NovelToon NovelToon
SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Sistem
Popularitas:479
Nilai: 5
Nama Author: Khusus Game

"Saat pedang musuh hampir mencabut nyawaku, sebuah suara mekanis mengambil alih kendali tubuhku dan mengubahku menjadi mesin pembunuh yang sempurna."

​​Jacob adalah pangeran kedua kerajaan Helios yang selalu berlindung di balik punggung kakaknya, George. Namun, sebuah pengkhianatan di medan perang membuat George lumpuh dan pasukan mereka terbantai. Di tengah keputusasaan, sebuah Sistem Auto Pilot aktif di dalam kesadaran Jacob. Sistem ini tidak memberikan misi atau hadiah cuma-cuma, melainkan mengambil alih kendali saraf otot Jacob untuk melakukan gerakan bertarung yang mustahil dilakukan manusia biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Akhir Sang Penasihat

​Jacob berdiri di balkon menara tertinggi dengan napas yang memburu. Matanya menatap tajam ke arah lapangan tengah benteng, tempat ayahnya sedang dikelilingi oleh para jendral dan Penasihat Agung Barnaby.

​Dokumen di genggaman tangannya terasa sangat berat karena berisi instruksi pengkhianatan yang sangat nyata. Dia menyadari bahwa Barnaby dari kejauhan juga sedang menatap ke arah balkon menara dengan ekspresi wajah yang mendadak berubah menjadi sangat tegang.

​{Sistem, aku tidak akan sampai tepat waktu jika harus menuruni ribuan anak tangga ini. Berikan aku rute tercepat untuk menyelamatkan ayah!}

​[Analisa Panca Indra: Jarak vertikal empat puluh meter. Memprediksi niat membunuh dari Barnaby sebesar sembilan puluh dua persen. Mengaktifkan Mode Auto Pilot: Pendaratan Taktis.]

​Sang pangeran muda mendadak melompat melewati pagar balkon tanpa ragu sedikit pun. Tubuhnya menyambar kain panji besar yang menjuntai di dinding menara untuk menahan laju jatuh yang sangat cepat. Dia menendang beberapa tonjolan batu di dinding menara sebagai pijakan sementara sebelum akhirnya mendarat dengan gulingan sempurna di lapangan tengah.

​Barnaby yang melihat Jacob membawa dokumen rahasia itu segera menyadari bahwa waktunya sudah habis. Dia tidak memiliki pilihan lain selain menghabisi Raja Ferdinand sekarang juga sebelum rahasianya dibongkar di depan seluruh pasukan yang sedang berkumpul.

​Tangannya merogoh saku jubah bagian dalam dan menarik sebuah belati tipis yang ujungnya sudah dilumuri cairan hitam pekat. Dia melangkah maju dengan sangat tenang seolah ingin memberikan pelukan ucapan selamat kepada sang raja yang sedang lengah di tengah kegembiraan kemenangan.

​Tepat saat belati itu hanya berjarak beberapa sentimeter dari punggung raja, Jacob yang baru saja mendarat segera melesat dan masuk ke antara mereka berdua. Sistem memaksa otot kaki Jacob untuk melakukan putaran tendangan yang sangat cepat hingga menghantam pergelangan tangan Barnaby dengan telak.

​Dentingan logam terdengar nyaring di tengah kesunyian lapangan tersebut saat belati beracun itu terpental jauh dan menancap di tiang kayu terdekat. Cairan hitam di ujung belati itu langsung bereaksi keras pada serat kayu, menunjukkan betapa mematikannya racun tersebut.

​Raja Ferdinand tersentak kaget dan segera berbalik untuk melihat apa yang sedang terjadi di belakang punggungnya. Dia melihat putra keduanya berdiri dengan napas tersengal sementara Barnaby tersungkur sambil memegangi tangannya yang hancur karena hantaman tadi.

​||||||||||||||

​Veldora segera mencabut kapaknya dan menekan tubuh Barnaby ke tanah sebelum pria tua itu sempat melakukan gerakan tambahan untuk melarikan diri. Seluruh pengawal Black Knight langsung membentuk barisan pelindung di sekitar raja dengan tombak yang sudah terhunus tajam ke arah sang pengkhianat.

​Sang penasihat agung itu tidak lagi menunjukkan wajah ramahnya yang selama ini dia gunakan untuk menipu seluruh orang di kerajaan Helios. Dia tertawa dengan suara yang sangat parau sambil menatap Jacob dengan kebencian yang mendalam di matanya.

​{Begitu melihatku memegang dokumen itu dari atas menara, dia langsung memutuskan untuk bertindak nekat. Orang ini benar-benar ular yang sangat licin tapi sekarang dia sudah terpojok.}

​"Mengapa kau berani mencoba membunuh raja di depan ribuan prajurit Helios, Barnaby?" tanya Jacob dengan nada suara yang penuh dengan amarah yang tertahan.

​Barnaby meludah ke tanah dan menatap Jacob dengan mata yang merah seolah sedang melihat orang yang menghancurkan seluruh rencana hidupnya.

