NovelToon NovelToon
The Baskara'S Bride

The Baskara'S Bride

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Malam sebelum pernikahan yang seharusnya menjadi puncak kebahagiaan Ambar berubah menjadi mimpi buruk saat ia memergoki Jayden, calon suaminya, berkhianat dengan Gea, adik tirinya sendiri. Alih-alih mendapat pembelaan, Ambar justru diusir dalam kehinaan oleh ayahnya yang menganggapnya "wanita kuno" dan tidak becus menjaga pria.
Di titik nadir kehidupannya, di atas sebuah jembatan kelam, Ambar bertemu dengan Baskara Mahendra, seorang pria di kursi roda yang nyaris mengakhiri hidup karena merasa tak berharga. Dalam sisa-sisa harga diri yang hancur, Ambar menawarkan sebuah kesepakatan nekat: sebuah pernikahan kontrak untuk saling menyelamatkan.
Ambar tidak tahu bahwa pria lumpuh yang ia selamatkan adalah penguasa tunggal keluarga Mahendra yang sangat disegani. Kini, tepat di jam yang sama saat mantan kekasih dan adiknya merayakan pesta mereka, Ambar siap kembali—bukan sebagai korban, melainkan sebagai istri dari pria yang kekuasaannya mampu meruntuhkan segalanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Bau karbol dan suara detak mesin monitor jantung menjadi hal pertama yang menyapa indra pendengaran Ambar saat kesadarannya perlahan kembali.

Kelopak matanya terasa sangat berat, namun dorongan kuat di dalam hatinya memaksa matanya untuk terbuka.

Hal pertama yang Ambar cari bukanlah air atau bantuan medis, melainkan tangan kokoh yang selalu membuatnya merasa aman.

Begitu jemarinya bergerak lemah di atas sprei putih, ia merasakan genggaman hangat yang sangat erat, seolah tak membiarkannya pergi meski hanya satu milimeter.

"Bas..." bisik Ambar dengan suara yang masih sangat serak.

Baskara, yang sejak tadi duduk mematung di samping ranjang dengan mata merah karena tidak tidur, langsung mendekatkan wajahnya.

Ia menciumi punggung tangan Ambar berkali-kali dengan napas lega yang gemetar.

"Aku di sini, Sayang. Aku di sini," sahut Baskara, suaranya parau oleh emosi.

Ambar menatap langit-langit kamar rumah sakit yang putih bersih, air mata perlahan mengalir di sudut matanya.

"Aku kira aku tidak akan bangun lagi, Bas. Rasanya gelap sekali, aku sesak nafas, Bas."

Baskara segera bangkit sedikit dari kursi rodanya, mengusap sisa air mata di pipi Ambar dan membelai rambut istrinya dengan sangat lembut.

Tatapannya yang tadi penuh kemarahan saat di gudang, kini berubah menjadi penyesalan yang mendalam.

"Maafkan aku, Ambar. Ini salahku karena membiarkanmu sendirian di gedung itu. Aku berjanji, mulai detik ini, aku tidak akan membiarkanmu lepas dari pandanganku lagi. Ke mana pun kamu pergi, pengawal dan aku akan selalu ada di sekitarmu," ucap Baskara dengan nada protektif yang tak terbantahkan.

Ambar mencoba mengatur napasnya yang masih terasa sedikit berat.

Ada satu pertanyaan yang terus berputar di kepalanya sejak kejadian di lobi tadi. Ia menatap suaminya dengan penuh rasa ingin tahu yang campur aduk.

"Bas, bagaimana bisa kamu mengenal wanita itu? Kenapa dia begitu membenciku seolah aku telah merebut sesuatu yang sangat berharga darinya?"

Baskara terdiam sejenak. Rahangnya mengeras saat mengingat nama Clara.

Ia menghela napas panjang sebelum akhirnya memutuskan untuk jujur sepenuhnya kepada istrinya.

"Dia adalah masa lalu yang seharusnya sudah membusuk, Ambar. Clara adalah putri dari mantan rekan bisnis ayahku. Kami pernah dijodohkan demi aliansi perusahaan bertahun-tahun lalu, sebelum kecelakaan itu terjadi. Tapi begitu dia tahu kakiku lumpuh dan posisiku di perusahaan sempat goyah, dia pergi meninggalkanku begitu saja."

