NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Di usianya yang sudah genap dua puluh tujuh tahun Sandi Atmojo belum sedikitpun memikirkan tentang pernikahan sehingga kedua orang tuanya jadi khawatir putranya tersebut akan memilih hidup Single seumur hidup. Untuk mencegah hal itu sampai terjadi, sang mamah terus memaksanya untuk mencari calon istri, namun jawaban Sandi tetap sama, yaitu belum berniat menikah sebab belum memiliki calon. "Jika kamu tidak sanggup mencari calon istri, biar mama yang akan mencarikan calon istri untuk kamu." Pada akhirnya sandi tak dapat menolak lagi, dan membiarkan mamah mencarikan calon istri untuknya. Akan tetapi, Sandi tak menyangka jika pilihan mamahnya adalah seorang wanita yang berstatus single Mommy.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8.

"Tok....tok....tok..." Ditengah obrolan keduanya tiba-tiba terdengar suara ketukan dari balik pintu ruangan Sandi.

"Masuk!." Sandi mempersilahkan seseorang yang tengah berada dibalik pintu memasuki ruangannya.

Vania lantas memutar handle pintu dan mulai mengayunkan langkah memasuki ruangan, kemudian berhenti tepat di depan meja kerja Sandi.

"Permisi tuan, pak manager meminta saya mengantarkan berkas ini ke ruangan tuan."

"Letakkan saja di situ!." Dengan menggunakan dagu, Sandi menuding ke arah meja kerjanya.

"Baik, tuan."

Setelah meletakkan berkas yang dibawanya ke atas meja kerja pimpinan, Vania lantas pamit undur diri.

"Wajah pegawaimu tadi seperti tidak asing." Ujar Bara sepeninggal Vania. Rupanya selama Vania berada di dalam ruangan tersebut, Bara terus memperhatikannya.

"Kau ini, setiap melihat yang bening-bening pasti tidak asing di matamu." Balas Sandi sambil geleng kepala.

Bara nampak mengusap tengkuknya. Habisnya ini bukan kali pertama ia mengatakan hal serupa jika melihat wanita cantik, maka tak heran jika Sandi berkata demikian. hingga pada akhirnya perkataan Bara terlupakan begitu saja.

Berhubung siang nanti ia ada acara keluarga, Bara akhirnya berpamitan pada Sandi.

Waktu terus berjalan hingga tanpa terasa waktu istirahat makan siang pun tiba. Vania beranjak dari ruangannya, hendak menemui Bu Dinda yang pagi tadi mengajaknya bertemu di sebuah restoran.

*

Setibanya di restoran, Vania menghampiri meja yang ditempati oleh Bu Dinda. Ya, wanita itu tiba lebih dulu dari Vania.

"Maaf sudah membuat Bu Dinda menunggu."

"Tidak masalah, Vania. Lagipula ibu baru tiba sepuluh menit yang lalu." Kata Bu Dinda agar Vania tidak merasa tak enak hati sudah membuatnya menunggu lama, padahal kenyataannya wanita itu sudah menunggu hampir setengah jam.

"Silahkan duduk!."

"Terima kasih, Bu." Vania menarik kursi di seberang Bu Dinda kemudian menempatinya.

"Ibu senang sekali karena kamu sudah memutuskan bersedia menikah dengan putra ibu, Vania. Maksud dan tujuan ibu mengajakmu bertemu di sini adalah ingin menyampaikan sesuatu kepadamu, sayang. Ibu berharap kamu tidak sampai tersinggung."

"Apa kamu tidak keberatan jika pernikahan kalian nanti hanya dilangsungkan secara sederhana saja? Sekali lagi ibu mohon maaf, dan ibu juga berharap kamu tidak tersinggung, Vania!." Setelah terdiam cukup lama, akhirnya Bu Dinda mengutarakan pertanyaan tersebut.

Tadinya Vania berpikir hal penting apa yang ingin disampaikan oleh Bu Dinda hingga membuatnya terlihat sangat tegang.

Vania mengulas senyum tipis.