​"Rencanamu meruntuhkan benteng ini dalam semalam adalah variabel yang tidak pernah aku duga sama sekali, Pangeran Jacob! Aku harus membunuh raja sekarang karena aku tahu tidak ada lagi waktu bagiku untuk melarikan diri setelah kau menguasai ruang kerja Barkas!" teriak Barnaby dengan penuh keputusasaan.

​||||||||||||||

​Ferdinand menghela napas panjang sambil menerima gulungan kertas yang diberikan oleh Jacob dengan tangan yang sedikit gemetar. Matanya membaca setiap baris kalimat dalam dokumen itu dengan tatapan yang semakin mendingin setiap detiknya.

​Jacob berdiri di samping ayahnya sambil terus memperhatikan setiap gerak-gerik Barnaby melalui bantuan analisa sistem panca indranya. Dia ingin memastikan tidak ada senjata rahasia lain yang disembunyikan di balik pakaian mewah sang pengkhianat tersebut.

​"Dia bukan hanya bekerja untuk Scolar, Ayah. Dia adalah otak di balik pengkhianatan yang membuat Kak George lumpuh demi melemahkan pertahanan kita," ucap Jacob dengan nada bicara yang sangat serius dan menusuk.

​Barnaby tetap bungkam saat ditanya mengenai kerajaan asalnya yang sebenarnya meskipun Veldora sudah memberikan tekanan fisik yang cukup berat pada tubuhnya. Dia hanya tersenyum dingin seolah sedang menyimpan sebuah rahasia besar yang jauh lebih mengerikan daripada sekadar pengkhianatan ini.

​"Bawa dia ke sel paling bawah benteng ini sekarang juga dan pastikan dia tetap hidup sampai kita mendapatkan nama majikannya!" perintah Raja Ferdinand dengan suara yang menggelegar penuh dengan amarah yang meledak.

​Derap kaki prajurit terdengar menjauh saat mereka menyeret Barnaby dengan kasar dari lapangan tengah. Jacob menatap punggung sang penasihat yang mulai menghilang di balik pintu penjara bawah tanah benteng tersebut.

​||||||||||||||

​Pekerjaan renovasi benteng segera dimulai begitu matahari mulai meninggi di cakrawala. Jacob memberikan instruksi kepada para jendral untuk segera memperbaiki gerbang utama yang hancur agar pertahanan mereka tetap terjaga dari kemungkinan serangan balik.

​Veldora mengerahkan ratusan prajurit untuk membersihkan puing-puing batu yang menumpuk di jalan masuk utama. Suara dentuman palu dan gesekan batu besar mulai memenuhi area benteng yang sebelumnya hanya diisi oleh pekikan perang.

​"Pastikan setiap menara pengawas diperkuat dengan busur raksasa baru dan perbaiki tembok yang retak akibat ledakan pipa minyak kemarin," ucap Jacob sambil berjalan memeriksa perkembangan renovasi tersebut.

​Prajurit elit tampak sibuk mengecat ulang simbol-simbol kerajaan Helios di dinding benteng yang baru diperbaiki. Jacob memperhatikan mereka dengan saksama untuk memastikan bahwa simbol kehormatan keluarga mereka kembali tegak berdiri.

​{Benteng ini sekarang adalah simbol kekuatanku. Jika aku bisa memperbaikinya secepat ini, rakyat akan tahu bahwa Helios berada di bawah kepemimpinan yang jauh lebih kuat.}

​||||||||||||||

​Natali berdiri diam di sudut koridor saat Jacob berjalan menuju bagian terdalam benteng yang telah dia klaim sebagai kediaman sementaranya. Dia tidak mengatakan sepatah kata pun, namun tatapan matanya terus mengikuti setiap gerakan tuannya dengan kesetiaan yang sangat pekat.

​Sang pangeran muda berhenti tepat di depan sebuah pintu kayu ek yang dijaga ketat oleh dua prajurit elit Black Knight. Dia memberikan isyarat agar para penjaga tersebut menjauh dari area tersebut untuk sementara waktu karena pembicaraan ini bersifat sangat rahasia.

​"Ikuti aku ke dalam, Natali. Ada hal yang sangat penting yang ingin aku bicarakan secara pribadi denganmu tentang masa depan kita di istana," ucap Jacob sambil membuka pintu ruangan tersebut dengan perlahan.

​Natali mengangguk singkat dan melangkah masuk ke dalam ruangan yang hanya diterangi oleh beberapa lilin kecil di sudut meja. Pintu ruangan itu kemudian ditutup rapat oleh Jacob, menciptakan kesunyian yang cukup mencekam di antara mereka berdua.

​Jacob melepaskan zirah bahunya yang terasa berat dan menatap Natali dengan pandangan yang sangat serius. Dia menyadari bahwa wanita di depannya ini adalah satu-satunya orang yang bisa dia percaya untuk menjalankan rencana berikutnya.

​"Duduklah. Aku ingin bicara tentang surat Barnaby dan mengapa dia menyebutkan namamu di dalam salah satu catatan rahasianya," bisik Jacob sambil menatap tajam ke arah mata perak Natali.

1
Dania
semangat tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!