NovelToon NovelToon
Jagoan Sengklek Tahta Di Balik Debu Jakarta

Jagoan Sengklek Tahta Di Balik Debu Jakarta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Faris Arjunanurhidayat

Guntur, pemuda Sidoarjo dengan rambut gondrong dan jurus silat warisan kakek, harus menerima kenyataan pahit saat cintanya dikandas oleh Amanda. Dengan bekal uang saku hasil menjual mesin pompa air dan sekeranjang perbekalan sederhana, Guntur berangkat ke Jakarta untuk mengubah nasib.
​Di hari pertamanya, Guntur hampir ditabrak oleh Vaneshaseorang CEO galak yang ia juluki "Mak Lampir"yang ternyata adalah sepupu mantan kekasihnya! Takdir kemudian membawanya menyelamatkan Bang Soni, bos penguasa dunia malam yang anti-narkoba namun gemar minum keras, dari serangan preman.
​Kini, Guntur terjebak di antara tugas menjaga Sekar putri Bang Soni yang tak kalah galak dan intrik keluarga kaya yang dulu meremehkannya. Dengan sifatnya yang sulit ditebak dan jurus silat yang mematikan, Guntur siap menggoncang Jakarta dan membuktikan bahwa jagoan sejati tidak butuh jas mewah untuk berkuasa!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faris Arjunanurhidayat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Jadwal Sang Naga di Ibu Kota

Setelah perjalanan udara yang penuh drama kursi goyang, Guntur akhirnya menginjakkan kaki di aspal panas Jakarta. Keluar dari bandara Soekarno-Hatta, Vanesha langsung mengeluarkan tablet mahalnya, sementara Guntur sibuk benerin letak sarungnya yang mulai melintir.

​"Oke Guntur, dengerin ya. Jadwal kita di Jakarta sangat padat. Nggak ada waktu buat kamu keluyuran cari kopi sachet!" tegas Vanesha sambil menatap layar tabletnya.

​Guntur cuma garuk-garuk kepala. "Walah, Mbak V, baru sampai sudah bahas jadwal. Nggeh coba dibaca, sesibuk apa sih orang kota itu."

​Vanesha mulai membacakan jadwal dengan nada bicara cepat ala CEO.

​"Jam sembilan pagi, kita fitting baju. Kamu nggak boleh pakai sarung ke kantor saya!"

​"Jam sebelas, meeting dengan kepala operasional logistik."

​"Jam satu siang, makan siang formal dengan investor dari Singapura."

​"Dan jam tiga sore, inspeksi lapangan ke gudang pusat di Cakung. Kamu harus standby!"

​Guntur manggut-manggut sok paham, lalu dia mengeluarkan sobekan kertas dari saku celananya.

​"Nggeh pun, itu kan jadwal sampeyan. Sekarang gantian, dengerin jadwal saya selama di Jakarta," sahut Guntur kalem.

​Vanesha mengerutkan dahi. "Memangnya kamu punya jadwal sendiri?"

​Guntur berdehem, lalu membacakan tulisannya dengan gaya orator.

​"Jam tujuh pagi, cari sarapan bubur ayam yang nggak pakai diaduk. Biar hidup nggak makin ruwet."

​"Jam sepuluh pagi, cari toko rokok yang jual kretek langganan saya. Soalnya kretek sini baunya beda."

​"Jam dua siang, tidur siang sebentar di bawah pohon depan kantor sampeyan. Biar saraf nggak tegang."

​"Dan jam delapan malam, cari warung pecel lele yang sambalnya nendang buat ngilangin stres lihat macetnya Jakarta."

​Vanesha langsung melotot sampai matanya mau copot. "Guntur! Kamu ke sini buat kerja, bukan buat wisata kuliner gembel!"

​Guntur cuma cengengesan sambil menyulut rokok kretek barunya. "Loh, kerja itu butuh keseimbangan, Mbak V. Kalau perut kenyang, hati senang, maka preman mana pun pasti tumbang."

​"Pokoknya nggak ada jadwal bubur ayam! Kamu harus ikut jadwal saya!" bentak Vanesha sambil menarik lengan Guntur menuju mobil jemputan.

​Guntur cuma bisa pasrah diseret, tapi mulutnya masih asyik ngoceh. "Nggeh, nggeh, Bos... tapi nanti mampir beli rokok sebentar ya? Plisss... nanti kalau saya kurang asupan nikotin, saya bisa gigit ban mobil sampeyan lho."

​Vanesha cuma bisa menghela napas panjang. Dia sadar, mengatur jadwal untuk seorang Guntur itu lebih sulit daripada mengatur merger perusahaan bernilai triliunan rupiah.

​"Terserah kamu! Tapi kalau sampai kamu telat meeting karena urusan bubur, saya pecat kamu jadi mitra!" ancam Vanesha.

​Guntur cuma mengangkat jempolnya dengan gaya tengil. "Tenang, Mbak V. Sang Naga nggak pernah telat, cuma kadang datangnya terlalu santai aja."