"Tentu saja Vania tidak keberatan Bu, bahkan jika hanya dilangsungkan di kantor urusan agama pun Vania tak masalah." Vania bukan hanya sekedar basa-basi, wanita itu berkata jujur. Lagipula, biaya untuk mengadakan pesta pernikahan pasti tidak sedikit dan butuh waktu untuk mengumpulkan dana, sementara rencana pernikahan mereka dilangsungkan secara tiba-tiba. Ya, hingga detik ini sepengetahuan Vania, Bu Dinda berasal dari kalangan biasa sama seperti dirinya, mengingat pertama kali bertemu wanita itu tengah mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor.

"Terima kasih atas pengertian kamu, sayang." Bu Dinda semakin kagum dengan kepribadian Vania.

"Mungkin hari ini kamu berat menerima jodoh Pilihan mamah, tapi suatu hari nanti kamu pasti akan berterima kasih pada mamah karena telah memilihkan wanita sebaik Vania untukmu, nak." Gumam Bu Dinda dalam hati.

Melihat ketulusan Bu Dinda membuat Vania dilanda perasaan bersalah, sebab telah berdusta tentang ayahnya Sesil.

"Bu Dinda...."

"Ada apa, Vania? Katakan saja, tidak perlu ragu, sayang!." Bu Dinda merasa Vania ingin menyampaikan sesuatu, namun ragu.

"Sebenarnya...."

"Katakan saja Vania, jangan takut!." Kata Bu Dinda saat Vania kembali menghentikan kalimatnya.

"Sebenarnya Vania belum pernah menikah sebelumnya. Sesil terlahir tanpa ikatan suci pernikahan." Vania tak kuasa membendung air matanya. Ada perasaan malu dihati Vania ketika mengakui kebenaran tersebut, namun ia harus jujur pada wanita paruh baya tersebut. Walaupun tak semua, tetapi setidaknya kini Bu Dinda tahu bahwa ia bukanlah seorang janda, melainkan single mom tanpa pernah terikat ikatan suci pernikahan dengan pria manapun.

Jujur, sebagai manusia biasa awalnya Bu Dinda terkejut. Namun sepersekian detik berikutnya Bu Dinda jadi berpikir, bisa jadi dalam kejadian ini Vania hanyalah korban dari kebejatan seorang pria yang tidak bertanggung jawab.

"Ibu tidak berhak menghakimi kamu Vania, dan ibu juga tidak ingin membahas masa lalu kamu. Ibu tulus menginginkan kamu menjadi pendamping hidup putra ibu. Ibu berharap setelah kalian menikah nanti, kamu bisa menerima dan mencintai putra ibu dengan setulus hati. Dan, ibu minta jangan pernah ada perceraian!."

Entah mengapa, Vania langsung mengangguk begitu saja, seolah mengiyakan semua permintaan Bu Dinda. Sementara ia sendiri tak tahu, pernikahan seperti apa yang nantinya akan ia jalani bersama dengan pria yang belum pernah ditemuinya tersebut.

Bu Dinda bingung dengan dirinya sendiri. Bagaimana tidak, walaupun telah mendengar pengakuan mengejutkan dari Vania, namun tak membuat kekagumannya terhadap wanita itu berkurang sedikitpun. Ia hanyalah manusia biasa bukannya malaikat, semestinya rasa kecewa itu ada, tetapi kenyataannya Bu Dinda tidak merasakannya sedikitpun dan tetap pada pendiriannya untuk menjodohkan putranya dengan Vania.

Mengingat rencananya pernikahan mereka hanya akan dilangsungkan secara sederhana, Vania tidak berniat menanyakan perihal lamaran atau semacamnya. Cukup sah dinikahi oleh seseorang dan putrinya bisa mendapatkan figur seorang ayah, itu saja sudah cukup bagi Vania.

*

Keesokan harinya, di hotel.

"Sebenarnya tipikal pria seperti apa yang kau inginkan sehingga menolak pria sesempurna saya, Vania?." Vania berpikir penolakannya tempo hari akan membuat pak manager berhenti mengganggunya, ternyata Vania salah. Karena faktanya pria berusia lima puluh tahun dengan status dudanya tersebut belum juga kapok, bahkan pria itu dengan penuh percaya diri menyusul langkah Vania memasuki lift.

