NovelToon NovelToon
ASI Untuk CEO

ASI Untuk CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Nikahmuda / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Menjadi pengasuh CEO yang berpura pura menjadi anak berumur 7 tahun?
CEO bernama Halton Felix berumur 25 tahun, tubuh tinggi kekar dan juga berisi.

Menceritakan kehidupan yang sungguh pahit yang di jalani seorang perempuan polos yang bernama Qiandra Januar Putri. Dia berstatus pelajar kelas 2 di sekolah SMA Negeri yang ada di kota nya.
Dia seorang gadis yang cantik, baik dan juga ramah. Dia adalah anak yatim piatu, yang di tinggal orang tua nya sejak dia duduk di bangku kelas 6 SD.
Setiap hari dia berjualan donat di sekolah untuk menghidupi kehidupan dirinya dan juga adik kandungnya.
Di sekolah Qiandra adalah korban perundungan. Karena semua orang membenci dirinya akibat kemiskinan yang dia jalani.
Qiandra juga disukai Rio Dewandaru tuan muda yang terkenal akan kekayaan dan juga ketampanannya di sekolah.
Alih alih melindungi orang yang dia cintai, tuan muda yang terkenal akan kecerdasannya malah menjadi orang pertama yang ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1.

Seorang perempuan yang masih mengenakan seragam SMA, sedang membaca sebuah kertas perjanjian yang diberikan oleh seorang wanita kaya raya yang ada didepannya.

Sebuah perjanjian yang mengharuskan sang perempuan untuk mau menyusui anaknya yang sedang terbujur koma, dan dokter mengatakan untuk sementara waktu, anaknya akan mengalami sebuah kondisi dimana dia mengalami cacat vegetatif.

Karena sebuah cedera otak yang lumayan parah, efek dari kecelakaan yang dialami anak dari wanita kaya itu.

"Apa? Nyonya akan membayar saya, setiap bulan sebesar seratus juta rupiah," ucap Qiandra, gadis polos berseragam putih abu abu dengan wajah yang terlihat berbinar dan juga senang.

Qiandra adalah seorang gadis polos dan juga baik hati, bukan tanpa sebab dia kini membutuhkan banyak uang.

Bukan seperti anak anak SMA pada umumnya yang membutuhkan banyak uang untuk hidup berfoya foya, tapi Qiandra membutuhkan uang uang itu, untuk membiayai operasi kulit yang akan dijalani adiknya, karena adiknya adalah korban tabrak lari dari seseorang.

"Iya benar, dan masih akan ada bonus tambahan gaji. Jika kamu lembur dan merawat anak saya dengan baik dan juga tulus," ucap wanita paruh baya yang sekarang ini duduk didepan Qiandra dengan kata kata yang terdengar ambigu.

Qiandra pun mengernyitkan dahinya, karena bingung maksud kata merawat yang di maksud wanita paruh baya itu.

Melihat gadis yang ada didepannya terlihat bingung seraya mematung. Wanita paruh baya itu seakan mengerti.

"Ya, kamu harus merawat anak saya. Tugas kamu selain menyusuinya, kamu juga harus membersihkan tubuhnya sehari dua kali, harus selalu mengecek jadwal dia minum obat, dan mengecek semua makanan yang akan masuk ke dalam tubuh anak saya itu, ntah ada racunnya atau tidak. Karena di dunia ini, musuh saya sangatlah banyak."

Helaan nafas panjang, tampak dihembuskan oleh wanita paruh baya yang ada didepannya. Bahkan wanita itu menatap Qiandra dengan wajah yang terlihat begitu serius.

Qiandra hanya bisa membulatkan matanya kala mendengar penuturan yang diucapkan oleh wanita paruh baya yang ada di depannya. Bahkan Qiandra belum sadar, dengan kata 'menyusui' yang dimaksud wanita paruh baya itu.

Qiandra mengira meminumkan susu formula dari dalam botol.

Dengan wajah yang terlihat begitu serius. Qiandra masih membaca kertas kertas yang sekarang ini ada diatas meja yang didepannya. Kertas kertas yang harus dia tandatangani jika dia setuju.

Sungguh otak Qiandra tidak bisa fokus pada tulisan yang tertulis di kertas, yang ada didepan matanya. Pikiran Qiandra masih terfokus pada kondisi adiknya. Selepas musibah itu menimpanya.

Memang operasi yang dilakukan oleh adiknya ditanggung oleh BPJS kesehatan milik pemerintah, tapikan tidak semua obat dan operasi dapat dilakukan dengan gratis.

Apalagi operasi kulit, pastinya tidak akan ditanggung oleh BPJS kesehatan. Hanya adiknya lah satu satunya keluarga yang dia miliki didunia ini, karena kedua orang tuanya itu sudah meninggal dunia.

Untuk makan sehari hari, Qiandra biasanya membuat donat untuk dia jual ke sekolah. Benar benar tidak ada rasa malu yang ditunjukkan oleh Qiandra, saat ber jualan donat donat itu. Akhirnya Qiandra pun sudah selesai membaca kertas kertas yang ada didepannya itu sampai halaman terakhir. Walaupun Qiandra sendiri tidak mengerti isi dari surat perjanjian itu.

"Nyonya, apakah saya harus bertanda tangan di bawah sini?" Tanya Qiandra dengan suara yang terdengar begitu lembut.

Seketika wanita paruh baya didepannya itu menoleh kearahnya.

Sedari tadi wanita paruh baya yang bernama Julia itu sedang duduk mematung, dengan banyaknya pikiran yang menyelimuti dirinya pagi ini.

Pikiran Julia tampak terfokus untuk memikirkan kesembuhan anaknya. Seorang anak tunggal yang dia besarkan seorang diri.

