NovelToon NovelToon
System Toko Sepuluh Ribu Alam

System Toko Sepuluh Ribu Alam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Ruang Ajaib
Popularitas:36.8k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Hao Qi hanyalah seorang mahasiswa yatim piatu miskin yang tercekik hutang rentenir dan selalu dipandang sebelah mata oleh orang-orang di sekitarnya.

Namun, nasibnya berubah drastis ketika ia tanpa sengaja mengaktifkan Sistem Toko Sepuluh Ribu Alam di ponsel bututnya. Melalui sistem rahasia ini, Hao Qi bisa menjual barang-barang murah sehari-hari seperti mi instan dan korek api gas ke berbagai dimensi lain dengan bayaran selangit berupa koin sistem, emas batangan, pil penempa tubuh, hingga teknik bela diri kuno.

Sambil menyembunyikan identitas dan kekuatan barunya, Hao Qi mulai melunasi hutangnya, menyadari keberadaan energi Qi di dunia modern, dan melangkah naik untuk menghancurkan para orang sombong yang dulu meremehkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

"Brumm!"

Suara mesin bus kota menderu saat berhenti di halte Pasar Grosir Timur Jiangjing.

Hao Qi melangkah turun dari bus dengan langkah ringan. Terik matahari siang yang menyengat tidak melunturkan senyum ceria di wajahnya. Pasar grosir ini adalah kawasan tersibuk di Jiangjing, dipenuhi ratusan kios yang menjual segala macam barang mulai dari elektronik, pakaian, hingga peralatan luar ruangan dengan harga sangat murah jika dibeli dalam jumlah banyak.

"Baiklah, mari kita mulai perburuan harta karun hari ini,"

Hao Qi bergumam pelan sambil merapikan tali tas selempangnya.

Ia berjalan menyusuri lorong pasar yang sempit dan padat. Tujuannya yang pertama adalah blok elektronik. Setelah kejadian dengan Li Jian semalam, Hao Qi menyadari satu hal penting... barang-barang yang mengandalkan teknologi modern tanpa butuh listrik atau jaringan internet adalah barang dagangan paling aman dan bernilai tinggi di alam lain.

"Pagi, Bos! Sedang sibuk?"

Hao Qi menyapa dengan nada riang saat berhenti di depan sebuah kios yang penuh dengan tumpukan kardus senter dan radio portabel.

Pemilik kios, seorang pria paruh baya berkepala plontos yang sedang mengisap rokok, menoleh.

"Pagi, Anak Muda. Cari apa? Kalau kau beli eceran, harganya pas. Kalau beli selusin, kuberi diskon sedikit."

Hao Qi tersenyum lebar. Ia menunjuk deretan senter LED berbahan aluminium yang dipajang di etalase.

"Aku mau senter LED yang paling terang dan tahan banting. Yang bodinya dari logam, bukan plastik. Dan pastikan itu menggunakan baterai biasa yang bisa diganti, bukan yang harus diisi ulang pakai kabel. Apakah ada, Bos?"

Pemilik kios itu langsung tersenyum ramah. Ia mematikan rokoknya dan mengambil sebuah kotak hitam dari rak belakang.

"Sret."

Ia membuka kotak itu dan mengeluarkan sebuah senter aluminium berwarna hitam pekat.

"Kau tahu barang bagus rupanya. Ini senter taktis LED seri T-900. Bodinya paduan aluminium anti air dan anti karat. Cahayanya bisa menerangi jarak seratus meter di malam yang gelap gulita. Pakai tiga baterai ukuran AAA. Harganya lima puluh Yuan perbuahnya."

"Klik!"

Pemilik kios menekan tombol di pangkal senter. Cahaya putih yang sangat menyilaukan langsung menyorot ke dinding kios.

Hao Qi mengangguk puas. Cahaya seterang ini pasti akan dianggap sebagai keajaiban sihir tingkat tinggi atau pusaka penerang di alam yang tidak memiliki listrik.

