NovelToon NovelToon
Mirasih

Mirasih

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Horor / Tumbal
Popularitas:66.4k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Cepat tutup pintu dan jendela, jangan sampai terbuka!"

Semua warga yang ada di desa Bondowoso tidak ada yang pernah berani keluar bila sudah Maghrib datang, mereka hanya berdiam diri dalam rumah sampai nanti pagi menyapa.

Dulu desa ini tidak seperti itu, namun sejak beberapa bulan terakhir maka mereka mendapat teror yang begitu mengerikan sekali, semua ini akibat kematian dari seorang gadis bernama Mirasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. Masih menyelidiki

Purnama berdiri di bawah pohon kapuk yang kemarin menjadi tempat kejadian Mirasih meninggal dunia, entah Mirasih memang di bunuh di pohon kapuk ini atau hanya di bawa ke sini setelah dia meninggal, tapi yang jelas sekarang aura pohon kapuk itu memang terlihat begitu menyeramkan sekali untuk para manusia yang ada di desa Bondowoso.

Baik Arya atau Purnama maka mereka bisa merasakan sendiri energi yang begitu kuat di pohon kapuk ini, yang menjadi permasalahan energi itu bukan hanya ada satu saja tetapi tidak teratur dengan yang lain sehingga Purnama masih bingung untuk mengumpulkan bahwa ini memang hanya Mirasih atau campur tangan lain.

Sebab sudah bercampur dengan energi lain sehingga Purnama tidak bisa menyimpulkan begitu saja, harus ada tahap untuk menyelidiki kasus tersebut sampai tuntas dan bila dia sembrono maka nanti yang ada justru akan tertipu dengan ulah arwah yang bersemayam di pohon kapuk ini, entah itu Mirasih atau yang lain tapi yang jelas memang energi itu sudah bercampur menjadi beberapa bagian.

Tapi yang jelas Purnama memang merasakan juga energi dari pohon kapuk itu tidak biasa alias menyimpan kejahatan yang begitu besar, hati kecil Purnama sendiri mengatakan bahwa itu bisa saja adalah ulah dari Mirasih karena dia meninggal dengan cara yang tidak baik.

Kebanyakan bila seseorang meninggal Dengan cara demikian maka dia pasti akan bangkit walau tidak secara langsung namun setidaknya dia akan segera datang, tapi Purnama tidak tahu bahwa energi lain yang ada di pohon kapuk ini bisa membuat suasana menjadi tidak nyaman dan itulah yang sangat kuat sehingga mampu menekan energi lain.

Dugaan Purnama untuk sementara adalah energi yang sebelah ini adalah penghuni lama dari pohon kapuk tersebut, bisa saja usia iblis ini ratusan tahun karena kekuatan yang dia miliki begitu luar biasa besar, bahkan bisa saja dia jauh lebih tua dari jenderal perang yang ada di agensi milik Purnama saat ini.

Xiela sang jenderal perang sudah berusia ratusan tahun namun dia bisa saja kalah dari penghuni pohon kapuk tersebut, Karena energi yang purnama rasakan tidak main-main dan kemungkinan iblis ini sengaja membuat Mirasih bangkit lalu membuat kehebohan di desa Bondowoso tempat asal Mirasih tinggal sebelum nya, sehingga orang tahu hanya Mirasih yang menjadi arwah gentayangan.

"Bukan hanya satu ini, Kak." Arya juga merasakan hal yang sama.

"Ya, dugaan ku mengarah bahwa yang kuat ini telah membuat Mirasih menjadi arwah gentayangan." angguk Purnama.

"Sebab para warga hanya tahu bahwa Mirasih yang telah meninggal dunia di sini, kalau untuk yang satu lagi para warga jelas tidak tahu." jawab Arya.

"Kita tidak boleh mengambil tindakan sembarangan karena usia dari iblis ini sudah sangat tua, pasti kekuatan dia juga sangat besar." Purnama sudah memberikan peringatan.

"Usia kita juga sudah sangat tua dan soal pengalaman itu tidak perlu tua atau muda, bila dia memang berani maka pasti menampakkan diri saat ini di hadapan kita." Arya berkata dengan penuh percaya diri.

"Bocah edan, kita tidak bisa melihat dia bukan karena dia tidak mau menampakkan diri tapi karena mata kita yang belum cukup sakti untuk melihat dia!" sentak Purnama dengan emosi tinggi.

"Ya aku tidak tau soal itu." Arya tersenyum malu.

"Maka nya kalau tidak tahu itu tidak usah sembarangan berbicara, malu kalau ada yang mendengar!" Purnama jadi memarahi Arya seperti anak kecil.

"Tapi dia membuat Mirasih bangkit ini ada dua kemungkinan." Arya berkata sambil mengelilingi pohon kapuk tersebut.

"Apa?"

"Pertama dia ingin memanfaatkan Mirasih agar orang hanya menuduh gadis itu saja yang telah membuat kejahatan, lalu yang kedua bisa saja dia merasa iba dan ingin menolong Mirasih agar bisa balas dendam." jelas Arya.

"Aku kuat di yang pertama." jawab Purnama tanpa ada ragu.

"Kau kan selalu berpikiran buruk pada iblis lain jadi wajar saja bila langsung memilih yang pertama." batin Arya.

Andai saja Purnama tahu apa yang Arya katakan barusan maka pasti akan terjadi debat lagi, memang dua beradik ular ini jarang sekali untuk berbicara baik karena mereka selalu bertentangan dan kadang Arya selalu membuat ratu ular menjadi emosi tidak terkendali akibat omongan dia yang kadang nyeleneh.

