NovelToon NovelToon
Kuali Penelan Bintang

Kuali Penelan Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Starlope

Di Alam Fana yang kejam, bakat adalah segalanya. Lin Ye, seorang pemuda dengan meridian cacat, ditakdirkan menjadi pelayan seumur hidupnya. Namun, nasibnya berubah ketika darahnya tak sengaja membangkitkan sebuah relik berkarat: Kuali Penelan Bintang.

Kuali kuno ini bukan sekadar alat pelebur pil, melainkan artefak primordial yang mampu melahap esensi langit dan bumi, bahkan menelan energi bintang-bintang. Dalam perjalanan kultivasi yang lambat, penuh perhitungan, dan berdarah, Lin Ye perlahan mengubah fisik fananya, menembus kemustahilan, dan melangkah ke jalan keabadian.

Ini bukan kisah pahlawan instan, melainkan seorang pemuda biasa yang merangkak dari debu, menentang takdir surga, dan pada akhirnya, melahap seluruh kosmos untuk melindungi apa yang ia hargai. Langit kesembilan pun akan gemetar di bawah kualinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Starlope, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemarahan

Bai Yunfei memuntahkan seteguk darah. Ia menatap Su Yue dengan mata yang kini dipenuhi oleh ketakutan yang mutlak. Kesombongannya telah hancur lebur. Ia kini yakin seyakin-yakinnya bahwa Su Yue pasti dilindungi oleh pusaka pertahanan tingkat surga atau ada sesepuh sekte tingkat tinggi yang sedang menjaganya dari bayang-bayang.

"M-maafkan... maafkan kebutaanku, Kakak Senior Su!" rintih Bai Yunfei, memaksakan kata-kata itu keluar dari sela-sela giginya yang bergemeletuk menahan sakit. Harga dirinya telah ia buang ke jurang. Jika ia tidak meminta ampun sekarang, "senjata rahasia" yang menghancurkan lututnya tadi mungkin akan menembus kepalanya di detik berikutnya.

Su Yue mengangkat pedang esnya dan menempelkan ujung bilah yang sangat dingin itu tepat di leher Bai Yunfei, mengiris sedikit kulitnya.

"Membunuhmu di hari pertamaku di Sekte Dalam akan sedikit merepotkan. Sekte tidak suka kehilangan Murid Inti," desis Su Yue dengan senyum tipis yang kejam. "Tinggalkan Cincin Penyimpananmu sebagai bayaran karena telah mengotori gerbangku, lalu merangkaklah pergi dari Puncak Teratai Salju ini. Jangan pernah menampakkan wajahmu di hadapanku lagi."

Bai Yunfei tidak berani membantah sedikit pun. Dengan tangan bergetar, ia melepaskan cincin giok merah di jari telunjuknya dan meletakkannya di atas lantai bersimbah darah.

"Seret tuanmu dan enyah!" bentak Su Yue pada pengikut Bai Yunfei yang masih mengompol.

Pengikut itu buru-buru bangkit, memapah tubuh Bai Yunfei yang mengerang kesakitan, dan menyeretnya pergi dengan kecepatan penuh seolah sedang dikejar oleh dewa kematian. Mereka bahkan tidak berani membawa mayat rekan mereka yang tergeletak.

Setelah bayangan kedua orang itu menghilang dari pandangan, Su Yue menarik napas panjang. Keringat dingin akhirnya merembes di keningnya. Ketegangan berhadapan dengan kultivator Pembentukan Fondasi nyaris menguras seluruh mentalnya.

Ia mengambil cincin giok merah itu dan dengan lambaian tangannya, sebuah pusaran es menyapu mayat pengikut tadi ke bawah jurang pualam, membersihkan pelataran dengan cepat.

Su Yue berbalik, lalu berjalan tergesa-gesa masuk ke dalam pelataran paviliun, menutup gerbang perunggu besar itu dengan rapat.

Begitu gerbang tertutup, ia langsung berlutut di hadapan Lin Ye yang sedari tadi masih santai mengumpulkan tumpukan daun emas.

"Senior... Junior sangat berterima kasih atas perlindungan Senior hari ini. Tanpa Senior, Junior pasti sudah menjadi mayat," ucap Su Yue dengan suara bergetar yang dipenuhi pemujaan mutlak.

Lin Ye meletakkan sapunya. Ia menoleh perlahan menatap Su Yue. Matanya yang hitam legam memancarkan kedalaman rahasia yang misterius.

"Lututnya terlalu rapuh. Hanya butuh sebutir pasir untuk menghancurkannya," jawab Lin Ye dengan nada datar, meremehkan seorang kultivator Pembentukan Fondasi layaknya serangga.

Lin Ye lalu menjulurkan tangannya. "Berikan cincinnya."

