seorang gadis bernama Alina Harus hidup menderita tinggal bersama bibinya sejak kecil selalu di perlakukan dengan kasar oleh sang bibi
hingga dirinya bertemu pria arogan bernama Devano Dirgantara seorang pengusaha mempunyai sifat dingin cuek galak berstatus duda Alina harus kerja di tempat Devano karena ganti rugi
bagaimana kisahnya? apakah Alina akan dapat kebahagiaan karena kehidupan nya begitu menyedihkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alina pingsan
Pagi ini Alina berangkat kerja lumayan telat karena habis di hukum bibinya, karena semalam pulang sangat larut malam dan di beri pekerjaan begitu banyak oleh bibinya bahkan belum sempat sarapan pagi karena saking sibuk nya membereskan rumah nya..
Pagi ini Alina berangkat jam tujuh pagi, padahal seharusnya berangkat jam enam pagi tapi karena mengerjakan pekerjaan rumah dirinya jadi terlambat Alina harap ngga di marahi sang Bos karena berangkat jam 7 pagi..
"Ehmm.. Kenapa baru berangkat?"tanya Devano membuat Alina menghela nafas.
"Maafkan saya, karena saya bangun kesiangan!"jawab Alina.
Alina sebenarnya bangun awal tapi beralasan bohong pada Devano, karena ngga mungkin dirinya cerita bagaimana kehidupan nya selama ini yang di rumah dirinya seperti seorang pelayan yang harus menyiapkan semua nya untuk keluarga bibi nya,tapi Alina ngga masalah di suruh seperti itu..
"Lain kali, berangkat tepat waktu seperti kemarin!"tegas Devano.
"Baiklah.. Sekali lagi, saya minta maaf sudah telat berangkat nya tuan,"ucap Alina dengan menunduk.
"Hemm.."dehem Devano dengan ngangguk.
Devano pun kembali masuk ruangan nya karena ada yang harus dirinya kerjakan untuk meeting, sementara Alina segera ke dapur menyiapkan minum untuk Devano seperti biasa kalo setiap pagi minum kopi agar tak mengantuk saat mengerjakan pekerjaan nya di kantor..
"Seperti nya, rasanya sudah pas!"celetuk Alina dengan tersenyum.
Alina segera pergi membawa secangkir kopi untuk Devano yang sedang bekerja, namun tiba-tiba Novi menyenggol Alina membuat Alina terkejut karena cangkir nya jatuh di lantai, seperti nya Novi sengaja lakukan hal ini karena cemburu melihat kedekatan Devano bersama Alina..
"Ups, Maaf saya tak sengaja!"ucap Novi dengan tersenyum.
Alina membereskan semua nya walaupun kaki nya sedikit sakit akibat tumpahan kopi panas tadi, sungguh Novi sangat jahat tak punya hati sampai melakukan hal ini pada Alina Padahal ngga punya salah apapun pada Novi..
_
_
_
SIANG HARI KEMUDIAN..
Siang ini Devano baru selesaikan bekerjaan nya lalu menutup laptopnya, setelah itu berdiri melangkah keluar dari ruangan nya entah kemana Alina sejak tadi belum terlihat biasanya mungkin di dapur, lalu tiba tiba ada kehadiran Novi membuat Devano menghela nafas..
"Mau apa, kamu di perusahaan saya?"tanya Devano membuat Novi menatap.
"Aku merindukan mu, aku kan calon istri mu!"jawab Novi dengan tersenyum.
"Jangan terlalu percaya diri, karena belum tentu itu terjadi!"ucap Devano membuat Novi mendengus.
Devano pun pergi meninggalkan Novi ingin ke dapur karena Alina seperti nya lupa membuat kan kopi untuk nya, namun melihat Alina di dapur sedang menyuci piring membuat Devano menghela nafas lalu hampiri membuat Alina menoleh melihat ada Devano membuat nya terkejut..
"saya minta maaf, karena saya lupa buat kopi!"ucap Alina membuat Devano menatap.
"Ehmm.. Dua kali membuat kesalahan, kamu ngga fokus kah?"tanya Devano membuat Alina menghela nafas.
"Saya benar benar minta maaf, sudah lakukan kesalahan itu,"jawab Alina membuat Devano ngangguk.
Devano pergi meninggalkan Alina dirinya ngga lihat kalo Alina sedang terluka kaki nya, lalu pergi dari perusahaan karena ada Meeting di Cafe bersama Client nya, yang hendak meeting siang ini dengannya lalu masuk lift untuk ke lantai bawah..