Baskara menggenggam tangan Ambar lebih erat lagi.

"Dia tidak mencintaiku, dia hanya mencintai takhta Mahendra. Dan melihatmu menduduki posisi yang selalu ia incar sebagai nyonya besar di sampingku, itu membuatnya gila. Tapi jangan khawatir, dia tidak akan pernah bisa menyentuhmu lagi. Aku sudah memastikan dia membayar setiap tetes air matamu malam ini."

Baskara merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah tablet tipis.

Dengan wajah dingin yang tak menunjukkan sedikit pun belas kasihan, ia memutar sebuah rekaman video singkat.

Di layar itu, terlihat Clara yang beberapa jam lalu begitu angkuh dengan gaun merahnya—kini tampak hancur. Ia mengenakan seragam tahanan berwarna oranye yang kedodoran, rambutnya acak-acakan, dan riasannya luntur terkena air mata.

Clara berteriak histeris sambil memukul-mukul jeruji besi sel yang sempit dan pengap.

"Lepaskan aku! Kalian tidak tahu siapa aku?! Baskara! Tolong aku!" raung Clara di dalam video tersebut sebelum seorang petugas sipir membentaknya untuk diam.

Baskara mematikan layar tablet itu dan menatap Ambar dengan tatapan protektif.

"Dia tidak akan pernah bisa menyentuhmu lagi, Ambar. Aku sudah mencabut semua aksesnya ke dunia luar. Dia akan membusuk di sana sebagai peringatan bagi siapa pun yang berani mengusik istriku."

Ambar terdiam, hatinya bergetar melihat betapa jauh Baskara bertindak untuk melindunginya.

Sebelum ia sempat membalas ucapan suaminya, pintu kamar rawat VIP itu terbuka pelan.

Seorang perawat masuk dengan senyum ramah, membawa nampan berisi semangkuk bubur ayam hangat yang aromanya mengepul gurih, lengkap dengan segelas air putih dan obat-obatan.

"Selamat sore , Nyonya Ambar. Waktunya makan siang dan minum obat agar kondisinya cepat pulih," ucap perawat itu dengan sopan sambil meletakkan nampan di atas meja dorong yang disesuaikan dengan posisi ranjang Ambar.

Baskara segera mengambil alih mangkuk bubur tersebut dari tangan perawat.

"Biar aku saja yang menyuapinya. Terima kasih."

Perawat itu mengangguk patuh lalu undur diri, meninggalkan pasangan itu dalam keheningan yang lebih hangat.

Baskara meniup sesendok bubur dengan sangat telaten sebelum menyodorkannya ke bibir Ambar.

"Ayo makan, Sayang. Kamu butuh tenaga untuk sembuh. Setelah ini, aku punya kejutan lain untukmu di rumah kita yang baru," bisik Baskara, matanya berkilat penuh rahasia yang manis.

Aroma kaldu ayam dari mangkuk bubur itu sebenarnya cukup menggugah selera, namun lidah Ambar yang masih pahit pasca pingsan membuatnya merasa enggan.

Ia menerima suapan pertama dari Baskara dengan wajah yang sedikit berkerut, mengunyah pelan, lalu menatap suaminya dengan tatapan protes yang menggemaskan.

"Buburnya rasanya hambar, Bas," keluh Ambar sambil memajukan bibirnya sedikit.

"Tidak ada rasa gurihnya sama sekali. Seperti memakan kapas basah."

Baskara yang tadinya tampak sangat tegang dan serius sejak kejadian di gudang, tiba-tiba terhenti.

Ia menatap mangkuk bubur mewah rumah sakit VIP itu, lalu menatap wajah istrinya yang sedang merajuk. Sedetik kemudian, tawa pria itu pecah.

Baskara tertawa terbahak-bahak, suara baritonnya yang jantan menggema di seluruh ruang perawatan, membuat ketegangan yang menyelimuti mereka sejak pagi seketika menguap.

