Ketika seorang duda kaya anak dua terpikat dengan pesona seorang wanita yatim piatu yang hanya tinggal berdua bersama adiknya. Namun kisah cinta mereka harus berasa di Antara Status yang berbeda jauh. Bukan hanya itu, Cinta mereka juga harus berada diAntara dua keyakinan yang berbeda.
Bagaimana kisah keduanya? Siapakah yang akan mengalah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azarrna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Di Mansion mewah Leo, ia dan Agam sedang sarapan. Hanya ada mereka berdua di meja makan.
"Sepi ya, kalau nggak ada dua bocah itu. "Ucap Agam. Biasanya pagi-pagi seperti ini ia akan membantu memasang dasi kedua ponakannya itu. Walaupun sebenarnya Agam adalah sahabat Leo, tapi mereka sudah menganggap Agam bagian dari keluarga mereka. Bahkan di dalam nama Agam juga terdapat nama belakang keluarga Leo.
Leo setuju dengan ucapan Agam tadi, pagi ini memang terasa sangat sepi dirumah itu. Biasanya suara ribut Leo,Aksa dan Aska akan menggema di rumah itu. Ada yang berebut kaos kaki, ada yang masih belum bangun dan masih banyak lagi. Tapi kali ini rumah itu terasa hening.
"Bagaimana menurut lo tentang gadis itu? "Tanya Leo yang sedang sarapan.
"Gadis yang mana?"Jawab Agam tanpa menoleh.
"Ck'. Perempuan yang di panggil mami sama Aksa dan Aska. "Kata Leo sedikit kesal.
Agam memberhentikan sarapan nya sejenak. Ia menatap Leo."Perempuan itu yaaa.... "Ujar Agam sambil berfikir.
"Menurut penglihatan gue,perempuan itu baik,cantik dan ramah. Dia juga punya jiwa ke ibuan. Dari cara dia memperlakukan Aksa dan Aska, gue merasa dia itu adalah perempuan baik-baik."Sambung Agam. Sejak pertemuan pertama, Agam dapat melihat kalau Vana adalah perempuan baik-baik dan dapat dipercaya. Maka dari itu ia setuju membiarkan Aksa dan Aska menginap disana.
Leo nampak terdiam. Ia juga memiliki pendapat yang sama dengan Agam. Ia merasa tersentuh saat Vana memperlakukan dan merawat kedua anaknya dengan baik. Di tambah tutur kata Vana yang selalu penuh akan kasih sayang dan kelembutan.
" Lo tau sendiri kan, Aksa dan Aska itu bukan tipikal anak yang mudah dekat dengan orang asing, apalagi perempuan. Tapi dengan perempuan itu,mereka tidak memiliki rasa canggung sedikitpun saat memeluknya. "Sambung Agam.
"Lo benar. Mereka berdua nggak pernah memeluk gue seperti mereka memeluk perempuan itu. "Balas Leo.
Sejenak Leo terdiam. Ia kembali teringat pertemuan mereka semalam. Ada sesuatu dalam dirinya yang bergelojak saat tatapan Vana bertemu dengan tatapan nya.
"Apa lo tertarik dengan perempuan itu?. "Tanya Agam membuat Leo memberhentikan sarapannya. Jujur saja, ia sudah tertarik pada Vana saat pertemuan pertama. Tapi ia tidak ingin terburu-buru dalam masalah perasaan ini.
Leo menyelesaikan sarapannya."Cari informasi tentang perempuan itu dan keluarga nya. Gue mau laporan nya harus ada sebelum jam tiga sore. Gue mau jemput Aska dulu. "Ucap Leo. Ia langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Agam.
"Emang rada sinting manusia satu ini. Seenaknya jidatnya aja nyuruh gue. "Ujar Agam kesal. Ia segera menghabiskan sarapannya.
🍁🍁🍁
"Mami... "Aksa memperlihatkan wajah membalasnya, berharap Vana mau membiarkan nya libur hari ini.
Vana peka terhadap apa yang diinginkan oleh Aksa, tapi ia tidak bisa melanggar janjinya pada Leo. Ia tersenyum lembut ke arah Aksa. Dan keempat bodyguard yang berjaga menatap mereka berdua.
"Tuan muda, sebaiknya kita berangkat sekarang. Nanti anda bisa terlambat tuan. "Ucap Salah satu bodyguard yang membuat Aksa menarik nafas kasarnya.
" Abang. "Panggil Vana. Aksa menoleh dengan wajah masamnya.