Mana memang Purnama yang kurang bisa mengendalikan rasa emosi alias ia tidak memiliki kesabaran di dalam hati, jadi ketika mendengar ucapan yang agak aneh dari mulut sang adik maka dia akan langsung membentak dengan suara besar, padahal belum tentu Arya mengatakan itu dengan serius karena dia kadang hanya ingin bergurau saja.

"Tapi gimana ya cara nya orang itu menggantung Mirasih di atas sini?" heran Arya.

"Pembunuh terniat sih kalau kata ku, mau bersusah payah naik ke pohon ini dan menggantung tubuh Mirasih di atas." angguk Purnama.

"Entah dia ingin mempertontonkan tubuh Mirasih atau karena ingin memenuhi fantasi liar yang ada di dalam pikiran." ucap Arya.

"Benar, padahal bila dia memang niat ingin membuang maka bisa di mana saja." Purnama setuju dengan ucapan Arya.

Membayangkan saat pembunuh itu membawa Mirasih naik ke atas pohon dan menggantung tentu saja terlihat begitu rumit sekali, bagaimana bisa seseorang memanjat pohon dengan membawa mayat pula, entah bila dia membunuh Mirasih di atas pohon ini dan kemudian baru menggantung di pohon itu juga.

"Kalau menurut aku bukan hanya satu pembunuh ini." gumam Arya.

"Pasti lah, setidaknya ada sekitar lima orang." sahut Purnama.

"Cabang yang itu dia di gantung, sedangkan malam itu dia masih sempat menonton hiburan organ tunggal." Arya menunjuk cabang tempat Mirasih tergantung kala itu.

Purnama memperhatikan dengan seksama dan dia juga menghitung waktu antara Mirasih yang masih sempat menonton organ tunggal dan juga pembunuhan ini bisa berlangsung, menurut dari cerita orang maka tubuh Mirasih ketika di temukan sudah hancur lebur dengan keadaan jeroan semua keluar dari tubuh.

Sudah pasti bila begitu maka akan membutuhkan waktu yang begitu lama untuk melakukan pembunuhan tersebut, belum lagi setelah membunuh dengan cara keji mereka masih harus menggantung tubuh Mirasih di atas pohon ini, sehingga tidak mungkin hanya membutuhkan waktu sekitar satu atau dua jam saja.

"Harus banyak orang ketika melakukan perbuatan sesat itu, karena mereka bukan hanya membunuh biasa saja." ujar Purnama.

"Dan kata Kinan mereka juga melakukan pemerkosaan terhadap Mirasih." sambung Arya.

"Ha?!" Purnama kaget karena dia baru tahu bahwa Mirasih juga mendapat pemerkosaan.

"Iya, mereka menemukan sperma yang sangat banyak di tubuh Mirasih." angguk Arya serius.

"Lah kalau gitu tidak akan cukup waktu itu, jadi bagaimana acara pembunuhan ini?" Purnama bingung sendiri dengan waktu yang harus dia pikirkan.

"Nah ini baru benar kalau bukan hanya satu atau dua saja pelaku nya, karena kalau dihitung maka waktu yang mereka miliki sungguh mepet sekali." jelas Arya.

Purnama terdiam sambil mengangguk karena otak dia harus berpikir keras untuk mengungkap masalah ini, dari waktu saja mereka sudah dibuat pusing jadi pasti ke depannya nanti akan semakin banyak misteri yang harus mereka selesaikan dengan kepala dingin, sebab bila sambil emosi maka yang ada masalah akan semakin panjang dan keributan akan terjadi.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

1
neni nuraeni
lnjuut
neni nuraeni
kan... kan... kan...
neni nuraeni
si Rejo.... Rejo... nyao modar sia teh
Ayuk Witanto
apa sarbeni yang bunuh
Ayuk Witanto
sepertinya bapak sama anak sama bejatnya...dari ngomong gan Sarmini emang si Jarwo ini bersalah.tapi gak pernah merasa bersalah.tunggu purnama bertindak
FiaNasa
belum tau mereka dg purnama,,kalian gibah gitu klau kedengeran para member,,habis kalian
FiaNasa
mau bantuin mikir aq juga bingung Lo pur
Ayuk Witanto
kasian juga si Mbah dukun ..kesitu cuma nganterin nyawa
FiaNasa
sampai ngompol.gitu si mansur
FiaNasa
ternyata ulah dwo Kunti koplak yg nyesatin
Mala Mala
lihat mereka jd kangen kopsah and the gank🤭
FiaNasa
mana ada Arya naksir si Kinan kalian ini ada²saj lah,,cinta Arya udah metok Sama Fatma gak ada yg bisa gantiin
FiaNasa
tamatlah sudah alkisah fitri
Betri Betmawati
pasti terlibat ni si Sabeni ini atas kmtian Mirasih
anak nya slah masih ja di bela
Eli Rahma
lanjuutt
Ayu Putri
hei sarbeni tunggu lah kau didatengin setan itu,coba masih bisa ngomong bgtu gak
Raffaza Direzky87
begaya pank sok bisa dan sok kuat, akhirnya tumbang seketika
Raffaza Direzky87
mbah rejo kan sdh tua, sekalian mengantar nyawa...
Ela Jutek
ikut andil pasti itu si Sarben
Alissia
jangan Mirasih di bunuh siapa ya kok jadi misteri🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!