"Maaf pak, bukannya saya bermaksud kurang sopan dengan menolak perasaan bapak, tapi faktanya saya sudah memiliki kekasih dan sebentar lagi kami akan segera menikah." Jika sebelumnya Vania hanya menjadikan kalimat tersebut sebagai dalih untuk menolak pak manager, tapi sekarang tak lagi demikian karena kenyataannya minggu depan ia akan benar-benar menikah dengan seorang pria yang bahkan belum sekalipun ditemuinya.

Pak manager tergelak.

"Vania.... Vania....apa kamu pikir dengan berbohong seperti ini, saya akan percaya dan berhenti mendekati kamu? Tentu saja tidak, karena sampai kapanpun saya akan tetap berusaha mendapatkan kamu, Vania Damayanti."

Vania mundur beberapa langkah ketika pak manager semakin mendekat, hingga tubuhnya mentok pada dinding lift. Untungnya tak berapa lama kemudian pintu lift terbuka, hingga Vania pun menggunakan kesempatan itu untuk kabur dari si bangkot tua.

Tanpa sengaja Sandi menyaksikan keberadaan Vania berjalan dengan tergesa-gesa melintasi koridor.

"Bukannya sekarang masih pukul tujuh pagi. Lalu kenapa dia berjalan dengan tergesa-gesa seperti itu." Gumam Sandi sambil melihat jarum jam pada arloji branded yang melingkar pada pergelangan tangannya.

Detik berikutnya, Sandi kembali melanjutkan langkahnya menuju ruangannya, tanpa peduli lagi dengan apa yang baru saja disaksikannya.

Biar aku makin semangat lagi update nya, jangan lupa dukungannya ya sayang sayangku.....!!!😘😘😘🥰🥰🥰

1
Nurminah
lanjut thor
Lia siti marlia
makasih doang nih vania😄 gak ada tambaha lain mungkin buat nyenengin pak bos 🤭🤭🤭
secret
sekaliann gopub ajaa gaa sii, biar mingkemm semua tu mulut2 tukang gosipp🤭
Felycia R. Fernandez
yang lebih parah itu mulut Atika...
bisa gak dia aja yang di pecat 😏
Ariany Sudjana
kok cuma disuruh minta maaf saja? kenapa ga dipecat dan diblacklist dari semua jaringan hotel? terlalu ringan kalau hanya disuruh minta maaf
❥␠⃝ ͭ🍁MI💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: padahal udah melakukan kecurangan juga ya diperusahaan
total 1 replies
Ariany Sudjana
cuma segini updatenya?
secret
thorr kok blm up sii😭
Syarifah
🤭🤭🤭
Lusi Hariyani
nah gitu dong sandi cr th ttg istrimu
secret
ga habis2 si manajer tuaa bikin ulah, liat aja bntr lg kena depakk
Lia siti marlia
cie cie yang di kasih dukungan sama pak bos plus suami ayo vania robek tuh mulut c wanita lemes 🤭🤭🤭
Felycia R. Fernandez
Naah lho...
Sandi pasti akan dukung Vania.
lagian apa urusannya sama Atika kalau pun ada kejadian jebak menjebak antara Vania dan Harto.
Atika melabrak seolah dia istri sah Harto 😆😆😆😆
Felycia R. Fernandez
naaah kan...
Nurminah
double up thor
Felycia R. Fernandez
Pasti bingung ini tentang data2 diri Sesil...mana akte kelahiran nya??
Lusi Hariyani
kpn terungkap y kakak klo sesil mmg ank kandung sesil
Nurminah
lanjutkan
secret
ehh ehh pmksdd ayo mandii😂😂 lanjuuttt thorrr, semangaaattt
Lia siti marlia
eh eh jangan mau di ajak mandi bareng vania entar kelar mandinya sampe zduhur lagi 🤭🤭keburu sesil ngamuk deh😄
Lusi Hariyani
jujur vania sm sandi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!