NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Anak Kesayangan Mafia Kejam Dan Sadis

Transmigrasi Menjadi Anak Kesayangan Mafia Kejam Dan Sadis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: ocha Via

Maya dikhianati, difitnah, dan dibunuh oleh anak angkat yang direbut kasih sayang serta hartanya. Saat keluarganya sadar dan meminta maaf, semuanya sudah terlambat.

Namun Maya terbangun sebagai Chelsea putri kesayangan seorang penguasa yang ditakuti. Di kehidupan baru ini, ia dicintai dan dilindungi sepenuh hati. Musuh masih mengancam, tapi Maya tidak lagi lemah. Dengan pengalaman masa lalu dan kekuatan yang baru, ia bangkit untuk melawan kejahatan dan melindungi keluarga barunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ocha Via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyusup Ke Tempat Persembunyian Musuh

Bab 23

Setelah mengawasi gedung tua itu selama beberapa hari kami mulai memahami pola gerak gerik orang orang yang menjaga tempat itu. Mereka datang pada waktu yang hampir sama setiap pagi dan digantikan oleh kelompok lain pada waktu yang sama setiap sore. Tidak ada yang tinggal semalaman kecuali dua orang yang selalu berdiri di dekat pintu masuk utama dengan wajah yang waspada dan tangan yang tersembunyi di balik pakaian tebal mereka seolah olah memegang sesuatu yang berbahaya di dalamnya. Tidak ada jendela yang terbuka dan tidak ada suara yang terdengar keluar dari dalam gedung itu seolah olah seluruh bangunan itu menahan napas agar tidak ada yang mengetahui rahasia apa yang tersembunyi di balik dinding tembok yang tebal dan gelap itu.

Kami menyusun rencana dengan sangat hati hati agar tidak ada satu pun dari kami yang terjebak atau terluka. Kakak Arka dengan bantuan orang orang yang dipercayainya menyusun peta bagian dalam gedung itu berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari orang orang yang pernah bekerja di sana sebelum bangunan itu ditinggalkan oleh pemilik aslinya. Ternyata gedung itu memiliki tiga lantai dan juga ruangan bawah tanah yang luas yang dulunya digunakan sebagai tempat penyimpanan barang barang berharga. Ada beberapa pintu masuk lain selain pintu utama yang dijaga ketat di antaranya pintu samping yang tersembunyi di balik tumpukan puing puing tua dan pintu belakang yang terhubung dengan lorong sempit yang menuju ke arah hutan kecil yang berada di belakang gedung itu. Pintu pintu tambahan ini sudah lama tidak digunakan dan kemungkinan besar tidak dijaga dengan ketat seperti pintu utama namun kami tetap harus berhati hati agar tidak terlihat oleh siapa pun.

Kami membagi tugas dengan jelas agar tidak saling mengganggu dan agar setiap orang tahu persis apa yang harus dilakukan dan ke mana harus pergi jika terjadi sesuatu yang tidak terduga. Kakak Arka dan dua orang yang dipercayainya akan masuk melalui pintu belakang yang tersembunyi untuk memastikan jalan keluar tetap terbuka dan mengawasi bagian belakang gedung agar tidak ada yang datang membantu dari dalam maupun dari luar. Kakak Dika dan Kakak Rizky akan menunggu di tempat yang tidak jauh dari gedung itu dengan kendaraan yang siap bergerak setiap saat sekaligus menjaga komunikasi antara kami yang masuk ke dalam dan pihak berwenang yang sudah kami beri tahu tentang rencana ini agar mereka siap datang segera jika kami memberi tanda bahaya. Ayah akan tetap berada di rumah untuk menjaga jalur komunikasi utama dan memastikan tidak ada gangguan yang datang dari arah yang tidak kami duga sementara Alena dan Bibi Rina tetap mengawasi setiap gerak gerik orang orang yang berhubungan dengan kelompok itu di dalam kota.

