NovelToon NovelToon
Penghubung Tiga Dunia (The Envoy Of Three Realms)

Penghubung Tiga Dunia (The Envoy Of Three Realms)

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

Di alam semesta, eksistensi terbagi menjadi tiga: Alam Langit (Tempat para Dewa), Alam Manusia, dan Alam Bawah (Tempat Iblis dan Roh). Selama jutaan tahun, ketiga alam ini dipisahkan oleh segel kuno yang kini mulai retak.

Jiangzhu, seorang yatim piatu di desa kecil Alam Manusia, lahir dengan "Nadi Spiritual yang Lumpuh". Namun, ia tidak tahu bahwa di dalam jiwanya tersimpan Segel Tiga Dunia, artefak yang mampu menyerap energi dari ketiga alam sekaligus. Ketika desanya dihancurkan oleh sekte jahat yang mencari artefak tersebut, Jiangzhu bangkit dari kematian dan memulai perjalanan untuk menaklukkan langit, menguasai bumi, dan memimpin neraka. Ia bukan sekadar penguasa; ia adalah jembatan—atau penghancur—tiga dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Perjanjian Tak Suci dengan Gadis Mayat

Darah Lu Chen yang baru saja dihisap Jiangzhu terasa seperti cuka yang mendidih di dalam lambungnya. Setiap kali Jiangzhu menarik napas, ada rasa logam yang tajam di pangkal lidahnya. Ia berdiri di tengah ladang mayat, menatap tangannya yang masih bergetar hebat. Di sana, di depannya, Li'er berdiri dengan diam—gaun putihnya yang compang-camping berkibar ditiup angin lembah yang membawa aroma kematian.

"Kau... tidak takut?" suara Li'er memecah keheningan, lebih mirip gesekan rantai karatan daripada suara manusia.

Jiangzhu menyeka darah dari sudut bibirnya. "Takut? Aku sudah mati berkali-kali di kepala aku sendiri sejak desaku dibakar. Takut adalah kemewahan yang tidak bisa kupunya lagi."

Li'er memiringkan kepalanya. Gerakannya patah-patah, seperti boneka kayu yang talinya hampir putus. Ia mendekat, melayang tanpa suara di atas genangan darah murid-murid Sekte Cahaya Suci. Saat ia berhenti tepat di depan Jiangzhu, suhu udara seolah-olah anjlok hingga membekukan keringat di punggung Jiangzhu.

"Kau punya... lubang di hatimu," Li'er menyentuh dada Jiangzhu dengan jari pucatnya yang kukunya hitam panjang. "Sama seperti aku. Tapi lubangmu... diisi oleh kemarahan. Lubangku diisi oleh kekosongan."

"Jangan sentuh aku," desis Jiangzhu sambil menepis tangan dingin itu.

Zzzzt!

Sentuhan itu memicu percikan energi. Segel Tiga Dunia di dalam dada Jiangzhu berdenyut liar, memberikan rasa sakit yang membuat penglihatannya memutih sejenak. Di dalam kepalanya, Penatua Mo berteriak kencang.

"Bocah! Jangan bodoh! Jangan menolaknya! Dia bukan sekadar mayat, dia adalah wadah dari energi Yin murni yang sudah terkompresi ribuan tahun. Jika kau bisa membuatnya meminjamkan kekuatannya, kau bisa menghancurkan sekte mana pun di Benua Longyuan!"

Jiangzhu mengabaikan Penatua Mo. Ia menatap mata hitam pekat Li'er yang tidak memantulkan cahaya apa pun. "Apa maumu dariku? Kau menyelamatkanku, kau memberiku 'makanan' berupa energi Lu Chen. Tidak ada makan siang gratis di dunia ini, apalagi di neraka seperti ini."

Li'er terdiam cukup lama. Ia menoleh ke arah gundukan tulang raksasa yang menjadi rumahnya. "Aku... ingin keluar. Lembah ini... mulai lapar. Jika aku tetap di sini, lembah ini akan memakan jiwaku yang tersisa. Aku butuh... tempat tinggal."

"Tempat tinggal? Kau ingin aku membangunkanmu rumah?" Jiangzhu tertawa getir, tawa yang penuh dengan kepahitan.