Su Yue dengan patuh meletakkan cincin giok merah milik Bai Yunfei ke telapak tangan Lin Ye.

Lin Ye menghapus jejak jiwa Bai Yunfei di cincin itu dengan mudah menggunakan kekuatan fisiknya yang menekan jiwa, lalu menumpahkan isinya ke lantai pualam.

Terdapat ratusan Batu Spiritual tingkat menengah, beberapa gulungan jurus elemen api, dan puluhan botol batu giok yang berisi pil-pil alkimia berkualitas tinggi. Aroma wangi herbal seketika memenuhi pelataran.

Lin Ye mengambil salah satu botol, membuka penutupnya, dan mencium isinya.

"Pil Pemadat Qi, Pil Darah Naga, Pil Semangat Api..." gumam Lin Ye. Matanya menyipit dengan ekspresi bosan.

Bagi Kuali Penelan Bintangnya, pil-pil bersih dan murni yang dibuat khusus untuk murid inti ini terlalu "jinak". Mereka kurang memiliki hawa kekacauan, racun mematikan, atau keliaran alam yang dibutuhkan untuk melatih Fondasi Tubuh Primordialnya.

"Sampah," Lin Ye membuang botol itu kembali ke tumpukan. "Gunakan semuanya untuk dirimu sendiri. Jangan buang waktuku dengan permen-permen manis ini."

Melihat Lin Ye menolak kekayaan yang bernilai puluhan ribu batu spiritual itu seolah-olah itu adalah kerikil jalanan, kekaguman Su Yue semakin melambung menembus surga. Benar saja, harta dunia fana tidak ada harganya di mata eksistensi selevel Senior, batinnya.

"Namun," Lin Ye tiba-tiba memecah keheningan, suaranya berubah menjadi lebih rendah dan penuh perhitungan, "bocah naga api tadi sangat berguna."

"Berguna, Senior?" Su Yue mengangkat wajahnya, bingung. "Dia baru saja mencoba membunuh Junior."

"Dia adalah kunci untuk membuka pintu gudang makanan," seringai Lin Ye, sebuah senyum predator yang membuat bulu kuduk Su Yue merinding. "Kakeknya adalah Tetua Puncak Naga Api, kan? Pusat alkimia Sekte Dalam."

"Benar, Senior. Puncak Naga Api memproduksi delapan dari sepuluh bagian seluruh pil spiritual di sekte ini. Mereka memiliki tungku raksasa dan mengonsumsi ribuan kati bahan herbal setiap harinya," jelas Su Yue.

"Jika mereka memproduksi sebanyak itu, maka tingkat kegagalan mereka juga sangat besar," mata Lin Ye berkilat dengan cahaya ungu redup. "Pil-pil limbah beracun tingkat tinggi, tungku yang meledak karena racun ekstrem, dan ampas alkimia dari ribuan tahun yang lalu... pasti ada sebuah tempat pembuangan khusus, atau penjara racun di Puncak Naga Api."

Lin Ye melangkah maju, bayangannya menutupi tubuh Su Yue yang sedang berlutut.

"Dengarkan baik-baik, Su Yue. Konflik hari ini tidak boleh berhenti sampai di sini. Kau telah mematahkan kaki cucu kesayangan mereka. Mereka akan membalas dendam melalui intrik sekte, menantangmu dalam duel alkimia, duel pertempuran, atau mengisolasi Puncak Teratai Salju ini."

Lin Ye membungkuk, menatap lurus ke mata biru es Su Yue.

"Aku ingin kau menyiram minyak ke dalam api ini. Provokasi Puncak Naga Api. Buat keributan besar. Beri aku alasan yang sah untuk masuk ke wilayah mereka sebagai pengawal fana-mu, dan aku akan memastikan kualiku berpesta pora menelan seluruh sejarah racun dan ampas yang mereka sembunyikan."

1
Imam Abiyu Dzaky
teruss lanjutkan
Andira
mmm
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut terus
Wy Pereret
lanjut
SENJA
waaah
Andira
👍
Aman Wijaya
markotop top top lanjut terus
Aman Wijaya
gaaas terus Thor semangat semangat semangat
Aman Wijaya
mantab su Yue
Aman Wijaya
mantab Lin Ye
Aman Wijaya
lanjut terus Thor tambah lagi updatenya 💪💪💪
Aman Wijaya
gaaas njeduk terus Thor
Aman Wijaya
mantab Thor semangat semangat
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut
Aman Wijaya
top top markotop lanjut
Aman Wijaya
lanjut terus semangat semangat terus Thor
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut terus
Aman Wijaya
memendam amarah pada Wang Hao
Aman Wijaya
kasian Lin ye yang di seret
Aman Wijaya
gaaas njeduk terus Thor lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!