NovelToon NovelToon
TERJERAT ASMARA MANTAN IPAR

TERJERAT ASMARA MANTAN IPAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:35.1k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Citra tak pernah menduga akan terjerat asmara dengan mantan kakak iparnya, Bima. Bima adalah kakak tiri Bayu, mantan suami Citra.

Rumah tangga Citra dan Bayu hanya bertahan selama dua tahun. Campur tangan Arini, ibu kandung Bayu membuat keharmonisan rumah tangga mereka kandas di tengah jalan.

Akankah Citra menerima Bima dan kembali masuk dalam lingkungan keluarga mantan suaminya dulu? Bagaimana juga reaksi Bayu juga Arini ketika mengetahui Bima menjalin asmara dengan Citra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tugas Dari Liza

Kamis, pukul 09.30 menit

Di ruangan tim marketing Citra, dia dan kedua rekannya tampak fokus di depan laptopnya masing-masing.

Erwin sudah kembali beraktivitas seperti biasa setelah beberapa hari cuti karena istrinya melahirkan. Sementara even expo juga sudah berakhir, sehingga Elis sudah tidak ditugaskan menjaga stand lagi di sana.

"Win, tolong siapkan sample keramik porselen terbaru yang kemarin kita tawarkan ke Pak Arga, beliau ingin lihat yang untuk dinding bathroom." Liza muncul dari arah pintu dan memberi perintah pada Erwin. "Citra, nanti kamu yang antar ke kantor Pak Arga, ya!" Liza juga memberi tugas itu pada Citra.

Citra sontak menolehkan pandangan pada Liza ketika mendengar sang bos memberi perintah padanya.

"Saya, Bu,?" tanya Citra tak percaya akan tugas yang diberikan padanya. Padahal itu adalah tugas yang biasa diberikan pada Erwin. "Kenapa nggak Mas Erwin? Biasanya 'kan Mas Erwin, Bu!?" Citra tampak keberatan dengan tugasnya.

"Kalau Erwin itu biasa, kalau kamu sih beda. Lagi pula, Pak Arga pasti lebih senang kalau kamu yang temui dia, Cit. Soalnya Pak Arga sendiri yang minta supaya kamu datang ke kantornya." Liza bisa saja membuat Citra salah tingkah.

"Hahh??" Citra sampai terbengong mengetahui Bima sendiri yang memintanya datang.

"Cieee, ciee ...."

"Uhuuuyyy, ketemu calon, nih!"

Sementara Elis dan Erwin dengan sergap meledek Citra, membuat Citra memutar bola matanya karena rekan-rekannya kompak menggoda jika berurusan dengan Bima. Bagaimana kalau mereka juga tahu jika dia menyetujui rencana bertemu dengan Bima Sabtu malam nanti. Sudah dibayangkan bagaimana hebohnya ruangan itu.

***

Citra turun dari mobil yang dibawa oleh supir kantor di depan lobby kantor PT. Griya Property, kantor di mana Bima bekerja.

Dia berjalan mendekat ke pintu masuk kantor dengan menjinjing tas berisi beberapa contoh produk yang ingin diperlihatkan pada Bima.

"Selamat siang, ada yang bisa kami bantu?" Security yang berjaga di depan menyambut Citra.

"Siang, Pak. Saya dari kantor Vista Ceramics ingin bertemu dengan Pak Arga Bima. Apa beliau ada di tempat?" Citra menyampaikan tujuannya datang ke kantor itu.

"Sudah buat janji sebelumnya, Mbak?" tanya security.

"Sudah, Pak. Bapak bisa konfirmasi ke Pak Arga langsung," jawab Citra.

"Baik, Mbak. Mari silakan!" Security mengajak Citra masuk ke dalam kantor dan menjumpai pegawai front office.

"Mbak Yun, ada tamunya Pak Arga Bima dari kantor Vista Ceramics." Security memberitahu pegawai front office soal kedatangan Citra.

Yuni, pegawai Front Office yang diajak bicara security menatap ke arah Citra.

"Selamat siang, Mbak." Citra mengembangkan senyuman menyapa pegawai itu.

"Siang, sebentar saya konfirmasi dulu, ya, Mbak," balas Yuni, sementara tangannya langsung meraih gagang telepon untuk memberi kabar pada anak buah Bima.

"Silakan duduk dulu, Mbak!" Sementara security mempersilakan Citra duduk menunggu.