"Bukan rumah batu," Li'er menunjuk ke arah dahi Jiangzhu, tepat di tempat simbol emas samar Segel Tiga Dunia berada. "Di sana. Di dalam duniamu. Biarkan aku bersembunyi di sana. Sebagai imbalannya... kekuatanku... adalah milikmu."

Jiangzhu tersentak. Kontrak Jiwa?

"Bocah, ini gila!" Penatua Mo muncul dalam bentuk bayangan kecil di telinga Jiangzhu. "Jika kau membiarkan mayat tingkat tinggi masuk ke dalam ruang jiwamu, dia bisa mengambil alih tubuhmu kapan saja! Kau akan menjadi mayat hidup seperti dia!"

Jiangzhu terdiam, menatap mayat-mayat murid sekte di sekelilingnya. Ia tahu bahwa mulai besok, setiap jengkal Benua Longyuan akan menjadi tempat perburuannya. Sekte Cahaya Suci akan mengirimkan tetua tingkat Inti Emas atau bahkan Nirvana untuk mencincangnya. Tanpa kartu as yang gila, ia tidak akan bertahan seminggu.

"Kenapa aku?" tanya Jiangzhu datar.

"Karena kau... bukan manusia, bukan dewa, bukan iblis," bisik Li'er, wajahnya kini hanya berjarak beberapa senti dari wajah Jiangzhu. "Kau adalah jembatan. Dan jembatan... tidak akan hancur oleh beban yang melintasinya."

Jiangzhu memejamkan mata. Ia memikirkan masa lalunya yang hina, masa depannya yang berdarah, dan nasib yang seolah mempermainkannya seperti sampah di pinggir jalan.

"Baiklah," kata Jiangzhu, suaranya kini sekeras batu. "Masuklah. Tapi jika kau mencoba menyentuh kesadaranku, aku akan meledakkan diri dan menyeret kita berdua ke dalam ketiadaan."

Li'er tidak tersenyum dia mungkin sudah lupa cara melakukannya tapi auranya melembut. Tubuhnya perlahan mulai memudar, berubah menjadi kabut hitam yang sangat pekat. Kabut itu berputar di sekeliling Jiangzhu, masuk melalui dahi, tepat ke dalam ruang jiwanya yang luas dan gelap.

BUM!

Jiangzhu berlutut, tangannya menghantam tanah hingga retak. Ia merasa kepalanya seolah dibelah oleh kapak es. Di dalam ruang jiwanya, kini berdiri sebuah menara hitam kecil yang dikelilingi oleh kabut jiwa Li'er. Penatua Mo yang tadinya mendominasi ruang itu sekarang meringkuk di pojok, tampak ketakutan melihat "tetangga" barunya yang mengerikan.

Peringatan: Entitas Asing Terdeteksi di Ruang Jiwa.

Integrasi Berhasil. Anda memperoleh skill pasif: Tubuh Tanpa Rasa Sakit Pain Immunity - Level 1.

Kekuatan Fisik Meningkat 200%.

Rasa sakit dari proses hisapan energi sebelumnya mendadak hilang. Jiangzhu berdiri, merasa tubuhnya kini padat dan dingin. Ia mengambil pedang besi milik Lu Chen yang tergeletak di samping mayatnya. Dengan satu sentuhan, pedang yang tadinya bercahaya suci itu kini berubah warna menjadi hitam legam dengan ukiran merah darah.

"Sekarang apa, Pak Tua?" tanya Jiangzhu secara internal.

"Sekarang?" Penatua Mo berdehem, mencoba memulihkan martabatnya. "Sekarang kita keluar dari lubang ini. Dan aku sarankan kau segera menuju Kota Seribu Topeng. Di sana adalah sarang kriminal dan pelarian. Di sana, wajahmu yang dicari-cari ini tidak akan terlihat mencolok jika kau tahu cara bermain."

Jiangzhu menatap mayat Lu Chen terakhir kalinya. Ia menendang wajah pemuda sombong itu hingga hancur, sebuah tindakan simbolis atas kebenciannya pada kaum ningrat sekte.

"Kota Seribu Topeng... Baiklah," Jiangzhu melangkah pergi dari ladang pembantaian itu.

