Nayra Agata Kennedy, ia merupakan putri bungsu dari Lukas Kennedy, Nayra memliki saudari kembar bernama Nayla (Nayla lahir 45 menit lebih dulu), lahir dengan membawa duka. Ibunya meninggal dunia karena pendarahan hebat setelah berjuang melahirkannya, membuat Nayra dibenci ayah dan ketiga kakak laki-lakinya selama 21 tahun. Hanya Nayla yang selalu peduli padanya.
Takdir berubah saat Nayra bertemu seorang miliarder tampan. Dipersunting olehnya, hidup Nayra berubah drastis, dari yang dulu diabaikan, kini ia dimanjakan layaknya putri raja oleh suaminya yang penuh kasih sayang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa idayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyesalan Lukas
"Maksud papa?" Tanya Nayra menatap papa nya yang terbaring di ranjang rumah sakit dengan ekspresi sendu
"Pengacara papa sudah mengantur semua nya, meskipun papa marah dengan kehadiran mu. Tapi papa tetap berusaha adil" jelas Lukas Kennedy
"Adil?" Cicit Nayra dengan tersenyum getir, air mata nya perlahan jatuh membasahi pipinya
"Jangan kurang ajar Nayra! Jangan meminta lebih! Apa kau sadar? Gara-gara kau keluarga ku berantakan. Gara-gara kau istri ku meninggal!" Tegas Lukas dengan suara pelan namun penuh penekanan, suara Lukas yang tadi lembut kini kembali seperti biasanya
"Pah, aku tidak minta di lahirkan jadi anak mu pah! Aku juga tidak kuasa menahan kematian Mama!" Seru Nayra dengan terisak, hati nya perih mendengar ucapan sang papa
Lukas yang selama ini mengabaikan Nayra tiba-tiba meminta Nayra menemui nya, tanpa Fikir panjang Nayra buru-buru pergi ke rumah sakit untuk menemui sang papa, tapi ternyata Lukas meminta Nayra datang bukan nya untuk minta maaf, hanya kembali mengingat kan Nayra jika kehancuran keluarga nya karena Nayra, Nayra benar-benar jengah mendengar kata-kata itu sejak kecil.
"Apa selama ini papa pernah memikirkan perasaan ku! Apa papa tahu gimana tersiksa nya aku hidup sendiri dan di abaikan oleh kalian!" Seru Nayra dengan menangis sesenggukan menatap sang papa yang terbaring lemah
"Hey!" Pekik seorang yang baru saja masuk dengan dua pemuda lainnya bersama seorang wanita yang sama persis dengan Nayra
"Kau kenapa? Setelah membunuh mama kau juga ingin membunuh papaku!" Teriak pemuda lainnya dengan menatap Nayra tajam
"Papa tidak apa-apa?" Tanya gadis yang memiliki wajah mirip dengan Nayra, gadis itu buru-buru mendekati tubuh sang papa
"Kak Naga, kak Nick, Kak Nathan, kak Nayla! Kenapa? Kalian datang kesini juga untuk menghina ku? Untuk menyudutkan ku atas kesalahan yang tidak pernah aku perbuat??" Tanya Nayra dengan suara tinggi, dinding kesabaran yang sudah ia bangun sejak kecil akhirnya runtuh. Tangis nya pecah, emosi nya meledak, ia menatap ketiga kakaknya dan saudari kembarnya tajam
"Apa kalian juga masih bersikeras menuduh aku yang sudah membunuh Mama? Kalian bersikeras aku yang hancurkan keluarga kita?" Seru Nayra dengan suara parau namun histeris
"Dengan cara apa aku membunuh Mama? Dengan cara apa? Apa aku menikam Mama dengan kedua tangan ku?" Tanya Nayra dengan memperlihatkan kedua tangannya ke arah papa dan dan keempat kakak-kakaknya secara bergantian
"Atau aku meracuni Mama lewat makanan dan minuman?" Cicit Nayra membuat papa dan keempat kakak-kakaknya hanya diam membisu
"Oh, aku tahu. Atau mungkin aku membekap Mama sehingga Mama kehabisan nafas dan meninggal?" lanjut Nayra dengan nafas naik turun dan isak tangis yang menyayat hati. Badan nya terus bergerak seolah ia sedang memainkan teater
"Dengan cara apa? Dengan cara apa aku membunuh Mama? Seandainya kalian tahu! Aku juga sama kehilangan nya seperti kalian! Aku belum sempat merasakan pelukan Mama. Aku belum sempat menghirup aroma tubuh Mama, sejak kecil aku di abaikan oleh kalian! Aku di asingkan, hanya kak Nayla yang peduli terhadap ku, tapi kalian selalu melarang kak Nayla memperdulikan ku, apa kalian tahu sakit nya hati ku. Apa kalian tahu gimana perasaan ku??" Tanya Nayra dengan terduduk lemas di lantai membuat Nayla mendekati nya, Nayla yang merupakan saudari kembar Nayra buru-buru mendekap tubuh Nayra dengan erat, kedua saudari kembar itu terisak bersamaan
