ada pria yang berani mengatakan hal seperti itu kepadanya. Jantungnya berdegup semakin cepat.
Beberapa saat berlalu tanpa sepatah kata pun. Akhirnya...
Long Zhenyi menutup kedua matanya sejenak.
Lalu berkata dengan suara pelan.
"...Baik."
Shen Yu pun langsung menarik tubuh Long Zhenyi ke pelukannya dan mencium bibir seorang kaisar.
Long Zhenyi terkejut tapi dia tidak melawan hanya sedikit kesal.
Ia kembali menatap Shen Yu.
"Beraninya kau menghinaku"
Shen Yu tersenyum
"Sekarang kau sudah menjadi wanitaku, mengalahkan para penjahat itu sangat mudah bagiku"
Long Zhenyi sangat malu dan sedikit kesal dengan perlakuan Shen Yu tapi entah mengapa dia merasa bahagia.
Shen Yu tertawa kecil.
"Ternyata kau benar-benar menepati ucapan."
Long Zhenyi memalingkan wajahnya karena malu.
"Jangan membuatku mengulanginya."
Melihat ekspresi itu, Shen Yu hanya tersenyum.
"Kalau begitu, anggap saja ini sebuah perjanjian."
"Aku akan membantu Dinasti Long."
"Dan kau tak perlu lagi mengkhawatirkan Kuil Kegelapan."
Mendengar jawaban itu...
Long Zhenyi mengembuskan napas lega. Untuk pertama kalinya sejak menerima laporan tentang Kuil Kegelapan...
Ia merasa masih ada harapan bagi rakyat dan kekaisarannya.