arif dan Erika sudah menikah selama 3 tahun. Namun, Erika harus melepaskan pernikahan dan orang yang sangat dia cintai karena arif lebih memilih sepupunya, Lanni. Arif Wistan berhutang budi pada Lanni Baswara karena telah menyelamatkan nyawanya hingga gadis itu jatuh koma selama 3 tahun. Dibalik sikap lemah lembutnya, tidak ada yang tahu apa yang telah direncanakan Lanni selama ini, kecuali Erika. Erika bertekad akan membalaskan dendamnya pada keduanya karena telah menghancurkan hidupnya. Ada apakah sebenarnya diantara mereka bertiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DUA PULUH DUA
Pria itu ingin tahu siapa pembalap mobil hebat yang akan Rinta bawa, tapi dia hanyalah seorang wanita?
Membosankan..
Rinta terkekeh. Dasar bajingan bodoh! Apa dia sungguh berpikir bahwa Erika hanya pembalap biasa? Kau tunggu saja! Erika akan menenggelamkanmu!
"Dia orang yang aku panggil untuk membantuku! Sebaiknya kau berhati-hati!"
"Hei! Aku bukan anak kemarin sore! Payah sekali kau! Jangan jadi pecundang, Rinta. Aku sudah memberimu kesempatan kedua dan kau justru menyia nyiakan nya dengan membawa seorang wanita kemari!"
Erika berbalik untuk melihat ke arah sumber suara. Dia adalah seorang pria tampan dengan rokok bertengger di ujung bibirnya. Erika pun mengerutkan alis melihat,Vinno Satou
Itu dia.
Dia adalah teman dekat Gardan. Seorang pengacara yang sedang naik dauri, beberapa orang balıkan menyebutnya Ines 2.0.
Namun, hari ini Erika sudah mengubah penampilannya dan sedikit memakai make up. Vinno merasa agak familiar saat melihatnya
tapi dia tidak ingat siapa wanita itu.
"Memangnya kenapa kalau dia wanita?! Apa wanita tidak boleh mengemudi?! Berhentilah menjadi pecundang yang rasis!" Rinta membalasnya.
"Baiklah. Kalau begitu cepat. Aku tidak punya waktu untuk terus berdiri disini sepanjang hari. Vinnd mencibir.
Dia mematikan rokok dan naik ke mobilnya
Rinta berbalik ke Erika dan menyemangatinya dengan mengangkat kedua tangannya ke udara, "Kalahkan dia, beb! Aku tidak sabar melihatmu menunjukkan siapa bosnya!"
Erika menyeringai dan masuk ke dalam mobil.
Wasit telah menunggu mereka. Dia mengarahkan agar kedua orang itu bersiap di tempatnya masing-masing saat melihat mereka sudah berada di dalam mobil.
Kedua mobil itu langsung melaju kencang begitu dia menurunkan tangannya!
Namun, ...
Vinno sama sekali tidak menganggap pertandingan itu serius. Lebih tepatnya, dia tidak menganggap Erika dengan serius.
Mereka memang sedang balapan, tapi ini akan menjadi pertandingan yang sangat mudah baginya...
Mobil Erika melaju kencang seperti tembakan!
Dalam sekejap mata, dia pun menghilang!
"Aku tahu aku bisa mengandalkanmu!" Rinta bersorak.
Para penonton tertegun. "Apa itu tadi Tuan Satou?
"Bukan! Itu mobil si wanita itu!"
"Astagal Cepat sekali! Hanya seorang pembalap profesional yang bisa melakukan itu!!
"Siapa wanita itu? Apa kau mengenalnya?"
Vinno tidak tahu siapa dia. Para penonton yang tadi menghujaninya dengan berbagai pujian telah mengalihkan perhatian mereka padanya!
"Sia!" Dia mengumpat, lalu menginjak pedal gas, segera mempercepat laju mobilnya.
Namun,...
Dia tidak bisa mengejar Erika tidak peduli seberapa keras dia berusaha! Alih-alih memperpendek jarak di antara mereka, itu hanya membuatnya tampak semakin menjauh!
Vinno merasa sangat terkejut!
Apa aku kalah dari seorang wanita?!
Bagaimana mungkin?!
Dia tidak pernah bisa mengejar mobil Erika sampai di garis finish. Rinta sangat senang hingga terlihat hampir bergetar.
"Itu akibatnya jika kau merendahkan wanita Akui saja kekalahanmu!" Dia mengejeknya.
Vinno tertunduk lesu, "Sia"! Aku terlalu ceroboh!"
"Aku kalah. Aku akan memberi Rinta apa yang sudah aku janjikan padanya, tapi aku ingin pertandingan ulang dengan dia!" Dia memohon pada Erika dengan sungguh-sungguh.
"Dia bukan orang yang bisa kau ajak balapan dengan sembarangan!" Rinta mengejek.
"Maaf. Tapi aku harus pergi sekarang." Erika berkata dengan tenang.
Rinta menggenggam tangan Erika. Dia menyeringai dengan memprovokasi pada Vinno, "Kirimkan uangnya Percayalah padaku saat aku bilang kalau aku bukan orang yang bisa kau anggap remeh! Jika kau berpikir untuk bicara dengannya, akan kupastikan bahkan ibumu sendiri tidak akan bisa mengenalimu!"