Sedangkan aku akan masuk ke dalam gedung itu melalui pintu samping yang tersembunyi di balik tumpukan puing puing. Aku tahu cara berpikir Vanessa dan cara menyembunyikan hal hal yang penting sehingga aku lebih mudah menemukan ruangan ruangan yang digunakan untuk menyimpan dokumen dokumen penting atau tempat pertemuan yang paling rahasia. Namun aku tidak akan pergi sendirian Kakak Arka sudah mengatur agar seseorang yang pandai menyusup dan tidak mudah terlihat selalu berada tidak jauh dari jangkauanku untuk melindungiku jika bahaya datang secara tiba tiba. Kami semua sepakat bahwa hal yang paling penting adalah keselamatan setiap orang dan tidak ada satu bukti apa pun yang sepadan dengan nyawa seseorang. Jika keadaan menjadi terlalu berbahaya kami semua akan segera mundur dan mencari cara lain untuk menyelesaikan masalah ini.

Hari yang kami pilih untuk melaksanakan rencana ini adalah hari yang berawan dan mendung sehingga langit terlihat gelap lebih awal dari biasanya dan cahaya matahari tidak cukup terang untuk memperlihatkan gerak gerik kami dari kejauhan. Saat hari mulai gelap kami berangkat dari rumah secara terpisah dengan kendaraan yang berbeda agar tidak menarik perhatian siapa pun yang mungkin sedang mengawasi pergerakan kami. Kami berkumpul kembali di tempat yang sudah disepakati tidak jauh dari gedung tua itu dan memastikan tidak ada yang mengikuti kami sepanjang perjalanan. Setelah semuanya siap kami bergerak perlahan menuju ke arah gedung tua yang berdiri sendirian di atas tanah yang luas dan berumput tinggi yang sudah lama tidak dipotong.

Sesampainya di dekat gedung itu aku berpisah dari Kakak Arka dan menuju ke arah pintu samping yang tersembunyi di balik tumpukan batu bata dan puing puing yang sudah tertutup lumut dan tanaman liar yang tumbuh subur di atasnya. Dengan perlahan dan hati hati aku membersihkan tanaman yang menutupi pintu itu dan mendorong pintu kayu yang sudah tua itu perlahan lahan hingga terbuka cukup lebar untuk aku lewati. Udara di dalam sana terasa dingin dan lembap bercampur dengan bau debu dan sesuatu yang berbau tajam dan asing yang tidak bisa aku kenali dengan jelas. Aku melangkah masuk ke dalam dengan langkah yang sangat pelan dan berhati hati memastikan tidak ada benda yang berjatuhan atau menimbulkan suara yang bisa didengar oleh penjaga yang sedang berdiri di bagian depan gedung.

Di dalam gedung itu sangat gelap sekali dan cahaya yang masuk dari celah celah kecil di dinding tidak cukup untuk melihat dengan jelas ke mana aku melangkah. Aku menggunakan senter kecil yang cahayanya lemah dan tertutup sebagian oleh kain agar cahayanya tidak terlihat dari jauh. Aku berjalan perlahan menyusuri lorong lorong yang panjang dan sempit yang dindingnya penuh dengan goresan dan tulisan tulisan yang sudah pudar dimakan waktu. Setiap langkah yang kuambil terdengar bergema di dalam ruangan yang kosong itu membuat jantungku berdegup semakin kencang namun aku tetap melangkah maju dengan tenang dan waspada. Aku tahu bahwa aku tidak boleh terburu buru dan tidak boleh membuat kesalahan sekecil apa pun di tempat yang asing dan berbahaya ini.

Aku mulai memeriksa ruangan ruangan yang ada di lantai dasar namun sebagian besar ruangan itu kosong melompong hanya berisi tumpukan puing puing dan sampah yang sudah lama tergeletak di sana. Tidak ada meja tidak ada kursi tidak ada tanda tanda bahwa tempat ini baru saja digunakan oleh siapa pun. Namun aku tidak menyerah dan terus naik ke lantai satu dengan langkah yang tetap pelan dan berhati hati. Di lantai satu aku mulai melihat tanda tanda yang menunjukkan bahwa tempat ini tidak kosong seperti yang terlihat dari luar. Ada bekas tapak kaki di lantai yang berdebu ada bekas tempat duduk di dekat jendela yang tertutup rapat dan ada bau asap yang masih terasa samar samar seolah olah ada orang yang baru saja merokok di sana tidak lama sebelum kami datang ke tempat ini.

