NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Aliansi Pernikahan / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Wanita Karir
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Desty Cynthia

"Lepasin...sakit tahu!!!"
Teriak seorang gadis yang di seret paksa oleh seorang pria tampan namun bringas.
Arabella Jenevile Dirgantara terjebak atas kecerobohannya sendiri.
Dia tak sengaja melihat hal yang seharusnya tak dia lihat.

"Jangan coba coba lari dariku gadis nakal. Nyawamu ditanganku!" Seringai pria bernama Dariush Cassano.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Cynthia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gagalnya Malam Pertama

Seusai acara pernikahan mereka yang sangat sederhana, orang tua Arabella dan Jay terpaksa kembali pulang ke Jakarta dalam keadaan sesak didada.

Menerima anaknya menikah karena sebuah tragedi. Kini hanya tersisa dua insan yang baru akan memulai kehidupan baru.

Bella membuka heels-nya dan mengangkat gaunnya. Dia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Namun tangan Dariush menahan pintu kamar mandinya.

"Kenapa?"

"Kamu butuh bantuan untuk membuka gaun itu." Ucap Dariush santai.

"Tidak perlu! Aku bukan anak umur 5 tahun! Minggir!" Jawab Bella ketus, dia bahkan membanting pintu kamar mandi keras.

BRAK

"Hmm awal mula yang manis nona." Celetuk Dariush masih dengan posisinya. Dia berjalan ke walk in closet membuka semua pakaian yang ia kenakan tadi. Sekarang ia hanya memakai handuk sepinggang.

Sementara Bella ia sudah berhasil membuka gaunnya. Dia berendam air hangat. Kepalanya terasa pusing dengan semua ujian hidupnya. Matanya terbuka dan Dariush kini ada didepannya hanya memakai handuk sepinggang.

GLEG

Tak munafik Bella sesaat tersihir akan tubuh suaminya itu. Pemandangan yang tidak akan dia lewati. Perut yang penuh kotak kotak dan bertato di bagian dada sampai pinggang membuat Bella sedikit merinding.

"Ma-mau apa kamu? Astaga! Aku lupa pintu ini tidak punya kunci." Gerutu Bella ia memalingkan wajahnya. Gugup tentu saja. Pertama kalinya dia mengalami ini.

Dariush semakin mendekat kakinya masuk ke dalam sana. "Pergi_hmmpt." Belum juga Bella selesai bicara, mulutnya dibungkam oleh bibir suaminya.

"Hmmpt...ahh tolong pergi sa-sana!"

Dariush membawa Bella ke pangkuannya, kulit mereka bersentuhan, bibirnya bahkan sudah menghisap dan menyesap leher istrinya. Ini gila! Bahkan Bella tidak menolak. Posisi Bella sudah ada di pangkuan suaminya. Tangan Dariush meremas kedua gunung itu.

"Le-lepaskan aku Dariush!" Kesal Bella. Dia memberontak namun dirinya kalah. Justru desahan yang keluar dari bibirnya.

"Aku akan memanjakan istriku." Ucap Dariush dengan suara paraunya membuat bulu kuduk Bella merinding.

"Hmmmpt_Dar_"

Dariush benar benar lihai memanjakan istrinya. Bahkan Bella sekarang mendesah diatasnya. Kedua tangannya mencengkram bahu suaminya, kepalanya mengadah ke atas menandakan dia sangat menikmati gelora ini.

"Sadar Arabella!"

Mata Bella terbuka dia mendorong Dariush cukup keras membuat pria itu terbentur dinding bathub. "What the f*ck Arabela?" Geram Dariush.

Bella buru buru keluar dari sana dia memakai handuk dan keluar dari kamar mandi dalam keadaan basah. Tangan Dariush mengusap wajahnya kasar. Kesal? Tentu saja. Hasratnya sudah di ubun ubun, lalu Bella dengan sadar menghempaskannya.

"Lihat saja! Kamu tidak akan bisa lepas dariku."

Dariush berdiri dan keluar dari sana menyusul istrinya. "Jangan mendekat!" Ancam Bella yang sudah memegang pisau buah yang besar ditangannya.

Entah kapan pisau itu ada di kamarnya. Tangannya bergetar hebat, bibirnya sudah pucat pasi karena kedinginan. Bella hanya memakai handuk pendek menutupi dada sampai pahanya.

"Tenang! Apa dengan kamu mati orang tuamu akan selamat?" Dariush menggertaknya.

"DIAM! Lebih baik aku mati duluan. Biar orang tuaku bisa menyusulku! Aku tidak sudi jadi budak s*ks mu brengsek!" Teriak Bella dengan penuh nafsu.

"CUKUP ARABELLA!! Aku tidak akan pernah menjadikanmu budak ku! Turunkan! Jangan membuat aku bertindak kasar!"

