NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta Sang Dosen

Jeratan Cinta Sang Dosen

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dosen / Mengubah Takdir
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Anastasya atau biasa dipanggil Ana, seorang wanita berusia 24 tahun yang tengah mengejar gelar S1.


Pertemuan pertamanya dengan seorang laki laki membuat hidup Ana berubah. Nathaniel Francisco, seorang dosen berusia 30 tahun yang terobsesi dengan dirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

Kini Ana dan Nathan tengah duduk bersama didalam rumah Ana, selepas masuk tadi belum ada percakapan diantara keduanya.

" Kamu sadar ga sih Na, kalau Reyhan itu suka sama kamu ? " Nathan memulai percakapan

" Reyhan itu udah suka sama orang, saya juga cuma teman sama Reyhan ga lebih "

" Jangan berlindung dibalik kata teman Na, karena semuanya pun berawal dari teman "

" Ya tapi emang saya sama Reyhan itu cuma teman ga lebih "

" Ana, saya ini laki laki jadi tau Na. Saya bisa liat tatapan Reyhan ke kamu itu seperti apa, cara dia perhatian sama kamu. Kamu masa ga sadar sih Na ? "

" Lalu apa bedanya sama Pak Nathan ? Ngobrol berdua sama perempuan terus sampai pegang pegang pukul pukul gitu ? Berarti cuma Pak Nathan yang boleh punya teman lawan jenis ? "

" Bapa pikir saya ga liat tadi ? Saya liat pak, bapa juga natap kearah dia kan tadi "

" Ya tapi saya ga ada hubungan apapun Na "

" Ya sama Pak, saya dan Reyhan juga ga ada hubungan apapun. "

" Saya engga tau Na harus bicara apalagi sama kamu soal perasaan saya ke kamu, kamu minta saya nunggu saya ga masalah mau menunggu berapa lamapun asalkan memang saya yang kamu pilih "

" Yang perlu kamu tau dan harus kamu tau, saya sayang sama kamu, saya cinta sama kamu Na "

Ana menundukkan wajahnya, ia sendiri tak tau harus menjawab apa saat ini.

" Kalau memang nantinya bukan saya yang kamu pilih saya terima ko Na, asalkan jelas dari awal kalau memang bukan hanya saya yang kamu jadikan pilihan "

" Kayaknya kita sama sama panas dan emosi Na, atau mungkin saya yang emang terlalu cemburu. Ya walaupun saya emang ga ada hak buat cemburu, lebih baik saya pulang karena jika dilanjutkan pasti yang ada makin berantakan "

Saat Nathan hendak bangun dari duduknya, Ana dengan cepat menahan tangan Nathan agar tidak pergi.

" Na.." Suara Nathan melembut

" Aku engga tau Nat soal perasaan yang aku rasain sekarang, aku senang saat bersama kamu, aku juga nyaman sama kamu, setelah beberapa hari kita bareng bareng aku ngerasa kalau perasaan ini semakin jelas "

" Aku mau Nat, aku mau jadi pacar kamu "

" Ana, kalau kamu belum siap ga perlu di paksa Na "

" Engga terpaksa Nat engga, aku udah yakin kalau aku mau jadi pacar kamu "

" Berarti sekarang kita pacaran ? "

" Ya terserah kamu sih Nat "

Nathan mulai melebarkan senyumnya, ia merasa senang dengan apa yang Ana katakan.

" Kamu ga bercanda kan Na ? "

" Engga, ngapain coba bercanda soal perasaan "

Nathan langsung memeluk Ana dengan erat, ia merasa sangat bahagia.

" Ya tapi tetap aja dikampus ga boleh ada yang tau ya " ucap Ana dan Nathan mengangguk

" Iya sayang iya " Nathan mencubit kedua pipi Ana

" Kamu ga jadi pulang Nat ? "

" Engga deh kayaknya, pengen sama kamu Na. Pengen berduaan sama kamu aja disini "

" Yaudah deh, yaudah aku ambil minum dulu ya pasti kamu haus kan ? "

" Iyah sayang " Nathan mengangguk

Ana pergi ke dapur untuk membuatkan minuman, sambil tersenyum ia meracih teh untuk ia berikan kepada Nathan.

Tiba tiba Nathan dari belakang memeluk dirinya, menciumi punggung Ana.

" Nat.. " ucap Ana pelan

" Hmm kenapa sayang ? "

Ana berbalik badan, ia menatap wajah Nathan dengan lekat.

" Aku curiga kamu kesini Nat "

" Curiga kenapa ? "

" Ya soalnya terakhir kamu tuh nyamperin aku ya kamu ngajak aku ciuman "

" Masa sih Na ? " ucap Nathan sambil tertawa kecil

" Iyah Nat jangan pura pura amnesia deh "

Tanpa menjawab apapun, Nathan langsung menggendong Ana. Nathan membawa Ana kedalam kamarnya.

