Niat datang menghadiri acara pernikahan,dirinya harus berakhir menjadi Pengantin pengganti mempelai pria.Yang dimana Pria itu sangatlah dingin dan takdir membuat dirinya menjadi seorang istrinya.
Apakah semua berakhir dengan bahagia atau perpisahan mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
"Baiklah, akhirnya kamu sadar diri mantanmu benar-benar orang berbahaya." Jawab Karina yang langsung membalikkan tubuhnya membelakangi suaminya yang sedari terdiam memikirkan hal itu,hingga sampai Leo menghela nafas panjang.
Keesokan harinya,Karina terbangun dengan mata sedikit sayup karena mengantuk.Namun ,saat ia turun ke ruang meja makan untuk sarapan pagi ia melihat sosok pria yang duduk dengan penampilan rapi baju kemeja kerjanya dengan tatapan pria itu yang sangat fokus pada layar ponselnya,keningnya seketika berkerut seolah sedang menganalisis sesuatu.
"Pagi." Sapa Karina.
Leo bahkan tidak menoleh,tatapannya masih fokus dengan layar ponselnya.
"Sayang ,kemarilah sebentar." Akhirnya Karina berjalan mendekat,dan Karina melirik kearah ponsel itu.
" Bukannya itu mantan..."
"Itu benar, bagaimana apa kamu senang?" Tanya Leo pada Karina, setelah berita tentang kasus Berlin kini heboh di media sosial Bahakan wanita itu sudah masuk penjara.
"Cukup senang." Jawab santai Karina yang kembali ke tempat duduknya.
"Aku akan berangkat ke kantor, untuk hari ini jangan keluar.Aku tak ingin ada kejadian itu lagi.Sementara istirahat jangan pernah keluar dari rumah ini." Peringatan keras Leo pada Karina.
Setelah Leo memperingati dirinya,dia segera berangkat ke kantor.Kini hanya tinggal dirinya yang ada diruangan itu,ia bergegas menyelesaikan sarapan paginya.Setelah itu dia istirahat di kamarnya.
Siang hari
Di saat Karina duduk santai di sofa, tiba-tiba saja ponsel miliknya bergetar.Ternyata itu pesan dari Leo.
[Nanti siang makan bersamaku, Aku akan menjemputmu]
"Apa dia tidak sibuk di kantor,kenapa dia mengajak makan siang bersama?" Ucap Karina yang terlihat bingung.
Karina terlihat sudah rapi, waktunya dia menunggu kedatangan Leo, Karina sibuk menutupi luka memarnya dengan make-up hingga luka di wajah tersamarkan oleh bekas luka itu.
Dari luar terdengar suara mobil,"Sepertinya dia sudah datang." Gumam Karina yang mendengar jelas suara itu.
Karina bergegas keluar dari kamarnya dan langsung turun ke lantai bawah, tepat di luar di depan pintu utama sudah ada mobil milik Leo berhenti.
Karina langsung menghampiri dan masuk ke dalam mobil, Di dalam sudah ada Leo yang masih rapi dengan baju kerjanya.
Mereka berdua pergi menuju lokasi tempat mereka makan siang, seperti biasa mereka berdua memesan makanan dan menikmati makan siang mereka berdua.
Setelah selesai makan ,Leo segera mengantar pulang Karina.Sebelum itu Karina meminta sesuatu pada Leo.
"Minimarket?"
"Iya , aku ingin membeli cemilan.Bosan aku diam terus di kamar,lebih baik aku duduk santai nikmati cemilan." Tiba-tiba saja Karina menginginkan itu.
"Tidak ,makanan Seperti tidak sehat. Lebih baik makan buah-buahan yang lebih sehat." Leo mulai mengatur Karina.
"Kenapa kamu yang malah ngatur terserah aku ingin makan apa,kita berhenti ke minimarket sekarang." Karina menunjuk didepan mereka ada minimarket.
"Aku bilang tidak!"
"Aku bilang berhenti sekarang!" Balik Karina yang berteriak kencang, sampai-sampai nafas Leo menghela kasar setelah keduanya ribut dengan opini mereka masing-masing.
Pada akhirnya mengalah dan mereka berdua langsung berhenti tepat di depan Minimarket.
"Jangan keluar dari mobil."perintah Karina yang tak ingin nantinya akan menjadi heboh di tempat itu.
