NovelToon NovelToon
Kekasih Yang Tak Akur

Kekasih Yang Tak Akur

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Romantis
Popularitas:266
Nilai: 5
Nama Author: I Putu Merta Ariana

Nono dan Ayu adalah sepasang kekasih yang unik. Mereka sering bertengkar soal hal-hal kecil—mulai dari soal baju, jalan mana yang lebih cepat, sampai soal makanan. Tetangga bilang mereka kayak air dan minyak, nggak pernah akur. Tapi siapa sangka, di balik setiap pertengkaran dan perdebatan, tersimpan rasa sayang yang besar dan perhatian yang tulus. Bagaimana kisah mereka bertahan dan tetap bersama meski sering beda pendapat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I Putu Merta Ariana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta yang Mengalir ke Seluruh Nusantara

Kesuksesan tampil sebagai pembicara di acara nasional di Jakarta membuka pintu-pintu baru yang luar biasa bagi Nono dan Ayu. Undangan-undangan untuk berbagi cerita mulai berdatangan dari berbagai penjuru Indonesia. Ada yang dari kota-kota besar, ada juga yang dari daerah-daerah terpencil yang ingin mendengar langsung kisah inspiratif pasangan suami istri itu. Nono dan Ayu, dengan semangat yang tak pernah padam, menerima semua undangan itu dengan senang hati. Bagi mereka, ini adalah kesempatan emas untuk terus berbagi cinta, ilmu, dan semangat kepada lebih banyak orang.

Suatu pagi yang cerah, di ruang kerja mereka yang penuh dengan kenangan, Nono dan Ayu sedang duduk di depan meja kerja yang dipenuhi dengan tiket pesawat, jadwal perjalanan, dan peta Indonesia yang terbentang lebar. Wajah mereka terlihat penuh antusias, seolah-olah mereka kembali ke masa muda saat melakukan perjalanan keliling Indonesia yang legendaris dulu.

"Yu," kata Nono pelan sambil menunjuk peta itu dengan jari telunjuknya. "Lihat nih, kita bakal pergi ke mana-mana lagi. Kita bakal ke Sumatera, ke Kalimantan, ke Sulawesi, sampai ke Papua. Rasanya nggak nyangka ya, setelah puluhan tahun, kita bisa keliling Indonesia lagi, tapi kali ini dengan cerita yang lebih banyak dan pengalaman yang lebih kaya. Aku seneng banget bisa lakuin ini bareng kamu."

Ayu yang sedang menyusun jadwal perjalanan dengan teliti menoleh ke arah Nono dengan alis terangkat sedikit, tatapannya penuh dengan perhatian dan pertimbangan yang matang. "Iya, Mas. Aku juga seneng banget. Ini kesempatan yang luar biasa buat kita. Tapi ingat ya, Mas, perjalanan kali ini beda lho sama waktu kita muda dulu. Sekarang kita udah tua, fisik kita nggak sekuat dulu. Kita harus atur jadwalnya dengan baik, jangan terlalu padat, dan pastikan kita punya waktu istirahat yang cukup. Kamu tuh ya, kadang kalau lagi semangat, suka lupa sama kondisi diri sendiri. Kamu janji ya bakal jaga kesehatan dan dengerin aku soal jadwal perjalanan ini?" seru Ayu sambil menatap Nono dengan tatapan tajam yang khas, tapi matanya berbinar penuh cinta dan kekhawatiran yang tulus.

Nono tertawa renyah mendengar jawaban istrinya itu. Dia segera meraih tangan Ayu dan menggenggamnya erat di tangannya. "Ya ampun, Tuan Putri. Sampai kapan pun kamu tetep sama aja ya. Iya deh, iya deh. Kamu yang paling perhatian, kamu yang paling bijaksana, dan aku yang paling beruntung bisa punya kamu. Makanya kan aku butuh banget bantuan kamu buat atur semuanya. Aku janji bakal dengerin kamu, bakal jaga kesehatan, dan kita bakal jalan-jalan bareng-bareng dengan santai dan bahagia ya. Pasti seru banget kan?"

Ayu mendengus pelan tapi pipinya merona merah muda karena tersipu mendengar pujian manis dari suaminya itu. "Hmph, baru tahu kamu. Dasar suami yang manis mulutnya. Tapi ya udah, aku percaya sama kamu. Kita mulai persiapan perjalanan ini dari sekarang ya. Kita harus pastikan semuanya siap dan nggak ada yang ketinggalan."

"Siap, Tuan Putri! Pasti kita bakal atur semuanya dengan sebaik mungkin bareng-bareng," jawab Nono sambil tersenyum lebar.

 

Perjalanan pertama mereka setelah acara di Jakarta adalah ke Sumatera. Mereka mengunjungi beberapa kota seperti Medan, Padang, dan Palembang. Di setiap kota, mereka disambut dengan sangat hangat dan antusias oleh masyarakat setempat. Mereka berbagi cerita di sekolah-sekolah, di balai-balai kota, dan bahkan di kedai-kedai kopi lokal yang mengundang mereka.

Tentu saja, di setiap perjalanan itu, interaksi khas Nono dan Ayu tidak pernah hilang.