"Kak, aku tidak mau di tuduh jadi pembunuh kak, kalau aku boleh memilih lebih baik aku tidak lahir, aku tidak mau Mama meninggal karena melahirkan ku kak, tapi aku tidak berhak memilih, aku tidak bisa memilih kak" Isak Nayra membuat Nayla terisak dengan mengelus kepala Nayra lembut
"Sudahlah keluar sana!" Seru Nagara. Anak-anak laki-laki Lukas yang pertama
"Iya, drama banget sih, alay" sinis Nathan yang merupakan putra ketiga Lukas
"Kak Naga, Athan. Jangan keterlaluan deh, Nayra itu juga adik kita" ucap Nick yang merasa iba dengan Nayra, ungkapan isi hati Nayra berhasil membuat Nick merasa tersentuh, suasana tiba-tiba hening. Semua larut dengan fikiran nya masing-masing
"Sudahlah. Papa minta kalian datang karena ada yang ingin papa bicarakan" ucap Lukas memecah keheningan
"Naga, ajak adik-adik mu duduk. Papa mau bicara" suara Lukas lemah dengan tatapan sayu, seolah tidak terjadi apa-apa. Seolah semua ucapan Nayra tadi hanyalah angin lalu yang tidak perlu di tanggapi
Dengan sigap Nagara segara mengajak adik-adiknya untuk segera duduk di sofa yang ada dalam ruangan Lukas, saat itu Lukas berada dalam ruang rawat VIP suite, Nagara menatap Nayra dengan tatapan sinis tanpa sepatah kata pun, Nayra yang seolah faham perintah segera duduk mengikuti yang lain, Nayla menarik lengan Nayra agar duduk di sampingnya dengan lembut
"Selama ini papa menderita sakit kanker serviks stadium 4" ucap Lukas membuat mata kelima anak nya melebar seketika, mereka berlima terkejut mendengar pengakuan sang papa dengan saling tatap satu sama lain
"Pah, kenapa papa baru bilang. Kapan semua ini terdeteksi?" Tanya Nayla buru-buru mendekati tubuh sang papa
"Tenang lah La, papa akan ceritakan. Tapi kalian tenang ya" nasihat Lukas menatap putri nya dan anak-anaknya yang lain secara bergantian
"Pah, jangan khawatir aku akan cari dokter hebat untuk menyembuhkan papa, papa harus semangat ya" ucap Nick yang juga mendekati tubuh sang papa, Lukas hanya menggeleng menjawab ucapan Nick
"Pah, kita ke luar negeri untuk berobat ya" timpal Naga bangkit dari duduknya dan mendekati tubuh sang papa yang terbaring di brangkar rumah sakit
"Tidak perlu, papa sudah menyerah, papa sudah bertahun-tahun berjuang. Tapi hasilnya nol" jawab Lukas berusaha tersenyum meskipun jelas terpaksa
"Papa mau mati! Papa tidak mau berjuang? Silahkan, lagi pula bagaimana pun aku merayu papa untuk semangat melawan penyakit papa tidak akan mendengar kan aku, aku sudah biasa di tinggalkan juga!" Seru Nayra dengan berdiri dari duduknya
"Nay! Jaga ucapan mu!" Pekik Naga dengan amarah yang memuncak
"Kenapa? Apa suara ku penting! Apa suara ku akan kalian dengarkan?" Tanya Nayra dengan terisak, ia hendak berjalan keluar ruangan namun berhasil di hentikan oleh Lukas
"Nay" lirih Lukas membuat Nayra menghentikan langkahnya, Nayra mengusap air mata nya pelan
"Papa tahu papa salah. Papa berlaku tidak adil dengan mu" lirih Lukas membuat Nayra gegas menoleh ke arah sang papa dengan tidak percaya, ucapan sang papa seolah hanya ilusi dirinya Saja
"Pah" lirih Nayra nyaris tidak terdengar
"Sini nak, peluk papa" ucap Lukas dengan merentangkan satu tangan nya ke arah Nayra, karena tangan yang lain sedang di infus
"Pah" lirih Nayra semakin terisak dengan berjalan pelan menghampiri sang papa. Keinginan nya sejak kecil akhirnya terwujud, ia selalu berharap bisa di peluk papa nya, dan akhirnya keinginan nya itu terwujud saat ini
"Sini sayang, maafkan papa ya" ucap Lukas saat Nayra sudah berada di dekatnya, Lukas menarik tubuh Nayra lembut agar jatuh ke dalam pelukannya
"Maaf ya nak, maaf karena papa selama ini mengabaikanmu" lirih Lukas membuat Nayra menangis sesenggukan di pelukan sang papa
"jika ini mimpi, biarkan aku hidup dalam mimpi ku Tuhan" batin Nayra dengan menyenderkan kepalanya di bahu sang papa yang terbaring lemah