NovelToon NovelToon
Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Indrie Lestari

Setelah berhasil melarikan diri dari siksaan Om dan Tantenya, Bella Claudia remaja (13 tahun) tidak sengaja bertemu dengan sosok Andrew Permana (25 tahun) saat wanita itu ingin mengakhiri hidupnya di usia muda. namun Andrew menghalangi dan menolong Bella pada saat itu, pertemuan di antara mereka tersebut membuat Bella jatuh cinta kepada Andrew saat pandang pertama. hingga beranjak dewasa, tepatnya saat usia Bella menginjak 23 tahun. perasaan itu tumbuh semakin besar untuk pria yang selama 10 tahun dia panggil dengan sebutan paman Andrew tersebut, di saat wanita itu ingin melupakan perasaannya kepada Andrew tiba-tiba sebuah insiden panas di antara mereka terjadi dan membuat mereka terpaksa menikah. semenjak menikah sikap Andrew berubah dingin dan galak kepada Bella, namun wanita itu tidak menyerah dia akan membuat pria itu berbalik mengejarnya dan mencintainya pula.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indrie Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 : Kebodohan sendiri

Sekitar pukul 3 pagi Bella baru sampai di mansion, ia terlihat mengendap-endap memasuki rumah. meskipun bagian bawah nya masih terasa begitu sakit dan ngilu ia mencoba terlihat biasa saja. sebelumnya ia sudah menyogok satpam di depan agar tidak memberitahu orang rumah jika ia baru saja pulang pukul dini hari.

Kini Bella sudah berdiri tepat di depan pintu kamarnya, sebelah tangan nya sudah memegang knop pintu siap untuk membukanya. namun tiba-tiba saja ia merasakan sebuah tangan bertengger di bahu sebelah kiri nya saat ini. Bella agak sedikit terkejut namun ia berusaha agar tetap  tenang.

"Mampus ketahuan aku!" Gerutu Bella dalam hati sembari memejamkan matanya sekilas.

"Habis kemana kamu jam segini baru pulang?." Tanya seorang wanita yang suaranya sangat di kenali oleh wanita itu.

"Bi Sri!" Lirih Bella pelan.

Dengan gerakan cepat Bella langsung membalikan tubuhnya ke belakang, benar saja saat ini bi Sri sudah berdiri di belakang tubuhnya dengan tatapan mata mengintograsi.

Tanpa sadar Bella menghela nafas nya pelan sembari memegangi dadanya saat ini, ia sudah ketakutan sampai setengah mati. takut jika yang memergokinya saat ini adalah kakek Adam dan nenek Lily. atau lebih parah nya lagi paman Fatir yang mulutnya kaya ember rombeng itu. bisa-bisa keesokan pagi nya seisi mansion akan di hebohkan dengan berita ia yang baru pulang jam segini.

"Hehehehe....habis nongkrong bi Sri."

Kini Bella terlihat cengengesan di hadapan bi Sri karena telah tertangkap basah.

"Dasar anak nakal!, katanya lagi di hukum gak boleh keluar rumah selama sebulan. Ehh ini malah pulang jam segini!"

Saat ini bi Sri terlihat sedang mengomel di hadapan Bella, sesekali mencubit tangan gadis itu karena kesal.

"Awww....sakit bi!" Rintih Bella pelan sembari mengerucutkan bibirnya kesal.

"Habisnya kamu nakal sih!, kalo orang rumah pada tahu kamu bakalan kena marah." Ujar bi Sri.

"Selama bi Sri tidak mengadu mereka tidak akan pernah tahu kok hehehehe." Kekeh Bella dengan wajah begitu watados.

"Halah...dasar kamu!, iya sudah cepat sana masuk kamar dan langsung tidur" perintah Bi Sri.

"Makasih banyak, bi Sri pokoknya yang terbaik."

Kini Bella terlihat sedang merayu dan memuji bi Sri, karena wanita paruh baya itu tidak akan melaporkan kejadian malam ini kepada orang lain.

Bi Sri hanya mengelengkan kepalanya pelan saat Bella telah masuk ke dalam kamar dan menutup pintu.

"Dasar anak muda zaman sekarang gak tahu aturan!" Gerutu bi Sri sembari tersenyum tipis dan mulai pergi dari depan pintu kamar Bella.

Setelah memasuki kamar kini senyum cerah Bella tiba-tiba luntur, ia mulai berjalan ke arah meja rias berniat menyimpan tas yang ia bawa di atas sana.

Bella telah menyimpan tas miliknya di atas meja rias, namun saat akan pergi dari sana wanita itu menatap pantulan dirinya di depan cermin. seketika ia mengurungkan niatnya untuk segera pergi dari sana, kini ia terlihat menatap lurus ke arah cermin.

hiks!

Satu buah isakan lolos dari bibir gadis itu saat ini.

Bella mulai menutupi wajahnya sendiri dengan kedua telapak tangan miliknya dan mulai menangis sesegukan.

Hiks....hiks....hiks dasar bodoh!

Kini Bella begitu merutuki kebodohannya sendiri karena tidak bisa menjaga kesuciannya untuk pria yang akan menjadi suaminya kelak, lebih parah dan gilanya lagi kesucian nya itu di ambil oleh paman nya sendiri.

Meskipun bukan paman kandung tetap saya hal itu tidak dapat di benarkan karena mereka tetap saja melakukan sebuah kesalahan besar.

"Sekarang badan ini sudah begitu kotor karena telah di jamah seorang pria." Lirih Bella pelan menatap penampilanya yang begitu menyedihkan di depan cermin.

Seperti orang kesetanan tiba-tiba saja Bella berlari ke arah kamar mandi, ia masuk begitu saja tanpa menutup pintu kamar mandi itu kembali.

