NovelToon NovelToon
Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:31.2k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Dikhianati sahabat dan kekasihnya, Clarissa Anggreni mati dengan membawa dendam.

Takdir memberinya kesempatan kedua dalam tubuh Alisha Kirana Maharani, seorang istri culun yang direndahkan keluarganya sendiri.

Mereka mengira Alisha lemah.

Mereka tidak tahu bahwa jiwa yang kini menghuni tubuh itu adalah seorang ratu mafia yang siap membalas semuanya.

Apakah ia akan berhasil membalas dendam??Atau kembali kehilangan segalanya??

⚠️ Cerita ini adalah karya asli Alia Chans. Dilarang keras menyalin, menjiplak, mengunggah ulang, atau mengambil sebagian maupun seluruh isi cerita tanpa izin penulis. Hormati karya dan hak cipta penulis. ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tatapan Berbahaya

Fabian masih menatap heran pada Alisha yang tiba-tiba berubah drastis. Wanita yang dulu dikenal penakut dan selalu menunduk, sekarang berdiri tegak dengan sorot mata tajam.

"Alisha, kau yakin baik-baik saja?" tanya Fabian sekali lagi.

Clarissa menoleh pada Fabian dan tersenyum manis. "Aku baik-baik saja, kok. Hanya saja... aku merasa lebih percaya diri sekarang."

Giovan menyipitkan matanya. "Percaya diri? Barusan kau habis memukuli dua pria dewasa!"

"Itu namanya bela diri, Giovan. Mungkin kamu perlu belajar juga," balas Clarissa santai.

Fabian nyaris tersenyum mendengar jawaban Alisha. Namun, ia segera menahan dirinya. "Aku akan pergi dulu. Ayah menyuruhku memeriksa keamanan sekitar."

"Hati-hati, Fabian!" seru Clarissa dengan nada ceria.

Giovan menatap istrinya dengan tatapan tidak percaya. "Sejak kau bisa memanggil nama sepupuku semudah itu?"

"Dia bilang namanya Fabian, makanya aku panggil Fabian. Ada salah?" Clarissa mengangkat satu alisnya.

"Kau tidak sopan."

"Aku tidak sopan karena memanggil nama? Lalu bagaimana denganmu yang memanggilku 'Alisha'? Bukankah itu juga nama? Kenapa aku tidak boleh memanggil nama orang lain?"

Giovan terdiam. Logika Alisha memang aneh tapi sulit dibantah.

"Sudahlah, aku turun dulu. Kakekmu pasti khawatir," ucap Clarissa sambil berjalan melewati Giovan.

Belum sampai dua langkah, Giovan menarik tangannya. "Pakai sepatu dulu."

Clarissa menunduk. Baru ia sadari bahwa kakinya masih telanjang. "Oh."

Ia kembali ke kamar untuk mengambil sepatu. Giovan mengikutinya dari belakang.

---

Di ruang keluarga, Edward sedang duduk bersama Bramantya, Carissa, dan beberapa anggota keluarga lainnya. Wajah Edward masih pucat, namun beliau berusaha tegar.

"Kakek, maaf aku terlambat turun," ucap Clarissa sambil duduk di samping Edward.

Edward menatap menantu kesayangannya itu. "Kamu tidak apa-apa, Alisha? Tadi kakek dengar kamu berteriak."

"Iya, Kakek. Ada dua pria menyusup ke kamarku. Tapi untungnya Giovan cepat datang," jawab Clarissa sambil melirik ke arah Giovan yang berdiri di belakang sofa.

"Bukan aku yang memukuli mereka," ucap Giovan datar.

Semua mata tertuju pada Giovan.

"Maksudmu?" tanya Bramantya.

"Alisha yang memukuli dua penyusup itu sendirian. Aku hanya memukul satu orang yang mencoba menusuknya dari belakang," jelas Giovan.

Keheningan menyelimuti ruangan.

Carissa tertawa kecil. "Jangan bercanda, Gov. Alisha yang mana? Alisha yang setiap hari dicuekin sama kamu?"

"Aku tidak bercanda, Mom," jawab Giovan tegas.

Edward menatap Alisha dengan saksama. "Benar itu, Alisha?"

Clarissa mengangguk pelan. "Aku tidak tahu, Kakek. Tiba-tiba saja tubuhku bergerak sendiri. Mungkin karena takut, ya, refleks saja."

"Refleks? Itu bukan refleks, itu gaya bertarung terlatih," potong Giovan.

"Apa kamu lupa? Aku sudah beberapa bulan tinggal di sini. Mungkin tanpa sadar aku belajar dari pengawal-pengawal di sini," jawab Clarissa dengan tenang.