​Mobil mewah itu pun melaju menembus kemacetan Jakarta. Di dalamnya, seorang CEO sibuk dengan angka-angka, sementara seorang ojek sengklek sibuk mikirin di mana letak warung kopi yang bisa buat utang. Perang besar di Ibu Kota baru saja dimulai dengan jadwal yang sangat nggak masuk akal

Mobil mewah itu akhirnya berhenti di depan lobi hotel bintang lima yang sangat megah. Guntur turun dengan gaya santai, masih pakai sarung kotak-kotaknya, bikin satpam hotel langsung pasang wajah waspada.

​"Walah, Mbak V... ini hotel apa istana negara? Mengkilap banget lantainya, sampai saya takut mau nginjek," ucap Guntur sambil melihat bayangannya di lantai marmer.

​Vanesha turun sambil merapikan rambutnya. "Ini hotel terbaik di Jakarta, Guntur. Jangan malu-maluin saya ya! Ikut saya ke resepsionis sekarang."

​Guntur jalan di belakang Vanesha sambil sesekali nyapa tamu-tamu bule pakai bahasa Inggris asal-asalan. "Hello Mister, piye kabare? Everything is okay?"

​Sampai di depan meja resepsionis, seorang mbak-mbak cantik menyapa dengan senyum super ramah. "Selamat siang, selamat datang di Grand Luxury Jakarta. Ada yang bisa saya bantu?"

​Vanesha langsung menyerahkan kartu identitasnya. "Reservasi atas nama Vanesha V-Group, dua kamar executive suite."

​Resepsionis itu melihat Vanesha, lalu matanya beralih ke arah Guntur yang lagi asyik nyuil ujung sarungnya. "Maaf Ibu, apakah Bapak ini... pengawal Ibu?"

​Guntur langsung memotong pembicaraan dengan wajah serius yang dibuat-buat.

​"Oalah Mbak, sampeyan salah paham. Saya ini bukan pengawal, saya ini konsultan kenyamanan sarung internasional," sahut Guntur tenang.

​Resepsionis itu melongo. "Kon... konsultan apa, Pak?"

​"Iya, saya ke sini buat ngecek apakah AC di hotel ini sudah ramah buat pengguna sarung atau belum. Kalau terlalu dingin, nanti sarung saya bisa kaku kayak kerupuk," lanjut Guntur tanpa dosa.

​Vanesha langsung menyikut perut Guntur sampai dia mengaduh. "Aduh! Kok hobi banget sih nyikut perut calon orang sukses!"

​"Maaf ya, Mbak, teman saya ini memang agak... kurang asupan nutrisi. Tolong proses cepat kuncinya," ucap Vanesha sambil menahan malu.

​Setelah dapat kunci kamar, mereka menuju lift. Guntur norak lagi melihat tombol lift yang pakai sensor sentuh.

​"Mbak V, ini tombolnya nggak usah dipencet ya? Cukup dipandangi saja sudah jalan?" tanya Guntur heran.

​.

​"Tinggal disentuh, Guntur! Bukan dipandangi! Kamu pikir lift ini bisa baca pikiran?!" bentak Vanesha.

​Guntur mencet tombol lantai 25. Begitu lift naik cepat, dia langsung pegangan ke pundak Vanesha.

​"Waduh! Perut saya ketinggalan di lantai bawah, Mbak! Ini lift apa roket ke bulan?!" teriak Guntur.

​Vanesha cuma bisa tutup muka. "Guntur, lepasin tangan kamu! Itu pundak saya, bukan pegangan busway!"

​Lift berdenting terbuka. Guntur keluar sambil sempoyongan. "Nggeh pun, Bos. Besok saya naik tangga saja, biar jantung saya nggak copot."

​"Nggak ada naik tangga! Kita di lantai dua puluh lima! Kamu mau pingsan sebelum rapat?!" sahut Vanesha sambil jalan menuju kamar.

​Guntur masuk ke kamarnya yang sangat luas. Dia langsung lompat ke atas kasur yang empuk banget. "Wah! Kasurnya kayak awan! Mbak V, kalau saya tidur di sini, jadwal bubur ayam besok pagi bisa batal ini karena saking enaknya tidur!"

​Vanesha berdiri di depan pintu penghubung kamar mereka. "Jangan kelamaan tidur! Satu jam lagi kita fitting baju! Saya nggak mau lihat kamu pakai sarung itu pas ketemu rekan bisnis saya!"

​Guntur cuma melambai sambil merem. "Nggeh, nggeh, Bos Mak Lampir... bawel bener. Nanti kalau saya sudah pakai jas, sampeyan jangan naksir ya!"

1
Mairah Cileles
guntur ini kayanya sangat mirip ceritanyany sama si Gan... di tetangga sebelah
FARIZARJUNANURHIDAYAT: Wah, ketahuan ya? Memang tipe jagoan yang 'sengklek' tapi sakti itu sudah jadi ciri khas tulisan saya. Guntur hadir dengan petualangan yang beda kok, meskipun jiwanya sama-sama nggak bisa diem. Terima kasih dukungannya ya! 🙌✨
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!