" I- iya lebih baik segera kamu tanda tangani, karena ini sudah membuang waktu saya," ucap Julia dengan nada yang lumayan ketus. Karena Qiandra terlalu lama untuk berpikir.

Beberapa perusahaan yang didirikan oleh anaknya sekarang benar benar kacau, karena sang CEO malah terbujur koma dengan cedera otak yang parah. Dan Julia lah yang harus membereskan semua kekacauan yang terjadi, dan juga menjadi pengganti sementara untuk mengurus urusan perusahaan anaknya itu.

Karena Julia jengkel dengan gadis yang ada di depannya, terlalu banyak berpikir. Padahal untuk sebuah tawaran yang baginya lumayan menggiurkan. Bagiamana tidak, gaji 100 juta perbulan untuk anak sekolahan dengan baju usang yang duduk didepannya.

Qiandra tanpa banyak berpikir lagi, akhirnya segera menandatangi berkas yang ada didepan matanya, tanpa Qiandra sadari dia telah melewatkan untuk membaca sebuah kertas kecil, hasil printer KTP identitas orang yang akan dia rawat.

"Oke ... kalau begitu saya pergi dulu, banyak urusan yang harus saya kerjakan! Ini alamat saya, besok kamu harus datang kerumah saya jam 7 pagi.

Karena para dokter yang ahli dalam bidang laktasi akan datang pukul delapan pagi. Bawa semua barang barang mu yang ada dirumah. Karena kamu akan tinggal dirumah saya selama tiga tahun kedepan, sesuai isi dari perjanjian dalam kontrak yang tadi kamu tanda tangani." Julia menatap Qiandra dengan tatapan mata nyalang.

Qiandra membulatkan matanya, kala mendengar apa yang baru saja wanita paruh baya itu ucapkan di depannya.

Qiandra sendiri merutuki kebodohannya, kenapa dia bisa melewat kan beberapa kalimat saat membaca tulisan yang tertulis dikertas kertas itu.

"Ba - baik nyonya, besok saya akan datang tepat waktu," ucap Qiandra dengan nada yang terdengar bata. Dia begitu ketakutan kala melihat lirikan maut yang ditunjukan oleh Julia kepadanya.

"Oke besok saya tunggu! Ini salinan untuk perjanjian yang sudah kamu tanda tangani dan juga sudah saya tanda tangani. Kamu bisa mempelajarinya lagi," ucap Julia sembari menyerahkan beberapa kertas kepada Qiandra. Lalu pergi begitu saja meninggal Qiandra yang kini masih duduk mematung.

-

Dia adalah Qiandra Januar Putri, seorang anak yatim piatu, yang hidup tanpa kedua orang tua didunia ini, mempunyai seorang adik perempuan yang masih berstatus pelajar kelas 3 SMP yang bernama Diandra Aprilia Putri.

Saat pulang sekolah, Qiandra mendapat kan sebuah info dari tetangganya, perihal kecelakaan yang menimpa adik nya.

Kata tetangganya sebuah kecelakaan yang menimpa adiknya yang lakukan oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab, pagi tadi saat Diandra berangkat kesekolah.

Qiandra yang mendapatkan berita itu, tanpa masuk terlebih duku kedalam rumahnya, langsung pergi kerumah sakit yang diberitahukan oleh tetangganya, untuk melihat keadaan adik nya.

Karena sekarang hanya adik yang dia punyai di dunia ini.

Ternyata adiknya harus menjalankan serangkaian operasi, dan yang paling mahal adalah operasi kulit adik nya yang rusak karena beberapa jahitan. Bahkan membutuhkan banyak sekali biaya. Biaya operasi kulit itu tidak ditanggung oleh BPJS kesehatan.

Qiandra yang bingung, berjalan dengan tatapan mata kosong, tak sengaja bertabrakan Julia yang sedang berada di rumah sakit juga bersama dengan dua assiten pribadinya.

Bukan hanya Qiandra yang berjalan dengan tatapan kosong, sebenarnya Julia juga.

Ntah kenapa saat bertabrakan dengan Qiandra. Julia merasa tertarik dengan orang yang dia tabrak. Seorang gadis polos yang terlihat cantik, dan terlihat pekerja keras, dengan seragam sekolah SMAnya. Qiandra terlihat membawa sebuah tas berisi tempat yang biasa dia gunakan, untuk menaruh donat donat yang sudah dia buat dan akan dia jual.

"Maaf kan saya nyonya, saya tidak sengaja menabrak anda!" Ucap Qiandra sopan sembari membungkuk kan badan nya.

Padahal di sini yang salah adalah Julia, karena dirinyalah menyenggol tubuh Qiandra, sehingga membuat Qiandra terjatuh. Karena banyaknya pikiran yang menumpuk di dalam otak Julia, makanya dia tidak melihat jalan, saat berjalan.

"Oh ... tidak apa apa! Kenapa berada di rumah sakit? Dan tidak pulang terlebih dahulu ke rumah?" Tanya Julia dengan wajah kepo, ntah jodoh atau bagaimana. Padahal biasanya Julia itu terlalu cuek dan tidak peduli dengan orang asing yang tidak dikenalnya. Tapi sekaan gadis yang ada didepannya seperti mempunyai daya tarik tersendiri bagi Julia.

"Adik saya, menjadi korban tabrak lari nyonya, tadi!" Qiandra terlihat sedih, dengan mata yang terlihat mulai berkaca kaca.

Ucapan Qiandra benar benar membuat Julia membulatkan matanya dengan wajah kaget. lalu Julia terlihat menoleh kearah dua asisten pribadinya yang sedang berdiri dibelakangnya.

1
Nurul Mentari
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!