Kini tubuh Bella tepat berdiri di atas shower air, gerakan tangannya mulai memutar kran shower. perlahan air mulai mengalir dari atas dan membasahi tubuh gadis itu yang masih memakai pakaian lengkap saat ini.

Hiks...hiks....hiks....

Bella kembali terisak dan menangis kembali di bawah guyuran air shower, saat ini ia tengah mengosok tubuhnya sendiri dan sesekali memukuli tubuhnya sendiri seakan merasa jijik. malam ini dunia Bella seakan hancur karena kebodohan yang ia buat sendiri.

********

Jam sudah menunjukan pukul 7 pagi, seseorang pria masih tertidur pulas dengan selimut yang menutupi tubuh polosnya.

Drt.....drt...drt.... Tiba-tiba saja terdengar suara getaran ponsel sehingga menganggu aktifitas tidur pria bernama Andrew tersebut.

"Arghhhh... Berisik sekali!."

Reflek Andrew segera meraih ponselnya yang tepat berada di atas meja dan mulai mengangkat panggilan masuk tersebut tanpa melihat nama orang yang tengah meneleponnya saat ini.

Pria itu baru saja mengarahkan ponsel miliknya ke arah telinga berniat untuk berbicara terlebih dahulu, namun ia telah di dahulu oleh orang yang berada di sebrang telepon sama dengan suara begitu cempreng.

DI MANA LO?, KENAPA SEMALAM GAK PULANG KE MANSION!. ucap seseorang di seberang telepon.

Sontak saja Andrew langsung menjauhkan ponsel miliknya dari telinga, bisa-bisa ia langsung budeg mendadak jika mendengar suara cempreng orang di sebrang telepon sana.

"Bisa gak sih Lo kecilin suara cempreng Lo itu, bisa-bisa gua budeg mendadak!. Lagian mata gua masih sepet dan ngantuk banget nih!" Gerutu Andrew

"Sialan ngatain suara gua cempreng, cepet sadar ini udah jam 7 pagi. Lo sekarang di mana kita harus pergi ke kantor!"

Mendengar jika sudah pukul 7 pagi, Seketika Andrew langsung tersadar dan kini ia mulai membuka kedua matanya dan menatap sekelilingnya saat ini. pria itu merasa heran karena saat ini ia tengah berada di apartemen dengan tubuh polos di bawah selimut.

"Shit!, jemput gua sekarang juga di apartemen!" Gerutu Andrew setelah mengetahui keadaanya yang polos di atas tempat tidur pagi ini.

BIP!

panggilan itu tiba-tiba saja terputus sepihak oleh Andrew.

"Dasar tukang perintah!" Dumel Fatir menatap ke arah ponsel miliknya.

"Jadi Andrew semalam tidur di apartemen?" Tanya nenek Lily menatap ke arah Fatir.

"Iya nek, setelah sarapan Fatir akan pergi ke sana." Jawab Fatir.

Nenek Lily hanya mengangukan kepalanya pelan dan melanjutkan kembali acara sarapannya. niatnya pagi ini nenek Lily akan berbaikan dengan cucu laki-lakinya itu karena sudah satu minggu lebih ia mendiami Andrew.

Sebenarnya nenek Lily tidak tega mendiami Andrew sampai selama itu, namun ia hanya ingin cucunya itu mengerti akan keinginan nya itu. namun karena pagi ini cucunya itu tidak ada di Mansion ia akan menunda sampai pria itu pulang ke rumah.

Sementara di kursi yang lain terlihat Bella terus mengaduk makanan di atas piring dengan kepala agak menunduk, entah kenapa mood nya langsung buruk setelah mendengar nama sang paman barusan.

Kejadian semalam masih terniang-niang dalam pikirannya, saat ini Bella begitu takut dan bingung harus bersikap bagaimana saat berhadapan langsung dengan sang paman setelah kejadian semalam. Bella sudah membayangkan dirinya pasti akan merasa kurang nyaman dan kaku saat di hadapan paman nya itu nanti.

"Bella sayang kamu lagi sakit?" Tanya nenek Lily dengan suara lembutnya.

Bella yang merasa sedang di ajak bicara segera menoleh ke asal suara tersebut.

"Ehh.... Gak kok nek." Jawab Bella agak gugup.

"Terus kalo gak sakit kamu kenapa?, kayanya lesu dan gak bersemangat banget. sampai sarapan yang ada di atas piring mu hanya di aduk-aduk saja sendari tadi." Ucap nenek Lily menatap intens ke arah Bella.

"Bella cuma lagi mikirin kerjaan di kantor aja kok, jadi nenek gak usah khawatir." Jawab Bella berbohong.

"Jangan terlalu keras bekerja sayang, perusahan itu milik paman mu sendiri jadi di bawa enjoy dan santai saja." Ucap nenek Lily menasehati, karena Bella begitu gila kerja seperti Andrew.

Bella terlihat tersenyum tipis dan menganggukan kepalanya tanda mengiyakan ucapan nenek Lily barusan.

Bella dan Fatir telah menyelesaikan sarapan mereka dan berniat segera pergi.

"Kakek, nenek. kami pergi bekerja dulu yah." Pamit Bella dan Fathir mulai bersalaman dengan kedua orang tersebut.

"Iya sayang hati-hati di jalan." Jawab nenek Lily dan kakek Adam.

Kini Bella dan Fatir mulai berjalan keluar dari ruang makan, namun kini tatapan mata nenek Lily dan kakek Adam menatap heran ke cara berjalan Bella yang terlihat aneh saat ini.

"Ahh....gak mungkin Bella begitu." Batin nenek Lily langsung mengelengkan kepalanya, menepis prasangka buruk yang ada di pikirannya saat ini.

****

1
한스Hans
mampir Thor 👍 semangat
Indrie Lestari: siap kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!