Setiap langkahnya kini meninggalkan jejak es di atas tanah yang hangat. Ia tidak lagi merasa kedinginan, ia tidak lagi merasa takut. Jiangzhu telah menukar kemanusiaannya dengan sesuatu yang jauh lebih gelap. Dan dunia akan segera tahu, bahwa mereka salah saat membiarkan "sampah" ini hidup lebih lama dari yang seharusnya.

Jiangzhu meludah, mencoba membuang sisa rasa tembaga dari mulutnya yang mulai mengental. Di dalam kepalanya, kehadiran Li’er tidak terasa seperti teman, melainkan seperti sebongkah es raksasa yang dipaksa masuk ke dalam tengkorak. Dinginnya tidak hanya menggigit kulit, tapi seolah-olah mengunyah kesadarannya pelan-pelan.

"Kau terlalu berisik, Pak Tua," umpat Jiangzhu dalam hati, memotong ocehan Penatua Mo yang terus meratapi nasib ruang jiwanya yang kini 'tercemar'. "Jika kau punya rencana yang lebih baik daripada membiarkan mayat ini masuk, harusnya kau katakan sejak aku hampir mati dihajar rantai cahaya tadi. Sekarang diam, atau aku akan mencari cara untuk menendangmu keluar juga."

Penatua Mo mendengus, namun akhirnya bungkam. Jiangzhu bisa merasakan getaran kecemasan dari roh tua itu—sebuah kepuasan kecil di tengah situasi yang kacau ini.

Ia melangkah melewati tumpukan usus murid sekte yang berserakan. Bau perut yang robek beradu dengan uap belerang dari lembah, menciptakan aroma busuk yang membuat perutnya jungkir balik. Tapi anehnya, ada bagian dari dirinya—mungkin pengaruh dari Inti Iblis—yang justru merasa terangsang oleh bau kematian ini. Ada rasa lapar yang tidak wajar, sebuah keinginan untuk menghancurkan lebih banyak lagi.

"Sialan," kutuk Jiangzhu sambil mencengkeram kepalanya yang berdenyut. "Aku mulai kehilangan akal sehatku."

Jangan... dilawan... Suara Li’er berbisik dari dasar jiwanya, terdengar seperti kerisik daun kering di tengah malam. Dunia ini... memang busuk. Kita hanya... bagian dari pembusukannya.

Jiangzhu berhenti sejenak, menatap ke arah lubang besar di langit-langit lembah tempat cahaya bulan yang pucat mencoba menerobos kabut. Ia teringat kembali pada hari-hari di desa saat ia hanya ingin memiliki satu mangkuk nasi hangat tanpa perlu dipukuli. Sekarang, ia punya kekuatan untuk membunuh lusinan murid sekte, tapi ia harus berbagi tubuh dengan mayat dan roh kuno yang cerewet.

"Lucu sekali," gumamnya dengan tawa kering yang terdengar menyakitkan. "Dewa memberi aku nadi yang lumpuh, tapi iblis memberiku dunia yang berdarah. Kurasa aku tahu siapa yang lebih murah hati."

Ia menyarungkan pedang hitamnya ke pinggang, menggunakan sobekan jubah dari mayat Lu Chen sebagai pengikat darurat. Dengan mata yang kini lebih terbiasa dengan kegelapan daripada cahaya, Jiangzhu melangkah keluar dari bayang-bayang lembah. Ia tidak lagi melihat hutan di depannya sebagai tempat yang menakutkan, melainkan sebagai taman bermain di mana ia adalah pemangsanya.

Darah di wajahnya sudah mengering, meninggalkan kerak yang terasa kaku saat ia tersenyum tipis. "Kota Seribu Topeng... mari kita lihat seberapa busuk tempat itu dibandingkan denganku."

1
Nanik S
Monsternya sekarang Jiangzhu sendiri
christian Defit Karamoy: ikutin terus ya bang🙏
total 1 replies
Nanik S
Jangan sampai tersesat karena hasutan Iblis
christian Defit Karamoy: ikutin terus alur ceritanya bang ,trimakasih
total 2 replies
Nanik S
B urunan langit dan Bumi
christian Defit Karamoy: ikutin terus ya bang🙏
total 1 replies
Nanik S
Awal yang sangat bagus 👍
christian Defit Karamoy: trimakasih🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!