"Bagus sekali. Aku ambil sepuluh buah. Dan aku juga butuh seratus butir baterai AAA kualitas paling bagus. Berapa totalnya, Bos?"

Hao Qi mengeluarkan segepok uang tunai pecahan seratus Yuan dari tas selempangnya.

Mata pemilik kios langsung berbinar melihat uang tunai itu.

"Sepuluh senter jadi empat ratus lima puluh Yuan. Seratus baterai seratus lima puluh Yuan. Total enam ratus Yuan. Kuberi diskon jadi lima ratus delapan puluh Yuan untuk pembukaan penglaris hari ini!"

"Sepakat!"

Hao Qi menyerahkan enam lembar uang seratus Yuan dengan senyum ceria.

"Kembaliannya simpan saja, Bos. Nanti kalau barangnya bagus, aku pasti kembali lagi ke sini."

Setelah keluar dari kios elektronik dengan sekantong penuh senter dan baterai, Hao Qi melanjutkan perburuannya ke blok peralatan luar ruangan. Di sana, ia memborong sepuluh buah pisau lipat berbahan baja tahan karat yang sangat tajam, lengkap dengan pemantik api magnesium batangan. Pisau baja modern di Bumi diproduksi dengan presisi pabrik, kualitas ketajamannya pasti bisa menandingi pedang biasa di dunia kultivasi.

Terakhir, ia mampir ke apotek grosir di dekat pintu keluar pasar.

"Permisi, Suster! Tolong siapkan sepuluh botol alkohol antiseptik, sepuluh gulung perban medis, dan obat pereda nyeri sirup yang paling manjur," pesannya dengan ramah kepada apoteker yang bertugas.

Setelah menghabiskan sekitar dua ribu Yuan, tas ransel besar yang baru dibelinya sudah terisi penuh dengan "barang dagangan" lintas dimensi.

Hao Qi melihat jam tangan murahnya. Pukul dua siang.

"Barang sudah siap. Sekarang aku butuh tempat yang aman. Aku tidak mungkin masuk ke Sistem di tengah keramaian pasar atau di lorong kampus."

Hao Qi berjalan keluar dari area pasar dan menemukan sebuah motel kecil yang terlihat sepi di pinggir jalan raya. Ia menyewa sebuah kamar standar untuk durasi tiga jam dengan harga lima puluh Yuan.

"Kriet..."

Hao Qi masuk ke dalam kamar motel yang agak pengap itu. Ia langsung mengunci pintu rapat-rapat dan menutup gorden jendela.

Ia mengeluarkan semua barang belanjaannya dan menyusunnya dengan rapi di atas kasur. Ada tumpukan senter, baterai, pisau lipat, dan perlengkapan medis.

Hao Qi duduk bersila di lantai menghadap kasur tersebut. Ia menarik napas dalam-dalam, menenangkan detak jantungnya. Senyum antusias menghiasi wajahnya.

"Sistem, aku sudah siap. Bawa aku masuk ke ruang transaksi."

Hao Qi berbicara dengan suara pelan namun tegas.

"Perintah diterima. Menginisialisasi pemindahan Host ke Ruang Transaksi Toko Sepuluh Ribu Alam."

Suara mekanis Sistem bergema di dalam kepalanya.

"Swosh!"

Cahaya putih terang tiba-tiba memancar dari tubuh Hao Qi, menyelimuti dirinya beserta seluruh barang dagangan di atas kasur. Sensasi tarikan ruang dan waktu kembali terjadi. Pandangannya memutih sesaat.

Ketika Hao Qi membuka matanya, ia sudah berada di dalam ruangan serba putih yang tidak berbatas. Tubuhnya kembali menjadi siluet putih bercahaya tanpa fitur wajah yang jelas. Di depannya, meja putih panjang telah tersedia, dan semua barang belanjaannya tersusun rapi di atasnya.

"Selamat datang kembali, Host. Toko Sepuluh Ribu Alam siap beroperasi. Apakah Host ingin segera mendatangkan pelanggan yang sedang membutuhkan bantuan di alam lain?"

