Mengisahkan seorang gadis yang berjuang membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya
Di umurnya yang ke 25 tahun, dia harus rela menyandang status sebagai janda.
Bagaimana kisah selanjutnya Sob.
Tetep pantengin nih novel, karena author insya alloh akan rajin update.
Budayakan tinggalkan Like and comment, karena itu sangat berarti for Author.
By. YINGJUN
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arby yingjun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HARI MEMBOSANKAN
"Sampeeeee"ucap Syu'eb sambil mengurangi kecepatan mobilnya karena telah sampai di perusahaan Jon Group.
Setelah Syu'eb memarkirkan mobilnya dengan cantik, Lusi keluar dengan anggun dari mobil yang di tumpanginya.
"Terima kasih Paman"ucap Lusi sambil membungkukan badannya memandang Syu'eb yang masih di bangku. kemudinya.
"Sama sama Lus, cepat lah kau antarkan, jangan sampai terlambat"titah Syu'eb sambil berlalu pergi melajukan mobilnya.
Tak terasa Sebulan sudah Lusi melakukan pekerjaan rutin nya mengantarkan makan siang untuk majikanya di kantor.
"Siang mba fira"sapa Lusi yang baru memasuki lobi.
"Siang juga Bu Lusi, wah Bu Lusi cantik sekali hari ini"Puji fira sambil tersenyum cantik.
"Mba fira bisa saja, o ya Pak Jon nya ada?"tanya Lusi.
"Ada Bu, ibu sudah di tunggu Beliau di tempat biasa"jawab fira.
"Terima kasih ya mba fira"ucap Lusi.
"Sama sama Bu Lusi"
Dengan rantang di tangan Lusi berjalan dengan cantiknya menuju ruangan di mana Jon bekerja.
"Siang Bu Lusi"sapa Linda sekretaris Jon.
"Siang juga mba Linda"Jawab Lusi sambil tersenyum.
"Pak Jon ada di dalam? tanya Lusi pada Linda.
"Ada Bu, silahkan masuk saja"jawab linda mempersilahkan Lusi.
TOK… TOK.. TOK...
"I ya silahkan masuk"ucap Jon yang mendengar ketukan pintu dari luar ruanganya.
Ckrek….
"Siang Tuan"sapa Lusi yang baru memasuki ruangan Jon.
"Siang juga Lusi, duduk lah dl"titah Jon.
"Terima kasih Tuan"jawab Lusi sambil mendudukan dirinya.
Dengan santai dan luwes Lusi menyiapkan makan siang yang di bawanya dan menatanya dengan rapi di meja depan tempat duduknya.
"Masak apa kamu hari ini Lusi? "tanya Jon yang baru saja duduk di samping Lusi.
"Hari ini saya masak capcay Tuan"jawab Lusi.
Sudah tak ada bedanya dengan seorang bayi, Jon tidak akan mau makan siang jika Lusi tidak berada dalam pangkuan dan menyuapinya.
Jujur terkadang Author sedikit gagal paham dengan status mereka berdua, jadian belum tapi mesranya udah, atau jangan jangan Hubungan tanpa status gitu? , mungkin reader atau pembaca setia bisa menggali atau menerka nerka sendiri.
Acara makan siang Jon yang menurut Lusi menyebalkan dan manja telah selesai, tapi entah kenapa tak seperti biasanya, kini Jon belum melepaskan pelukanya.
"Tuan saya mohon lepaskan saya"pinta Lusi pada Jon.
"Apaaaa… no.. no..no.. way, "jawab Jon sambil menggoyangkan telunjuknya ke kiri dan kekanan.
"Tuan nanti ada orang masuk dan menyangka kita yang tidak tidak"ucap Lusi yang masih berontak dari cengkraman Jon.
Benar saja dengan apa yang di katakan Lusi Seseorang masuk tanpa permisi ke ruangan Jon.
"Waduhhhh"Ucap seseorang yang sudah tidak asing bagi Jon.
"David… kapan kau datang dari LA? "tanya Jon yang kaget akan kedatanganya.
Dengan wajah merah seperti kepiting rebus akhirnya Lusi turun dari pangkuan Jon yang seperti singa akan memangsa korbanya.
Dengan cepat Lusi membereskan sisa wadah makan siang Jon, dan berniat pergi karena saking malunya.
