Laras demi membahagiakan ibunya yang menginginkan cucu, rela menerima suami temannya yang dijadikan barang jaminan agar bisa mendapatkan uang yang banyak.
Seiring berjalannya Waktu, Laras benar-benar jatuh cinta pada suami jaminannya yang bernama Rayyan. Demikian pula Rayyan yang ternyata amnesia karena kecelakaan dan ditemukan oleh istri pertamanya( Naya) ia jatuh cinta pada Laras.
Mengetahui suaminya ternyata kaya raya, Naya ingin kembali pada suaminya dan melakukan berbagai usaha untuk memisahkan Rayyan dan Laras.
Akankah Laras bahagia dengan Rayyan? Siapakah yang akan dipilih Rayyan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani Ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.8. Liburan
Kini Naya masuk ke dalam selimut, kasur baru yang dibelinya begitu empuk berbeda dengan kasur lamanya yang sudah sangat buruk dan membuat punggungnya sakit tiap kali tidur di sana.
Keesokan harinya, awal pagi yang cukup cerah bahkan matahari telah bertengger di atas sana dengan cahaya yang begitu terik.
Rencana liburan Naya ke Bali tetap dilaksanakan wanita itu dengan mengajak kekasihnya, Naya berniat menghabiskan waktu dan menjalin kasih dengan kekasih gelapnya itu.
Naya membuka kacamata hitam yang dikenakannya, lalu menyimpannya ke dalam tas. Style Naya sudah bagaikan wanita sosialita, terpandang dengan gaya elegannya.
“Kita ke penginapan dulu ya sayang. Kau pasti lelah perjalanan jauh, setelah membersihkan diri barulah kita makan di restoran termahal dan terenak di Bali,” ucap Naya hendak mencari hotel penginapannya untuk dirinya dan sang kekasih.
“Baiklah ayo, aku juga sudah lapar.” menyetujui tawaran Naya, lelaki berperawakan tinggi serta gagah itupun membawa koper berisikan pakaian Naya yang disiapkan wanita itu karena tujuannya menginap di Bali untuk beberapa hari.
“Mbak, kamar satu untuk tiga malam ya. Kamar yang paling bagus dan mewah, fasilitas yang memuaskan. Saya akan membayar mahal untuk kamarnya,” request Naya pada resepsionis hotel ternama di kota Bali.
“Baik Nyonya, saya siapkan kamar nomor 7, di lantai 2, ya.” Resepsionis itu memberikan kartu pintu kamar pada Naya, kini wanita itu dan kekasihnya diantar oleh staff hotel menuju kamar mereka berdua.
Selama perjalanan menuju lantai dua, Naya tak sengaja menabrak seseorang hingga membuat tab yang dipegangnya terjatuh karena bertabrakan dengan Naya.
“Haduh Mbak! Jalannya hati-hati dong. Untung saja ya tidak jatuh!” protes Naya pada seorang gadis di hadapannya.
Tampak gadis itu seperti mahasiswi karena penampilannya yang mencerminkan anak muda, terlebih wajahnya yang teramat cantik setara dengan imutnya.
“Sorry, tapi anda yang jalan tidak lihat-lihat! Saya daritadi memperhatikan jalan, tapi anda yang fokus melihat ke kanan kiri, bukan fokus ke depan. Sekarang lihat, tab saja jatuh karena anda.” geram wanita itu karena tab kesayangannya terjauh karena Naya menyenggol lengan kirinya yang menggenggam tab nya di depan dada.
Naya tidak mau kalah, dia pun membela dirinya dan berbalik menyalahkan wanita cantik itu, hingga terjadi keributan di depan pintu lift.
Tidak berselang lama, seorang manajer hotel ternama itu datang dan melerai kekacauan yang menjadi bahan tontonan pengunjung.
“Sudah, sudah. Nyonya Veo, saya minta maaf. Sepertinya wanita ini tidak tahu siapa anda, saya yang akan mengganti kerusakan tab anda, Nyonya.” Manajer tersebut panas dingin melihat wajah Veo yang tampak kesal. Tidak akan dia biarkan seseorang yang menjadi pemasok dana di hotel miliknya mengalami kesan tidak menyenangkan saat mengunjungi hotel tersebut.
“Aku tidak mau tahu. Wanita ini harus mengganti kerusakan tab ku!” ucap Veo final, tanpa bantahan dan ingin mendengar protes dari siapapun.
Tidak ada yang berani membantah perkataan mutlak dari Veo, putri Dewangga Hanuraksa.
Veo maju mendekat ke arah Naya, dengan tangannya yang kuat dia mencengkeram kerah baju Naya.
"Berani sekali kau berbicara dengan putri tunggal Hanuraksa Group, Hah! Punya nyali juga kau rupanya! Ooh ... Aku lupa, kalau kau hanyalah wanita si kupu-kupu malam yang sedang mencari mangsa di sini. Baiklah, berapa harga mu!" Veo mewarisi sifat ibunya yang cerdik. Dia membalas tanpa mengotori tangannya.
"Mm ... Ma ... Maaf! Saya tidak sengaja, Nona! Saya terburu-buru," ucap Naya ketakutan. Naya baru ingat siapa keluarga Hanuraksa itu. Keluarga terkaya di benua Asia, namun misterius itu karena jarang orang yang bisa mengakses semua info dari keluarga itu.
Seringai terbit di sudut bibir gadis dengan warna iris hitam pekat dan rambut berwarna blonde sepinggang itu.
"Mau kabur ke mana, Nona? Aunty Cloe pernah berkata kalau kita tidak boleh membiarkan seekor lalat pengganggu lewat begitu saja!" ucap Veo mengeluarkan sebilah belati dan menekannya di pipi wanita itu.
"No ... Nona, maafkan saya nona!" pekik Naya ketakutan setengah mati. Sedangkan Varo lelaki yang bersamanya hanya diam menatap gadis cantik yang tengah mencengkeram kerah kekasihnya itu.
Naya seketika membeku, kabar burung yang dia dengar, putri tunggal keluarga Hanuraksa adalah sosok yang kejam dan mengerikan. Tidak melepaskan siapapun yang sudah berani berurusan dengan dirinya. Andai Naya tahu jika yang ia tabrak adalah putri tunggal keluarga Hanuraksa pasti dia tidak akan bersikap seperti tadi.