"Nggak usah gitu mukanya,sayang. Anak mami itu ganteng. Nggak kayak gini, jelek kalau cemberut. Mami nggak mau punya anak jelek."Ucap Vana membuat Aksa menghilangkan sedikit cemberut nya.
Vana memegang kedua bahu Aksa. " Nanti kalau kamu mau kesini lagi pintu apartemen ini selalu terbuka untuk kamu. Mami pasti senang kalau kamu datang kesini lagi. "Katanya menenangkan.
Aksa mengangguk lesu, ia memeluk Vana sebelum ia pergi. "Mami baik-baik ya. Kalau ada apa-apa telpon abang. "
Vana tertawa kecil mendengar nya. Perasaan Aksa cuma pergi sekolah, bukan ke medan perang. "Iya. Sana gih, bapaknya udah nungguin kamu dari tadi loh."
"Mami ngusir abang?. " Tanya Aksa dengan mata berkaca-kaca
Vana langsung kegelapan saat melihat Aksa yang menangis. Sedangkan Wili, bodyguard pribadi Aksa dan beberapa bodyguard lainnya tercengang melihat tuan muda nya yang menangis. Mereka sangat tau, kalau tuan muda mereka ini sifatnya sebelas dua belas dengan tuan besar mereka, Leo. Irit bicara, dingin dan tidak pernah bermanja-manja.
"Bukan begitu maksud mami, sayang. Mami takut kamu terlambat kesekolah nya." Jelas Vana pada Aksa yang kini telah menangis di dalam pelukannya. "Mana mungkin mami mengusir anak tampan mami ini. "
Aksa mulai melepaskan pelukannya. Terlihat wajahnya yang basah karna air mata. Vana menghapus air mata yang terus mengalir dari mata Aksa. "Udah, nggak usah nangis. Nggak malu dilihat orang. "
"Maaf ya pak, udah nunggu lama. "Ucap Vana merasa tidak enak pada para bodyguard.
Wili mengangguk kaki dan sedikit tersenyum. "Tidak apa-apa nona. Kami siap menunggu tuan muda. "Ujarnya.
"Udah ya, sayang. Tuh, kamu udah ditungguin. "Vana merapikan sedikit penampilan Aksa, termasuk rambutnya yang sedikit berantakan.
" Iya mi. "Jawab Aksa mengangguk walaupun sedikit lesu. Ia kembali memeluk Vana sebelum pergi.
"Kali begitu kami permisi dulu nona. "Kata Wili dengan sopan.
Vana tersenyum, kemudian ia mengangguk. " Iya. Hati-hati dijalan. "
Aksa dan dua bodyguard segera pergi. Vana tak melepaskan pandangannya sampai Aksa menghilang dari lorong apartemen nya.
Setelah tidak melihat Aksa lagi, ia kembali masuk karena di dalam Aska sedang menunggu nya. Tinggal satu lagi drama perpisahan yang harus dihadapi oleh Vana.
Sesampai di parkiran, Aksa langit masuk ke mobil Alphard hitamnya. Mobil segera melaju keluar dari kawasan apartemen itu. Di dalam mobil, Aksa hanya memandang ke arah luar dengan tatapan datarnya.
Wili tersenyum tipis melihat Aksa, "Sepertinya tuan muda sangat menyayangi perempuan tadi."
Aksa menghela nafas pelan. "Iya,seperti yang om lihat. Setelah sekian lama akhirnya Aksa bisa merasakan kasih sayang dan ketulusan seorang ibu. "
"Say melihat, dia perempuan yang baik dan tulus. Dari cara dia menatap dan merawat anda dan tuan Aska sudah sangat jelas dia sangat menyayangi tuan muda. "
Tanpa Wili sadari,perkataannya ini berhasil membuat Aksa menatap tajam padanya. " Ku bunuh kau, jika berani menyukai mami ku!!!. "Seketika Wili dan satu bodyguard lain merinding takut mendengar nya. Mereka baru sadar kalau Aksa adalah Leo kecil.
"Tuan muda tenang saja, kami berdua sudah menikah dan punya anak. "Ujar Wili meluruskan kesalahpahaman ini sebelum mereka jadi santapan Aksa.
Aksa bernafas lega mendengar nya. Sungguh ia akan membunuh siapa pun yang berani menyukai maminya. Vana sudah menjadi Hak mutlak mereka, tidak bisa diganggu gugat lagi. Siapa pun yang berani mendekati maminya, maka harus berhadapan dulu dengan dirinya.
Bersambung,,,,,,,,,,,,,
akan diusahain setiap hari up🙏😍😊