"Terima kasih, Pak." Citra melangkah ke sofa lobby dan menaruh tas berisi contoh produk di sofa.

"Mari saya antar, Mbak!" Tak lebih dari dua menit, Yuni keluar dari meja tugasnya, berniat mengantar Citra ke ruangan Bima.

Citra pun kembali bangkit dan mengikuti Yuni hingga kini mereka sampai di ruangan marketing kantor Bima.

"Mas Yud, ada tamu dari Vista Ceramics." Yuni kini menyerahkan tugas pada anak buah Bima, sebelum ia kembali ke mejanya.

"Mau ketemu Pak Arga, ya? Silakan, Mbak." Yuda, anak buah Bima yang kini mengawal Citra menuju ruangan kerja . "Biasanya Pak Erwin yang datang." Bahkan anak buah Bima pun tahu siapa yang biasa mengerjakan tugas yang kini diserahkan pada Citra.

"Mas Erwin sendang mengerjakan pekerjaan lain, Pak. Makanya bos saya menugaskan saya kemari." Citra terpaksa berbohong dengan mengatakan Erwin mempunyai kesibukan lain.

"Oh, begitu ..." sahut Yuda.

Setelah sampai di depan ruangan Bima, Yuda mengetuk pintu sebelum masuk ke ruangan atasannya.

"Pak, ada dari perwakilan kantor Vista," ucap Yuda memberitahu Bima.

Bima yang duduk di kursi singgasananya pun menoleh ke arah pintu dan berucap, "Suruh masuk saja, Yud!" Dia pun bangkit dari duduknya.

"Silakan, Mbak!" Yuda mempersilakan Citra masuk ke ruangan Bima, lalu dia pun menutup pintu sebelum meninggalkan Bima dan Citra.

"Selamat siang, Mas," sapa Citra saat masuk.

"Citra? Kamu datang sendiri?" tanya Bima seperti terkejut dengan kehadiran Citra di kantornya.

"Ummm, iya, Mas. Bu Liza yang menugaskan saya." Citra menjelaskan. "Bukannya dia yang meminta aku ke sini?" gumam Citra teringat kata-kata Liza yang menyebut jika itu permintaan Bima sendiri. "Apa ini hanya akal-akalan Bu Liza saja, ya?" batin Citra menebak-nebak.

"Oh, begitu?" Bima tersenyum. Dia ingat percakapannya dengan Liza pagi tadi via telepon.

"Nanti saya tugaskan Citra untuk datang ke kantor Pak Arga." Itu janji Liza padanya dan ternyata Liza menepatinya.

"Mari silakan duduk!" Bima mempersilakan Citra duduk sambil mengulum senyuman, karena benar-benar tak menduga Citra yang datang ke kantornya.

"Oh ya, kamu mau minum apa?" Sementara Bima mendekat ke meja ingin menyuruh anak buahnya menyiapkan minuman untuk Citra.

"Nggak usah, Mas. Kebetulan hari ini saya puasa." Citra menolak dan menyebut alasannya menampik tawaran Bima.

Tentu saja jawaban Citra membuat pria itu semakin kagum pada Citra. Tidak hanya cantik, tapi juga rajin menjalankan ibadah.

"Kamu puasa hari ini? Wah, kamu rajin sekali," ucapnya seraya menghampiri sofa dan duduk berhadapan dengan Citra.

"Itung-itung melatih kesabaran juga." Citra menjawab dengan tersenyum. Dia lalu membuka tas yang ia bawa dan mengeluarkan produk keramik porselen yang diminta Bima. "Ini contoh produk yang Mas minta." Citra lalu mengeluarkan beberapa contoh keramik porselen dan menaruh di meja.

Bima melihat dan mengamati detail corak dari produk yang dibawa Citra.

"Baiklah, nanti saya akan serahkan ke tim untuk menentukan mana yang akan dipilih." Bima tak ingin berlama-lama membicarakan soal pekerjaan, karena sekarang ini ada yang lebih menarik baginya.

"Kamu dengan siapa kemari?" tanya Bima kemudian.

"Ada supir yang antar, Mas."

"Apa dia menunggu di mobil?"

"Iya."

"Sebaiknya suruh kembali ke kantor saja, nanti biar saya yang antar kamu ke kantor."

Kedua bola mata indah Citra membulat mendengar ucapan Bima yang terdengar seperti perintah.