"Tentu saja. Mari kita lihat siapa pelanggan keduaku hari ini," Hao Qi menjawab dengan nada ceria.

"Mencari sinyal transaksi..."

"Sinyal ditemukan. Pelanggan berasal dari Alam Sihir Fantasi Barat. Memulai penarikan dimensi."

"Wush!"

Gumpalan cahaya putih berputar cepat di seberang meja. Beberapa detik kemudian, cahaya itu meredup dan membentuk sosok siluet putih yang baru.

Sosok ini memiliki postur tubuh yang lebih kecil dan ramping dibandingkan pelanggan pertamanya, Li Jian. Siluetnya menunjukkan lekuk tubuh seorang wanita. Ia mengenakan jubah panjang yang ujungnya tampak robek, memegang sebuah tongkat kayu yang ujungnya patah.

"Bruk!"

Siluet wanita itu tiba-tiba jatuh berlutut di lantai putih. Tangannya menekan perut sebelah kirinya.

"Ugh..."

"Sial... apakah ini akhir hidupku? Gua bawah tanah ini benar-benar sebuah jebakan,"

Suara wanita itu terdengar sangat lemah, terengah-engah, dan penuh keputusasaan.

Hao Qi terkejut, namun ia segera menguasai dirinya. Ia memasang senyum ramah, meski wajahnya hanya berupa cahaya putih.

"Selamat datang di Toko Sepuluh Ribu Alam, Nona. Anda terlihat sedang dalam masalah besar. Tolong berdiri, lantai di sini cukup dingin."

Siluet wanita itu tersentak kaget. Ia mengangkat kepalanya dan menatap Hao Qi dengan tongkat patahnya diarahkan ke depan sebagai bentuk pertahanan.

"Siapa kau?! Apakah kau iblis penjaga Labirin Hitam? Di mana ini? Kenapa tiba-tiba terang sekali?" suaranya bergetar karena panik dan rasa sakit.

"Tenanglah, Nona. Aku bukanlah seorang iblis. Aku adalah Pemilik Toko ini. Anda tidak lagi berada di Labirin Hitam. Ruang ini adalah dimensi terpisah. Anda dibawa ke sini karena Anda memiliki keinginan kuat untuk selamat, dan kebetulan, toko saya menjual keselamatan."

Hao Qi berbicara dengan nada yang sangat tenang dan meyakinkan.

1
Dell AliNka
lah pake beli vila kok masih sisa 5 jt
Hadi Hadi
sikat
Pecinta Gratisan
mantap💞 thor
Pecinta Gratisan
bantai thor
Pecinta Gratisan
mantap thor⚡🔨 cerita nya💞
Riyanganz
👍👍
Riyanganz
ceritanya menarik,semoga aja kedepannya ga monoton ceritanya
Orimura Ichika
nggak bisa nabung 🗿
Orimura Ichika: penasaran Thor sama lanjutannya🤭
total 2 replies
Gege
lucuan versi bogelnya jiuer ...🤣🤣
Aoooo: cute sekali /Drool/
total 1 replies
Aisyah Suyuti
good
Sebut Saja Chikal
yaah nunggu lg 😅
Hadi Hadi
up up up up up 😍😍😍
Gege
mantabbb...selalu apik dan epic updetannya
Orimura Ichika
oke juga
Manusia Biasa
nah itu berarti bakal ada kemungkinan perkembangan plot ke orang dunia lain, apa mc dapat Heroine dari dunia lain kayaknya lucu wkwk😂
Manusia Biasa
wkwkw nama saya adalah pemilik toko😭😭
Manusia Biasa
dan kalian gak tahu yang dihadapi itu MC🗿
Manusia Biasa
Menarik kak. karya ini punya potensi sih, semangat terus nulisnya
Manusia Biasa
itu senter mbak😂
Manusia Biasa
kalau ini dari dunia Isekai pasti🗿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!