"Dia terlihat tak fit pagi ini, seperti sedang sakit itu kenapa aku tak menyuruhnya,"gumam Devano.
Sementara itu Alina sedang pergi karena sudah selesai mencuci piring atas perintah Office girl lain kalo Devano tau pasti marah dengan office girl nya karena berani menyuruh asisten pribadi nya tanpa bicara dulu pada Devano..
"kamu tau aku di perusahaan ini?"tanya Alina menatap sahabatnya.
"tentu saja tau, karena kamu sharelok!"jawab Anisa membuat Alina ngangguk.
"Ehh.. Lo kenapa, kok kaki nya seperti ini?"tanya Anisa membuat Alina menghela nafas..
"Ada kejadian kecil, aku terlalu ceroboh hingga seperti ini,"jawab Alina.
Alina tak bicara tentang Novi karena ini masalah kecil dan sebenarnya Alina tau kalo Novi sengaja buat nya terkena air panas, sungguh jahat Novi hanya karena cemburu Sampai lakukan ini pada Alina yang tak tau apapun..
Namun Alina sudah memaafkan Novi atas kesalahan Novi tadi, itu kenapa Alina ngga bicara apapun pada Devano takut kalo Novi akan kena marah karena telah melakukan kejahatan ini pada Alina..
"Alina, Lo ada niat kah buat tak tinggal di rumah itu?"tanya Anisa.
"Belum tau juga, mungkin seperti itu saat uang ku sudah terkumpul kan,"jawab Alina membuat Anisa ngangguk.
"Nanti itu luka obati loh, karena takut nya infeksi!"ucap Anisa membuat Alina ngangguk.
__________________________________________________
MALAM HARI KEMUDIAN..
Malem ini Alina masih bereskan dapur yang berantakan karena karyawan habis makan malam, Alina tiba tiba merasa pusing kepala nya karena lelah belum lagi nanti kalo pulang ke rumah pasti pekerjaan numpuk dan tiba tiba Alina terjatuh..
Devano melihat Alina akan terjatuh segera menangkap tubuh Alina, namun tiba-tiba pingsan membuat Devano kaget lalu segera menggendong Alina menuju ruangan nya merasa begitu cemas dengan kondisi Alina..
"Ya tuhan.. Dia kenapa, kok tiba tiba pingsan?"gumam Devano.
Devano segera baringkan ke sofa Entah Kenapa Alina pingsan seperti ini Devano ngga tau tapi sejak siang udah pucat, lalu melihat kaki Alina terluka membuat Devano mengerutkan keningnya ini sepertinya luka yang panas..
"apa dia terkena air panas, hingga seperti ini kaki nya,"gumam Devano.
Perlahan Alina pun tersadar lalu membuka matanya dengan perlahan melihat sebuah ruangan yang luas dan ada Devano di hadapannya, membuat Alina terkejut lalu segera beranjak dari sofa namun di tahan Devano membuat Alina menatap merasa heran dirinya tak boleh bangun..
"Jangan bangun, kamu sakit kah?"tanya Devano membuat Alina menghela nafas.
"Ngga tuan,saya hanya kurang fit!"jawab Alina.
"Lalu ini kenapa, ada luka seperti ini hm?"tanya Devano merasa penasaran.
"Saya ceroboh, sudah menumpahkan kopi yang seharusnya buat anda!"jawab Alina membuat Devano menghela nafas.
Devano mengambil obat luka untuk Alina baru kali ini karyawan di perhatikan Devano biasanya Devano cuek saja tapi kali ini, dengan Alina sungguh perhatian walaupun terkadang gengsi untuk ungkapkan rasa peduli nya pada Alina apa mungkin Devano telah merasakan sesuatu saat dekat dengan Alina?
Devano meniup kaki Alina dengan lembut membuat Alina menatap entah kenapa jantungnya berdebar saat Devano lakukan ini padanya, lalu terdengar desis dari Alina menahan sakit membuat Devano mendongak..
"Sorry kalo sakit, nanti juga membaik,"ucap Devano membuat Alina ngangguk.
"Terimakasih banyak tuan, maafkan aku kalo repotin!"ucap Alina membuat Devano ngangguk.
"kamu memang sangat, buat saya repot!"ucap Devano membuat Alina mendengus.
Ka ayo baca novel ku juga, kalo mau 😼"changes that are becoming more pronounceed"