Aku terus berjalan maju dan akhirnya sampai di sebuah ruangan yang pintunya terbuat dari kayu yang lebih tebal dan kokoh dibandingkan pintu pintu ruangan lain di sekelilingnya. Pintu itu sedikit terbuka dari celah di bawah pintu itu terlihat seberkas cahaya yang samar samar dan terdengar suara orang yang berbicara dengan suara yang pelan namun jelas terdengar di dalam ruangan itu. Aku berhenti melangkah dan menempelkan telingaku ke dinding di samping pintu itu untuk mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan. Suara yang terdengar adalah suara Vanessa dan suara seorang pria yang berat dan dingin yang tidak pernah aku dengar sebelumnya namun dari cara bicaranya aku tahu bahwa dialah orang yang memegang kendali atas segala sesuatu yang terjadi di sini.

Pria itu berkata dengan suara yang penuh kemarahan yang tertahan rencana di rumah Maheswari hampir saja berhasil jika tidak ada gadis kecil yang pandai itu yang merusak segala sesuatu yang sudah kami susun selama bertahun tahun. Sekarang banyak orang yang mulai tahu siapa kami dan di mana kami berada. Kita harus mempercepat pelaksanaan rencana besar yang lain sebelum mereka sempat menangkap kita semua. Vanessa menjawab dengan suara yang penuh kebencian dan kekecewaan yang mendalam aku tahu itu Tuan. Aku sudah berusaha sekuat tenaga namun Maya terlalu cerdik dan terlalu beruntung. Namun aku tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Aku akan menyelesaikan masalah Maya sendiri. Aku tidak akan berhenti sebelum aku melihatnya mati di hadapanku. Mendengar kata kata itu bulu kudukku berdiri namun aku tetap berdiri diam mendengarkan setiap kata yang terucap agar tidak ada informasi penting yang terlewat dari telingaku.

Pria itu kemudian berbicara lagi dengan nada yang lebih rendah dan lebih serius lagi kita tidak bisa hanya memikirkan balas dendam pribadi sekarang. Kita harus segera memindahkan semua dokumen penting dan barang barang berharga dari ruangan bawah tanah ke tempat yang baru malam ini juga. Jika ada yang datang mencari kita semuanya harus sudah pergi dan tidak ada satu jejak pun yang tersisa. Jika dokumen dokumen itu jatuh ke tangan musuh maka kita semua akan hancur sekaligus. Segera setelah kalimat itu terucap aku mendengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah pintu ruangan itu. Aku segera bergerak cepat bersembunyi di balik lemari besar yang berdiri di sudut lorong tidak jauh dari ruangan itu. Pintu terbuka dan Vanessa keluar diikuti oleh pria yang bertubuh besar dan tegap dengan wajah yang penuh bekas luka yang tua di bagian pipi dan dahinya. Mereka berdua berjalan menuju ke arah tangga yang menuju ke bawah menuju ke ruangan bawah tanah yang menjadi tempat paling rahasia di seluruh gedung ini.

Setelah mereka pergi dan suasana kembali hening aku keluar dari tempat persembunyianku dan berjalan perlahan mengikuti jejak mereka dari jarak yang cukup jauh agar tidak terlihat atau terdengar oleh siapa pun yang mungkin masih berada di tempat itu. Aku menyadari bahwa waktu yang tersisa tidak banyak lagi. Mereka akan memindahkan segala bukti yang ada malam ini dan jika mereka berhasil melakukannya maka semua yang telah kami lakukan sejauh ini akan menjadi sia sia. Aku harus bergerak cepat namun tetap berhati hati. Aku mengirim pesan singkat kepada Kakak Arka dan Kakak Dika memberi tahu mereka bahwa aku menemukan tempat persembunyian utama dan bahwa mereka berencana melarikan segala bukti malam ini juga. Segera setelah pesan itu terkirim aku melanjutkan langkahku menuju ke arah tangga yang menurun ke bawah menuju ruangan bawah tanah yang gelap dan berbahaya itu

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!