"Lusi kau duduk lah dulu, jangan kemana man!! "titah Jon yang tak bisa di bantah.
"Hei siapa dia Jon, coba ceritakan padaku siapa gadis cantik itu tak usah malu malu"ucap David menggoda Jon.
"Dia… dia kekasihku"jawab Jon dengan PD nya.
Ucapan itu sontak membuat Lusi terkaget dan tidak menyangka bahwa Jon majikannya itu akan berkata seperti itu.
"Kekasih darimana? kekasih dari hongkong!! "batin Lusi yang tak senang mendengar ucapan Jon yang mengada ngada.
"Bagaimana proyekmu disana David? "tanya Jon mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
"Proyeku di sana lancar dan tidak menemui kendala"jawab David dengan santai dan memandangi Lusi tak ada hentinya.
"Bisa kah kau tidak memandanginya seperti itu david!!! "bisik Jon pada telinga David.
"Hei bro santaii tidak usah pakai emosi seperti itu"ucap David yang tak hentinya menggoda Jon.
"Maaf pak saya harus kembali pulang, di rumah pekerjaan sudah menanti saya"ucap Lusi sambil berlalu keluar dari ruangan Jon.
Tak berselang lama setelah Lusi keluar dari ruangan Jon, pandangan kedua pria dewasa ini berubah seperti Singa yang akan berebut mangsanya.
"Cepat katakan padaku, apa tujuanmu datang ke kantorku"tanya Jon yang sudah merasa kesal pada David.
"Tadinya aku hanya ingin melihat keadaanmu, tapi setelah aku melihat gadis cantik itu, sepertinya aku sedikit berubah pikiran"jawab David sambil tersenyum licik dan penuh kepalsuan.
"Jangan pernah kau dekati dia David!!! "ucap Jon yang nadanya sudah naik satu oktaf.
"Hei… woles bro, gak usah nyolot!!! aku belum melihat janur kuning melengkung, gadis cantik masih milik rame rame, yang artinya aku pun berhak mendapatkanya"jawab david sambil menepuk nepuk pundak Jon.
Seketika Emosi Jon meluap sampai ke ubun ubun, laksana merapi yang sudah tak kuasa menahan dan menyemburkan lahar panasnya.
Jon menarik kerah David dan mendorongnya ke pojok dengan segenap tenaga yang tertumpu Jon langsung melepasa tinjunya ke arah wajah David.
Bughh...
Hantaman yang lumayan cukup keras membuat bibir David berdarah, tak ada balasan dari David, dia hanya tertawa melihat lawan saingnya marah.
"Hei… Hei… apa apaan ini!!! "bentak adin yang baru saja masuk dan mendapati kedua pria dewasa sedang berkelahi.
"Apa kalian tidak malu hahhh!!!, ingat lah umur kalian, di sini kantor jangan kau jadikan ajang pertarungan bebas sesuka hati kalian"Bentak adien yang masuk diantara mereka dan melerainya.
Perlahan emosi Jon yang tadinya meluap kini berangsur mereda, begitu David dia merapikan kembali costumenya yang acak acakan akibat pertarungan dadakan tersebut.
"Ada apa ini?ceritakan padaku!!!! "tanya adien serius pada David dan Jon
Tak ada jawaban yang di dapatkan adien dari kedua pria tersebut, karena mereka berdua lebih memilih bungkam.
"Cepat kalian berbaikan"titah adien merangkul merangkul mereka berdua.
"Maafkan aku David, aku terlalu terbawa suasana"ucap Jon sambil mengulurkan tanganya meminta maaf.
"I ya aku juga minta maaf Jon"jawab David sambil memeluk David.
"Ingat aku tak akan melepaskan gadis itu"bisik David pada telinga Jon yang tak bisa di dengar oleh adien.
David berlalu pergi meninggalkan ruangan Jon, sementara Jon masih berdiam sambil mengepalkan tanganya.
"Aku tak akan pernah membiarkan se ekor lalat pun mendekati Lusi apalagi kau"batin Jon
Adien hanya terdiam melihat emosi Jon yang baru pertama kali di lihatnya.
**BUDAYAKAN TINGGALKAN JEJAK…
LIKE AND COMMENT KALIAN DISINI OK
BY… YING JUN**
GOOD😳❤
Semangat!🙏🙏🙏❤❤
sm dgn kenyataan hidup.disaat keingnan tercapai disertai kehilangan yg lain