Bella tak menjawab dan mengarahkan pisau itu ke denyut nadinya. "Mom, dad, maafkan aku." Lirihnya, ketika Bella akan membeset tangannya, Dariush dengan gerak cepat menahannya dan mengambil benda tajam itu lalu menendangnya jauh dengan kakinya.

"CUKUP! LIHAT AKU! Kita akan menjalani pernikahan ini dengan semestinya." Lirih Dariush dengan tatapan memohon, dia memegang pundak istrinya dan menatapnya lekat.

Tubuh Bella merosot lunglay ke lantai dia menangis sesegukan, suaminya hanya diam memperhatikannya.

"Aku nggak bisa Dariush! Aku_aku_"

Dariush menarik istrinya dan memeluknya erat. "Lepaskan aku!" Bella semakin meraung dan memberontak. Dariush tak melepaskan pelukannya sedikit pun, sampai istrinya tak menangis lagi.

"Aku lelah." Lirih Bella yang menelusup ke dada suaminya.

Helaan nafas Dariush dan sikap tenangnya membuat sang istri menyerah. Tangannya mengelus punggung ramping yang di balut handuk sepaha.

Dia menggendong istrinya ke walk in closet. Nampaknya Bella benar benar pasrah. Suaminya membuka lemari dan memakaikan baju dirinya.

GLEG

Bohong kalau Dariush tidak panas dalam melihat kemolekan tubuh istrinya. Sebisa mungkin dia menahan gejolak yang membara, dia tidak ingin Bella melakukan hal konyol yang membahayakan lagi seperti tadi.

Gagal sudah malam pertama yang di impikan. Dariush akan menunggu sampai istrinya benar benar siap. Dia memakaikan kimono satin tipis berwarna peach.

Dariush mendudukkan sang istri di meja rias. Tangannya mengambil hair dryer untuk mengeringkan rambut istrinya yang masih basah menetes.

Bella diam seribu bahasa semenjak kejadian tadi namun dia justru menerima perlakuan suaminya. Matanya bengkak bibirnya sedikit keunguan. Dia menatap dirinya di kaca, sungguh betapa menyedihkan dirinya sekarang. Benar benar terkurung bagai burung.

Tangan kokoh Dariush yang dipenuhi bulu halus dan tatto dengan lihai menyisir rambut istrinya yang sudah kering. Dia mencium kening Bella cukup lama, Bella memejamkan matanya.

"Ayo tidur sudah malam." Tutur Dariush.

"Aku lapar." Lirih Bella.

"Aku akan menghubungi pelayan."

Bella menggeleng pelan "Aku ingin makan di meja makan." Dariush menghela nafasnya kali ini dia mengalah, dia menuntun istrinya ke bawah ruang makan.

Disana mata Bella menelisik setiap sudut rumah itu. "Rumah yang bagus. Dimana orang tuamu? Kenapa kamu tinggal sendiri?"

Namun Dariush tidak menjawab satupun pertanyaan istrinya. "Tunggu disini, aku yang masak. Pelayan sudah ke paviliun belakang." Celetuk Dariush lembut dengan wajah tenangnya.

"Hmm...sedikit pedas yah. Aku suka makanan pedas." Jawab Bella tersenyum simpul. Yah Bella tersenyum meskipun hanya ke ruang makan dia bahagia. Sesaat Bella melupakan kejadian tadi.

Bella berjalan mendekati suaminya. Dia melihat tangan suaminya yang ahli memotong bahan masakan. Kepalanya bersandar di pundak sang suami.

"Tunggu di sana nona, aku sedang pegang pisau."

"Kenapa? Kamu mau bun*h aku sekarang?" Tanya Bella dengan tatapan tak terbaca.

Sedikiy jengkel namun segera Dariush membawa istrinya duduk di kursi, dia melanjutkan lagi masaknya. Kedua tangan Bella menopang dagunya, matanya tak berkedip memandang suaminya yang ahli memasak.

"Siapa sebenarnya kamu, Dariush? Apa kamu benar orang baik? Tapi kenapa kamu memb*nuh? Apa kebaikanmu hanya kamuflase saja?" Begitu banyak pertanyaan yang ada dibenak gadis bermanik grey ini.

"Sudah jadi?" Tanya Bella.

"Hmm."

Dariush mendekati istrinya sambil membawa steak salmon ditambah jus apel. "Sini duduk." Tutur Bella menarik lengan suaminya agar duduk di sebelahnya.

"Suapin."

Dengan tersenyum tipis sekali Dariush mulai menyuapi sang istri. Dia menunggu reaksi istrinya ketika memakan masakannya.

"Wah..ini enak sekali. Kamu belajar masak dari mana? Kenapa nggak jadi chef saja sekalian?" Celetuk Bella dengan bola mata yang berbinar.

"Tidak! Bukan passion ku."

"Lalu apa?"

"Mencintaimu, Arabella."

1
Vivi Alfia Dewi
next Thor di tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!