Didalam kamar Nathan langsung mencium bibir Ana, perlahan tubuh Ana terdorong hingga terbaring diatas ranjangnya.

" Nat.. " ucap Ana sambil mengatur nafasnya

" Iya Na "

" Aku sayang sama kamu Nat "

" Aku lebih sayang sama kamu Na, bahkan aku sayang sama kamu lebih dari aku sayang sama diri aku sendiri "

Ana mengusap pipi Nathan pelan, di susul dengan kecupan singkat dipipi Nathan.

Ponsel milik berdering, Nathan pun langsung bangkit dan meraih ponsel yang ia letakkan disakunya

" Sebentar ya sayang " kata Nathan dan Ana mengangguk

Nathan keluar dari kamar Ana untuk mengangkat panggilan, Ana pun menyusul Nathan.

" Oke boleh diatur saja untuk pertemuannya, kabari saya jika sudah pasti waktunya " ucap Nathan yang terdengar oleh Ana

Setelah Nathan selesai, ia langsung menghampiri Ana yang tengah berdiri tak jauh darinya.

" Na, aku pergi dulu ya ada pekerjaan yang harus aku selesaikan "

" Iyah, hati hati ya jangan ngebut, jangan sambil main hp, jangan—"

Ucapan Ana terhenti begitu Nathan mengecup bibir Ana singkat.

" Jangan khawatir Ana, yasudah aku pergi dulu ya. Kalau ada apa apa kabari aku "

" Iyah " Ana mengangguk

Ana mengantar Nathan yang mulai masuk kedalam mobilnya, dan perlahan mobil Nathan mulai pergi dari halaman rumahnya.

Ana senyum sendiri mengingat jika ia dan Nathan sudah berpacaran, rasanya masih tak percaya jika sekarang ia sudah berpacaran dengan Nathan

....

Sore hari disaat cafe belum buka, Ana dan lainnya menyempatkan untuk berbincang.

Disebuah meja panjang dan beberapa cemilan didepannya, mereka asik berbincang.

" Oiya gue mau nyampein pesan dari Pak Robi, kalau Cafe ini udah di beli sama seseorang. Jadi perhari ini Pak Robi udah bukan pemilik cafe ini " ucap Bayu

" Siapa yang beli cafe ini Bay ? Pak Robi bilang ga ? "

" Engga sih, tapi Pak Robi sempat bilang kalau kita akan ada kenaikan gaji dan lainnya. " jelas Bayu kembali

" Waah semoga aja gaji kita besar yah " kata Rian

Ana merasa senang dengan kabar ini, ia berharap jika gaji yang ia dapatkan bisa mencukupi kebutuhannya.

Saat tengah asik berbincang, sebuah notif pesan disalah satu ponsel berdering.

" Ada transferan masuk" ucap Dian

Yang lain pun ikut mengeceknya, dan benar saja hari itu mereka semua mendapatkan uang yang terbilang cukup besar.

" Insentif ? " ucap Ana

" Iyah, tapi gede banget yah " kata Mba Ayu

" Mungkin ini rezeki kita, kita harus kerja lebih baik berarti " ucap Bayu dan yang lain setuju.

...

Pukul 11 malam Ana sudah bersiap-siap untuk pulang, Ana keluar dari cafenya dan melihat Nathan yang sudah menunggu dirinya didepan mobil miliknya.

Sambil tersenyum Ana berjalan menghampiri Nathan, laki laki itupun menyambut kedatangan Ana.

" Nat, kamu daritadi ? " ucap Ana

" Engga ko, baru 10 menit " jawab Nathan sambil mengusap kepala Ana

" Nat, ada yang mau aku ceritain ke kamu "

" Apa ? Kayaknya berita bahagia banget nih "

" Hemm, ayo kita cerita di dalam "

Ana langsung masuk kedalam mobil yang di susul oleh Nathan.

" Kamu mau cerita apa sayang ? " tanya Nathan

" Jadi cafe ini itu udah ganti pemilik Nat, dan kamu tau hari ini kita dapat insentif yang cukup besar"

" Oya ? Bagus dong, terus semua pada senang ? "

" Senang sekali Nat, tapi kita tuh penasaran siapa sih yang beli cafe pak Robi "

" Ya syukur kalau kalian senang"

" Hmm hari ini gimana kalau gantian aku yang traktir kamu Nat "

" Jangan Ana, kamu simpan uang kamu yah "

" Nat.. sesekali "

" Yaudah iyah kali ini aja ya "

" Iyah "

Nathan ikut senang melihat raut wajah Ana yang nampak ceria, inilah yang Nathan harapkan.

1
aroem
bagus
Athalia Karo
di perkuliahan tidak ketua kelas namanya Thor tapi disebut komting kelas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!