Karya terbaru Gurania Zee yang menceritakan tentang gadis tidak peka dan cinta segitiga antara Aluna, Arsen dan Prasha Arzelio.
memiliki kisah yang sedikit rumit perihal rahasia misteri kematian ayahnya dan adanya permainan bisnis yang menjadikannya sebuah kunci utama dari misteri tersebut. dan Cinta yang mulai tumbuh perlahan. Aluna seorang gadis yang polos tanpa sadar menjadi pusat permainan dalam dunia bisnis mendiang ayahnya. yang jauh lebih besar dari semua intriks itu bahkan paling tidak menyadari akan hal yang paling sederhana yaitu, perasaannya sendiri. karena terkadang misteri dalam hidup, bukanlah rahasia dari kisah masa lalu melainkan hati yang terlambat menyadari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Setelah kekacauan beberapa hari terakhir perihal kasus Adhikara terjadi, dan tekanan dari berbagai investor maupun perihal misteri mister x sampai kini menjadi tanda tanya besar. Akan tetapi setidaknya semua orang saat ini pada akhirnya masih bisa bernapas sedikit lega.
Apalagi semenjak baru saja drama perihal jamu sudah berakhir, bukan berarti selama ada Aluna disana, masalah kekacauan absurd sudah berakhir. Oh tentu tidak.
Kali ini drama di meja makan pun dimulai, Prasha menghampiri mereka yang sudah pada duduk dimeja makan. Pada saat itu waktunya jam malam malam sudah tiba.
Aluna dan ibu Ratna alias mama Prasha sedang menata meja makan. Sudah tersedia ikan bakar, tumis kangkung dan masakan lainnya. Tapi hanya satu yang berbeda. Bubur yang sudah tersaji di dalam mangkok putih.
Dengan penampilan apa adanya ala rumahan, Aluna dengan percaya dirinya menyodorkan bubur tersebut pada Prasha. Suasana mencekam penuh ketegangan pun dimulai.
"Mas Prasha sudah mendingan ya?."
"Hmm."
"Alhamdulillah, sini duduk mas makan dulu, Aluna barusan sudah buatkan bubur barusan masak dibantu juga sama Tante Ratna, iya kan Tan?." tanya Aluna pada ibu Prasha. Ibu Ratna hanya mengangguk dengan ekspresi yang tidak bisa terbaca.
Prasha cukup tegang, mengetahui ibunya bukanlah seorang ahli di bidang perdapuran, bahkan menyentuh penggorengan saja rasanya mustahil begitulah pikirnya.
Jantung Prasha berdebar tak karuan saat itu, ia menelan ludah dengan susah payah.
"Ini beneran bisa di makan lun?."
"Iyalah, ayo mas dimakan?."
Prasha masih terdiam juga saat itu, menoleh pada Arden dan Arsen seolah meminta pertolongan namun keduanya hanya mengendikan bahu. Menoleh lagi pada ibu Ratna, ibunya langsung membuang muka langsung menyibukkan diri dengan pekerjaan didapur yang belum selesai.
Arsen mengambil sendok kecil, ia penasaran juga ingin menyicip pertama kali buatan gadis yang disukainya.
"sini deh gue cobain ya."
"iya mas cobain deh." ucap Aluna masih dengan percaya dirinya luar biasa. sambil kedua tangannya ia lipat di dagu, menunggu komentar dari Arsen sambil mengerjapkan kedua mata belonya beberapa kali begitu antusiasnya menunggu pujian.
Namun tak lama, semua hening,.."hmm lun, kok manis ya?". Tanya Arsen.
"owh itu Luna sengaja pakein madu mas, biar sehat gitu." jawab Aluna dengan polosnya.
tentu saja, semua terkaget mendengarnya, bahkan sang kakak, Arden Maharana langsung tersedak air minumnya. Arden Sanjaya menutup kedua wajahnya, dan Arsen menahan tawanya. sementara Prasha masih menatap horor pada bubur itu.
Mendengar kata madu, ia langsung membeku bagai es batu. "hah bubur ayam pakai madu."
"Iyaa mas, biar sehat gituloh, Aluna."
Masih bimbang, antara ia makan atau tidak. "Lun kalo aku keracunan, nanti kamu yang tanggung jawab ya."
"Ini seriusan bisa dimakan kan, lun?."
"Banget?
Dengan berat hati Prasha menyendok bubur itu, sambil wajah tegang.lalu memakannya dengan nekat, walau menelannya dengan susah payah. Sedangkan yang lain memandang prasha sambil menunggu hasil eksperimen ilmiah dari seorang Aluna.
"Gimana bro?." tanya Arden Sanjaya. Prasha langsung menoleh tajam pada Aluna.
"Tuh kan enak kan mas, apa Luna bilang." kata Aluna dengan pedenya.
"Lunaaa."
"Lain kali kalo tidak bisa masaknya kamu tidak usah memaksakan diri lagi, bukannya saya bakal sembuh kalo seperti ini, astagah."
Seketika pecah suasana, Arden sudah tak bisa lagi menahan tawanya. Semua tertawa berjamaah. Begitupun dengan ibu Ratna langsung ngeloyor pergi ke kamar kabur dari makian anaknya.
Seketika Aluna langsung cemberut "Padahal niatnya baik." ucapnya dan Prasha hanya tersenyum tipis melihatnya gemas.
***