Suatu hari, saat mereka sedang berada di Padang, Nono terlihat sangat antusias ingin mencoba semua jenis kuliner khas daerah itu.

"Yu, ayo dong kita coba rendang ini, sama sate padang ini, sama gulainya juga. Wah, ini semua kelihatan enak banget. Sayang banget kalau nggak kita coba," kata Nono sambil menunjuk meja makan yang penuh dengan berbagai macam makanan lezat.

Ayu yang melihat itu langsung menahan tangan Nono dengan tatapan tajam. "Eh, jangan ngomong sembarangan dong, Mas! Kamu tuh ya, lupa ya sama kondisi perut kamu? Dokter kan udah bilang jangan terlalu banyak makan yang pedas dan berlemak sekaligus. Kalau kamu sakit perut nanti, gimana kita mau lanjut perjalanan ke kota berikutnya? Kamu tuh ya, kadang selera makan kamu itu nggak bisa dikontrol kalau nggak ada aku yang ngawasin," seru Ayu dengan tegas.

Nono tertawa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ya ampun, Tuan Putri. Iya deh, iya deh. Kamu yang paling benar, kamu yang paling perhatian sama kesehatan aku. Aku sih cuma pengen nyobain makanan enak ini aja kok. Ya udah, aku cuma ambil sedikit-sedikit ya. Janji deh."

Ayu mendengus pelan tapi tersenyum lebar. "Hmph, baru tahu kamu. Dasar suami yang manis. Oke deh, boleh ambil sedikit, tapi jangan kebanyakan ya."

Begitulah, di setiap kota yang mereka kunjungi, selalu ada momen-momen manis dan perdebatan kecil yang membuat perjalanan mereka semakin berwarna dan penuh kenangan. Mereka tidak hanya berbagi cerita, tapi juga belajar banyak hal baru dari setiap daerah yang mereka kunjungi, dari budaya, kuliner, hingga kebaikan hati masyarakat setempat.

 

Setelah selesai mengunjungi Sumatera, perjalanan mereka berlanjut ke Kalimantan, lalu ke Sulawesi, Nusa Tenggara, dan akhirnya ke Papua. Di setiap tempat, jejak cinta dan inspirasi yang mereka tinggalkan begitu dalam. Banyak orang yang merasa terbantu dan termotivasi setelah mendengar cerita mereka. Banyak pasangan muda yang menjadi lebih semangat membangun mimpi mereka bersama, dan banyak orang yang merasa lebih kuat menghadapi cobaan hidup setelah mendengar tentang perjuangan Nono dan Ayu.

Suatu sore, saat mereka sedang berada di sebuah pantai indah di Papua, duduk berdua di atas pasir putih sambil memandang laut yang biru dan luas, Nono menoleh ke arah Ayu dengan tatapan penuh cinta dan keharuan.

"Yu," bisik Nono pelan. "Lihat nih, betapa indahnya negeri ini. Dan betapa beruntungnya kita bisa keliling lagi dan berbagi cerita sama orang-orang baik di seluruh penjuru negeri ini. Rasanya hati aku penuh banget, Mas. Aku nggak nyangka hidup kita bisa seberharga dan seindah ini."

Ayu tersenyum lembut sambil menyandarkan kepalanya di bahu Nono. Angin laut bertiup sejuk, membelai rambut mereka yang sudah memutih. "Iya, Mas. Aku juga ngerasa hal yang sama. Kita emang diberkati banget. Dan lihat nih, cinta kita udah mengalir ke seluruh Nusantara. Tapi ingat ya, Mas, ini bukan berarti kita berhenti di sini. Masih banyak tempat lain yang bisa kita kunjungi, masih banyak orang yang bisa kita temui, dan masih banyak cerita yang bisa kita bagikan. Kamu siap kan buat lanjutin perjalanan ini bareng aku selamanya?"

Nono menggenggam tangan Ayu dengan erat dan mencium puncak kepalanya dengan lembut. "Siap, Tuan Putri! Selamanya aku bakal siap buat nemenin kamu ke mana pun kita pergi. Selama kita berdua sama-sama, dunia ini bakal terus jadi tempat yang indah, dan perjalanan kita bakal terus penuh dengan cinta dan kebahagiaan. Aku sayang banget sama kamu, Yu. Selamanya."

"Aku juga sayang banget sama kamu, Mas. Selamanya," jawab Ayu pelan.

Di pantai yang indah itu, di bawah langit sore yang berwarna keemasan, Nono dan Ayu tahu bahwa perjalanan hidup mereka masih terus berlanjut. Perjalanan keliling Indonesia ini hanyalah salah satu bab lagi dalam kisah cinta mereka yang tak pernah berakhir. Masih banyak petualangan yang menunggu, masih banyak momen indah yang menunggu untuk diukir, dan masih banyak cinta yang menunggu untuk dibagikan. Dan mereka yakin, langkah-langkah mereka selanjutnya akan tetap indah, tetap seru, dan tetap penuh dengan cinta yang abadi yang akan terus mengalir selamanya, menjangkau setiap sudut yang bisa mereka capai.

1
Ayu Suryani
Bagus Banget Kak🥰
Ayu Suryani
Bagus kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!