"Ummm, nggak apa-apa, Mas. Supirnya memang ditugaskan untuk mengantar, kok." Citra menolak karena ia tak ingin menjadi bahan gosip kalau diantar Bima ke kantor.

"Kamu menolak saya antar?" Pertanyaan Bima kali ini seolah memojokkan Citra.

"Oh, b-bukan gitu, Mas. Saya hanya nggak ingin merepotkan Mas saja." Citra menyangkal disebut menolak tawaran Bima.

"Kalau saya menawarkan, artinya saya tidak merasa direpotkan." Bima juga menegaskan, sama sekali tak keberatan mengantar Citra.

"Tapi, saya juga nggak lama, kok, Mas. Hanya ingin menyerahkan sample ini saja." Citra masih mencari alasan agar Bima tak mengusir supir yang mengantarnya.

"Kenapa kamu terburu-buru sekali? Apa kamu tidak suka bertemu saya?" Bima seperti tak bisa menahan diri untuk mengenal lebih dekat Citra. Dia tak menyadari jika Citra merasa canggung, karena ia adalah mantan kakak ipar wanita itu.

"N-nggak kok, Mas. Mas jangan salah paham! Saya hanya ..." Citra menggigit bibirnya, merasa bingung harus memberi alasan apa lagi untuk menolak Bima.

"Kalau begitu, nanti saya saja yang mengantar kamu. Ada yang ingin saya bicarakan sama kamu. Kamu bisa menelepon supir kamu untuk kembali ke kantor!" Bima menunjukkan sikap posesifnya seolah Citra sudah menjadi miliknya.

♥️♥️♥️

1
Esther Lestari
Arini pusing takut gak kebagian harta mendiang suaminya.
Untung Bayu kali ini waras, gak nurutin apa mau nya Arini.

Cecil mau menyampaikan apa ya ke Citra
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Wah ada apa ini. Kira-kira Cecil mau kasih kabar apa ya
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Sokoor Arini, sekarang anakmu sendiri menolak usul kamu
Sunaryati
Syukur Bayu kali ini tidak mengikuti kemauan ibunya. Sudah jelas di sini Arini ingin menguasai harta mendiang suaminya, hany untuknya Bayu dan Laras, padahal Bayu itu tidak berhak. Lalu menganggap Citra seperti dirinya.
Menjelang pernikahan Bima dan Citra, emak penasaran dan drg- degan apa yang akan dikatakan Cecil pada Citra
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
jangan aneh2 ya Cecil.gak lucu kalau tiba2 semua yang di rencanakan berantakan.jangan jadi Arini jilid 2
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
udah tua bukannya sadar malah makin2 Arini.di skak mat sama anak sendiri 😂
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
jahat banget sih .padahal Citra gak pernah nyakitin Arini atau menjelek-jelekkan Arini.
Dest Cookies
duh... mam zha.. bikin penasaran.. ada apa nih ??? jgn diprank yah... ini udah menuju halal lho..
ρυтяσ✨
respon Bayu bikin bu'Arini kaget... tidak biasa'y dia yang selalu nurut sekarang sudah tidak mau di setir lagi sama ibu'y, bagus Laras.. jangan mau lah 1 tujuan dengan ma" u yang toxic 😂🤭
ρυтяσ✨
ada apa ya???kedatangan Cecil bikin deg"n aja ini... semoga hanya firasat Citra saja ya
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
dasar Mak mak tak tahu diri, selalu kepo kesampai ubun"🤭
sryharty
ealaaaaaah netizeeen kepo amat seeeh
ρυтяσ✨
emak" komplek mah kalo sudah bicara selalu pingin tau detail'y ya... jiwa kepo'y tinggi
ρυтяσ✨
karna kalo lawan jenis berada dalam 1 ruangan bahaya maz'Bima... nanti yang 3 syaiton maka'y harus ada salah 1 yang sadar✌🤣
Esther Lestari
Bu Dani kepo banget😂
Ernalita Sitompul
Bu Nurul nnt dikomplek dimintai suruh cari jodoh untuk anakny yg kayak Bima😄😄😄
Sunaryati
Semoga lancar pernikahan Nak Bima dan Citra
Dest Cookies
dasar yah ibu2 komplek yg suka kepo... sampai urusan gaji org lain dikorek2...
Popo Hanipo
kisah candramaya gak di lanjut lagi ya kak
sryharty
sag seg biar saaah 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!