Alasan itu terdengar masuk akal, tapi Giovan tetap tidak puas. Ada sesuatu yang berbeda dari sorot mata istrinya. Bukan hanya berani, tapi juga... berbahaya.

Edward menghela napas. "Sudahlah, yang penting Alisha selamat. Mulai sekarang, dua orang pengawal khusus akan menjagamu setiap saat."

"Tidak perlu, Kakek. Aku bisa menjaga diriku sendiri," tolak Clarissa.

"Alisha, jangan menolak. Ini demi keselamatanmu," sela Bramantya.

Clarissa menahan diri untuk tidak membantah lagi. Ia ingat, ia bukan lagi Clarissa yang bebas berbuat seenaknya. Ia sekarang adalah Alisha, istri cupu dari keluarga Vizcaya.

"Baiklah, Kakek. Tapi aku punya satu permintaan."

"Apa?"

"Aku ingin kamarku diganti. Aku tidak tahan dengan warna-warna mencolok di kamar itu. Kepalaku pusing melihatnya."

Emeline dan Carissa saling bertukar pandang. Alisha yang dulu menyukai warna-warna cerah, sekarang mengeluh?

"Terserah kamu, Alisha. Kamu bisa pilih desain kamar sesukamu," jawab Edward dengan lembut.

"Terima kasih, Kakek."

---

Dua jam kemudian...

Setelah semua anggota keluarga kembali ke aktivitas masing-masing, Clarissa duduk sendirian di taman belakang rumah Vizcaya. Matanya menatap kolam ikan koi di depannya.

"Ini aneh," batinnya. "Aku mati, tapi aku hidup kembali di tubuh gadis lain. Rafael sekarang bernama Giovan. Kalina... entah di mana dia sekarang."

Ia memegang dadanya yang masih terasa perih meski luka tembak sudah dirawat.

"Siapa yang menembak Alisha? Orang bertopeng itu... dan kenapa dia bilang 'Aku tidak akan membiarkanmu menjadi pewaris utama'?"

"Kelihatannya kamu sedang berpikir keras."

Clarissa terkejut dan langsung menoleh. Fabian berdiri di sampingnya dengan dua gelas jus di tangannya.

"Maaf, aku tidak sengaja mengagetkanmu," ucap Fabian sambil memberikan satu gelas jus pada Clarissa.

"Terima kasih," jawab Clarissa singkat.

Fabian duduk di kursi taman di sampingnya. "Kamu benar-benar berbeda, Lis."

"Aku hanya... sadar bahwa hidup terlalu singkat untuk menjadi penakut," jawab Clarissa sambil menyesap jusnya.

"Kata-kata yang bagus. Tapi aku curiga ada yang lebih dari sekadar 'kesadaran'."

Clarissa menoleh. Tatapan Fabian tajam, tapi tidak terkesan mengancam. Lebih ke rasa penasaran.

"Kau tidak percaya kalau aku amnesia?"

"Bukan itu. Aku percaya kamu amnesia. Yang aku tidak percaya adalah perubahan karaktermu yang drastis dalam waktu singkat. Amnesia tidak mengubah kepribadian seseorang secara total. Amnesia hanya menghapus ingatan, bukan mengubah siapa dirimu sebenarnya."

Clarissa terdiam. Fabian lebih pintar dari yang ia kira.

"Mungkin aku memang bukan Alisha yang dulu," jawab Clarissa perlahan.

Fabian menatapnya tajam. "Lalu siapa kamu?"

Clarissa tersenyum tipis. "Aku seseorang yang ingin hidup tenang. Tapi sepertinya di keluarga ini, hidup tenang itu mustahil."

Fabian tidak memaksa. Ia hanya mengangguk. "Kamu benar. Di keluarga Vizcaya, kedamaian adalah kemewahan yang tidak bisa kita beli."

Mereka berdua terdiam menikmati sore. Angin berhembus lembut, membawa wangi bunga dari taman.

---

Di dalam rumah, Giovan mengawasi dari balik jendela. Ia melihat Fabian dan Alisha duduk berdua di taman.

Ada perasaan aneh yang menggelitik dadanya. Bukan cemburu. Tidak mungkin cemburu pada Alisha. Tapi...

"Kenapa dia lebih banyak bicara dengan Fabian daripada denganku?"

Ia segera menggelengkan kepalanya. "Aku tidak peduli. Lagipula, Elena-lah yang kucintai."

Tapi mengapa matanya terus tertuju pada Alisha yang sekarang tersenyum? Senyuman yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.

---

Malam harinya...

Selesai makan malam, Clarissa naik ke kamarnya. Kamar yang baru saja ditata ulang sesuai permintaannya. Dinding abu-abu gelap, sprei hitam, dan lampu tidur berwarna silver.

Baru saja ia hendak menutup pintu, Giovan masuk tanpa mengetuk.