Karina langsung keluar dari mobil dan masuk ke dalam Minimarket, Ia pun memilih beberapa cemilan dari yang pedas sampai yang gurih semuanya ia pilih dan tidak lupa juga dia membeli minuman segar dan beberapa biskuit.
Setelah selesai berbelanja, Karina langsung menuju meja kasir.
"Karina."
"Kamu Lina."Karina terkejut melihat kehadiran Lina yang ternyata teman kostnya.
"Bagaimana kabarmu?"tanya Lina yang begitu menyapanya dengan senyuman.
"Aku baik-baik saja Lin, ternyata kamu kerja di sini bukannya kamu kerja di jalan xxx."
"Aku dipindah tugaskan di tempat sini, beberapa minggu yang lalu aku sempat terkejut ada banyak pria berbadan kekar masuk ke dalam kamarmu dan membawa semua barang."mendengar penjelasan itu karena hanya tersenyum.
"Aku tidak sempat mengabarimu, jika..."
"Kabarnya kamu sudah menikah ya, suami istri itu orang yang terkenal di majalah itu ya."mendengar pertanyaan itu Karina hanya menggaruk-garukkan kepalanya.
"Dari mana kamu tahu?"tanya Karina.
"Aku lihat di media sosial, aku lihat jelas jika itu kamu. Apa benar?"tanya Lina yang sekedar memastikan apa memang benar tebakannya.
"Itu benar, Maaf kalau aku tidak.."
"Ya ampun Rin, Kenapa kamu tidak bilang dari awal. Asal kamu tahu ya Rin, setelah aku baru tahu kabar tentangmu sudah menikah itu mantanmu Aldo pernah datang ke kostmu dan mencarimu."seketika Karina terdiam, dan dia mengingat siapa Aldo itu.
"Dia mencariku?"
"Iya Aldo mencarimu, sampai Ibu pemilik kost sudah bilang kalau kamu sudah tidak tinggal disana lagi. Tapi masih tetap saja Aldo mencarimu, beberapa hari kemudian dia tidak lagi kembali ke kostmu."Karina hanya terdiam dan tak ingin menanggapi lagi perihal mantannya.
"Ya sudah, aku pun sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan dia."jawab Karina yang sudah tak pedulikan dia .
"Apa yang kamu lakukan sudah benar, untuk apa mempertahankan pria seperti itu jika dia hanya ingin menyakitimu. Lebih baik kamu memilih suamimu yang sekarang ini daripada mantanmu itu."ucap Lina yang mendukung penuh apa yang dipilih oleh karina.
Karina hanya tersenyum dan tahu betul jika Lina temannya begitu tidak menyukai Aldo, karena Lina orang pertama yang bicara langsung jika dirinya tahu betul jika Aldo memang Playboy.
"Karena..."seketika ekspresi Lina terdiam kaku seorang melihat sesuatu tempat di depannya.
"Karena apa Lin?"Tanya balik Karina.
"Apa sudah cukup belanjanya?"suara itu terdengar jelas dari belakang Karina, dan saat karina menoleh ke belakang secara langsung karina melihat kehadiran Leo sudah berdiri tegap tepat di belakangnya.
"Leo." Ucap Karina dengan suara lirih.
Leo menatapnya dengan tatapan dingin,"Jika sudah selesai ayo kita pulang." Jawab Leo yang segera menyuruh Karina pulang sekarang itu juga.
Lina yang melihat segera menghitung barang dan segera memasukkan kedalam kantong belanjaan.
"Ini semuanya." Jawab Lina.
"Makasih Lina." Jawab Karina,mereka berdua langsung keluar dari Minimarket itu.Tanpa Karina sadari,Leo diam-diam mencurigai dengan apa yang mereka berdua bicarakan.
Sampai di dalam mobil, Leo langsung bertanya."Siapa Aldo?"pertanyaan itu membuat Karina terdiam kaku setelah Leo menyebut nama pria itu.
Karina langsung menghelai nafas pelan-pelan,"Dia mantanku."mendengar jawaban itu Leo semakin penasaran.
"Apa dia datang mengganggu?"tanya lagi Leo.
Karina pun menceritakan semua kejadian yang temannya Lina ceritakan, Leo hanya terdiam mendengar penjelasan dari Karina.
"Seperti itu ceritanya, Aku tak ingin berurusan dengan dia lagi. Aku sudah lelah jika aku hanya menjadi bahan taruhan."jawab Karina yang masih mengingat kejadian yang pernah dia alami.
apa dia Casanova huekkkk kasihan kau dapat suami posesif