"Kenapa tertawa? Aku serius, ini hambar sekali," gerutu Ambar dengan pipi yang menggembung kesal.

Baskara menyeka air mata di sudut matanya karena tertawa terlalu keras.

Ia mencondongkan tubuhnya, mendekatkan wajahnya ke telinga Ambar dengan tatapan nakal yang sangat familiar.

"Kalau 'poin ketiga' semalam apa rasanya juga hambar, Sayang?" bisik Baskara dengan nada rendah yang menggoda, merujuk pada kemesraan mereka di antara bunga-bunga biru.

Mata Ambar membelalak sempurna. Wajahnya yang tadi pucat pasi seketika berubah merah padam seperti kepiting rebus.

Ia langsung menyambar bantal kecil di sampingnya dan memukulkannya pelan ke bahu Baskara.

"BAS!!" teriak Ambar tertahan, merasa malu sekaligus gemas karena suaminya bisa-bisanya membahas hal itu di rumah sakit, di depan nampan bubur yang membosankan.

Baskara semakin tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lucu istrinya yang sedang salah tingkah.

Ia menangkap tangan Ambar yang memegang bantal dan mengecup jemarinya dengan sayang.

"Maaf, maaf. Habisnya wajahmu lucu sekali kalau sedang marah," ucap Baskara sambil mencoba meredakan tawanya.

"Cepat habiskan buburnya. Kalau kamu cepat sembuh dan kita pulang ke rumah, aku janji akan memberikan 'bumbu' yang jauh lebih terasa daripada sekadar garam di bubur ini."

Ambar hanya bisa mendengus pasrah, namun hatinya terasa sangat hangat.

Di balik sikap posesif dan kekuasaan besarnya, pria kursi roda ini tahu persis cara mengembalikan senyum di wajahnya, bahkan di saat paling sulit sekalipun.

1
falea sezi
g perawan. kah kok. ambar. langsung ke atas g skit kah/Smug/
tiara
waduh thor bikin deg-degan aja nih,akhirnya Badkara kembali sadar semoga Jayden tertangkap segera ya
my name is pho: siap kak🥰
total 1 replies
tiara
semoga Jayden dapat di hadang oleh pengawal Ambar yah.dan dibuat tidak bisa berulah lagi
tiara
sabar Ambar berdoa saja semoga lancar operasinya dan cepat bisa berjalan lagi
tiara
lanjuut thor semangat upnya
my name is pho: ok kak
total 1 replies
tiara
keluarga Wijaya masih terus membuat Ambar ga nyaman sepertinya,
my name is pho: iya kak
total 1 replies
tiara
apa keluarga Wijaya menginsyafi kesalahannya atau tabah tetpuruk ya,lanjuut
tiara
cepat sembuh Ambar biar bisa lihat kejutan apa yang dibuat oleh suamimu yang kaya
tiara
wah pa Baskara ko bisa kecolongan sih
Alex
sambil nahan nafas Thor bacanya
tiara
lanjuut thor
tiara
nasi sudah jadi.bubur, bekerjalah kalian pa Wijaya jika ingin punya uang
tiara
dimulainya kehancuran keluarga wijaya,lanjuut thor semangat upnya
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
tiara
perjanjian pra nikah mulai di hapus satu demi satu hingga akhirnya mungkin dihapus semua 😄😄😄
tiara
bagus pa Baskara hempaskan mantan sejauh mungkin
tiara
wah mantan Bastian mau melakukan apa ya terhadap Ambar.lanjuut thor
tiara
pa Wijaya nikmatilah hasil kejahatanmu pada anak kandung sendiri dan lebih membela anak tirimu
tiara
lanjuut thor semangat upnya,ga sabar lihat kehancuran keluarga Wijaya.agak aneh juga sih mengapa ayahnya begitu benci sama anaknya atau karena Gea dan ibunya yang sudah menghasut ps Wijaya ya
tiara
lanjuut thor seru niih, jadi deg-degan aku nunggu reaksi keluarga wijaya
tiara
Mereka mulai saling terbuka dan saling membutuhkan semoga kebahagian selalu menyertai tuan Baskara dan istrinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!