"Kurang ajar! Kenapa tidak ketuk?" sentak Clarissa.

"Aku tidak perlu mengetuk kamar istriku sendiri," jawab Giovan dingin.

"Tapi aku butuh privasi!"

"Apa yang mau diprivasikan? Tubuhmu sudah menjadi hakku sejak kau menjadi istriku."

Clarissa tertawa kecil. "Hakmu? Coba lihat undang-undang, Giovan. Tubuh seorang istri bukanlah hak milik suami."

"Kita berada di keluarga Vizcaya. Aturan keluarga di atas segalanya."

"Aturan yang konyol."

Giovan melangkah maju. Jarak mereka kini hanya satu meter. "Kamu berani sekali sekarang, Alisha."

"Bukan berani. Aku hanya tidak mau dijajah lagi."

"Kenapa perubahan ini terjadi begitu cepat?" tanya Giovan dengan nada rendah.

Clarissa tidak mundur. Ia bahkan menatap langsung mata Giovan. "Karena aku hampir mati, Giovan. Dan dalam sekarat itu, aku sadar bahwa aku tidak ingin mati sebagai orang yang lemah dan penakut."

Giovan terdiam. Tatapan mereka bertemu. Untuk pertama kalinya, Giovan melihat sesuatu di mata istrinya. Bukan rasa takut. Bukan rasa hormat buta. Tapi... api. Api perlawanan.

"Kamu tidak akan selamanya menjadi seperti ini," ucap Giovan akhirnya.

"Itu urusan aku nanti. Sekarang, keluar dari kamarku. Aku ingin tidur."

Giovan menghela napas kasar. Tanpa berkata apa-apa, ia berbalik dan keluar. Namun, sebelum pintu benar-benar tertutup, ia berucap,

"Jaga dirimu baik-baik. Aku belum selesai denganmu."

Pintu tertutup dengan suara yang cukup keras.

Clarissa tersenyum miring.

"Kau benar, Giovan. Kita belum selesai. Bahkan, ini baru permulaan."

---

Bersambung

1
Memyr 67
𝖻𝖺𝗌? 𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝖻𝗋𝖺𝗆𝖺𝗇𝗍𝗒𝗈 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂𝗉𝖺𝗇𝗀𝗀𝗂𝗅 𝖻𝖺𝗌?
Memyr 67
𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗏𝗂𝗓𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗇𝗍 𝗅𝖺𝗀𝗂. 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗅𝗂 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝖺𝗄𝗎 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝗂𝗇𝗂. 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖾𝗋𝗂 𝗅𝗂𝗄𝖾 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗂𝗇𝗂. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗍𝖺𝗎 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂
Memyr 67
𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗍? 𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗏𝗂𝗓𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗇𝗍? 𝖻𝖺𝗋𝗎 𝗆𝗎𝗅𝖺𝗂 𝖽𝖺𝗁 𝗍𝗒𝗉𝗈
Alia Chans: pliss, kecepatan ngetik kk /Smile/
total 1 replies
Memyr 67
𝖻𝗂𝗇𝗀𝗎𝗇𝗀 𝖺𝗄𝗎. 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽 𝗂𝗍𝗎 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗀𝗂𝗈𝗏𝖺𝗇𝗂? 𝗄𝖾𝗇𝖺𝗉𝖺 𝗉𝖾𝗋𝗎𝗌𝖺𝗁𝖺𝖺𝗇 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗋𝗂𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖾 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺?
Alia Chans: Kan mereka pasutri kk🤭😉
total 1 replies
nia_minyoongi
sukses selalu yaa.... makasih sudah mampir di novelku 😊
nia_minyoongi
suka yang alurnya mafia gini, 😍😍
nia_minyoongi
hi... aku mampir...
😍😍
Alia Chans: thank you😉
total 1 replies
nia_minyoongi
hi... aku mampir...
😍😍
Liflow White
bukannya prabu sudah mati kok hidup lagi, aku gak faham.
Alia Chans: blum mati kk🤭

mereka di bab sebelumnya kabur😉
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
ada ya racun itu beneran gt
Alia Chans: ada mungkin🤭
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
bikin cinta lalu hempaskan gt
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
bener tuh di catok biar lurus mulutnya eh sekalian otaknya di catok
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
NNT jadi pekara kalau gio ketemu El ya kan
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
🤣🤣
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
moga aja josoh lah gak berantem lagi
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
seru nih gemes pula
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
gadis miskin itu akan jadi singa 🙄tunggu aja ell
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
tegang juga
Alia Chans: Hehe...
makanya stay baca ampe and ya kk🤭😉
total 1 replies
sasa adzka
ko Alina.. d bab sebelum nya aleta kak mami nya jelita anak nya kakek edward
Alia Chans: typo itu😣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!